Penyamaran Konglomerat

Penyamaran Konglomerat
*Episode 59


__ADS_3

Tiga hari sudah Ivan dan Ayu berada di Eropa. Hari ini jadwal mereka pulang. Karena besok sudah harus masuk kuliah.


Yank kita jalan jalan bentar yuk, mumpung masih disini.


"Kamu mau makan apa? "


"Aku gak laper, "


"Tapi kamu harus makan, dari kemarin kamu belum makan loh. "


"Udah tadi,, "


"Gak makan itu ngemil. "


"Kamu harus makan yang banyak, biar sehat. Setelah jalan jalan kita lanjut kan permainan kita yang terakhir,mumpung masih disini."


"Kan kita harus segera pulang mas, "


"Yaudah kita beli oleh oleh aja. "


"Emh,,, kabar Adit sama Sani gimana yah,, " Tanya Ayu


"Coba kamu telfon aja"


"Tau gak mas, kemarin sani jalan bareng Adit. aku lihat Mereka makan di restoran berdua"


"Jangan jangan mereka pacaran"


"Bisa jadi,, kan mereka juga jomblowan dan jomblowati"


"Cuma mereka saling gengsi aja mengakui perasaannya"


"Udah biarain aja mereka,kita gak usah ikut campur. Yang penting mereka nyaman ngejalaninnya, Toh kalau memang jodoh mereka akan nyusul kita" Kata Ivan


"Mas, aku pengen deh kita jalan jalan kesini lagi bersama anak anak kita. "


"Kayaknya seru banget jalan jalan bersama keluarga"


"kamu pengen anak cewek apa cowok? "


"Ya terserah yang kuasa aja, di beri cewek apa cowok. "


"Gimana kalau cewek sama cowok. "


"Emang gampang apa? "


"Gampang, bikinnya, tapi susah jadinya. "


"Hahaha" Tawa mereka berdua


"Yuk kita kembali ke hotel sekarang, kita siap siap. Udah semua kan? Apa mau beli apa lagi."


"Udah mas. "


Mereka kembali ke hotel, berkemas untuk pulang ke tempat tinggalnya.


________

__ADS_1


"Mas bangun,,bangun udah pagi nih,," Ayu membangunkan Ivan, tapi yang di bangunkan malah menarik Ayu, sehingga Ayu terjatuh di kasur.Ivan memeluk Ayu seperti memeluk guling. Sehingga Ayu Tak bisa bergerak.


"Mas,, Bangun,,,,Aku gak bisa bergerak nih.. "


"Bentar sayang, aku masih ngantuk. "


"Aku ada kuliah pagi, Aku berangkat dulu yah,, "


"Aku antar aja. "


"Makanya cepetan bangun,, Ntar aku telat. "


"Iya iya bawel sayank,, Aku bangun. " Kata Ivan sambil bangun


"Cepetan jangan lama lama. "


"Yaudah ayok berangkat. "


"Hah?!! " Ayu melotot tak percaya. Melihat Ivan yang baru bangun tidur, masih dengan celana kolornya tanpa cuci muka dan sisir rambut mau ajak berangkat.


"Serius mau nganter ke kampus dengan penampilan gitu?! "


"Kenapa?!! kamu malu? Ledek Ivan


"Ya bukannya gitu sih,, tapi yang bener aja, masak mau ke kampus dengan celana kolor gitu, kamu sengaja biar di perkosa banyak cewek?"


"Hahaha,, masak cewek merkosa cowok. Yang ada aku perkosa kamu. Mau perkosa?!! "


"Iih... kamu apa apaan sih,,!! mulai deh ngaconya. Udah sana cepetan mandi. "


"Iya tuan putri,,, "


Memakai kaos oblong warna putih dengan hem warna biru, dan celana panjang. Tampaknya sangat cool dengan accesoris jam tangan yang sangat mewah. Kali ini Ivan mengantar Ayu dengan mobil pribadinya. Misi cari istri yang di idamkan sudah terkabulkan, jadi sekarang Ivan tidak perlu pura pura miskin lagi.


Sampai di kampus, semua mata tertuju dengan mobil mewah yang baru datang. Mereka penasaran siapa pemilik mobil mewah itu. Tak terkecuali Rina dan Sela.


"Ke kampus pake mobil semewah itu?! Pasti konglomerat yang punya." Kata Rina


"Siapa sih? Kok aku gak pernah lihat ya,, "


"Perasaan yang paling tajir di sini cuma sela dan rudi deh, tapi mereka sudah ada di sini. terus siapa Dia?"


Mobil berhenti di kampus, Ivan keluar dari mobil. Semua orang terkejut melihat Ivan yang keluar dari mobil itu.


Ivan membuka kan pintu buat Ayu, dan betapa terkejutnya Rina dan sela melihat Ayu yang turun dari mobil itu.


"O M G!!!! Si kismin itu di anter Mobil mewah?!!" Kata sela


"Lihat lihat yang anter itu juga Ivan. Ivan jadi supirnya si kismin?!!"


"Hahaha gebetan loh tuh sel, jadi supirnya si kismin. " Tawa rina semakin menjadi


"Gak mungkin gak mungkin. Ini pasti mimpi. "


"Rin, cubit gue sekarang" Sela meminta agar Rina mencubitnya.


Auw!!! Sela memegang pipinya yang baru din cubit Rina.

__ADS_1


"Sakit kan?!! Gak mimpi kan?!! "


"Udah lupain si Ivan itu, dia hanya seorang supir. "


"Yah,, walaupun ganteng sih, keren, tapi kalau hanya supir gak level buat loe. "


"Mungkin aja itu mobil punya Ivan. "


"Helooooo Sela,,, bangun donk,, bangun,, udah di cubit juga masih tidur mulu. Kalau Ivan yang punya mobil, ngapain dia ke kampus pake motor jelek kayak gitu terus. Dan perlu kamu tau ya, dia itu kerja di rumahnya Tuan Hartono. "


"Apa?!! kerja di rumahnya Tuan Hartono? dari mana kamu tau?!! "


"Aku pernah anterin tante Helena ke rumahnya Tuan Hartono,Anterin kue buat keluarganya. Dan aku lihat si Ivan itu ada di sana.Dan dia kerja di sana."


Masak sih?? Kenapa kamu gak pernah bilang."


"Ya maaf, aku baru bilang ke kamu sekarang, takutnya kamu gak percaya"


"Udah tau kan sekarang?!! masih tetap ingin kau jadiin gebetan kamu? setelah tau dia hanya supir? "


"Tauk ah,, " Sela mulai kesel dan pergi meninggalkan Rina sendirian.


Ayu dan Ivan berjalan beriringan. Seperti biasa Ivan mengendong tas ranselnya dengan hanya sebelah.Kali ini penampilan Ivan sangat memukau, karena yang di pake bukan harga pasar lagi, tapi brended semua. Sedangkan Ayu masih tetap seperti biasa. tetap sederhana.


"Hei van,, keren banget loe hari ini,, wajah loe juga berseri sering gitu. Kayak pengantin baru aja." Sapa Rudi.


"yee,,, temen tampil keren di tumbenin. "


"Abisnya loe gak biasanya kayak gitu mukanya. Seger banget. "


"Emang kalo pengantin baru auranya seger banget yah?! Apa gak kebalik tuh." Tanya Ivan kepo


"Ya iyalah,,, Kan abis malam pertama, jadi pikiran dan badan sangat fress.. yang ada hanya heppy dan heppy"


" Ha ha ha Sok tau loe,, kayak pernah nikah aja." Bantah Ivan


" Bay the way loe bawa mobil keren banget." "Wuih... jam tangannya juga keren brow,,, "


"Kenapa penampilan loe tiba tiba berubah 180° gini. "


"Loe dapat semua itu dari mana??"


Teman temen Ivan saling mengintrogasi.


"Dari warisan!! " Ivan menjawab asal ceplos kemudian pergi karena merasa bosan dengan pertanyaan pertanyaan temen temennya.


Ivan pergi ke kantin, karena tadi belum sempat sarapan. Sementara Ayu sudah berada di dalam kelasnya.


Di kantin Ivan melihat penjual bubur ayam baru. Ivan mendekatinya, dalam hati bertanya, "Kayak pernah lihat bapak ini, Dimana ya?? "


***Akankah Ivan menunjukkan identitas dirinya bahwa dia adalah satya, atau hanya berpura pura jadi sopirnya satya?


Lantas, bagaiman nasib Ayu selanjutnya setelah Sela Tau kalau sekarang semakin dekat dengan Ivan?


Nantikan Episode selanjutnya Penyamaran konglomerat hanya di novel toon.


Jangan lupa vote, like dan comment ya,,,

__ADS_1


Dukungan anda sangat berarti bagi saya sebagai author... terimakasih... 🥰🥰🥰***


__ADS_2