Penyamaran Konglomerat

Penyamaran Konglomerat
*Album kenangan


__ADS_3

Sesampai di tujuan,Ivan dan Ayu langsung menuju ke sebuah hotel yang sangat mewah. mereka berencana tinggal di kota itu untuk beberapa hari ke depan. Ivan dan Ayu memesan kamar VVIP, dimana kamar yang sangat mewah. Bukan hanya kamar yang sangat mewah, melainkan terdapat pemandangan yang begitu menarik. Sebuah pantai yang sangat cantik dengan pasir putih menghiasi pemandangan tersebut.


Pemandangan yang sangat indah terpampang dari dalam kamar itu.Desiran pasir putih dan hantaman ombak menghiasi pemandangan itu. Angin yang sepoi sepoi meniup pohon pohon disekitar pantai, membuat para pengunjung betah berada di pantai itu. Setelah selesai beres beres mereka istirahat karena perjalanan yang sangat jauh membuat badan mereka capek.


Ayu terbaring di kasur sementara Ivan terbaring di sofa hotel itu. Ivan sengaja tidur di sofa karena saat ini ayu masih beridentitas sebagai Sekar, dia belum mengingat tentang dirinya yang sebenarnya .


Jadi melihat kondisi seperti itu Ayu menjadi lebih nyaman berada di sisi Ivan, karena Ivan bukan tipe orang yang otak mesum.Ivan tertidur di sofa dengan pulesnya karena terlalu capek. Sementara ayu hanya baringan di atas kasurnya, dia tidak bisa memejamkan matanya. Ayu tengok kanan kiri dan sekeliling kamar itu, emang sangat nyaman untuk beberapa hari ke depan. Ayu bangun kemudian mendekat ke arah jendela untuk menghirup udara segar dengan pemandangan yang indah. Membuat suasana hati yang sedang kacau menjadi lebih tenang. Puas memandangi pantai dan lautan luas itu, Ayu kembali ke kasurnya. Ayu melihat sebuah album yang berada di koper Ivan yang terbuka. Ayu mengambil album itu, kemudian membukanya satu persatu lembaran demi lembaran pada album itu. Terdapat beberapa foto dirinya bersama Ivan saat masih bersama, foto kenangan mereka saat masih pacaran dan saat menikah. Tampak sangat bahagia sekali. Ayu hanya tersenyum melihat foto itu.


Saat sampai di lembaran tengah, Ayu melihat beberapa foto pernikahan mereka. Ayu selalu ingat kejadian itu, namun hanya bayang bayang, dan ternyata apa yang ada di bayangan itu sebuah kenyataan pernikahannya dengan Ivan. ada juga foto mereka dengan akta nikah dan cincin kawin yang melingkar di jari mereka. Ayu menutup mulutnya sambil menangis dan tetap membuka lembaran lembaran berikutnya. Melihat foto foto itu adalah sebuah bukti kalau memang Ivan adalah suami sahnya, sementara Baskoro adalah suami saat dia saat hilang ingatannya. Ayu memandang Ivan yang masih tertidur di sofa,dengan posisi lengan kanannya menutup matanya. Ayu melihat sebuah cincin yang melingkar di jari Ivan sama seperti cincin yang berada di foto tersebut.Ayu langsung lari dan memeluk Ivan yang masih tertidur di sofa itu, membuat Ivan kaget dan terbangun. Dilihatnya ayu sudah duduk di lantai sambil memeluknya dan menangis tersedu sedu.


"Ada apa? Kenapa kamu menangis? " Tanya Ivan lembut


"Maafkan aku,,, " Isak Ayu


Ivan melihat sekelilingnya terdapat foto album yang ada di kasur, dengan posisi masih terbuka.Ivan baru mengerti bahwa ayu baru saja membuka album itu. Ivan mengusap usap rambutnya seraya berkata


"Kenapa kamu minta maaf? "


"Kamu tidak salah apa apa? "


"Aku tau kalau kamu benar benar suamiku dan mencintai ku, tapi maafkan aku kalau sampai saat ini aku belum bisa mengingat semuanya. "


"Aku mengerti, aku kan udah bilang kamu jangan maksain untuk mengingat semuanya, pelan pelan kamu pasti akan mengingat semua itu. "

__ADS_1


"Kemarin kan dokter juga bilang gitu semakin kamu paksa untuk mengingat, semakin sakit kepala kamu, maka jangan dipaksakan."


"Nanti kalau udah gak capek,aku ajak jalan jalan."


"Sungguh??!!" Tanya Ayu seraya mendongakkan kepalanya, dan menatap Ivan sungguh sungguh.


Ivan memegang pundak Ayu, dan mendudukkan Ayu di sebelahnya,Ivan memegang tangan Ayu,


"Iya" jawab Ivan sambil mengangguk dan tersenyum.


Ayu melihat tangan Ivan yang masih memakai cincin itu, sementara dirinya memakai cincin pemberian Baskoro, membuat dia minder. Ayu menarik tangannya kemudian menunduk. Ayu melepas cincinnya kemudian menggenggam nya di tangan kirinya.


Melihat itu Ivan tersenyum dan mengangkat dagu Ayu seraya berkata,


"Apa kamu yakin ingin melepas cincin itu? "


"Aku tak tahu cincin kawin kita dimana. Yang aku tahu hanya cincin ini"


"Apa kamu akan marah dengan aku karna menghilangkan cincin itu? "


"Tidak"


"Ayu sangat lega mendengar jawaban itu. "

__ADS_1


Ivan menengok arlojinya, ternyata hari sudah sore.Ivan berencana mengajak ayu untuk membeli makanan di luar.


"kamu udah lapar belum? '


"Kita makan diluar aja yuk,, "


"Boleh, Tapi aku mandi dulu ya? "


"Iya silahkan, nanti gantian aja"


Ayu mulai siap siap mandi sementara Ivan menunggu di balkon sambil melihat udara luar. Takutnya melihat pemandang yang tak terduga seperti waktu itu karena kebiasaan ayu kalau mandi pasti hanya pakai handuk sampai kamarnya. Dan kebiasaan itu Ivan sudah sangat paham sekali. Ivan juga gak mau jiwanya meronta-ronta jika melihat istrinya hanya memakai sehelai handuk sementara dia sudah lama tidak pernah menyentuh wanita.


Ivan duduk di balkon ditemani secangkir kopi, sementara Ayu yang sedang asik dengan ritual mandinya. Saat sudah selesai dengan mandinya, ayu ingin meraih handuk yang ada disebelahnya, tiba tiba,


"Aaaaaaaaaaaa" Jerit Ayu terdengar dari luar disertai beberapa barang terjatuh di lantai kamar mandi. Ayu terpeleset dikamar mandi dan jatuh sementara kepalanya terbentur bak mandi dan membuatnya pingsan dengan kepala berdarah.


Mendengar itu Ivan langsung lari ke dalam dan memanggil manggil Ayu,


"Ayu, Ayu, Ayu kamu gak papa?" Tanya Ivan sambil ketok ketok pintu, tapi tak ada jawaban dari Ayu.


Karena tidak ada jawaban dari Ayu, Ivan semakin panik, Ivan semakin keras menggedor gedor pintu kamar mandinya, namun tetap tak ada jawaban dari dalam.


Akhirnya Ivan memutuskan untuk mendobrak pintu kamar mandi itu, ternyata Ayu sudah tergeletak di lantai tanpa sehelai benang, darah keluar dari kepalanya, membuat Ivan semakin panik.

__ADS_1


"Ayu!!!" Teriak Ivan histeris.


Ivan masuk lalu mengambil handuk untuk membalutkannya ditubuh Ayu, kemudian membopongnya keluar. Tak lama kemudian ambulance pun datang, dan Ayu di larikan ke rumah sakit.


__ADS_2