Pesona Suami Yang Tidak Dicintai

Pesona Suami Yang Tidak Dicintai
Kamu masih mencintainya?


__ADS_3

Raka menarik tangan istrinya untuk duduk di sebelahnya. Ada sesuatu yang ingin Raka ceritakan pada istrinya, dan ia merasa bahwa hal itu harus ia ceritakan segera.


Bianca yang kala itu baru saja selesai mandi tentu saja bingung, namun ia tidak menolak sama sekali.


"Kenapa, Mas?" tanya Bianca lembut.


"Ada hal yang mau aku ceritakan, dan ini tentang Briana." Jawab Raka sedikit ragu.


Bianca menatap suaminya, wanita itu tersenyum karena ternyata Raka mau bercerita duluan sebelum ia meminta. Artinya Raka memang benar-benar tidak mau dia berpikir negatif.


"Baiklah, kamu boleh cerita. Aku akan mendengarkan nya," tutur Bianca dengan sangat lembut.


Raka menarik nafas dalam-dalam lalu membuangnya perlahan, ia berusaha menyiapkan diri sebelum bercerita dengan istrinya.


"Briana itu mantan kekasihku, dia orang yang pernah aku cintai sebelum kamu." Ucap Raka dengan pelan.


Bianca tertegun, namun ia tidak memberikan reaksi apapun. Ia akan memberikan waktu pada suaminya untuk bercerita padanya.


"Saat Ario memberitahuku tentang kedatangan nya, pikiran aku sedikit kacau. Aku kembali teringat dirinya, aku kembali teringat tentang hubungan kami." Tambah Raka.


Raka mengambil nafas sejenak, ia menggenggam tangan istrinya yang terus saja diam.


"Sayang." Panggil Raka lembut.


Bianca menatap Raka. "Kesimpulannya, kamu masih mencintainya?" tanya Bianca.


Raka menggeleng dengan cepat. "Nggak, Sayang. Demi Tuhan bukan itu alasannya, dengarkan aku dulu ya." Pinta Raka memohon.


Bianca menangkup wajah suaminya, ia memberikan usapan lembut di rahang tegas sang suami.


"Baiklah, katakan dengan cepat dan lengkap. Jangan buat aku berpikir macam-macam." Pinta Bianca tidak kalah lembut.

__ADS_1


Raka mengangguk, ia pun melanjutkan ucapannya.


"Dia juga mengkhianatiku, sama seperti Yola. Dia merusak hubungan dan cinta yang aku punya dengan pengkhianatan nya." Ucap Raka dengan sedikit bergetar.


"Dua kejadian itu membuat pikiranku kacau, aku takut … aku takut kamu juga akan pergi dariku." Tambah Raka lirih.


Bianca terkejut, dan yang lebih membuatnya terkejut adalah saat Raka menjatuhkan kepalanya di bahunya dengan isakan kecil yang terdengar.


"Mas." Panggil Bianca lembut.


"Aku nggak tahu apa yang salah dariku, Bi. Apa aku bukan pria yang baik, apa aku pria jahat sampai orang yang berhubungan denganku pasti akan memilih untuk berkhianat." Lirih Raka dengan suara yang memberat.


Bianca kembali menangkup wajah suaminya, ia menyeka air mata Raka lalu menggelengkan kepalanya.


"Tidak semuanya. Kamu itu laki-laki baik dan sangat bertanggung jawab, Mas. Mereka yang mengkhianati kamu adalah orang-orang bodoh," sahut Bianca penuh pengertian.


Raka menundukkan kepalanya, atas dua pengalamannya itu, Raka takut jika Bianca juga akan pergi, apalagi Bianca menikah dengannya bukan atas dasar cinta.


Ya, meskipun Bianca sudah mengatakan untuk belajar menerima, namun ketakutan itu masih ada.


Raka membalas tatapan istrinya, ia menangkup wajah cantik istrinya lalu menggelengkan cepat.


"Bukan begitu, Sayang. Aku … aku hanya takut, selama ini aku percaya pada mereka, tapi apa yang mereka lakukan. Mereka malah berkhianat dan memilih pria lain." Jawab Raka menjelaskan.


Bianca menarik nafas dalam-dalam lalu membuangnya perlahan, ia tersenyum dengan manisnya.


"Dengarkan aku baik-baik, Mas. Aku Bianca, istri kamu. Dan itu selamanya. Cinta yang kamu punya untuk aku, tidak akan pernah bisa digantikan oleh cinta pria lain." Ungkap Bianca dengan yakin dan mantap.


"Aku bukan mereka, Mas. Pengkhianatan, itu tidak ada dalam prinsip hidup aku. Jadi jangan samakan aku dengan mereka." Tambah Bianca.


Raka memeluk istrinya dengan erat, ia bahagia mendengar ucapan sang istri barusan.

__ADS_1


"Maaf jika aku sempat tidak fokus pada kamu dan Kiano, aku benar-benar takut kamu pergi, Bi. Aku nggak akan sanggup," ucap Raka menggenggam erat tangan istrinya.


Bianca mengusap punggung suaminya. "Aku juga minta maaf karena sempat berburuk sangka, aku kira cinta kamu sama aku itu kalah dengan cinta kamu untuk wanita tadi. Aku berpikir jika kamu akan bilang kalo kamu masih mencintainya." Sahut Bianca jujur.


Raka melepaskan pelukannya. "Nggak akan, Sayang. Cinta yang aku bicarakan selama ini itu nyata, aku tidak akan mengatakan omong kosong sama kamu." Tukas Raka.


Bianca tersenyum senang, ia mengusap-usap wajah Raka lagi lalu mencium pipi sang suami singkat.


"Satu hal yang harus kamu tahu. Istri kamu yang cantik dan muda ini nggak akan tinggal diam saat ada yang mencoba merusak rumah tangga kita." Ucap Bianca dengan galak.


"Dan kamu, aku habisin jika berani berkhianat." Tambah Bianca melototkan matanya.


Raka bergidik, ia dengan cepat menggelengkan kepalanya.


"Nggak akan pernah, orang istri aku cantik dan paket lengkap begini." Sahut Raka yakin.


Bianca terkekeh. "Kita lupakan pembahasan wanita setan dan Briana. Sudah cukup sampai disini saja. Sekarang waktunya kita bahagia, bukan mengingat masa lalu." Ucap Bianca lalu mengecup bibir suaminya.


Raka terkekeh, ia bangkit dari duduknya lalu menggendong istrinya ala bridal style.


"Mas, mau ngapain?" tanya Bianca melototkan matanya.


"Mandi, bersama." Jawab Raka menaik turunkan alisnya.


Bianca melotot, ia baru selesai mandi jadi mana mungkin akan mandi lagi.


"Nggak! Nggak mau, Mas. Kiano .... tolongin mami!!" teriak Bianca merengek-rengek.


Raka tertawa melihat kehebohan istrinya, namun tidak ada niat sedikit pun untuk menghentikan aksinya.


Raka mau manja-manjaan dengan istrinya di kamar mandi. Siapa suruh sejak tadi menciumnya terus, dia kan jadi keenakan dan ketagihan.

__ADS_1


YANG KEMARIN KECEWA SAMA MAS RAKA, SINI DICIUM SAMA MBAK BIA😚


Bersambung..........................


__ADS_2