
Setelah di rawat di rumah sakit selama 2 hari, akhirnya Bianca dan anaknya diperbolehkan untuk pulang.
Mereka sampai di rumah dan sudah ditunggu oleh Kiano, juga oma dan opanya.
Mereka semua begitu antusias menyambut anggota keluarga baru yang cantik ini, terutama Kiano yang sudah lama menginginkan seorang adik.
Kini Raquila sedang dijaga oleh kakek dan neneknya, juga oleh abangnya yang sudah antusias menunggunya. Sementara Raka mengantar istrinya untuk istirahat di kamar.
"Adik aku cantik, tapi kok tidur terus Oma?" Tanya Kiano dengan polos.
Mama Vena tertawa. "Kan masih baby, nanti kalo udah beberapa bulan, dia bisa main sama Abang." Jawab mama Vena.
"Nanti kalo adiknya udah bisa main, Abang mau ajak main apa?" Tanya mama Wina.
"Main … mungkin main boneka, tapi aku laki-laki. Kalau aku ajak main bola dia pasti nggak bisa." Jawab Kiano kebingungan sendiri.
"No, bukan nggak bisa, tapi belum bisa. Nanti Abang ajarin aja adek main bola, buat seru-seruan." Tutur papa Dewa.
"Adiknya cantik nggak?" Tanya papa Farhan.
"Cantik, sama seperti mami Bianca. Mami sangat cantik, makanya papi selalu menatap mami." Jawab Kiano lalu bertepuk tangan.
Para kakek dan nenek itu tertawa melihat dan mendengar ucapan serta tingkah Kiano. Keramaian Kiano akan bertambah dalam beberapa bulan saat Quila sudah bisa bicara juga.
"Duhh, ini kalo Quila sama Kiano collab, bisa kayak pasar rumah." Celetuk papa Dewa sambil tertawa.
__ADS_1
"Ya nggak apa-apa dong, Pa. Malah bagus kan, jadi ada ramai." Sahut mama Wina.
Sementara itu di kamar. Bianca baru selesai berganti pakaian, dan langsung naik ke atas ranjang untuk tidur.
Raka mencium kening istrinya. "Kamu istirahat aja, soal Quila biar aku yang jaga." Tutur Raka lembut.
"Tapi kamu juga kan capek jaga aku di rumah sakit, Mas. Mending kamu istirahat juga sama aku." Sahut Bianca menepuk sisi disebelahnya.
Raka tersenyum. Dia memang lelah karena ikut menjaga istri serta anaknya ketika di rumah sakit. Akhirnya Raka pun ikut berbaring.
Bianca memeluk suaminya, meletakkan kepalanya di dada bidang sang suami.
"Kayak beda ya, biasanya perut aku ganjel kalo kita pelukan gini." Ucap Bianca.
"Iya, kan baby nya udah lahir. Tapi kamu tenang aja, nanti aku buat kamu melendung lagi. Ya ya ya??" Ujar Raka dengan usil.
"Istrinya baru keluar dari rumah sakit, udah disuruh masuk ke rumah sakit lagi." Celetuk Bianca.
"Enak aja! Nggak lah, aku cuma bercanda. Mami Bia pasti sehat terus, dan bisa besarkan anak-anak sama papi Raka yang ganteng ini." Sahut Raka semakin mengeratkan pelukannya.
Bianca tersenyum. Dia pun mulai memejamkan matanya sampai akhirnya ia pulas dalam pelukan sang suami.
Raka pun sama. Dia ikut tertidur, dan membiarkan putrinya di jaga oleh kakek dan neneknya, serta Kiano pastinya.
Sementara itu di tempat lain. Tampak sepasang suami istri sedang berada di toko kue.
__ADS_1
Pasangan Intan dan Ario membeli makanan yang dinginkan oleh Intan. Wanita hamil itu duduk sambil menunggu suaminya.
"Mama nggak sabar kamu lahir, Sayang. Mama mau gendong kamu." Bisik Intan sembari mengusap perutnya.
Tidak lama kemudian Ario datang dengan membawa kue yang Intan inginkan.
"Ayo pulang, Sayangku." Ajak Ario dengan panggilan yang membuat Intan selalu merasa spesial.
Intan jadi teringat pertemuannya dengan Ario dulu. Andai mereka tidak terjebak one night stand, apa mungkin mereka akan menikah.
"Mas Ario, kadang suka mikir nggak sih. Kita kalau nggak kejebak malam itu, kira-kira nikah nggak ya?" Tanya Intan.
Ario terkekeh. "Menurut aku iya, Sayang. Kenapa? Karena kamu jodoh aku." Jawab Ario.
"Inget kata pak Habibie kan. Mau orang jungkir balik, mondar-mandir sana sini, kalo kamu jodoh aku, ya aku yang dapet." Tambah Ario.
Intan manggut-manggut. "iya ya, Mas. Kalo bukan one night stand, pasti ada cara lain yang menyatukan kita tanpa kita tahu." Sahut Intan.
Ario tersenyum. Dia mengusap kepala sang istri dengan penuh kasih sayang.
"Lupain yang lalu-lalu, yang penting sekarang aku sangat mencintai kamu. Selain itu, bentar lagi baby kita launching." Kata Ario.
"Aku juga cinta sama mas Ario, sangat." Balas Intan dengan sungguh-sungguh.
AKU CINTA PEMBACAKU YANG SETIA 😍
__ADS_1
Bersambung....................................