
Hari ini Ayu dan Ivan sampai di kota nya, Ivan langsung pulang ke rumahnya, sementara Ayu sudah di jemput alex untuk langsung pulang ke rumah Mahendra.
"Siang pah,, " Ayu menyapa papanya yang masih tiduran di kamar
"Siang,, Anak papa sudah pulang. Gimana pencariannya, apa berhasil?! "
Ayu hanya memberikan kode pada papanya dengan 2 jempol.
"Mencari siapa? " Tanya mamanya, yang tiba tiba datang ke kamar
"Eh mama, Apa kabar ma,, Dinda kangen,,," Dinda Ayu mengalihkan pembicaraannya.
"Kamu ngapain gak pernah pulang, tau gak kalo Papa kamu sampai sakit mikirin kamu."
"Maafin Dinda Mah, Pah, selalu bikin kacau " Kata Dinda sambil menunduk.
"Udahlah, gak usah diperpanjang lagi, Yang penting sekarang Dinda Ayu udah pulang kan?" Kata Mahendra
"Dinda,nanti sore kita akan kedatangan tamu, calon suami kamu akan melamar kamu." kata Mamanya Dinda
"Calon suami?!! Melamar nanti sore?!!" Tanya Dinda syok
"Iya. Kenapa?!! kamu mau kabur lagi?!! mau lihat Papa kamu tambah parah sakitnya?!! " Tanya mamanya beruntun
"Tapi kenapa mendadak sekali. "
"Ya mana Mama tau, barusan Mamanya Satya telfon, kalo nanti sore akan datang melamar.Karena malamnya ada acara dan lusa berangkat ke Eropa. "
"Tapi Mah,, Dinda belum siap, " Dinda Ayu menangis tersedu sedu
"Kenapa belum siap? karena kamu punya pacar miskin itu?!! "
"Apa maksud nya Mah, " Tanya Mahendra
"Dia punya pacar miskin pah, mama sempat liat dia berboncengan pake motor buntut. "
"Emang mama liat dimana?! "
"Jangan anggap mana gak tau ya,, mana liat kamu pergi ke danau waktu itu, dengan laki laki pake motor buntut. "
"Mama ngapain ke tempat itu?!!" Tanya Dinda intens
Ternyata Siska terjebak dengan omongannya sendiri, memang waktu itu Siska ada di tempat itu dengan Raka. Tapi Siska bersembunyi takut Dinda Ayu melihatnya, dan sekarang malah keceplosan.
"Ya,, Mama waktu ada urusan bisnis, terus Mama liat kamu, yaudah Mama ikutin bentar. "
"Oh,, urusan bisnis,," Jawab Dinda Ayu sambil mencibir
"Awas saja nanti kalo kamu sampe kabur lagi"
__ADS_1
Ancam Siska, kemudian pergi dari kamar itu.
"Persiapkan semuanya dengan baik Mah, " kata Mahendra
"Baik pah"
_________
"Pokonya, kamu harus tampil cantik dan sempurna"
"Gak perlu berlebihan gitu dong Mah,, "
Hei,,, Perlu kamu tau, dia itu tamu terhormat, dan perlu kamu tau, dia pewaris tunggal kekayaan Hartono. Kalau dia jadi suami kamu, maka kekayaan kamu tidak ada tandingannya.
Kamu akan jadi orang terkaya di negara ini, kamu paham?!!
"Aku tidak peduli dengan harta Mah, yang penting Dinda cinta dan nyaman"
"Omong kosong dengan cinta! "
*kalau omong kosong, tidak akan ada perselingkuhan"
"Apa maksud kamu?!! " Siska merasa terpojokkan.
"Gak papa mah, Ibunya temen Dinda selingkuh karena menikah dengan ayahnya tanpa dasr cinta, melainkan harta " Dinda menyindir Siska
Ting tong ting tong,, suara bel rumah berbunyi.
Kali ini Ivan tampil sangat tampan,dan rapi Dengan jas warna maron, membuat aura ketampanannya terpancar. Semua terlihat sangat mewah.
Nyonya, keluarga tuan Mahendra sudah datang. Kata Minah
Suruh mereka duduk dulu, siapkan sajian yang terbaik. Sebentar lagi kita turun.
Baik nyonya,,
Minah pergi menemui keluarga Hartono, dan mempersilahkan duduk. Tapi minah tidak mengenal Ivan, karena tampilan yang sangat berbeda.
Silahkan duduk dulu tuan, bentar lagi nyonya turun,
"Terimakasih" Kata Hartono
Mahendra datang dengan kursi rodanya.
"Kalian sudah datang?! "
"Silahkan silahkan,, maaf ya, menunggu, maklum perempuan suka lama" Kata Mahendra
Ah sana aja, nih sebelah ku kalau berdandan berjam jam. gak tau tuh apa aja yang di pake, sampai lama banget" Kata Hartono menyindir istrinya
__ADS_1
Mery, mencubit Hartono karena merasa dipermalukan,Kemudian Mereka tertawa berbahak bahak,
Ivan duduk di sofa, membelakangi anak tangga.
Dinda turun dari kamarnya, melihat Ivan dari belakang. Rasanya Dinda sangat enggan untuk melangkah.
Itu Dinda sudah turun,, Dinda, duduk sini nak, kata Mahendra memberikan tempat duduk pada Dinda
Dinda duduk di sebelah Papanya, tanpa melihat Ivan, Dinda tertunduk. Rasanya sangat malas melihat calon suaminya, yang ada di pikirannya, hanya Ivan dan Ivan.
Dinda, ini pak Hartono, dan nyonya mery, dan itu Satya calon suami kamu, Mahendra memperkenalkan keluarga Hartono pada Dinda.Dan pada saat sampai giliran Satya diperkenalkan, Ayub sangat kaget dengan orang yang ada di hadapannya.
"Hai Dinda," Sapa Satya dengan senyuman merekah
Dinda mengucek ucek matanya, antara percaya dan tidak.
"Perkenalkan nama saya Satya Ivan Hartono" Ivan mengulurkan tangannya. Sedangkan Ayu terdiam karena masih bengong dengan apa yang terjadi.
"Dinda,, Dinda,, Hai,, " Ivan melambai lambaikan tangannya, menyadarkan Ayu dari lamunan.
Ayu tersadar,
"Pah, cubit Dinda, cubit Dinda "
Aow, sakit!! Ivan memencet hidung Ayu keras.
"Gak mimpi kan?!!" Tanya ivan
"Pah, dia calon suami Dinda pah?! "
Mahendra mengangguk.
Seketika Dinda menangis karena saking gembiranya, melihat kekasihnya ternyata calon suaminya
"Kenapa kamu menangis, kamu keberatan?! " Tanya Mahendra
Ayu menggelengkan kepalanya,
"Dinda menangis bahagia pah," sambil mengusal air matanya
Seisi ruangan tertawa spontan melihat aksi Dinda Ayu.
Ivan mengeluarkan cincin dari saku jasnya, sebuah cincin berlian yang elegan, tapi harganya sangat fantastis.
"Dinda, Apa kamu mau menikah dengan saya, " Tanya Ivan pada Dinda dengan memperlihatkan cincinnya.
Ayu tidak bisa menjawab, saking bahagianya, Dia hanya mengangguk dengan uraian air mata bahagia.
"Makasih Dinda, " Ivan memasangkan cincinnya di jari Ayu.
__ADS_1
Ayu memeluk Papanya, dengan bahagia. Acara lamaran pun selesai, dan mereka langsung pulang karena akan menghadiri acara ulang tahun helena.
Sementara Ivan masih menunggu Dinda untuk pergi bersama di acara ulang tahun itu.