
Pullman Paris Tour Eiffel. Hotel mewah dengan budget hampir menyentuh 10 juta per malam itu menjadi hotel yang dipilih pasangan suami istri untuk bulan madu mereka.
Pasangan Intan dan Ario yang baru saja menikah dalam hitungan hari itu tampak sedang menikmati masa-masa romantis bersama.
Seperti sekarang ini, Ario baru saja keluar dari kamar mandi usai mengajak istrinya itu untuk mencari pahala dan kenikmatan bersama di dalam sana.
Sementara Intan masih ada di dalam, sedang membersihkan diri usai seluruh tubuh dan tenaganya di kuras habis-habisan untuk melayani suaminya.
Cuaca yang dingin membuat Ario seringkali meminta jatah, dan Intan sebagai istri tidak pernah bisa menolaknya.
"Mas, baju aku ambilkan!!" Teriak Intan di dari dalam kamar mandi.
"Nggak mau, sini keluar dan ambil sendiri." Tolak Ario sambil menahan tawanya yang hampir saja menggema di seluruh ruangan.
"AWAS KAMU MINTA JATAH, AKU NGGAK MAU!!" teriak Intan semakin kencang.
Wajah Ario seketika berubah pias, pria itu melompat dari tempat nya dan lekas mengambil dress milik sang istri di pinggir ranjang.
Dengan terburu-buru, Ario masuk kembali ke dalam kamar mandi dan memberikan pakaian milik sang istri.
"Sayang, ini bajunya." Ucap Ario dengan begitu manis.
Intan melempar pandangan sinis, ia merebut baju itu dengan kasar kemudian mendorong suaminya keluar dari kamar mandi.
Ario pun pasrah, pria itu keluar sambil mengusap tangannya di dada. Bisa-bisanya Intan mengancam hal utama dalam bulan madu.
Usai Ario keluar, Intan pun lekas memakai dress nya. Sejenak ia memperhatikan pantulan dirinya di cermin yang benar-benar full bercak merah hasil karya suaminya.
Intan hanya geleng-geleng kepala, ia tidak menyangka jika pria dingin dan jutek seperti Ario memiliki nafsu yang sangat besar.
Setelah merasa beres, Intan pun keluar dari kamar mandi dan melihat suaminya sedang duduk sambil menatap dirinya penuh senyuman.
Intan hanya melempar pandangan sinis, wanita itu lekas berjalan mendekati meja rias untuk merapikan sedikit wajahnya.
__ADS_1
Mereka berdua berniat untuk jalan-jalan dan foto di sekitar menara Eiffel, tentu tanpa harus naik kendaraan sebab itu dekat dengan hotel mereka.
"Sayang, aku fotoin yuk di balkon." Ajak Ario sambil mendekati istrinya.
"Iya nanti." Sahut Intan cuek.
Ario tersenyum penuh godaan. Pria itu lantas memeluk tubuh mungil istrinya lalu membawanya ke balkon kamar.
"Mas, lepasin!! Aku belum dandan!!" Pekik Intan dengan histeris.
"Nggak apa-apa, kamu tetap cantik kok." Celetuk Ario lalu mengarahkan kamera ke arah istrinya.
Intan menghela nafas, jika saja bukan suami mungkin dirinya sudah menjambak rambut pria itu dengan penuh tenaga.
Sayangnya Ario itu suaminya, bahkan ia sangat mencintainya jadi mana mungkin Intan akan menyakiti pria itu.
"Pose yang cantik, Sayang." Ucap Ario memberikan arahan.
Beberapa jepretan kamera dengan gaya yang berbeda berhasil Ario ambil. Kini pria itu meletakkan kamera ponselnya di dekat balkon dan mengarahkan ke mereka berdua.
Ario menekan timer, lalu dengan cepat berdiri di belakang istrinya, dan melingkarkan tangannya.
Intan menoleh ke samping dan memegang wajah Ario sehingga hasil foto tersebut tampak romantis.
Bukan Intan dan Ario tidak mampu menyewa fotografer, namun mereka sudah melakukannya untuk sesi foto dekat menara Eiffel nanti.
Ketika di kamar seperti ini akan lebih baik foto sendiri demi menjaga privasi.
"Istriku menggoda banget sih." Celetuk Ario lalu mencium pipi istrinya.
Intan tersenyum malu-malu, ia benar-benar dibuat melayang selama mereka di Paris. Sikap Ario yang kadang manis dan hot di ranjang membuat Intan semakin mencintai pria yang berstatus sebagai suaminya.
"Aku tadi sudah pesan makanan, sebentar lagi datang." Ucap Ario tanpa menatap istrinya.
__ADS_1
"Kenapa?" Tanya Intan ambigu.
Ario menatap sang istri, meski ambigu namun ia tetap paham maksud pertanyaan dari Intan barusan.
"Karena aku tahu, kamu pasti lelah setelah melayani aku habis-habisan. Maaf ya," jawab Ario sembari mengusap pipi halus istrinya.
"Kenapa minta maaf, ini kewajiban aku. Dengan kamu minta maaf, aku seperti terpaksa melakukannya padahal nggak." Sahut Intan geleng-geleng kepala.
Intan mendorong suaminya agar duduk di kursi santai yang ada di balkon kamar, lalu wanita itu duduk di pangkuan suaminya.
"Emang enak ya kalau liburan sama pasangan halal." Celetuk Intan tanpa mengalihkan pandangannya pada wajah tampan suaminya.
Ario tergelak. "Enak dong, mau cium atau apapun bebas." Sahut Ario lalu menciumi seluruh wajah cantik istrinya.
Terdengar bunyi bel kamar, Intan lekas turun dari pangkuan suaminya dan membiarkan Ario yang mengambil makanan nya.
Ario kembali. Pria itu meletakkan makanan dan minuman di meja kecil yang ada di sana, kemudian mengajak istrinya untuk makan.
Ario menyuapi istrinya dengan penuh ketelatenan, karena ia cukup tahu dan sadar diri selama di Paris ia benar-benar sudah menguras tenaga wanita itu.
Ario memperhatikan istrinya, hal itu tentu di sadari oleh Intan yang membalas tatapannya dengan mata menyipit.
"Mikir apa kamu?" Tanya Intan penuh kecurigaan.
"Nggak mikir apa-apa, cuma kalo dingin gini paling enak nyusu sama kamu." Jawab Ario.
Seperti biasa, mulutnya sangat enteng dalam berkata. Tidak ada filter sama sekali, dan Intan sudah mulai terbiasa dengan mulut suaminya yang ceplas-ceplos itu.
"Kebiasaan." Ketus Intan seraya memutar bola matanya jengah.
MBAK INTAN, SABAR YAKK. KALO NGGAK KUAT SUAMINYA BUAT AKU AJA 😁
Bersambung..............................
__ADS_1