Penyamaran Konglomerat

Penyamaran Konglomerat
*Episode 62


__ADS_3

Siiiit.....mobil berhenti. Ivan ngerem mendadak.Kemudian menoleh kebAyu, dengan tatapan yang berkobar kobar.


"Kamu gak kesalahan kamu apa??!! "


"Kamu berduaan dengan Rudi, mantan mu, pegangan tangan, masih bilang gak tau kesalahannya?!!!"


"Sekarang kamu sudah bersuami, tak sepantasnya kamu dekat dekat dengan pria lain, apa lagi sampai pegang pegangan tangan.!!"


"Apa memang kamu masih belum bisa melupakan Rudi,?!!


"Apa memang kamu masih berharap ingin kembali dengan dia?!!!" Ivan memukul setir mobilnya, saking emosinya.


Ternyata rasa cemburu Ivan sudah menggelapkan semuanya, bahkan tidak bisa mengontrol emosinya.


"Jawab!!" Ayu tertunduk sambil menggelengkan kepalanya.


"Tolong,,,Tolong Hargai aku sebagai suamimu. "


Nada Ivan mulai melembut kembali setelah puas meluapkan amarahnya.


Ayu hanya diam, dan tertunduk dengar Ivan marah marah. Baru kali ini Ayu tau kalau Ivan lagi marah, seseram itu. Bahkan Ayu tak berani melihat wajahnya.Air mata ayu menetes, terdapat rasa takut, sakit hati dan kecewa karena tak di beri kesempatan bicara, semua jadi satu. Ivan yang melihat Ayu menangis, terdapat rasa penyesalan yang mendalam. Ivan menggenggam tangan Ayu.


"Maafkan Aku,, Tak seharusnya aku bicara kasar padamu. Rasa cemburu ku membuat Aku tak bisa kontrol emosiku.Karena aku tak mau kehilanganmu. " Ivan mencium tangan Ayu.


Ayu memandang Ivan, terlihat penyesalan yang mendalam di wajah Ivan.


"Kamu gak salah, tapi aku buang salah.Tapi kejadiannya tak seperti yang kamu lihat. Rudi hanya menanyai ku, apa aku sudah jadian sama kamu apa belum, dan aku jawab bukan urusan dia, karena di antara aku dan dia sudah tidak ada apa apa lagi. Hanya sebatas teman dan tak lebih. Bahakan dulu aku dan dia juga sudah ada perjanjian kalau diantara aku dan dia tidak boleh ikut campur urusan satu sama lain. "


Ayu menjelaskan panjang lebar agar Ivan tidak cemburu lagi.


Ivan memeluk erat Ayu, dan mengusap usap rambutnya.


"Sungguh aku sangat mencintaimu."


Tiiiin tiiin,,, suara klakson mobil lain saling bersautan.

__ADS_1


"Woiiii, kalau parkir jangan sembarangan. bikin macet tau gak?!! "


"Maaf mas,, " Kata ivan. kemudian melakukan mobilnya kembali.


"Sayang,bulan depan akan diadakan perpisahan mahasiswa di kampus.Apa kamu siap menunjukkan identitas mu? "


"Ya gak masalah,, Toh semua masalah sudah kelar.Tinggalbm nunggu waktu saja. "


"Oh ya,, Aku dapat berita. Kalau ternyata Mama Siska sudah menggelapkan uang perusahaan sangat banyak. Bahkan beberapa perusahaan sudah pindah jadi namanya. "


"Kok bisa?!! "


"Yah,, itu dia lakukan ketika papa kamu sakit. "


"Bukankah waktu itu semuanya sudah dipindahkan atas namaku?!! "


" Ternyata Kita kalah cepat. "


"Dan perlu kamu tahu, ternyata pak Ibrahim sudah menghilang "


"Yah,,Mungkin mama siska sudah menemukannya."


"Orang seperti Dia tidak pantas hidup. Penjara sudah bukan tempatnya lagi. Tapi neraka tempat yang pas buat dia. " Jawab Ayu geram


"Aku sudah izin ke mama, nanti sepulang kerja kita Kita ke apartemen dulu,Akan Aku tunjukkan sesuatu padamu. "


"Aku juga mau ambil berkas berkas yang ketinggalan di sana. "


"Ya mas,, "


Hari sudah menunjukkan pukul 17.00 . Ayu mulai membereskan tempat kerjanya.


"Yu, kamu baru mau pulang ?! " Tanya Sani sambil menengok jam tangannya.


"Iya,, "

__ADS_1


"Kok tumben, Lembur. "


"Oh ya,, lupa, bu bos mah bebas,,,, " Kata Sani bisik bisik


"Hussst!! jangan keras keras"


"Aku denger ada yang lagi pe de ka te nih" Sindir Ayu pada Sani


"Ih,,, siapa juga yang pe de ka te,, kita mah beda status. Ketinggian levelnya... "


"Oh,, jadi kamu yang lagi pe de ka te?!! "


"Ah enggak,,, siapa yang bilang?!! "


"Barusan kamu bilang,kita mah beda status, levelnya ketinggian. " kata Ayu sambil mencibir dan menirukan kata kata Sani.


"Masih gak mau ngaku.??"


"Tar hilang, nyesel kamu, "


"yeee,, biarin aja hilang. Toh Aku juga gak ada apa apanya dengan pak Adit. "


"Ooooh,,,, jadi Adit orangnya??? " Ayu menemukan jawabannya.


"Bukan bukan bukan,,, aduch..." Sani jadi salah tingkah sendiri. Garuk garuk kepala karena bingung.


"Udah,, gak papa kok,, lanjutkan aja. kalau kamu suka ngapain di tunda tunda. "


"Menunda awal dari kegagalan.Dan menunggu hal yang membosankan. Ingat itu baik baik. " Ayu membisikkan di telinga Sani


Ivan keluar dari ruangan, melihat Ayu masih berbincang bincang dengan Sani.


Ivan berhenti dan memandang Ayu, Sementara Ayu yang di pandang tau maksud dari tatapan itu. Ayu segera keluar, Ivan sudah ada di dalam mobil. Mereka pulang menuju apartemen.


Di apartemen Ivan membuka laptopnya, dan menunjukkan pada Ayu hal hal yang agak serius.

__ADS_1



__ADS_2