Penyamaran Konglomerat

Penyamaran Konglomerat
* Kembalinya Ingatan Ayu


__ADS_3

Ayu di larikan ke rumah sakit akibat terjatuh di kamar mandi dan mengalami pendarahan di bagian kepalanya, yang menyebabkan ayu menjadi pingsan.


Disini Ivan sangat panik sekali, melihat kondisi Ayu yang seperti itu.


Ivan menunggu hasil pemeriksaan dokter dengan hati dan pikiran gelisah.


Setelah pemeriksaan selesai, dokter itupun keluar dan Ivan langsung menemui sang dokter.


"Gimana hasil pemeriksaan itu dok, "


Dari hasil pemeriksaan, Istri bapak mengalami gegar otak ringan akibat benturan yang sangat keras. Tapi kita akan berusaha semaksimal mungkin agar pasien tidak mengalami hal yang fatal.


"Tolong istri saya dok"


"Saya tidak ingin istri saya kenapa kenapa, tolong berikan yang terbaik buat istri saya"


"Pasti pak, pasti. Kami akan melakukan yang terbaik untuk pasien. "


"Kami minta bapak bersabar dan berdoa agar pasien segera siuman, karena saat ini pasien masih belum sadar. "


"Baik Pak, terima kasih"


"Kalau begitu saya pamit dulu pak, " Dokter itu pamit ke ruangannya


Ayu sudah dipindahkan ke ruangan VVIP, di lengkapi alat yang sangat lengkap, juga fasilitas komplit. Ivan masuk ke ruangan itu, di lihatnya Ayu yang terbaring di kasur dengan kondisi alat medis yang lengkap, dan belum sadar diri.


Ivan sangat terpukul melihat kondisi istrinya yang begitu memprihatinkan.


"Rasanya baru kemarin aku menemukanmu, tapi kenapa sekarang kamu malah seperti ini? "


"Sayang,,, bangunlah sayang,,, aku merindukan mu, "


"Apa kamu lupa, kalau kamu ingin merayakan pesta pernikahan kita? "

__ADS_1


"Apa kamu lupa dengan impian kita, bahwa kita ingin memiliki seorang putra dan putri yang sangat lincah" Bisik Ivan sambil menggenggam tangan Ayu dan berlinang air matanya.


Setelah beberapa saat, Ayu mulai menggerakkan jari tangannya, saat Ivan melihat pergerakan jari Ayu, Ivan sangat histeris karena bahagia,Dia pun memanggil dokter. Dokter datang bersama beberapa perawatnya, untuk melihat kondisi Ayu. Sementara Ivan di suruh untuk menunggu di luar.


Setelah mengalami beberapa pemeriksaan, akhirnya dokter itu keluar dengan membawa beberapa hasil pemeriksaan.


"Bagaimana hasilnya dok" Tanya Ivan penasaran


Dari hasil pemeriksaan,pasien sudah berhasil selamat dari masa kritisnya. Rupanya fisik pasien sangat kuat,dan semuanya tampak baik baik saja. Mungkin butuh beberapa hari untuk menstabilkan kondisi fisiknya.


Di sarankan pasien untuk tidak melakukan aktivitas ataupun mengingat hal hal yang berat, agar semuanya segera pulih seperti semula.


"Terimakasih dok,, "


"Apa saya sudah boleh menjenguknya? "


"Silahkan pak, "


Ivan masuk ke ruangan itu dengan perasaan sangat gembira.


"Kamu ingat aku?!! " Tanya Ivan dengan mata berbinar binar. Karena dulu Ayu menyebut Ivan dengan sebutan mas.


Ayu mengangguk dengan tersenyum.


"Beneran kamu ingat aku?! "


"Iya mas,,, kamu mas Ivan suamiku"


Mendengar penjelasan dari Ayu membuat Ivan sangat girang dan langsung memeluk Ayu sangat kuat


"Uhuk uhuk uhuk " Ayu terbatuk karena Ivan memeluknya sangat kuat.


"Sorry sorry, Aku seneng banget kamu udah ingat aku sayang" Ivan kembali memeluk ayu dan mencium ayu.

__ADS_1


"Terimakasih Tuhan,, Kau telah kembalikan Ayu padaku"


________________________________


Hoek hoek hoek,,, Rani muntah muntah di kamar mandi, Rudi yang mendengar Rani muntah muntah langsung menemuinya.


"Kamu kenapa?! "


"Aku lagi gak enak badan, Hoek hoek"Rani kembali muntah muntah


"Kita ke rumah sakit sekarang " kata Rudi. Sekalipun Rudi kuliahnya jurusan kedokteran, namun Rudi kedokteran spesialis dokter bedah. jadi rudi lebih memilih membawa Rani ke rumah sakit biar di tangani oleh dokter yang tepat.


Rani sudah tampak pucat sekali, karena pengaruh makanan yang sudah terlalu banyak yang keluar.


Sampai di rumah sakit, Rani langsung di bawa ke IGD dan dokter pun memeriksanya


Beberapa saat kemudian dokter memanggil Rudi dan memberikan selamat kepada Rudi, karena ternyata Rani telah hamil.


"Selamat ya pak,istri bapak hamil. "


"Hamil?!!! "


"Iya Pak, Istri bapak sudah hamil 5bulan"


"Kondisi ibu dan anaknya baik baik saja, mungkin pengaruh kehamilan itu yang membuat ibu Rani pucat dan muntah muntah. itu sudah biasa di alami oleh semua wanita hamil. "


" Hamil???"


"lima bulan???" Rudi berpikir keras, tentang semua berita itu.


"Aku bertunangan baru 2bulan, dan kejadian kemarin baru satu bulan, tapi dia hamil 5 bulan?!! "


"Apa ini rencana dia sebenarnya, sehingga dia sangat berambisi untuk menikah denganku, bahkan sampai menjebak ku"

__ADS_1


Rudi duduk di kursi ruang tunggu,sambil terus memikirkan semua itu. sementara Rani sudah di pindahkan ke ruang perawatan.


__ADS_2