
"Cepetan mandi sana, udah siang.Ke kantor gak? " tanya Ivan.
Ayu melihat jam bekernya ternyata udah hampir jam 7.Ayu menepuk jidatnya,
"Hah!!! jam hampir jam 7?!!Aduh telat nih. " Ayu lari menuju ke kamar mandi sampai lupa bawa handuknya karena terburu buru.
10 menit selesai mandi kilatnya, Ayu mencari handuknya, ternyata masih diruang ganti belum kebawa. Ayu ingat ada Ivan di rumahnya, dia minta bantuan Ivan untuk mengambil handuk itu.
"Van, Van " Teriak Ayu
"Ya, ada apa" Jawab Ivan dari ruang tamu.
"Tolong ambilkan handuk dong, aku tadi lupa bawanya"
Ivan masuk ke kamarnya,dan mencari handuk Ayu, tapi tidak melihatnya.
"Handuknya dimana"
"Di ruang ganti"
Ivan masuk ruang ganti untuk mengambil handuk ayu.
" Bisa bisanya mandi gak bawa handuk, kalo hidung lu kalo gak nempel,mungkin juga ketinggalan." Ivan mengomel ngomel pada Ayu.
"Nih handuknya! " Ivan memberikan handuk Ayu dari pintu kamar mandi. Tangan Ayu pun mengulur ke luar untuk menerimanya.
"Awas kalo ngintip! "
"Enggak"
__ADS_1
"Hadap ke belakang. jangan ngintip! " Ivan menghadap kebelakang, dan tanganya memberikan handuk ayu lewat belakang. Tapi naasnya belum sempat handuk di Terima, sudah di lepaskan.Handuk jatuh ke lantai, Ivan cepat cepat putar badan untuk mengambil handuk itu, dan Ayu pun demikian tanpa sadar dengan cepat ingin mengambil handuk yang terjatuh. Mereka sama sama reflek, sayangnya Ayu gak sadar kalo dia belum memakai handuk.
Ivan melihat tubuh Ayu dengan jelas, tanpa sehelai benang pun. Ayu segera tersadar dan menyambar handuk itu kemudian menutup pintu kamar mandi dengan keras.
BrEng!!! Suara pintu kamar mandi. Membangunkan ivan dari lamunannya. yang dari tadi melongo melihat Tubuh Ayu yang bugil. Ivan menepuk nepuk pipinya, terahir dia mencubit pipinya, ternyata sakit.
"Ternyata Aku tidak mimpi"
"Oh Tuhan,, sungguh indah ciptaan Mu,, baru kali ini aku melihat wanita benar benar bugil di depanku, dan ini sangat nyata. "
Ayu keluar dari kamar mandi dengan memakai handuk yang menutupi dada sampai lutut. Masih terlihat jelas bentuk gunung kembarnya yang menyembul keluar sedikit. Ivan kembali di beri ujian yang begitu berat. Ivan melihatnya, sampe menelan slavinanya sangat susah, seperti menelan batu kerikil, mata melotot badan tak bergerak tapi tenggorokan kering.
"Ya Tuhan,,, masih pagi udah di kasih ujian begitu berat,, bahkan udah 3 kali, ini ujian apa godaan? ini godaan apa vitamin? "
"Kuatkan imanku,, dan tabahkan lah hatiku" Hati Ivan menjerit seperti nyanyi lagunya Rita Sugiarto. Badannya di tempat itu, tapi pikirannya kemana kemana. Belum sempat terkumpul, udah di buyarkan lagi dengan kejutan selanjutnya. Kini Ivan kewalahan mengumpulkan pasukan pikirannya yang sedang pada lari larian ke sana kemari. Sangat di butuhkan nafas yang sangat dalam untuk menetralkan semua energi energi negatif yang masuk ke otak dan hatinya.
Ayu keluar dari ruang ganti dan sudah memakai pakaian yang lengkap dan sederhana, layaknya karyawan biasa. Sementara Ivan menunggu diruang tamu sambil minum air dingin karena ingin mendinginkan pikiran yang sedang mendidih dan bergejolak tak menentu. Keringat yang terus mengucur di dahinya membuat ivan kepanasan, padahal AC di apartemen itu sudah sangat dingin.
"Jam segini elu minum air dingin? "
"Bukan cuma air dingin, tapi Es"
"Minum Es? yakin loe??!! Ntar kalo sakit gimana"
"Ya kalo gue sakit loe yang tanggung jawab. "
"Gue?!! Tanggung jawab?!! Elo yang minum gue yang tanggung jawab enak aja. "
__ADS_1
"Ya iya,, loe harus tanggung jawab. Kalo loe gak suruh gue ambil handuk, gue gak bakalan liat loe bugil, gue laki laki normal, liat loe kayak gitu pastinya adik gue bangun,gak bakalan otak gue panas. Makanya gue minum es, biar dingin nih otak. "
"Emang lo punya adik. " tanya Ayu polos
"Punyalah, semua laki laki punya adik. mau liat?!" Ivan pura pura pegang sabuknya.
Reflek ayu menutupi kedua dadanya dengan menyilangkan kedua tangannya.
Melihat reaksi ayu Ivan berkata
" Tenang gue masih punya iman, gak bakal perkosa loe. Seandainya loe bini gue, habis loe sekarang juga, harus tanggung jawab sampe 5 ronde." nada Ivan seperti orang marah.
"Kok jadi loe yang marah marah??!! Seharusnya gue yang marah marah sama loe! Di Manapun perempuan yang rugi, bukan laki laki. "
"Tapi kan mata gue tercemar jadinya. Berdosa. "
"Berdosa tuh kalo pikiranmu kotor.Tetap aja gue yang rugi. loe yang harus tanggung jawab. "
"Oke, gue Tanggung jawab. Sekarang juga kita ke KUA. Ivan menarik tangan Ayu. "
"Ngapain?
"Katanya minta di tanggung jawabin, aku nikahin elu sekarang juga." Ayu berhenti mengibaskan tangannya yang di pegang Ivan.
"Gak mau!! "
"Tadi suruh gue tanggung jawab?! Sekarang gak mau. "
"Gak jadi. "
__ADS_1
Ayu pergi mendahului Ivan. Ivan tersenyum melihat muka Ayu yang merah merona.
Mereka berangkat ke kantor bersama sama. Tapi Ayu turun di seberang jalan, takutnya ada yang melihat kalo Ayu turun dari mobil mewah. Ayu sudah menghubungi Adit, dan menceritakan semua tentang Ivan.