Penyamaran Konglomerat

Penyamaran Konglomerat
*Episode 50


__ADS_3

Semua kebutuhan pernikahan sudah siap 100% kini tinggal menunggu hari esok.


"Kamu ingin beli apa lagi?!! " Tanya Ivan


"Udah gak ada. Udah semua, tapi aku lapar. "


"Mau makan apa? "


"Bakso"


"Kamu masih gak bosen sama bakso. Besok kalau udah hamil jangan nyidam aneh aneh lo ya"


"Maksud kamu? "


"Ya,, malam malam nyidam bakso sama harus makan di atas gerobagnya, Atau nyidam bakso harus penjualnya yang nyuapin."


"Hahahaa" Ayu tertawa terpingkal pingkal.


"Masak ya makan bakso yang jual yang nyuapain, kamu itu ada ada aja mas mas. "


"Loh siapa tau, penjualnya tampan, terus modusmu kayak gitu"


"Aduh,, kamu ini belum belum udah kepikiran sampai gitu. jadi makan gak? "


Iya iya,, aku pesenin ya,, kamu pengen yang apa?


"Apa aja"


" Bakso rusuk super dua dan es jeruk dua ya bang" Ivan memesan bakso


"Baik mas, di tunggu sebentar. "



Bakso udah datang, bakso yang sangat lezat.


"Hemmm,, nyaman nyaman nyam,, saatnya makan. "


Ivan melihat bakso yang sebesar itu heran, Apa Ayu akan habis, dengan bakso yang segede itu.


"Kamu habis bakso segede itu?!! "


"Habis lah, , , "


"Baru kali ini aku kenal cewek makannya banyak. "


"Nyesel gak?!! "


"Enggak, kalau kami doyan makan malah aku seneng, "


"Makan yang banyak, biar gemuk kayak bakso"


goda Ivan


"Bakso makan bakso donk"


Hahahahaha,,,, Mereka tertawa bersamaan.


"Ayo kita santap,,,"


Gimana gaes, liat bakso segede itu pengen gak? Author giler gaes, apalagi pas hujan hujan kayak gini, hemmm kayaknya nikmat bangetπŸ˜‹πŸ˜‹


Mereka menyantap bakso dan es jeruknya dengan nikmat, setelah itu mereka melanjutkan perjalanannya masih dengan motor buntutnya.

__ADS_1


"kita pulang aja yak,, "


" oke,, tapibkemension aku, kan gaunnya mau dikirim ke mension aku"


"Ya kita balik dulu ke apartemen, ganti mobil sama aku mau ganti baju dulu. "


"Boleh,, "


Sampai di apartemen, Ivan mandi dan ganti baju, begitu pula dengan Ayu.


"Nanti aku suruh Feri untuk membereskan Apartemen kamu. " kata Ivan


"Kenapa dengan apartemen aku?" Tanya Ayu


"Kan kamu udah jadi istriku? kamu ingin pisah rumah??"


"Ya enggak lah, masak pisah rumah. Ya kirain ada apa apa."


"Gimana udah siap semua?!! "


"Udah, pakaianmu udah aku bawain beberapa potong. "


Ayu dan Ivan pergi menuju mension Mahendra.


Mereka di sambut oleh kedua orang tuanya dengan hangat. Di saat makan malam, Mahendra bertanya pada Ivan tentang beberapa hal.


"Mudah mudahan besok semuanya lancar ya, " Kata Mahendra


"Amin... "


Rencana kalian setelah menikah mau tinggal dimana? Tanya Siska


"kalau menurut papa sih, tinggal disini aja, nemenin papah dan mamah"


"Ya, kalau menurut aku sih kita tinggal di apartemen aja pah, biar adil. Kan papah dan mamah aku juga pengennya kita tinggal di sana,kalau kita tinggal di sini mereka pasti akan sedih, makanya kita ambil jalan tengahnya aja, tinggal di apartemen. "


"Itu keputusan bijak, kalian juga bisa lebih mandiri dalam hidup. "


"Iya pah,, Mohon doa restunya pah mah, Agar saya bisa membimbing rumah tangga saya dengan baik. "


"Pasti nak, papah pasti doakan."


"Kamu mau hadiah apa Dinda? " Tanya Siska


"emmmh,,, apa ya,,,"


"mobil, rumah, atau perhiasan"


"Kalau mobil mama boleh, "


"Mobil mana, kenapa pilih mobil mama? kenapa gak minta yang baru aja"


"Aku pengen mobil mama aja, yang banyak kenangan bersama mama, nanti mana beli baru lagi aja. "


"Dinda, dinda kamu itu memang aneh, di tawarin yang baru malah minta yang lama"


"Boleh gak mah,, "


"Berikan aha mah, besok papah ganti yang baru. keluaran terbaru. " Kata Mahendra merayu siska


"Yaudah ambil" Siska menyodorkan kunci mobilnya


"Bentar ya mah, Dinda mau ambil surat kuasa dulu. " Dinda lari masuk kamar, dan keluar kamar sudah membawa map

__ADS_1


"Buat apa?! "


"Ya mama tinggal tanda tangan di sini aja, Siapa tau suatu saat mama lupa kalau mobilnya udah di jadikan kado pernikahanku.makanya ini sebagai surat bukti. Hehehe" Dinda nyengir


"Aduh,,, ada ada aja kamu ini. Sini mana tanda tangani. Sama mananya sendiri gak percaya"


"Bukan gak percaya mah, tapi penyakit lupa mamah sering kambuh. Hihihi"


"Sekarang papah yang jadi saksi juga ikut tanda tangan dong pah,, "


"Papa juga di sangkut sangkutkan?! "


"Saksi pah, cuma saksi."


"Lagian ngapain kamu gak pilih yang baru aja??"


"Mobil mana, hanya ada 10 di dunia, jadi ini mobil sangat limited edition. "


"Kan ada juga yang limited edition lainnya kan?!! "


"Banyak sih pah, cuma kan gak seperti punya idola aku.Tapi kalau punya mamah kan mirip dengan mobil idola aku"


"Huuuuu,,, pantesan," Satya mencibir


Dinda, ingat kamu udah jadi istri satya, maka kamu harus nurut dengan dia, jangan sekali kali membuatnya marah dengan sikap ke kanak kanakan kamu. Jangan bikin dia cemburu, karena itu akan membuat rumah tangga tidak harmonis


"Iya pah, maaf tadi keceplosan. "


Kini giliran papahnya yang tanda tangan, sebagai sanksi.


Setelah semuanya selesai, kini Dinda merasa sangat girang. Seperti menemukan gunung emas.


Makasih mah,, Dinda memeluk dan mencium mamahnya,, ini pertama kalinya Dinda memeluk dan mencium Siska,


Setelah selesai makan, mereka kembali ke kamar masing masing.


"Kamu ngapain kok kayaknya seneng banget gitu?! "


"Coba kamu baca surat yang baru di tanda tangani ini? " Dinda meyodorkan map itu pada satya


satya membaca dengan teliti, setelah membaca satya membelalakkan matanya. Antara percaya dan tidak.


" Yang benar aja ini sayang,, "


"Menurut kamu?!! "


"Licik juga kamu yah,, " Senyum Satya


Bukan licik mas,, cuma Aku ambil hak aku dengan mengikuti cara dia.


Ternyata isi surat perjanjian itu adalah surat pemindah tangan semua harta Siska ke Ayu, Harta Siska yang diperoleh dengan cara licik,


Yaitu memindahkan semua aset milik Mahendra ke nana Siska, kini semua sudah berubah, semua aset yang di dapat Siska sudah di pindah namakan menjadi Dinda Ayu Mahendra, Dan Mahendra sebagai Pemilik harta yang sesungguhnya, telah menjadi bukti saksi yang sah bahwa semua hartanya sudah di pindah tangankan menjadi Dinda Ayu, bukan Mahendra lagi. Jadi kini Siska sudah tidak bisa ber ulah lagi, karena semua harta yang dia nikmati sudah menjadi milik Dinda.


Selamat tinggal nenek lampir, saatnya kamu kembali ke habitatmu. Senyum Dinda dalam hati.


***hey gaes,,, jangan lupa like dan comment vote ya,, biar authornya tambah semangat nih,,


Author curhat nih,,😁😁 maaf ya, authornya cuma bisa bikin satu episode tiap harinya, karena author sangat sibuk dengan mengurus dua anak yang over aktif nih,author nulisnya juga curi curi waktu, terkadang sampe bergadang tengah malam, hanya demi satu episode. Gitu pun, kalian sangat pelit kasih tanda like, πŸ˜ƒπŸ˜ƒ terkadang author juga down juga ya,, karena yang baca udah hampir 5000 tapi yang kasih like hanya beberapa, sampai author berpikir, apa karya saya kurang bagus ya, apa karya saya terlalu norak ya,, kok yang baca hanya baca ajaπŸ₯ΊπŸ₯Ί


Masukan masukan kalian akan menambah ilmu bagi author dalam menciptakan karya karya yang lebih baik. πŸ˜‡πŸ˜‡


Bagi yang selalu nyemangatin,, terimakasih banyak,,Kalian penyemangat ku πŸ’ͺπŸ’ͺ😘😘πŸ₯°πŸ₯°***

__ADS_1


__ADS_2