Penyamaran Konglomerat

Penyamaran Konglomerat
*Episode 70


__ADS_3

"Hah?!! Papah nayla?!! "


"Maksud ibu?!!! "


Sebenarnya Ibu menemukan kamu di jalan, waktu Ibu habis pulang dari rumah sakit. Anak ibu meninggal dunia dan bayinya hilang. Waktu itu ibu dan ayah kamu sangat sedih, saat di tengah perjalanan tiba tiba terdengar bayi menangis, ibu melihat bayi itu menangis di pinggir jalan.


Ibu dan ayah sudah mencari siapa pemilik bayi itu, ternyata tidak ada yang kehilangan bayi. Kemudian kami bawa pulang, kami sangat mendapat bayi itu. Aku anggap bayi itu sebagai ganti anak kami yang meninggal dan hilang.


Bayi itu adalah kamu.


Setelah kamu besar, ibu pergi ke kota untuk mencari pekerjaan, ibu mendapat kerjaan di rumah Tuan Mahendra. Ketika ibu melihat putri Tuan Mahendra, ibu sangat kaget sekali karena dia sangat mirip dengan kamu.


Tapi ibu merasa kasihan melihat Ayu, karena dia selalu di siksa oleh ibu tirinya.


"Ibu tiri?! "


Yah,, Ibu bekerja disini Ayu sudah memiliki ibu tiri, dan ibu pikir dia ibu kandungnya. Makanya ibu memilih menyembunyikan kamu, ibu gak rela kamu di perlakukan seperti Ayu. Tiap hari Ayu selalu menangis,karena ibu tirinya.


Kemarin saat Nyonya Siska, ibu tiri Ayu di tangkap polisi, Ibu memberanikan diri untuk bertanya pada Tuan Mahendra . Apakah Tuan Mahendra memiliki Anak kembar apa tidak.


Awalnya Tuan Mahendra kaget dengan pertanyaan itu, setelah ibu cerita tentang kamu, baru Tuan Mahendra bilang kalau dulu anaknya kembar tapi meninggal satu.


ibu bercerita semua tentang kamu, dan memperlihatkan foto kamu, Tuan Mahendra menginginkan untuk menjemput kamu. Tapi takdir berkata lain, sebelum Tuan Mahendra berangkat untuk menjemput kamu, Tuan mendapat kabar duka, kalau Dinda Ayu mengalami kecelakan maut. Dia terjatuh dari jurang bersama mobilnya, bahkan sampai sekarang jasadnya belum di temukan.


"Jadi Nayla benar benar memiliki saudara kamar bu?!! "


"Ya,, dia bernama Dinda Ayu Mahendra. Saudara kembar kamu. "


"Dia sangat mirip dengan kamu, dia juga sangat dekat dengan ibu. Bahkan biaya kuliah dan sepeda motor kamu Ayu yang menanggungnya, karena sayangnya dia pada ibu. "


Nayla mendengar cerita ibunya hanya diam, baik Nayla bdan Ayu sama sama mengeluarkan air mata.


"Nay, mohon maafkan ibu dan Tuan Mahendra, "


"Ibu dan Tuan Mahendra tidak salah bu, tapi ini sudah menjadi takdir. "


"Apa mungkin Kecelakaan Ayu disengaja ya bu, Sepertinya itu bukan murni kecelakaan. "


"Apa maksud kamu nay,, "


"Aku punya firasat kalau ada nang sengaja ingin membunuh Ayu, menghilangkan keturunan Tuan Mahendra. "

__ADS_1


"Setelah aku di buang, kini Ayu yang di cilakai."


"Hust,, kamu jangan bicara sembarangan. nanti jadi fitnah. "


"Sekarang kamu istirahat dulu, nanti ibu ajak kamu menengok Tuan Mahendra, papah kamu."


"Dialah orang tua sah kamu, walaupun ibu juga tak mau kehilangan kamu tapi ibu harus merelakan kamu. " Kat minah sambil menangis.


"Ibu ini bicara apa sih,, ibu tetep ibu Nayla, dan sampai kapan pun tetep jadi Ibu Nayla. Dan Nayla juga tetep menjalankan semua pesan pesan ibu. " Kata Nayla sambil memeluk Minah


Setelah Nayla istirahat beberapa saat kemudian, Nayla bersama minah pergi ke rumah sakit. Mereka ingin menjenguk Mahendra.


Sampai di rumah sakit, Nayla melihat Mahendra yang terbaring di rumah sakit, dengan kondisi yang memprihatinkan.


"Inikah ayahku yang sebenarnya??!!" Tanya Nayla pada Minah.


Minah menjawab dengan anggukan kepala.


"Ayah,, ini Nayla, kembaran Dinda yah,, Nayla datang untuk ayah."


"Ayah, maafkan Nayla karena baru bisa menjenguk sekarang,"


Minah tak kuasa menahan tangisnya, air matanya mengalir deras, dia menggigit bibirnya, agar tidak mengeluarkan suara isakan tangis, dan terus memencet hidungnya yang ikut mengeluarkan ingus.


Sesaat kemudian, Nayla meminta izin untuk keluar sebentar untuk mencari angin di luar. Itu hanya alasan Nayla agar dia bisa berhenti dari tangisnya.


Buk, Nayla cari keluar sebentar ya bu, cari udara segar sekalian mau beli minum.


"Ya Nay,, Hati hati luar ,jangan sembarangan percaya pada orang. Di sini kehidupan sangat keras, banyak penipuan."


"Iya bu,, " Kata Nayla sambil melangkah menuju pintu keluar


#FLASHBACK OFF


Ivan masih tak percaya dengan apa yang di lihatnya.


" Bu Minah, Ivan tak salah lihat kan buat?!! "


"Itu beneran Ayu kan bu,, "


Ivan langsung memeluk Ayu dari belakang, saking senangnya. Bahkan dia tak peduli ada bu minah dan Mahendra yang sudah sadar di ruangan itu.

__ADS_1


"Sayang,,, akhirnya kamu kembali. Aku sangat kangen sama kamu, Aku gak mau kehilangan kamu sayang.... " Kata Ivan sambil terus memeluk Nayla


Sementara Nayla yang di peluk orang tak di kenal merasa risih dan jengkel.


Nayla melepaskan pelukan Ivan sambil marah marah.


"Apa apaan sih mas,, main peluk peluk aja."


Kata Nayla sambil marah marah.


"Sayang,, apa yang terjadi padamu?! "


Tanya Ivan heran


"Sayang sayang, sejak kapan kita pacaran?!!"


Tanya Nayla sambil bersedekap menyilangkan kedua tangannya dengan tatapan ingin membunuh.


Sementara Ivan semakin bingung melihat perubahan yang terjadi pada Ayu.


"Sayang,, aku ini suamimu, apa kamu lupa? "


"Apa kecelakaan itu membuat kamu amnesia? "


"Dan,,, kamu bisa selamat, siapa yang telah menyelamatkan kamu? "


"Tiap hari aku mencari mu, tapi kamu muncul dengan seperti ini, aku sangat senang. "


Tiba tiba Ivan kembali ingin memeluk Nayla.


"Stoooop!!!! Mau apa lagi kamu?!! "


"Jangan peluk peluk orang sembarangan. Emang aku cewek apaan?!! Main peluk peluk seenaknya"


Melihat hal itu, Mahendra tersenyum.


Nayla membalikan badannya, dan menyapa Mahendra.


"Ayah,,," sapa Nayla.


"Kamu sudah tumbuh dewasa nak,, " Kata Mahendra sambil memegang tangan Ayu

__ADS_1


__ADS_2