
Sudah Satu minggu lebih Tim SAR mencari jasad Ayu.Semua semak semak, bahkan aliran arus sudah di telusuri.Tapi hasilnya tetap nihil.Saat mereka sudah putus asa, tiba tiba seseorang berteriak memanggil Timnya.Mereka semua mendekati sumber suara tersebut, ternyata salah satu dari mereka menemukan robekan baju Ayu. Mereka menelfon ivan, dan bertanya apa benar itu robekan baju ayu apa bukan.
Ivan datang ke tempat itu, melihat robekan baju itu, dan ternyata benar. Itu baju ayu yang di pakai tadi saat vidio call.Ivan langsung tancap gas meluncur ke tempat itu. Dimana tempat terjadinya kecelakaan istrinya. Saat Ivan sampai di tempat itu Ivan langsung menerobos menemui si penelfon tadi.
"Apa ada tanda tanda lain yang sudah di temukan?! " Tanya Ivan
"Tidak pak, Kami hanya menemukan robekan baju ini. "
"Menurut hasil penelitian, istri bapak terjatuh ke jurang setelah terjadinya tabrakan. "
"Tabrakan?!! "
"Iya Pak,Terjadi kecelakaan sebelum insiden jatuhnya mobil korban ke jurang. Ini tanda buktinya, ada jejak ban mobil yang beda di pinggir jurang itu, dan ada bekas serpihan kaca mobil. Kalau insiden ini murni kecelakaan tunggal, tidak mungkin ada serpihan kaca di atas, pasti serpihan kaca itu berada di area jurang itu pak."
"Terus, bagaimana korban bisa hilang?! "
"Itu yang kami sedang teliti lagi pak. Kemungkinan besar korban terbawa arus atau di makan binatang buas. "
"Apa maksudmu?!!! " Ivan tak Terima dengan pernyataan orang tadi
"Sebelumnya saya minta maaf Pak, tapi kami menelusuri sepanjang sungai itu, tidak ada tanda tanda adanya korban. Tapi kami menemukan ada beberapa buaya di perairan sungai itu. Kami juga menemukan robekan baju korban yang tersangkut di ranting itu. "
Mendengar penjelasan itu, Ivan semakin sedih, kini tak ada harapan lagi untuk menemukan jasad Ayu. Dan sekarang para tim pencari sudah memutuskan untuk berhenti mencari korban. Karena sudah Satu minggu lebih mereka mencari jasad korban tapi tetap tidak menemukan nya
Di sisi lain, Mahendra yang masih terbaring di rumah sakit dengan kondisi yang sangat kritis. Sebagai menantu tentunya Ivan tetap harus mengurus mertuanya.
Ivan yang di hadapkan oleh banyak masalah,, harus tetap tegar menghadapi semua itu. Walaupun terkadang dia ingin menyendiri di kamarnya hanya untuk menumpahkan air matanya, mengingat semua moment moment saat bersama ayu, saat di kampus juga Ivan sering termenung seorang diri.
__ADS_1
Kini kabar meninggalnya Ayu sudah tersebar di kampusnya.Semua orang sedih mendengar kabar itu, kecuali Sela dan Rina, yang justru bahagia mendengar kabar itu.
"Sudahlah Van, jangan murung lagi, mending kita jalan jalan aja, biar kamu gak murung lagi" Kata Sela mencoba merayu Ivan.
"Sorry aku gak minat" Jawab Ivan datar dan melepaskan tangan Sela yang melingkar di tangannya.
"Ayo lah van,,move on donk,,"
"Aku gak bisa" Jawab Ivan kemudian bangun dari duduknya, hendak pergi
Apa hebatnya si kismin jelek itu sih? sampai sampai kamu sangat Depresi di tinggal dia mati?!!" Tanya Sela kesal.Karena Ivan dirayu tetap gak bergeming.
Mendengar kata kata itu Ivan membalikan badannya, rasanya darahnya mendidih mendengar almarhum istrinya di hina di depannya.
"Apa kamu bilang barusan?!!" Tanya Ivan sedikit melangkah mendekati Sela, dengan raut wajah yang sangat marah.
Melihat perubahan wajah yang menyeramkan, Sela tertunduk dan terasa terpojok, Dia kelihatan sangat takut di dekati Ivan. Padahal baru saja dia merayunya.
"Maumu apa hah?!! " Tanya Ivan emosi
Rudi melihat Ivan yang sedang marah marah pada Sela, Rudi pun mendekati mereka dan menengahinya.
"Ada apa sih kalian? "
"Sabar brow, sabar sabar,, " Kat Rudi mendinginkan Ivan
Sela menjelaskan pada Rudi tentang kronologinya yang membuat Ivan sangat marah. Mendengar penjelasan sela, membuat Rudi curiga pada Ivan. Rudi menatap Ivan seperti sedang mengintimidasi. Sementara Ivan yang di tatap, pura pura tidak melihatnya.
__ADS_1
Kemudian Ivan pergi meninggalkan mereka berdua.
"Rud, kamu merasa ada yang aneh gak sih pada Ivan?!"
"Aku kan cuma bilang kismin jelek, bukankah tiap hari aku paggila dia dengan sebutan itu? Kenapa dia sangat marah begitu."
"Aku merasakan Ivan menyembunyikan sesuatu"
"Jadi Kamu sahabatnya pun gak tau?! "
Iya aku tau kalau Ayu sudah meninggal, aku juga takziah kesana. bokapnya juga sekarang sedang koma gara gara kejadian itu."
"Terus?!! "
"Kenapa Ivan sampai sedepresi itu, "
"Ayu kan mantan kamu?!! "
"Aku masih mencintainya. Aku tak anggap dia mantan. "
"Apa jangan jangan Ivan dan Ayu sudah jadian?!! " Tebak Sela
"mungkin"
"Tapi kan sekarang Ayu sudah tidak ada, jadi aku udah gak punya saingan lagi dong, " Kata Sela bahagia
"Kamu jahat banget jadi orang. Temanya lagi berduka malah kamu bahagia gini. "
__ADS_1
Sela pergi dengan santainya, dia sudah tidak mendengarkan ocehan Rudi. Dalam hati dia bahagia karena sudah tidak ada saingannya.
Kamu memang beda dari yang lain van, itu yang membuat aku semakin menginginkanmu. Di luar sana banyak yang merayuku, bahkan berlomba lomba ingin menjadi pacar aku, tapi yang aku inginkan hanya kamu.