Penyamaran Konglomerat

Penyamaran Konglomerat
*Episode 82


__ADS_3

"Sela, tolong siapkan berkas berkas untuk meeting hari ini." Kata Adit


"Baik Pak, Jam berapa meetingnya pak?" Tanya sela, selalu sekertaris baru


"jam 10.00 dan jam 14.00";


Ivan masuk kantor, melintasi Sela yang sedang duduk di kursinya, tanpa menoleh Sela.


"Selamat pagi pak," Sapa Sela sambil berdiri


"Rasanya tak asing dengan suara orang baru nyapa. " Batin Ivan menghentikan langkahnya kemudian menoleh


Dan ternyata benar, dia adalah sela. Orang yang paling dia benci karena suka merayu Ivan dan membully Ayu.


"Ngapain kanu disini?!! " Tanya Ivan


"Saya kerja disini"


"Iya saya tau kamu kerja, tapi ngapain kamu di situ"


"Saya sekertaris baru di sini"


"Dan Saya harap kita bisa bekerja sama dengan baik Pak Ivan yang terhormat, " Kata Sela dengan nada penekanan dan sedikit menggoda Ivan.


Ivan tak menghiraukan Sela, dia masuk ke ruangannya. Sampai di ruangan dia merebahkan punggungnya di kursi kebesarannya.


"Ngapain dia kerja disini?!! "


"Apa tujuannya?!! "


Ivan menelfon Adit, dan menyuruhnya ke ruangannya


"Kenapa sela bisa kerja disini?! "

__ADS_1


"Karena kita butuh sekertaris baru Pak, kebetulan sekertaris yang karena sudah risegn."


"Aku gak suka dengan dia, tolong ganti posisinya"


"Tapi Pak, yang nilainya paling bagus dan memenuhi syarat hanya sela"


Mendengar penjelasan Adit, Ivan menjadi tambah pusing.Posisi yang serba sulit. karena Ivan tau betul karakter Sela


Aku gak yakin dia tulus kerja disini. Pasti ada hal lain yang membuat dia mau kerja disini. Tolong pantau gerak geriknya. pasang CCTV di atas ruangan mejanya


"Baik Pak"


"Oh ya,jam berapa jadwal meeting hari ini?! "


"Jam 10.00 sama jam 14.00 Pak "


"Pastikan semuanya sudah , dan claien hari ini sangat penting. jangan sampai mengecewakannya. "


"Dan kosongkan jadwal untuk besok. Aku besok ada acara"


Para claien sudah datang, dan meeting pun di mulai. Adit menyambut tamu tersebut dengan santun. Tapi saat Ivan datang bersama sela, sela terkejut melihat orang yang di maksud claien tersebut.


"Selamat pagi Pak, " Sapa Ivan sambil mendapat tangan Claien itu.


"Pagi Pak Ivan, senang bertemu dengan anda "


"Terimakasih sudah datang ke perusahaan kami Pak, saya harap kita bisa bekerjasama dengan baik. "


Ivan memulai persentasenya, semua ucapan dan gerak geriknya yang serba cekatan, membuat para claien itu pun sangat puas dan tertarik untuk bekerja sama dengan Ivan. Hanya satu claien yang terdiam. Yaitu Marko


"Bagaimana Pak Marko?, apa anda tertarik untuk bekerja sama dengan perusahaan kami?!"


"Sebentar, apa boleh saya ke toilet sebentar?! "

__ADS_1


"Oh silahkan Pak?! "


Saat Marko, ke toilet, sela juga izin ke toilet.


dan arko menemui sela di luar?


"Apa maksud kamu bekerja disini?!! "


"Tolong jangan marah pah, tapi sela sangat ingin kerja disini. "


"Bukankah kamu di perusahaan papa, bisa memilih jabatan yang lebih tinggi, tapi kenapa kamu malah kerja di perusahaan orang lain?! "


"Tapi papa gak tau apa yang Sela inginkan"


"Emang jabatan apa yang kamu inginkan?! "


"Jadi istri Ivan pah"


"Jadi kamu hanya ingin mendekati Ivan? "


"Iya, apa papa gak mau punya menantu yang hebat dalam mengurus perusahaan"


"Oke, papa dukung kamu. Asal kamu bahagia, "


"Makasih pah, Aku harap papa juga bisa bejerha Sama dengan Ivan. "


"Tentu"


Marko kembali ke ruangan itu, dan menandatangi kontrak dengan perusahaan tersebut.Kini perusahaan Marko dan Ivan menjadi sebuah patner bisnis, dimana ada niat terselubung dari Marko di bali kerjasama itu. setelah kontrak itu di tanda tangani, Marko membisikkan sesuatu ke telinga Ivan.


"Kontrak sudah kita sepakati pak, dan jika diantara dua pihak ada yang memutuskan kontrak ini, maka debdabya tidak main main. Dan saya juga titipkan sela,putri semata wayang saya pada anda. tolong jangan sakiti dia"


Mendengar penjelasan bahwa Sela ternyata putri dari claien tersebut,membuat Ivan tercengang. Kini ibarat makan buah simalakama. Maju salah mundur juga salah.

__ADS_1


Sela pun sangat senang, dan kini sela jadi lebih agresif dengan Ivan, karena dia merasa menanam saham di perusahaan itu.


Bahkan sela sering masuk ruangan Ivan dengan berpakaian sangat seksi.


__ADS_2