Penyamaran Konglomerat

Penyamaran Konglomerat
*Episode 11


__ADS_3

Akhirnya Dinda Ayu bekerja di perusahaan MATOYA.Anak perusahan MAHENDRA GROUP dengan jabatan Direktur, tetapi Ayu juga menjabat sebagai karyawan biasa. Ayu sebagai direktur, kalo ada keperluan penting dan mendesak saja, dan itu pun Ayu harus menyamar.kalau tidak ada hal yang sangat penting Ayu hanya sebagai karyawan kantor biasa. Semua itu dilakukan hanya untuk mencari tau dalang dari semua permasalahan yang ada. Dan Adit tetap sebagai asisten Ayu, yaitu asisten direktur.


"Hei,, perkenalkan aku Ayu, karyawan baru disini." kata Ayu dengan senyum ramah sambil menjabat tangan beberapa karyawan di kantor.


Para Karyawan pun memperkenalkan diri mereka dengan bergantian dan menerima Ayu dengan welcome.


"Hei Ayu,, aku Sani. Senang berkenalan dengan mu," sambut Sani dengan ramah.


"Makasih Sani,, "


"Oh ya Yu, ini meja kerja kamu, kalo ada apa apa kamu bisa panggil aku, meja aku ada di sana." Sani menunjuk meja yang terjeda beberapa meja.


"Oke, Makasih San,, "


"Sama sama" senyum Sani.


Saat jam istirahat kantor, Sani mengajak Ayu untuk makan bersama.


"Bay the way,di kantor ini direkturnya baru loh, dia putri tinggal dari pemilik MAHENDRA GROUP. Seseorang konglomerat yang tajir melintir. Namanya bos Dinda" Sani menjelaskan pada Ayu


"Kamu pernah melihatnya San? "


"Belum"


Kamu pengen ketemu gak denganya.


Gak brani lah, kalo ketemu dia brati punya masalah donk,, mana brani aku.


"Ya gak pasti dapat masalah keles, siapa tau kamu dapat bonus."


"Hahaha gak mungkin lah Yu,, seorang direktur gak bakalan melihat hasil kerja karyawan biasa seperti aku. Untuk Mimpi pun tak terbayangkan. Lagian, orang kaya biasanya jutek, sombong, mana mau melihat hal hal yang kecil, buang buang waktu aja. "


Emmmm,,, tapi San ada gak sih disini yang kerjanya ogah ogahan. Terus kalo yang paling rajin siapa?


"Yang ogah ogahan ada beberapa sih,, yang rajin juga banyak. Lambat laun kamu juga tau sendiri,yang penting kamu harus hati hati kalo misal kamu ada apa apa. Jangan sembarangan curhat pada orang. Karena di kantor ini sulit membedakan mana kawan mana lawan. "


"Kok gitu"


"Iyalah,, terkadang kalo kamu salah orang untuk cerita malah kamu yang di adukan sama pimpinan. Banyak yang cari muka di depan para pemimpin. "


"Kamu gak ikutan kayak mereka San"

__ADS_1


"Idiiiih amit amit Yu, aku disini berniat bekerja dengan mencari uang yang halal, dengan jalan yang benar, agar rejeki aku berkah. Buat makan keluarga harus berkah. Biar gak gampang sakit."


"Ya benar juga sih,,," jawab Ayu sambil memakan bakso favoritnya.


Tapi aku denger, beberapa waktu lalu sempat tertahan gaji karyawannya. Emang di kantor ini gaji sering tertahan ya,Atau gajinya gak on time gitu"


"Itu rahasia perusahaan,gak boleh di ceritakan."


"Kan aku juga karyawan kantor ini San"


Ayu sengaja menggali beberapa informasi dari Sani.


"Kalo dulunya sih on time ya,, tapi entahlah semenjak manager keuangan itu di ganti,malah jadi kayak gini.Tidak on time."


"Emang gak ada yang berani lapor ke kantor pusat? "


"Dulu pernah ada yang ingin mencoba melapor ke perusahaan pusat, karena ada penyelewangan dana di beberapa sektor. Hal itu diketahui oleh pihak manager keuangan, tapi malah dia di pecat dengan alasan bermacam macam.Sayang banget, padahal dia orang yang sangat jujur. "


Ayu mangut mangut dan terus menyimak penjelasan Sani.


"Namanya pak siapa"


"Pak Ibrahim." jawab Sani


Kurang tau juga sih,, cuman aku pernah dengar sekarang dia tinggal di bali.


Aduh,,, dari ngomong terus kapan habisnya nih mie ayam baksoku, kata Sani sambil memasukan baksonya yang masih bulat tanpa dipotong ke mulut kecilnya sehingga terlihat sangat kesusahan untuk menguyah. Melihat tingkah Sani membuat Ayu tertawa terpingkal pingkal.


Hati hati San, ntar tuh bakso ketelen bulat bulat loh. Saut Ayu sambil terus tertawa


"Waktu istirahat nya hampir habis Yu, kamu cepetan makanya, ntar kita telat. "


Didalam kantor Ayu pergi diam diam, dia memakai masker dan pergi menuju jalan rahasia. Jalan menuju ruangan kantornya yaitu kantor direktur.


"Adit cepat ke kantor direktur." Panggil Ayu melalui telponnya.


Tok tok tok,, Adit mengetuk pintu


"Masuk " jawab Ayu


Adit masuk keruangan Ayu,yaitu ruangan direktur. Disana terlihat Dinda Ayu duduk di kursi kebesaranya.

__ADS_1


"Selamat siang bos, ada yang bisa bantu " kata Adit


"Cepat cari tau orang yang bernama Ibrahim. Manager keuangan yang dulu. Menurut informasi dia sekarang ada di bali. Cari tau semua tentangnya, dan temukan alamatnya. Dia akan menjadi kunci semua di balik peristiwa ini."


"Baik bos."


"kalo Ibrahim sudah ketemu, apakah penyamaran bos segera berakhir? "


"Tidak.Sebelum tikus tikus itu ditemukan dan di lenyapkan sampai akar akarnya, maka aku masih akan seperti ini. Sekarang kamu lakukan tugasmu secepatnya."


"Baik bos. Saya permisi dulu" Adit membungkuk untuk pamit keluar


________________________


Tulaling tulaling tulaling suara henfon Ayu berbunyi, tertera nama Rudi yang memanggil.


"Hallo Rud, "


"Hallo Yu, kamu dimana"


"Oh.. aku lagi kerja. "


"Kerja? sekarng kamu kerja? "


"Iya aku kerja sambil kuliah"


"kerja dimana"


"Di kantor, perusahaan Matoya."


"Wah bagus itu.selamat ya... tapi ntar kamu jadi sibuk donk,jadi lupa sama aku."


"Ya gak lah.. masak lupa sama pacar sendiri"


"Kalo kamu sibuk terus, lupa bagi waktu sama aku gimana, "


"Enggak sayang,, kamu tenang aja. "


"Oh ya Yu, aku juga mau bilang kalo sekarang aku magang di rumah sakit. "


"Oke,, sukses ya pak dokter." Goda Ayu.

__ADS_1


"Udah dulunya, sambung nanti lagi, aku lagi kerja. Ntar dimarahin bos."


"Oke sayang,,, good luck.Emmmuah" Rudi mengakhiri telponnya, di seberang Ayu lagi senyum senyum sendiri mendengar kata kata Rudi.


__ADS_2