Penyamaran Konglomerat

Penyamaran Konglomerat
*Episode 56


__ADS_3

"Pak, kenapa pak Adit gak cari pacar?"


"Pak Adit kan, cakep, pekerjaan juga sudah mapan, kurang apa lagi coba. " Tanya Sani


"Ya,, kurang klik di hati. "


"Emang pak Adit suka cewek yang gimana? "


"Gimana ya,,, yang sederhana dan setia tentunya ya,, "


"Hah,, cuma itu doank,, "


Heem,, Adit mengangguk


"Gak pengen yang cantik, modis, tajir gitu?! "


"Enggak" Adit geleng geleng kepala


"Kenapa?!! "


"Kalau cewek cantik, modis itu banyak, tapi yang setia itu sulit di cari. karena cantik itu relatif, tapi kesetiaan itu mutlak, sedangkan orang sederhana, pasti mau menerima suaminya dalam keadaan apapun,bahkan yang modis, itu belum tentu. "


Jawab Adit sambil tersenyum, kemudian mengambil minumnya.


"Orang biasa pun, kalau ada uang pasti cantik ya pak hehehe? " Tanya Sani sambil ketawa


Adit menjawab dengan mengacungkan jempolnya,


"Brati orang kayak aku pun bisa cantik donk pak, kalau punya suami kaya. "


Adit yang mendengar pernyataan Sani jadi tersedak,


"Kenapa pak,, hati hati kalau minum. "


"Mang kamu udah punya calon suami orang kaya?! "


"Belum sih, kan aku lagi berkhayal pak. Hihihi"


"Kamu mau khayalan itu jadi kenyataan? "


"Maksud pak Adit?! "


"Ya,, mungkin ada orang kaya ngelamar kamu misal, dan hidup kamu kan jadi lebih enak. "


"Gak ah pak, "


"Kenapa?! "


"Kebanyakan orang kaya banyak maunya. Kan ada pak lagunya.


"Yang kaya banyak maunya, yang Tampan banyak tingkahnya, lebih lebih kalau sudah jaya,, yang kucari pacar dunia akhirat...." Sani memperagakan lagunya. "

__ADS_1


"Kamu pinter nyanyi juga ya,, "


"Ya elah pak, cuma nyanyi doank, semua orang bisa kalik, "


"Tapi beneran kok, suara kamu bagus. Aku pengen punya istri kayak kamu, "


"Hahahahaha,,,, pak Adit ini kalau ngomong suka ngaco.


Masak pengen punya calon istri kayak aku, yang adanya cuma aku. Hahahaha" Sani tertawa terpingkal pingkal


"Emang kamu gak mau jadi istriku? "


"Aduh pak,,, kalau bercanda jangan berlebihan,jangan bikin aku ge er dech.Ntar aku melayang layang lagi. "


"Aku beneran"


" hahahaha pak Adit, Status kita beda jauh, aku emang suka berkhayal pak, tapi aku masih sadar diri." Jawab Sani masih dengan ketawa.


Adit memperhatikan Sani dengan intens.


"Tapi aku serius,,, aku tidak bercanda"


Sani yang mendengar pernyataan itu langsung berhenti dari ketawanya, dia tersentak dan memandang Adit.


"Bagaimana?!! " Tanya Adit


"Jadi beneran pak, aku tidak sedang mimpikan?! "


Adit mencubit pipi Sani dengan keras.


Gak mimpi kan, Tanya Adit. Sementara Sani mengusap usap pipinya yang sakit.


"Bolehkah bila aku tidak jawab sekarang pak? "


"Silahkan,, kamu pertimbangkan dulu.Aku tidak akan memaksamu. "


"Aku akan menunggunya, "


"Makasih pak, " kata Sani sambil menunduk.


Adit mengangkat dagu Sani dengan lembut, tapi aku gak mau kamu jadi berubah dan menghindari ku.


"Jujur saya syok dengar pernyataan tadi pak, tapi bagaimana pun perasaan tidak dapat di paksakan.Kita ikuti arusnya saja, seperti air yang mengalir. Kan pak Adit belum kenal betul siapa saya, bagaimana karakter saya, begitupula sebaliknya dengan saya. "


"Bodoh!!" Ucap Adit sambil mengetuk jidatnya Sani dengan sendok.


"Auw!! Sakit pak,, " Kata Sani


"Kalau aku belum tau karakter kamu, gak bakalan aku ingin meminang mu. "


"Aku udah selidiki kamu semuanya. "

__ADS_1


Hah!!! jawab Sani melotot.


"Hah heh hah heh, kenapa kamu?!!"


"Hihihi gak papa pak,,," jawab Sani nyengir.


"Kalau lagi di luar gini jangan panggil pak, panggil nama aku aja. "


"Lah,, gak sopan donk pak, masak sama atasan panggil nama aja. "


"Atasan kan kalau di kantor, kalau di luar ya beda lah,, "


"Yaudah aku panggil mas aja, gimana pak, gak papa?!"


"Up to you, (terserah kamu) " kata Adit sambil mengangkat kedua tangan dan pundaknya.


____________


Hari ini Mery sudah bisa pulang dari rumah sakit, dan merry meminta agar ivan dan Ayu untuk sementara tinggal di Mension nya, agar bisa menemani merry semasa pemulihan.


Mereka tiba di mension Hartono, bahkan hari ini juga pertama kali Ayu menginjakkan kakinya di mansion Hartono.


Mension yang sangat besar dan megah.


Mereka masuk ke dalam,para pelayan sudah menyambutnya dengan berjejer rapi. Mereka membungkuk memberikan hormat pada Tuannya saat keluarga Tuannya lewat.


Perkenalkan ini Dinda Ayu Mahendra, Putri tunggal Tuan Mahendra, sekarang sudah sah menjadi istri Ivan.Jadi dia nyonya muda kalian.


"Selamat Datang nyonya muda,,, " Sambut para pelayan.


"Bagus!! kalian boleh kembali bekerja. " Kata Hartono


Ivan mengajak Ayu ke kamarnya, sedangkan Hartono memapah istrinya untuk istirahat di kamarnya.


Ayu masuk ke kamar Ivan, dimana kamar yang begitu luas. walaupun Ivan seorang laki laki dan banyak pelayan, tapi Ivan tetap bisa menata rapi kamarnya.


Ayu diam sejenak, dan memandang sekeliling.


"Kamu Kenapa kok bengong gitu, "


"Kamar kamu luas dan indah. "


Ivan menatap Ayu dengan intens, "Bukankah kamu juga punya kamar yang luas?!! Kok kamu heran gitu"


Ya iya sih,, tapi punya kamu sangat rapi dan indah. Penempatan ornamen ornamennya, juga bagus.


"Kamu suka???! "


"Suka, "


"Semoga kamu betah dan nyaman di sini. " senyum Ivan sambil menggandeng Ayu untuk istirahat.

__ADS_1


"Kita tinggal di sini beberapa hari ke depan gak papa ya,,biar kamu juga bisa menemani mama,"


"Iya mas,, "


__ADS_2