
Di kantor MAHENDRA GROUP
Dinda masuk ke ruangan papanya, terlihat papanya lagi termenung di kursi kebesarannya.
"Siang pa,,, " Sapa Dinda
"Siang.Dinda,,, putri papa" Mahendra bangun dari duduk nya untuk menghampiri Dinda dan memeluknya, karena memang sudah lama tidak bertemu.
"Akhirnya kamu mau menemui papa nak,, maafkan papa nak, telah menyakiti perasaanmu. "
"Sudahlah pah,gak usah bahas lagi. Dinda juga minta maaf, karena selama ini Dinda masih seperti anak kecil. Dinda yang kurang dewasa dalam mengambil sikap."
"Ayo duduk dulu,kita ngobrol sambil disana. Kamu sudah mkaknan belum, papa pesankan kamu makanan kesukaan mu ya,," papanya mempersilahkan Dinda duduk.
"Gak usah pa,, Dinda udah makan tadi di rumah."
"Sekarang kamu tinggal di mana nak? "
"Di kota X pa, aku tinggal sama bu minah. "
"Papa selama ini cari kamu kemana mana.Ternyata kamu disana.Apa kamu gak pernah ingat papa dan mama? "
"Ya ingatlah pah,, cuman Dinda emang belum mau pulang. Ada hal yang harus dinda selesaikan dulu. "
"Emang hal penting apa yang membuat kami enggan untuk pulang. Apa kamu semarah itu sama papa? "
"Bukan pa, tapi ini misi penting. makanya Dinda menyembunyikan keberadaan Dinda dari siapapun. "
"Maksud kamu apa? "Mahendra merasa binggung
"Dinda ingin menguak kematian almarhum mama pah,"
"Tapi kejadian itu sudah lama sekali nak,, kasusnya pun sudah di tutup. "
Dinda berdiri menuju jendela ruangan yang sangat besar, melihat kearah luar, pemandangan taman perusahaan, dan seberang jalan terlihat dengan lalu lalangnya kendaraan.
" Maka dari itu pah, karena kasus nya sudah sangat lama, pembunuhnya pun sudah lengah. Dan kini tiba saatnya aku menyelidiki kasus ini sendiri. Aku yakin yang bersangkutan dengan semua ini, juga dalang dibalik kasus yang ingin menghancurkan perusahaan kita pah"
Dinda tertunduk sedih, menginggat almarhum mamanya. Dinda ingat betul ketika kecelakaan itu terjadi.
__ADS_1
Kejadian yang membuat Dinda tak bisa melupakan peristiwa itu. Mamanya meninggal kecelakaan ketika menjemput Dinda di sekolah. Pas asik asiknya bernyanyi dalam mobil, tiba tiba dari arah belakang ada mobil yang mengikutinya. Mobil itu sudah menunggu sangat lama, sepertinya memang sudah mengincar target. Merasa mobilnya di ikuti orang asing, firasat mama Dinda gak enak, kemudian mempercepat laju kendaraan. Tapi nasib berkata lain, ketika jalan sepi dan berbelok, mobil di belakang menabrak mobil mamanya, dan jatuh ke jurang. Saat itu Dinda masih berumur 7 tahun, Dinda terpental keluar dan mamanya meninggal di tempat.Pembunuh itu keluar dari mobil, dengan tertawa sangat puas. Ketika itu Dinda masih sadar,Dan membuka sedikit matanya, melihat pembunuh itu dengan memakai gelang kaki yang ada inisial F. Tapi Dinda tidak sempat melihat wajahnya, karena setelah itu Dinda pingsan. Dinda menangis tersedu sedu tiap me nginggat peristiwa itu, Andai waktu itu Dinda tidak meminta mamanya yang jemput ke sekolah, pasti mamanya masih hidup.
Mahendra mendekati Dinda,, dia menenangkan Dinda dengan mengelus ngelus pundak Dinda.
"Maafkan papa nak, tidak bisa menjaga mamamu dengan baik. Terus sekarang kamu punya rencana apa"
Tolong rahasiakan keberadaan Dinda pah, dan sekarang Dinda bekerja di perusahaan Matoya.
"Aku ingin tau siapa tikus tikus itu. mereka menjalankan semua rencana dengan sangat rapi, maka kita juga harus cerdik dan rapi pah. "
"Papa dukung semua rencana kamu nak, tapi apa kamu gak mau pulang dulu nak.. "
"Kapan kapan aja pah. "
"Apa kita makan dulu ya, kita ke restoran sekarang. "
"Besok aja pah, tadi Dinda udah makan "
"Tadi kamu makan apa? udah lama lo gak makan bareng papa"
"Makan oseng tempe sama sayur kangkung. "
Apa??!! oseng tempe sayur kangkung?? emang ATM kamu udah habis? sampe anak papa makannya kayak gitu.
"Memblokir?!! Siapa yang memblokir ATM kamu, papa gak memblokirnya" Mahendra merasa binggung dengan perkataan Dinda.
"Apa mungkin mama Siska yang memblokir ya, nanti aku tanyakan pada Siska. Keterlaluan sekali dia. sampe anaku tinggal di rumah yang kecil dan makan oseng tempe terus."
"Udahlah pah, gak usah bahas lagi.Dinda udah biasa kok dengan kehidupan sederhana."
"Ini ATM papa kamu bawa. Pokoknya papa gak mau kalo sampe anak papa satu satunya ini kenapa kenapa." Mahendra menyerahkan kartu ATM black card.
"Janji sama papa untuk selalu jaga diri kamu, dan kamu harus tetap lapor ke papa tiap satu minggu sekali dengan datang kemari. "
"Siap pah..." Dinda memberi tanda hormat ke papanya.
Dinda Pulang dulu ya pah, kasian Adit menunggu kelamaan.
"Siapa Adit, pacar kamu? "
__ADS_1
"Bukan, asisten akun pah. "
hufhhhh....Mahendra menarik nafas lega, kalo sampe dinda udah punya pacar, bisa berantakan rencana perjodohannya dengan satya ivan,tapi untuk saat ini belum saatnya aku membicarakan perjodohan ini, bisa bisa nanti Dinda kabur lagi. pikir Mahendra.
Sementara Dinda juga belum berani bicara soal kekasihnya kepada papanya, karena Dinda belum yakin kalau papanya akan setuju dengan hubungan mereka. Papanya pembisnis sementara kekasihnya seorang dokter.
๐๐ฆ๐ช ๐ณ๐ฆ๐ข๐ฅ๐ฆ๐ณ๐ด,,,๐จ๐ช๐ฎ๐ข๐ฏ๐ข ๐ฌ๐ข๐ฃ๐ข๐ณ ๐ฌ๐ข๐ญ๐ช๐ข๐ฏ,๐ด๐ฆ๐ฉ๐ข๐ต,,,๐ข๐ญ๐ฉ๐ข๐ฎ๐ฅ๐ถ๐ญ๐ช๐ญ๐ข๐ฉ.๐๐ข๐ด๐ช๐ฉ ๐ด๐ฆ๐ต๐ช๐ข ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฏ๐ฐ๐ท๐ฆ๐ญ ๐ฑ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ข๐ฎ๐ข๐ณ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ฐ๐ฏ๐จ๐ญ๐ฐ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ข๐ต ๐ฌ๐ข๐ฏ,,,๐บ๐ถ๐ฌ ๐ฃ๐ช๐ข๐ณ ๐ต๐ข๐ฎ๐ฃ๐ข๐ฉ ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ต ๐ฃ๐ข๐ค๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ข๐ถ๐ต๐ฉ๐ฐ๐ณ ๐ฌ๐ข๐ด๐ช๐ฉ ๐ท๐ช๐ด๐ถ๐ข๐ญ๐ฏ๐บ๐ข ๐ฏ๐ช๐ฉ,,,, ๐ฌ๐ช๐ต๐ข ๐ฃ๐ข๐บ๐ข๐ฏ๐จ๐ช๐ฏ ๐ธ๐ข๐ซ๐ข๐ฉ ๐ธ๐ข๐ซ๐ข๐ฉ๐ฏ๐บ๐ข ๐ด๐ฆ๐ต๐ข๐ฎ๐ฑ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ค๐ข๐ฏ๐ต๐ช๐ฌ ๐ช๐ฏ๐ช๐ฏ๐บ๐ข... ๐๐
๐๐ช๐ด๐ถ๐ข๐ญ ๐๐ท๐ข๐ฏ ๐๐ข๐ต๐บ๐ข ๐๐ข๐ณ๐ต๐ฐ๐ฏ๐ฐ
๐๐ช๐ด๐ถ๐ข๐ญ ๐๐ช๐ฏ๐ฅ๐ข ๐๐บ๐ถ ๐๐ข๐ฉ๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ณ๐ข
๐๐ช๐ด๐ถ๐ข๐ญ ๐๐ถ๐ฅ๐ช ๐๐ข๐ต๐ฎ๐ช๐ฌ๐ฐ
Visual Roy Mahendra
๐๐ช๐ด๐ถ๐ข๐ญ ๐๐ข๐ณ๐ต๐ฐ๐ฏ๐ฐ
๐๐ช๐ด๐ถ๐ข๐ญ ๐ฏ๐บ๐ฐ๐ฏ๐บ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐บ ๐๐ข๐ณ๐ต๐ฐ๐ฏ๐ฐ
๐๐ข๐ฎ๐ข ๐๐ท๐ข๐ฏ
๐๐ช๐ด๐ถ๐ข๐ญ ๐ฏ๐บ๐ฐ๐ฏ๐บ๐ข ๐๐ช๐ด๐ฌ๐ข ๐๐ข๐ฉ๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ณ๐ข
๐๐ข๐บ๐ฐ๐ฐ๐ฐ๐ฐ ๐จ๐ข๐ฏ๐ต๐ฆ๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ข๐ฏ๐จ ๐๐ท๐ข๐ฏ ๐ข๐ฑ๐ข ๐ฃ๐ข๐ฏ๐จ ๐๐ถ๐ฅ๐ช?? ๐๐ ๐จ๐ข๐ฏ๐ต๐ฆ๐ฏ๐จ ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ข ๐ฌ๐ข๐ฏ,,,
__ADS_1
๐๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ญ๐ถ๐ฑ๐ข ๐ท๐ฐ๐ต๐ฆ ๐ญ๐ช๐ฌ๐ฆ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ค๐ฐ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ต ๐บ๐ข,,, ๐ฌ๐ณ๐ช๐ต๐ช๐ฌ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ด๐ข๐ณ๐ข๐ฏ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ข๐ฏ๐จ๐ถ๐ฏ , ๐ด๐ฆ๐ฉ๐ช๐ฏ๐จ๐จ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฎ๐ฃ๐ข๐ฉ ๐ช๐ญ๐ฎ๐ถ ๐ฑ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฆ๐ต๐ข๐ฉ๐ถ๐ข๐ฏ ๐ข๐ถ๐ต๐ฉ๐ฐ๐ณ ๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฎ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ข๐ต ๐ฌ๐ข๐ณ๐บ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ญ๐ฆ๐ฃ๐ช๐ฉ ๐ฃ๐ข๐ช๐ฌ.
๐๐ถ๐ต๐ฉ๐ฐ๐ณ ๐ถ๐ค๐ข๐ฑ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ข๐ฏ๐บ๐ข๐ฌ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ช๐ฎ๐ข๐ฌ๐ข๐ด๐ช๐ฉ ๐ฃ๐ข๐จ๐ช ๐ฑ๐ข๐ณ๐ข ๐ณ๐ฆ๐ข๐ฅ๐ฆ๐ณ๐ด ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ด๐ฆ๐ญ๐ข๐ญ๐ถ ๐ด๐ฆ๐ต๐ช๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ข๐ค๐ข ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ญ๐ข๐ญ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ถ๐ฏ๐จ๐จ๐ถ ๐ฆ๐ฑ๐ช๐ด๐ฐ๐ฅ๐ฆ ๐ฆ๐ฑ๐ช๐ด๐ฐ๐ฅ๐ฆ selanjutnya๐ฅฐ๐ฅฐ