
Intan menanti kepulangan suaminya sambil memegang kertas di tangannya. Awalnya ia ingin memberitahu kabar kehamilannya menggunakan testpack, namun karena tidak sabar akhirnya ia menggunakan surat hasil USG saja.
Intan menyisir rambutnya, ia ingin tampil cantik agar suaminya semakin bahagia ketika pulang nanti.
Makanan sudah Intan siapkan, kini benar-benar hanya tinggal menunggu suaminya. Kali ini Intan menunggu dengan perasaan tidak sabar.
"Mas Ario lama ya, tumben." Gumam Intan menatap jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 5 sore.
Intan memutuskan untuk duduk di sofa, ia baru beberapa detik duduk dan orang yang ditunggu pun datang.
Ario pulang dengan membawa sesuatu di tangannya, itu pasti pesanan Intan yaitu buah-buahan.
Intan memang sempat menelepon suaminya dan meminta dibawakan buah-buahan, dokter bilang ia harus banyak mengkonsumsi buah dan sayuran.
"Mas, aku nungguin kamu dari tadi." Ucap Intan seraya mendekati suaminya.
Ario meletakkan buah-buahan yang ia beli beserta kunci mobil dan ponselnya. Pria itu tersenyum, lalu mencium kening istrinya.
"Kenapa, Sayang?" Tanya Ario lembut.
"Aku punya sesuatu buat kamu, tapi kamu mandi dulu setelah itu makan ya." Jawab Intan tak kalah lembut.
Ario mengangguk, pria itu pun menggendong istrinya dan mengajaknya ke dalam kamar. Ario ingin mandi bersama istrinya.
"Aku udah mandi, tapi demi suami aku nggak apa-apa deh mandi lagi." Celetuk Intan sembari membuka pakaiannya.
"Istriku yang pengertian." Balas Ario sembari menciumi seluruh wajah cantik istrinya.
Intan terkekeh, ia membiarkan suaminya duluan masuk ke dalam bathtub lalu disusul olehnya yang duduk di pangkuan sang suami.
Ario menyambut istrinya dengan penuh senyuman, bahkan tangannya pun langsung melingkar di pinggang ramping istrinya.
Intan membalas dengan kedua tangan yang membelit leher Ario, lalu menyandarkan kepalanya di dada bidang sang suami.
"Kenapa sih kamu wangi banget." Ucap Ario sembari menciumi bahu istrinya yang tidak tertutup apapun.
__ADS_1
Intan terkekeh, suaminya selalu berhasil membuat seluruh tubuhnya berdesir. Intan selalu merasakan perutnya geli setiap Ario memuji kecantikan atau apapun yang ia lakukan.
Ario suami yang sempurna, dan Intan yakin suaminya itu bisa menjadi ayah yang sempurna juga.
"Jadinya mau mandi atau mau macam-macam?" Tanya Intan berbisik.
"Satu macam, yaitu mereguk kenikmatan." Jawab Ario, lalu buru-buru merubah posisi mereka.
Intan terkejut, ia khawatir Ario akan menindih perutnya namun untungnya saja tidak. Pria itu memperlakukannya dengan sangat lembut.
"Cantik banget istrinya mas Ario." Puji Ario jujur.
Intan tersenyum, ia mengusap rahang tegas sang suami lalu menariknya hingga bibir mereka saling bertemu.
Intan dan Ario saling membalas sentuhan, mereka benar-benar menghabiskan sore hari untuk mereguk kenikmatan bersama.
Ario selalu bahagia sebab istrinya tak pernah menolak saat diajak untuk 'bermain' seperti ini.
Kamar mandi beserta benda mati yang ada di dalamnya menjadi saksi seperti apa panas sore versi Ario dan Intan. Pasangan suami istri yang sedang mereguk kenikmatan bersama di dalam hubungan yang halal pastinya.
***
Usai mandi yang disertai permainan, Intan dan Ario pun lekas berpakaian dan makan bersama. Dengan telaten Intan melayani suaminya, mulai dari mengambil nasi dan lauk pauk.
"Kata kamu ada yang mau kamu kasih tahu, ada apa?" Tanya Ario lalu menyuap makanan ke dalam mulutnya.
Intan tersenyum malu-malu. "Nanti, setelah makan." Jawab Intan tanpa menatap suaminya.
Ario hanya manggut-manggut, ia penasaran sekali dengan apa yang akan istrinya sampaikan padanya.
"Tumben kamu malam-malam makan buah?" Tanya Ario melihat istrinya memakan potongan buah yang Ario beli tadi.
"Lagi mau, Mas. Kamu juga nanti tahu alasannya, dan setelah tahu nanti kamu yang akan selalu menyuruhku makan buah." Jawab Intan penuh isyarat.
Ario tak mengerti maksud kata-kata istrinya, ia hanya menangkap maksud jika Intan sedang diet saat ini.
__ADS_1
"Kamu mau diet? Aku saranin jangan ya, kamu udah cantik banget kayak gini, jangan menyiksa diri." Tutur Ario penuh perhatian.
"Enggak kok, Mas. Aku nggak ada niat untuk diet, aku tahu suami aku suka sama penampilan aku yang sekarang." Sahut Intan.
Ario senang, ia pun melanjutkan makan nya lagi sampai habis. Intan melihat itu, ie lekas bangkit dari duduknya untuk mengambil surat yang ia tinggalkan di ruang tamu tadi.
Ario bingung, ia lekas menyusul istrinya. "Kok lari-lari, ada apa sih?" Tanya Ario.
"Aku punya sesuatu, dan ini." Jawab Intan sembari memberikan suratnya pada Ario.
Ario lekas membacanya, ia yang tadi mengerutkan keningnya bingung seketika berubah menjadi penuh senyuman.
Ario lalu menatap istrinya. "Sayang, kamu hamil?" Tanya Ario tidak menyangka.
"Iya, Mas. Sebentar lagi kita akan punya anak," jawab Intan.
Ario melempar surat itu asal, lalu memeluk tubuh istrinya dengan erat.
"Sayang, ya Tuhan. Aku bahagia sekali, terima kasih." Ucap Ario sambil menciumi puncak kepala istrinya.
Intan senang mendengarnya. "Sama-sama, Mas. Kita besarkan sama-sama anak kita ini ya." Balas Intan.
Ario melepaskan pelukannya, ia mengecup bibir istrinya lalu mengangguk.
"Pasti, Sayang. Sekali lagi terima kasih, kamu sudah memberikanku hadiah yang tak ternilai." Ucap Ario dengan begitu bahagia.
Ario lalu berlutut, ia mengusap dan mencium perut istrinya dengan penuh semangat.
"Baik-baik di perut mama ya, Nak." Bisik Ario lalu memeluk tubuh istrinya lagi dengan posisi masih berlutut.
Intan tersenyum, bahkan air matanya sampai menetes karena haru melihat suaminya yang sangat bahagia. Intan mengusap kepala suaminya dengan lembut dan penuh kasih sayang.
Kehidupan pernikahan mereka pasti akan semakin bahagia dengan hadirnya anak, Intan dan Ario sama-sama tak sabar menantikan itu.
IHHH LUCUK BANGET MEREKA🥺❤️
__ADS_1
Bersambung..........................