Penyamaran Konglomerat

Penyamaran Konglomerat
*Episode 14


__ADS_3

'Yank, ntar pulang kuliah kamu ikut aku ya" kata Rudi, yang kini dapat panggilan baru buat kekasihnya. Rudi memanggil Ayu dengan sebutan yank, sedangkan Ayu memanggil Rudi dengan sebutan say.


"kemana say?"


"Ke rumah aku, aku kenalin ke mama papa aku."


"Tapi kok rasanya terlalu cepat ya, aku masih belum siap"


"Belum siap gimana? emang kita mau langsung ke KUA? " Goda Rudi


"Maksud aku belum siap untuk ketemu orang tua kamu. Aku masih takut "


"Udah,, tenang aja, kan ada aku di sampingmu.


Mama aku orang nya baik banget. "


"Oh ya,,, " Ayu terlihat sangat semangat dan jadi percaya diri.


"Hem em,," Rudi mengangguk sambil memejamkan matanya, sebagian tanda sangat yakin.


Baik lah,, bay the way makanan kesukaan mama mu apa? nanti aku bawain


Udah gak usah bawa apa apa ,Di rumah udah banyak. kata Rudi


dalam hatinya, makanan kesukaan mama aku sangat mahal Yu, mana mungkin aku bilang, ntar malah nambah bikin beban kamu.


Aku bawakan macaroons apa coklat ya,, Kan ini pertama kali ketemu calon mertua masak gak bawa apa apa. Ya kalo jodoh sih,,, pikir Ayu sambil senyum senyum sendiri.


____________________


"Yank nanti aku jemput kamu jam 2 siang. "


"Sore aja jam 5,kan aku masih kerja. "

__ADS_1


"Baik lah, aku jemput kamu di kantor aja ya,pulang kerja langsung ke rumah aku. "


"Oke say,, bay,,," Ayu melambaikan tangannya, Rudi pergi dengan motor sport nya, sedangkan Ayu langsung masuk ke kantornya, karena Rudi mengantar Ayu sampai tempat kerja.


"Dit, tolong belikan makanan untuk oleh oleh, nanti aku akan pergi ke orang tua pacar aku." Ayu memerintah adit


"Pacar bos? "


"Udah gak usah banyak tanya, belikan aja. "


"Baik bos" Adit segera pergi untuk membeli makanan oleh oleh.


Di kantor, Adit sudah membeli beberapa makanan agar di pilih oleh bos nya. Ketika Ayu memilih kira kira yang cocok untuk mertuanya, tiba tiba Sani datang dan melihat Ayu sedang membawa banyak makanan.


Wah,,, makan makan nih,,, Sani main nyelonong aja ambil makanan martabak spesial istimewa nya Ayu.


Eh eh eh,,, ketika Ayu mau melarang ya, martabak udah terlanjur masuk ke mulut Sani. Sani terhenti mengunyah, dan terdiam melihat aksi Ayu, hanya matanya yang ke kanan dan ke kiri, dengan mulut yang penuh dengan makanan.


"Ya udah, lanjutin makanya,, "


"Boleh? " kata Sani


"Lah,,, orang makanan udah di mulut , masak aku bilang gak boleh. Nih makan aja, bagi bagi tuh sama temen temen"


Makasih beb,,


beb beb beb,, kalo di kasih gratisan mah pangilnya beb,, nyinyir Ayu.


Sani tersenyum malu


"Temen temen ada makanan gratis nih, dari Ayu, masih banyak, ada yang mau gak" teriak Sani


Wah,, tumben tumbenan nih ada gratisan. Ada acara apa. Jarang jarang loh, ada yang mau kasih gratisan gini. Kamu masih baru tapi udah bagi bagi makanan. kata temen temen Ayu.

__ADS_1


"Ya gak papa kan sekali kali,, biar kita kerjanya bisa solit." kata Ayu.


Bener juga tuh kata Ayu. Udah lama bgt kita emang gak pernah makan makan bareng.


Gimana kalo abis gajian kita makan makan bareng. Temen Sani mengusulkan idenya


Boleh boleh boleh yang lain menyetujui nya.


__________


Pulang dari kantor Ayu di jemput Rudi, dan langsung menuju ke rumah Rudi. Bahkan Ayu belum sempat ganti baju, masih memakai pakaian kantor.


Tiba di rumah Rudi, Ayu merasa sedikit nerves. Rudi, menyadari hal itu, dia mengenggam tangan Ayu dengan erat.


"Sore mah,," sapa Rudi.


"Sore," Mamanya menoleh ke arahnya, kemudian Rudi mencium pipi mamanya yang sedang santai di ruang tamu sambil membaca majalah.


Mamanya melihat putranya mengandeng seorang wanita,mamanya pun memperhatikan penampilan wanita di sebelah Rudi, yang mana tangannya masih saling mengenggam erat dengan putranya.mama Rudi melihat wanita tersebut dari ujung kepala sampai ujung kaki.


"Sungguh di luar prediksi," batin mamanya.


Karena mamanya menginginkan calon mantu yang modif, dan sosialita bagaimana layaknya orang kaya. Tapi kini yang ada di hadapan ya hanya gadis biasa, yang penampilan nya pun sangat sederhana, jauh dari kata mewah.


"Kata putraku pacarnya teman kampusnya, tapi kok yang datang seperti bukan anak universitas Tunas Bangsa, dimana yang mahasiswanya dari kalangan elit semua." pikir mama Rudi . Kekecewaan sang mamanya pun sangat terlihat dengan jelas, dari raut wajahnya.


"Ma, kenalin ini Ayu, pacar Rudi yang kemarin Rudi ceritakan. "


"Sore tante," sapa Ayu dengan sopan sambil menjabat tangannya. Tapi mamanya Rudi enggan untuk menjabat tangan Ayu, karena dia anggap Ayu tak sepadan dengan keluarganya.


Maaa,,, suara Rudi agak meninggi melihat mamanya yang enggan menyalami Ayu. Dengan terpaksa mamanya mau menyalami Ayu dengan cepat hanya sebatas menyentuh tangan Ayu, tanpa melihat Ayu.Dan Sangat terlihat kalo mamanya tidak ikhlas.


"Ini Ayu bawakan kue tan," Ayu memberikan kue macaroons buat mamanya Rudi. Mama Rudi menerima tanpa melihat isi nya, dan langsung menaruh nya di meja. Sebenarnya mama Rudi sangat enggan untuk mengobrol dengan Ayu, tapi mengingat kemarin udah terlanjur janji pada Rudi, akhirnya mamanya terpaksa mengobrol dengan Ayu, yang tujuannya tak lain untuk mengorek informasi tentang latar belakang Ayu. Walaupun dari segi penampilan nya, sudah terlihat jelas kalo Ayu bukan dari kalangan orang kaya, tapi mama Rudi masih penasaran bagaimana dia bisa kuliah di Tunas Bangsa, Universitas yang sangat elit.

__ADS_1


__ADS_2