Pesona Suami Yang Tidak Dicintai

Pesona Suami Yang Tidak Dicintai
Saya kekasihnya!


__ADS_3

Intan mendengus seraya meletakkan kado pernikahan yang sudah ia siapkan untuk Reza. Ia kesal bukan karena tidak ikhlas memberi kado, melainkan karena ia belum menemukan pasangan untuk diajak pergi.


Intan seribu persen yakin dirinya akan ditertawakan dan dicap belum move on oleh kekasihnya yang tukang selingkuh itu.


"Ck, gara-gara pak Ario nih. Ahh kenapa sih dia nolak gue ajak jadi pacar pura-pura sehari!!" Gerutu Intan lalu segera masuk ke dalam mobil.


Intan sudah berdandan sangat cantik dengan tujuan membuat mantan nya itu menyesal, dan niatnya untuk bawa pacar agar mantan nya itu tahu bahwa ia sudah lama melupakannya.


Intan mengendarai mobilnya, ia menatap satpam komplek dengan helaan nafas pelan.


"Kalo satpam ada yang muda, udah gue ajak deh." Gumam Intan ribet sendiri.


Intan pun melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Tidak tahu akan seperti apa nanti, yang pasti ia harus datang.


Bisa saja Intan tidak datang kesana, namun ia tidak mau mantannya itu berpikir bahwa ia takut. Akan lebih baik ia datang dan mengatakan jika kekasihnya sedang pergi keluar kota.


"Erik sialann banget, kenapa coba dunia sempit begini." Gerutu Intan seraya memukuli stir mobilnya karena kesal.


Jalanan yang tidak terlalu macet membuat Intan cepat sampai di hotel tempat pernikahan Reza.


Ia langsung memarkirkan mobilnya di basement, setelah itu pergi dengan membawa kado yang sudah disiapkan.


Berjalan sambil terus menghela nafas, ia pun mendekati meja resepsionis untuk menanyakan ruangan mana yang di pakai untuk acara pernikahan temannya itu.


"Oh baik, Mbak. Terima kasih ya," ucap Intan tersenyum manis.


Intan mengeluarkan ponselnya, ia berusaha menghubungi Bianca dan bertanya apakah dia sudah datang kesana atau belum.


"Si Bianca mah enak udah punya pasangan, lah gue apa? Pasangan gue siapa?" Tanya Intan pada dirinya sendiri.


"Saya." Ucap seseorang di belakang Intan.


Intan menelan gumpalan saliva nya, ia lalu membalik badan dan melihat siapa sosok yang sudah menyahuti ucapannya.


"Ini kan yang kamu mau, saya bertanggung jawab?" Tanya Ario dengan muka datarnya.


"Anda, bagaimana anda …" Intan menggantung ucapannya.


"Tidak perlu banyak bicara, ayo masuk dan temui pengantin itu. Saya tidak punya banyak waktu!" Ajak Ario seraya berjalan mendekati Intan.


Intan melongo sesaat, namun ia tersadar dan buru-buru menyamai langkah Ario di sebelahnya.


Pikiran Intan masih sedikit blank, entah bagaimana pria di sampingnya ini tahu keberadaannya, bahkan memakai baju yang senada.


"Bapak kok tahu saya disini, bahkan baju kita samaan." Ucap Intan.


"Saya tanya istrinya Raka, dia bilang kalian ada acara datang kesini. Jadi saya pikir kamu butuh tanggung jawab saya untuk ini." Jelas Ario tanpa menatap Intan.


"Soal baju, entahlah. Mungkin kebetulan," tambah Ario mengangkat kedua bahunya.


Intan manggut-manggut. "Jika saja saya tidak akan bertemu mantan saya, saya pasti nggak akan minta bantuan anda, Pak." Cicit Intan.

__ADS_1


"Pengantin itu mantanmu?" Tanya Ario lagi dan Intan menjawabnya dengan gelengan kepala.


"Salah satu tamu undangan adalah mantan saya, dan dia mengatakan jika saya datang sendiri ke acara ini, maka saya dianggap belum move on darinya." Jawab Intan panjang.


Ario tiba-tiba menghentikan langkahnya, membuat Intan ikut berhenti. Pria itu menoleh dan menatap gadis di sebelahnya.


"Ada apa, Pak? Tolong jangan mundur, Pak. Saya bisa ditertawakan jika datang sendiri," pinta Intan yang mengira Ario keberatan.


Ario menghela nafas, pria itu tiba-tiba memberikan lengan kanannya untuk di gandeng mesra oleh Intan layaknya pasangan.


"Gandeng tangan saya, tidak ada pasangan yang datang ke acara tanpa bergandengan tangan." Ucap Ario menginstruksi.


"Hah?!" Intan melongo mendengar penuturan Ario, otaknya kurang bekerja cepat.


"Ck." Decak Ario lalu menarik tangan kiri Intan untuk menggandeng tangannya.


Setelah saling bergandengan tangan, mereka berdua pun masuk ke dalam ruangan yang menjadi tempat resepsi pernikahan Reza.


Sebelum ke pelaminan dan mengucapkan selamat, Intan menitipkan kadonya dulu pada gadis yang menjaga meja tamu.


Setelah itu, barulah mereka berjalan bersama menuju kedua mempelai yang sedang sama-sama merayakan kebahagiaan.


"Za, selamat ya." Ucap Intan mengulurkan tangannya.


"Thanks, Tan. Btw, gue baru lihat, ini pacar lo?" Tanya Reza tersenyum ramah.


"Ya, saya Ario. Saya kekasihnya Intan," jawab Ario mengulurkan tangannya juga.


"Kok dia mendadak keren sih." Batin Intan menjerit-jerit.


Intan tertawa dibuat-buat. "Sekali lagi selamat ya," tutur Intan lalu menarik tangan Ario menjauh dari sana.


Setelah sudah cukup menjauh, Intan pun bicara pada Ario.


"Pak, kalo sama orang selain mantan saya nggak apa-apa kok nggak usah bilang pacar, saya takut nggak enak sama bapak." Tukas Intan pelan.


"Biasa saja." Balas Ario cuek.


Intan menatap pria itu dengan tatapan melongo. Salah memang dia bicara pada Ario ini.


"Hai." Seseorang tiba-tiba menyapa Intan bahkan sampai melambai-lambaikan tangannya.


"Itu dia mantan saya, pak tolong senyum sedikit ya." Pinta Intan memohon.


Intan memasang wajah penuh senyuman pada mantan kekasihnya yang mendekatinya bersama seorang gadis dan dua orang temannya.


"Apa kabar, mantanku?" Sapa Erik dengan tengilnya.


"Gue baik." Jawab Intan sombong seraya mengeratkan pegangan di tangan Ario.


Ario melototkan matanya sambil tersenyum paksa, ingin rasanya memarahi Intan yang sekuatnya memegang tangannya.

__ADS_1


"Kenalin, ini Sevy pacar gue." Ucap Erik memperkenalkan.


Intan hanya tersenyum manggut-manggut, dalam hati ia meringis kasihan pada gadis itu. Bagaimana tidak kasihan, gadis itu mendapatkan pria tukang selingkuh seperti Erik.


"Dan ini?" Tanya Erika menunjuk Ario.


Intan tercekat, ia tiba-tiba saja gugup.


"Hah, oh ini pacar gue. Namanya pak– mas Ario," jawab Inya meralat panggilannya.


"Gadis bodohh." Batin Ario mendengar Intan yang berbohong sedikit saja sudah salah.


"Oh ini pacar lo." Kata Erik seraya memperhatikan Ario dari ujung rambut sampai ujung kakinya.


"Gue pikir lo belum move on, soalnya dulu waktu gue putusin aja lo nangis-nangis kan sambil mohon biar kembali sama lo." Tambah Erika tertawa lepas, diikuti oleh kedua temannya.


Intan menahan nafas, mengingat kejadian itu membuat dirinya kembali merasa seperti gadis tidak waras yang mau-maunya memohon pada pria seperti Erik.


"Gue pikir dia bakal gila, ternyata nggak." Tambah teman Erik yang masih saja tertawa.


Ario berdehem, ia melepaskan rangkulan tangan Intan. Hal itu sempat membuat Intan panik karena mengira Ario sudah tidak mau membantunya lagi, tapi setelahnya ia malah dibuat terkejut oleh tindakan pria di sebelahnya.


Ario merangkul mesra pinggang Intan dan sedikit menariknya sehingga tidak ada jarak diantara mereka.


Intan syok, gugup dan tidak menyangka pria itu akan melakukan hal seperti ini.


"Anda mengatakan jika kekasih saya belum move on, sementara anda yang terus saja membahas masa lalu. Sebenarnya disini anda lah yang belum move on kan?" Tanya Ario dengan tenang, namun berhasil jleb ke hati.


Wajah Erik yang tadi terlihat sombong seketika langsung pucat pasih.


"Apa maksudmu, aku tidak. Aku sudah move on dan memiliki kekasih!" Sahut Erik tidak terima.


"Itu bagus, karena saya tidak suka jika kekasih saya sampai di dekati masa lalunya lagi. Dan lagi, gadis cantik seperti Intan tidak cocok dengan pria modelan seperti anda." Timpal Ario tersenyum remeh.


"Seperti apa maksudmu hah!" Erik berteriak tidak terima.


Ario tidak membalas, ia menoleh menatap Intan yang menatapnya dengan wajah melongo.


"Kamu lapar kan, Sayang?" Tanya Ario seraya mengusap-usap pipi Intan dengan lembut.


"Duhh, kok gue jadi senam jantung gini. Terus nih cowok nyebelin kenapa berubah jadi ganteng," batin Intan seketika terpesona pada ketampanan Ario.


"Ayo." Ajak Ario lembut.


Intan tersadar, ia pun mengalihkan pandangannya lalu mengangguk.


"I-iya." Balas Intan gugup.


Intan pasrah saja saat dirinya ditarik lembut oleh Ario untuk pergi dari hadapan mantannya yang menyebalkan itu.


MBAK INTAN KOK KOK MULU HARI INI🤣

__ADS_1


Bersambung..................................


__ADS_2