
Ivan memanggil dokter pribadinya untuk mengecek kesehatan Ayu.
Ternyata obat yang di suntikkan adalah obat berdosis tinggi,
"Obat itu berdisis sangat tinggi.Kalau hanya hanya satu pria, tidak mungkin bisa meredam kan siksaan itu. "
"Maksudnya?!!"
"Jenis obat yang di suntikan, menang sengaja di buat untuk melayani banyak pria sekaligus. Obat itu di sangat membahayakan bagi korban, karena kalau fisiknya tidak kuat bisa berakibat fatal. "
"Kurang ajar!! jadi mereka sengaja ingin melakukan pemerkosaan masal??!! " kata Ivan geram
" Apa kamu punya penawar untuk kasus seperti ini"
Aku punya penawarnya, cuma dosisnya tidak begitu tinggi. Kalau kamu yang disisi tinggi, besok saya kenalkan ke salah satu teman saya, yang mempunyai obat penawar itu dengan dosis tinggi.Banyak dari mereka para pengusaha yang memang membutuhkan barang itu.
"Banyak yang membutuhkan?!! "
"Ya,, mereka meminumnya sebelum ada kegiatan bisnis besar. Karena tidak sedikit permainan bisnis mereka, bermain curang. Misal,,Ketika penawar itu di minum sebelum pesta,dan saat pesta dikasih obat perangsang, maka obat itu tidak akan bereaksi. Mungkin hanya akan berefek sedikit sekali. Tidak sampai menyiksa seperti itu." Dokter itu menjelaskan panjang lebar pada Ivan. karena memang dokter kepercayaan keluarga Ivan, gajinya tiap bulan pun tidak main main.
"Terimakasih dok Informasinya. "
"Sama sana, kalau begitu saya pamit dulu. "
Dokter itu pamit untuk pergi, sementara ayu tertidur,efek dari obat dokter itu. Kini Ivan duduk di sofanya sambil memikirkan cara menangkap penculik yang berhasil lolos itu.
"Sebenarnya apa motivasi penculik itu menangkap Ayu. Bukankah Ayu bersama Ica, kenapa hanya Ayu yang di culik."
Ivan terus memikirkan hal itu
Kemudian Ivan ingat dengan kalung yang di pakai bos penculik itu. Ivan berhasil menarik kalung saat perkelahian waktu itu. Ivan mengambil kalung yang ia simpan di almari, ia memperhatikan kalung itu dengan seksama. Kemudian menelfon Alex untuk minta bantuannya, agar mencari pelaku itu dengan barang bukti kalung yang susah di tangannya
"HalIo Alex"
"Iya, Hallo Tuan muda, Ada yang bisa saya bantu,"
"Tolong cari identitas pemilik kalung itu. " Ivan mengirimkan foto kalung itu
"Gerakan semua anak buahmu untuk mencarinya. Cari tau siapa dalang di balik semua ini. "
"Baik tuan, akan segera saya laksanakan"
Ivan menutup telfonnya, dengan perasaan marah yang menggebu nggebu.
"Kalian telah membangunkan macan yang tengah tidur rupanya.
__ADS_1
Jangan harap kalian bisa lolos dari ku.
Kalian belum tau sedang berhubungan dengan siapa." Ungkap Ivan dalam hati dengan menggenggam kalung itu dengan kuat.
Ayu terbangun dari tidurnya, dua melihat Ivan yang masih duduk di sofa sambil memegang sesuatu
"van,, "
"Eh sayang, udah bangun"
"Apa kang kamu bawa? "
"Gak bawa apa apa," kata Ivan sambil menyembunyikan kalung itu.
"Kamu makan dulu ya, pasti kamu laper"
"Oh ya van, Apa penjahat itu sudah di tangkap?"
"Belum, "
"Aku takut van, "
"Gak usah takut, aku sudah menyuruh orang kepercayaan ku untuk menangkap dia. Papamu juga" Ivan mendekati Ayu, dan mengusap usap pundaknya.
"Aku kurang tau, yang jelas ada dalangnya di balik kasus itu."
"Maksud kamu?!! ini kasus di rencana? "
Ivan menjawab dengan menganggukkan kepala
"Apa kamu sedang terlibat dengan seseorang? "
"Tidak"
Ivan masih mencoba menebak nebak di pikirannya.
"Van, gimana acara camping nya? "
"Udahlah,, gak usah mikir camping lagi. besok kita pulang ke rumah"
"Tapi kan barang barang aku masih di sana van, lagian aku pengen banget ikut acara api unggun nya. "
"Yaudah,, kamu makan dulu, terus siap siap kita ke sana. "
"Makasih ya Van,, "
__ADS_1
"Sama sama sayang..,"
"Kita sudah jadi suami istri lo, masak kamu masih panggil aku Ivan? "
"Terus kamu maunya di panggil apa? "
"Ya terserah,, yang penting jangan namanya, biar agak romantis dikit lah"
emmmh,,, Ayu memikirkan panggilan yang pas buat Ivan.
"Pangeran katak, buaya buntung, " Ayu menawarkan pilihan beberapa buat Ivan.
"Kamu menyamakan suami kamu sendiri dengan hewan?!! "
"kalau kamu aku panggilan singa betina mau??!! "
"Hihihihi " Ayu memamerkan giginya.
"Bagaimana kalau aku panggil kamu Mas. "
"Boleh,, Itu ide bagus. Istri cerdas"
"Mas, makasih ya, kami udah nolong aku kemarin. Dan makasih kamu masih mau nerima aku, walau aku sudah di lecehkan. "
"Udahlah sayang,,, gak usah bahas lagi. Pokoknya aku mencintai kamu apapun keadaan mu, aku akan tetap selalu melindungi mu, seperti janjiku dulu."
"Cuma satu pinta ku. "
"Apa mas, Aku pasti akan penuhi"
"Jangan pernah berpaling dari aku"
Ayu memeluk Ivan dan berkata,
"Aku pasti penuhi permintaan mu itu. Aku janji.
Aku Mencintaimu, "
"I love you"
"I love you too"
Mohon dukungannya dengan like dan comment ya,, Nantikan episode selanjutnya,
Makasih....
__ADS_1