Pilihan Hati Kiara

Pilihan Hati Kiara
episode 14


__ADS_3

Acara pergelaran rancangan busana Evan Scandz sebentar lagi dimulai. Evan sejak tadi terlihat sangat sibuk memantau kesiapan model-modelnya satu persatu. Bagi Evan acara ini harus sempurna. Banyak tamu penting yang akan datang mulai dari artis-artis hollywood,  CEO dari perusahaan terkenal, beberapa pejabat penting dan tentu saja wartawan dari berbagai media terkemuka baik dari dalam maupun luar negeri. Oleh karena itu Evan tidak mau ada cacat sedikitpun yang mereka sampaikan di berita mereka. Karena ini menyangkut nama baik Evan yang sudah dia rintis sejak lama.


“Everything must be perfect!!!” teriak Evan.


“Yooo...” teriak semua kru yang terlibat dalam acara Evan.


Di ruang persiapan, para model sedang bersiap-siap dibantu beberapa asisten Evan. Mereka memastikan apakah penampilan model-model cantik itu sempurna seperti perintah bos mereka. Tidak terkecuali Kiara yang juga menjadi bagian dalam acara Evan. Kiara saat ini sedang ditangani Olive yang sedang merapikan make up wajahnya.


Kiara kali ini mengenakan gaun berwarna hitam dengan belahan bawah setinggi paha. Evan memilih gaun itu untuk menunjukkan sisi garang dari Kiara. Ia juga meminta Olive untuk merias Kiara dengan berani.


“Jangan nervous, Nona. Aku percaya kau bisa"


Evan menghampiri Kiara dan membenarkan beberapa detail pada gaun yang dikenakan Kiara. Kiara tersenyum simpul. Setelah beres merapikan Kiara, Evan beralih pada model lainnya.


“Kau sangat cantik, Nona. Aku yakin semua mata akan tertuju padamu meskipun bukan kau ikon Evan malam ini" puji Olive dengan tangan yang masih sibuk memoles wajah Kiara.


“Jangan gugup. Aku percaya kau mampu. Aku tidak akan salah memilihmu" bisik Rio di telinga Kiara dan berlalu seperti angin. Kiara kaget tetapi tidak dengan Olive. Olive hanya  tersenyum mendengar bisikan Rio pada Kiara.


“Sepertinya dia menyukaimu, Nona,” goda Olive membuat Kiara menunduk tidak menanggapi ucapan Olive.


Terdengar suara bariton dari dalam ballroom pertanda acara dimulai. Pembawa acara mulai berbasa basi mengulur waktu agar para model bisa bersiap-siap untuk tampil.


Evan segera berlari meninggalkan ruang persiapan dan memberikan kode agar mereka segera berbaris. Model-model Evan beranjak dari tempat duduk mereka masing-masing dan mulai berbaris. Sebentar lagi mereka akan berjalan satu-persatu memperagakan gaun rancangan Evan. Kiara mengikuti instruksi Olive. Dia berdiri di barisan tengah.


“Sekarang memang bukan kau yang menjadi bintang but next aku pastikan kamu bintangnya" bisik Rio dan kembali berlalu bagaikan angin.

__ADS_1


Lagi-lagi Kiara kaget dengan ulah Rio. Rio datang dan pergi secepat kilat layaknya hantu yang membuat Kiara sedikit merinding.


"Mengapa Rio masih di sini? Bukankah seharusnya dia stand by di dalam?" gumam Kiara.


Kiara menata hatinya.


“Aku bisa...aku bisa...aku bisa..." bisik Kiara menyemangati dirinya sendiri


Kiara memulai langkahnya ketika melihat model di depannya sudah mulai masuk perlahan. Model di depan Kiara melangkah masuk, berlenggang di atas panggung dan kini otomatis Kiara berada di sudut panggung sebelah kiri.


Kiara mengangkat wajahnya yang sejak tadi ia tekuk tetapi kakinya masih setia berdiri di sudut panggung belum mau melangkah.


Evan meremas tangannya ketika melihat Kiara belum melangkah juga sedangkan model di depan Kiara sudah hendak kembali ke sudut panggung sebelah kanan. Beberapa kali Evan memberikan kode agar Kiara melangkah. Evan mulai gemetaran. Keringat dingin mulai membasahi dahi Evan.


Kiara menghela nafas panjang. Kiara mulai berjalan perlahan memasuki panggung catwalk, raut wajahnya berubah optimis dengan senyum mengembang dan mata bersinar.


Kiara berhenti ketika sudah sampai di ujung panggung. Meletakkan kedua tangannya di pinggang. Kiara menampakkan senyum sensual dan tatapan menggodanya, sungguh setiap orang yang melihat Kiara pasti akan terbius. Kilatan lampu kamera tak henti menghujani Kiara. Mereka kagum sekaligus bertanya-tanya siapakah model baru yang dipakai Evan?.


Kiara menghadapkan wajahnya ke sebelah kanan beberapa detik dan berganti ke arah kiri. Dilihatnya Dira tersenyum kepadanya. Hati Kiara lega karena kakaknya hadir di acara ini. Meskipun tamu yang datang sangat banyak, Kiara tetap bisa mengenali Dira yang datang dengan pakaian resmi para CEO perusahaan. Kiara membalikkan badannya, melangkah kembali meninggalkan panggung catwalk.


“Aku bangga padamu,” bisik Dira dalam hati.


Dira tidak percaya bahwa yang gadis yag baru saja tersenyum kepadanya adalah Kiara, adik perempuannya.


Di tempat lain, Rio menegang melihat Kiara. Rio tidak menyangka Kiara dapat membawakan gaun hitam itu dengan aura yang sangat dahsyat sehingga membuat matanya tidak mau berkedip.

__ADS_1


Seingat Rio saat di ruang persiapan, aura Kiara biasa saja. Bahkan beberapa menit yang lalu ketika dia sengaja melewatinya untuk memberikan semangat, Kiara tampak seperti model amatiran yang dilanda demam panggung.


Tetapi mengapa ketika di atas panggung sangat dahsyat sekali? Beberapa kali Rio nyaris kehilangan best moment penampilan Kiara karena terlalu lama mematung. Rio yakin para tamu undangan yang lain juga terpukau dengan penampilan Kiara.


Dan setelah semua model selesai tampil, Evan keluar bersama Emily, model yang menjadi ikon acara ini. Evan berjalan bersama Emily dengan senyum sumringah. Mereka berhenti tepat di ujung panggung. Evan membungkukkan badannya beberapa kali dan mengucapkan terima kasih.


Beberapa orang memberikan buket bunga kepada Evan. Evan menerima buket itu sambil mengucapkan terima kasih. Evan membalikkan badan dan berjalan meninggalkan panggung bersama Emily.


Model-model Evan kembali masuk satu persatu dan kembali membuat barisan berbanjar. Mereka serempak melangkah maju dengan melambaikan tangan diiringi tepuk tangan meriah dari para tamu undangan yang hadir.


Setelah beberapa menit model-model Evan turun satu persatu dan menyebar karena mereka akan melakukan sesi ramah tamah dengan para tamu. Jika model lainnya menghampiri wartawan dan para tamu undangan penting lainnya, berbeda dengan Kiara yang memilih melepas sepatu heelsnya dan berkeliling mencari Dira.


Rio dan Evan yang menangkap sosok Kiara bergegas mengikuti Kiara. Mereka khawatir Kiara akan hilang dibawa orang asing. Kiara berhenti sejenak, meregangkan otot kakinya yang pegal. Kiara kembali mengedarkan pandangannya, mencari keberadaan Dira.


“Kemana, Kadir? Masak iya sudah pulang?” tanya Kiara dalam hati.


Namun tiba-tiba ... happpp... seseorang memeluk Kiara dari belakang. Kiara membulatkan kedua matanya mendapat serangan mendadak seperti itu. Kiara segera memutar badannya. Senyum Kiara mengembang ketika tahu siapa yang memeluknya. Dira tersenyum lebar, ia menyodorkan buket mawar merah pada Kiara. Kiara tentu saja langsung menerima pemberian Dira dan kembali memeluk Dira dengan erat.


“Aku bangga padamu,” bisik Dira di telinga Kiara.


Dira meluruskan pandangannya dan dengan jelas dia melihat dua pasang mata berdiri mematung menyaksikan adegan dirinya dan Kiara. Dira menampakkan seringai liciknya yang tentu saja tidak terlihat oleh Kiara.


“Sepertinya aku ada ide bagus" gumam Dira.


__ADS_1


                    ____***____


“Hmmm... Kiara sayang, rupanya kau kabur kesana. Tenang saja aku akan menjemputmu. Tunggu kedatanganku..”


__ADS_2