
"Selamat siang, saya Ivana, salah satu tim dari WO milik Elena yang ditunjuk tuan Adiraka untuk menangani pernikahan Anda" ucap Ivana memperkenalkan diri kepada Elang dan Kiara.
Ivana mengulurkan tangan kanannya, berjabat tangan dengan Elang dan Kiara secara bergantian. Tak lupa senyum ramahnya yang selalu ia tampilkan ketika bertemu dengan kliennya.
Kiara memicingkan matanya, mengingat-ingat wajah wanita yang sedang tersenyum kepadanya. Wajah Ivana tidak asing bagi Kiara. Wajah bule dengan manik mata biru, hidungnya yang mancung serta alisnya yang tebal benar-benar mengingatkan Kiara pada seseorang.
"Sesuai jadwal hari ini, kalian akan melakukan foto prewed dan Mas Elang sudah mengkonfirmasi jika foto prewed akan dilakukan di La fest" ucap Ivana lagi.
Elang mengangguk tapi tidak dengan Kiara. Dia terus mengingat-ingat dimana ia menjumpai Ivana atau paling tidak siapakah temannya yang mirip dengan Ivana.
"Untuk dress codenya bagaimana Mas Elang dan Mbak Kiara?" tanya Ivana.
Elang menoleh pada Kiara, hendak memintanya menjawab. Namun, kenyataannya wanita yang sejak tadi disampingnya sedang melamun.
Cup...
Elang mengecup kening Kiara dengan jahil dan tentu saja hal itu membuat Kiara kaget dan sadar dari lamunannya.
"Apaan sih, sayang?" tanya Kiara jutek.
"Kau kenapa melamun? tadi Miss Ivana menanyakan dress codenya bagaimana?" ucap Elang tersenyum jahil.
"Tapi kan nggak perlu encap encup di depan orang juga. Malu tahu" ucap Kiara lagi membuat Ivana tertawa geli melihat kliennya ini.
"Sudah jangan marah. Itu Miss Ivana menanyakan dress code bagaimana?" ucap Elang.
"Dress codenya sudah ada di bagasi mobilmu, Elang. Tadi aku sudah meletakkannya disana" kata Kiara membuat Elang mengernyitkan dahi. Pasalnya ia tak pernah diberi tahu baju apa yang akan mereka gunakan untuk foto prewed. Kiara hanya mengatakan ingin melakukan foto prewed di La fest, taman bermain seperti dufan.
"Baiklah, kalau dress code sudah ada. Mari Tuan Elang dan Nona Kiara bisa bersiap-siap sambil menunggu fotografer kami mempersiapkan perlengkapannya. Untuk foto pertama mau di ambil dimana?" tanya Ivana.
"Depan bianglala" jawab Kiara cepat.
Ivana mengangguk dan dengan segera beberapa orang yang termasuk dalam tim bersama Ivana datang. Beberapa diantara mereka membantu Kiara dan Elang bersiap-siap sedangkan yang lain langsung menuju tempat yang akan digunakan foto prewed, termasuk Ivana.
Tidak butuh waktu lama, Kiara dan Elang sudah berganti baju. Kiara memakai kaos berwarna merah bertuliskan "calon bini" yang ia padukan dengan rok cokelat bergaris hitam putih. Kiara menguncir ekor kuda rambutnya, menggunakan make up tipis yang tentu saja tidak mengurangi kecantikannya. Sedangkan Elang memakai kaos berwarna sama bertuliskan "calon laki" yang ia padukan dengan celana panjang warna cokelat.
Elang hanya bisa tertawa cekikikan ketika melihat penampilannya di depan kaca. Entah ide darimana yang Kiara dapatkan sehingga memilih tema seperti ini. Elang merasa seperti kembali ke masa-masa awal kuliah, ketika umurnya baru menginjak dua puluh tahun.
"Kau kenapa tertawa?" tanya Kiara yang tiba-tiba muncul di belakang Elang.
"Ah tidak. Elang hanya terkesima dengan tulisan di kaos ini" ucap Elang. Ia memang tidak berbohong dengan hal itu. Saking terkesimanya, membuat Elang tak henti ingin tertawa.
"Memangnya kenapa? baguskan?" tanya Kiara menaikkan kedua alisnya. Kiara paham maksud perkataan Elang yang seolah-olah mengejeknya.
"Bagus kok... siapa bilang tidak bagus. Elang hanya tidak kepikiran saja kalimat ini yang kamu pilih, sayang" kata Elang.
__ADS_1
"Sini kalau Elang nggak suka, nanti Ara tipe-X. Ara bakalan ganti sama tulisan Elang jelek" ucap Kiara kesal dan berlalu meninggalkan Elang.
Elang mengikuti langkah Kiara. Ia tersenyum melihat calon istrinya kesal seperti itu. Menggemaskan, begitu yang nampak di mata Elang.
Kiara melangkah dengan kesal menuju tempat foto prewed. Elang berjalan mengekori Kiara sambil bersiul dan bersenandung kecil.
Ivana melambaikan tangannya ketika melihat Elang dan Kiara berjalan mendekat ke arahnya. Ivana tersenyum geli melihat kaos yang dipakai mereka, lebih tepatnya tulisan pada kaos mereka. Pasangan lucu, begitu Ivana menyebutnya.
"Kalian sudah siap?" tanya Ivana yang dijawab anggukan oleh Kiara.
"Baiklah... jika kalian sudah siap. Ayo ke depan bianglala, fotografernya sudah siap!" ajak Ivana lalu menepuk bahu seseorang yang ia percayakan untuk mengambil gambar prewed Kiara dan Elang.
Laki-laki itu yang sedari tadi sibuk dengan kameranya, tentu saja menoleh dan membalikkan badan.
Deg...deg...deg...
Kiara mematung melihat sosok yang juga kaget ketika melihatnya. Kiara menutup mulutnya yang menganga akibat syok dengan apa yang dilihatnya. Kiara mengerjapkan kedua matanya berkali-kali, memastikan jika ia tidak salah lihat.
"Nona Kiara dan Tuan Elang, ini Rio yang akan menjadi fotografer kalian. Dia salah satu fotografer hebat dari New York. Beruntung sekali kalian bisa ditangani Rio" ucap Ivana mulai promosi.
"Rio, they are Miss Kiara and Mr. Elang....." ucapan Ivana terpotong ketika pergerakan tangan Rio spontan mengarah pada wajah Kiara. Untung saja Ivana cepat tanggap, ia menahan tangan Rio sehingga tidak sampai menyentuh wajah Kiara.
"Maaf" ucap Ivana. Ia segera menarik tangan Rio agar menjauh dari Kiara. Ia juga tidak enak dengan Elang, yang tentu saja kaget melihat ulah Rio barusan.
Kiara menatap Elang dengan cemas. Kiara takut Elang akan marah. Namun apa yang ditakutkan Kiara tidak tampak pada Elang. Wajah Elang tampak tenang, tidak terlihat marah sedikitpun.
Kiara dan Elang mengangguk. Mereka segera mengambil tempat di depan bianglala. Mereka berpose sesuai arahan Ivana. Foto-foto candid yang menggemaskan, begitu Ivana menyebutnya ketika ia melihat hasil jepretan Rio di kameranya.
Kiara dan Elang berpindah ke komedi putar. Kiara duduk di atas kuda sedangkan Elang berdiri di belakangnya. Mereka berpose seolah-olah tertawa. Setelah itu, Ivana memberikan kembang gula pada Kiara. Kini pose Kiara duduk menyamping dengan kepala mendongak ke arah Elang. Elang tetap berdiri dengan kepala agak menunduk. Tangan Elang mengambil kembang gula milik Kiara dan...
Cekrek... cekrek...
Sekali lagi foto hasil jepretan Rio sangat sempurna. Ivana tak berhenti berdecak kagum dengan sesi foto prewed kali ini. Pasalnya baik model dan fotografernya, sama-sama memiliki aura positif sehingga menghasilkan foto yang indah.
"Nona Kiara dan Tuan Elang, kita sudah ada 10 foto. Apakah kalian mau melihatnya?" tanya Ivana.
Elang menarik tangan Kiara. Mereka berjalan menghampiri Ivana bergeser sedikit agar Kiara dan Elang bisa melihat hasil foto mereka. Kiara berdiri dengan canggung, ia tepat berdiri di sebelah Rio sedangkan Elang malah berdiri di belakangnya sambil memeluknya. Elang meletakkan kepalanya di atas kepala Kiara. Sungguh posisi mereka membuat iri orang-orang di sana.
Kiara melirik sekilas ke arah Rio. Rio nampak membuang muka melihat kemesraan mereka berdua. Kiara menghela nafas kasar. Kenapa disaat seperti ini ia malah bertemu dengan Rio? Bagaimana bisa Rio ada di Jakarta sedangkan Kiara sudah lama tidak tahu kabar mengenai Rio.
Kiara memejamkan matanya, berdoa semoga tidak ada hal buruk yang akan terjadi nanti. Kiara jadi ingat perkataan Dira beberapa waktu lalu, jika Kiara harus kuat karena biasanya ada saja gangguan yang muncul menjelang hari pernikahan.
"Sepertinya saya jatuh hati dengan hasil karya Mr. Rio. Saya ingin melakukan foto prewed lagi dengan tema yang lain" ucap Elang tanpa menoleh ke arah Rio.
"Sayang...???" Kiara mendongakkan kepalanya menanyakan maksud ucapan Elang.
__ADS_1
"Lihatlah foto-fotonya bagus sekali. Sekalian saja kita foto prewed yang banyak buat di pajang di kamar, rumah bahkan ruang kerja" ucap Elang lalu mencium pipi Kiara sekilas.
Glek... Kiara kaget. Ia kembali melirik ke arah Rio sekilas dan nampaknya Rio masih membuang muka, tak menoleh ke arah mereka.
"Miss Ivana, saya ingin melakukan foto prewed lagi dengan dresscode putri dan pangeran" ucap Elang yang disambut antusias oleh Ivana.
"Siapkan gaun dan setelan tuxedo untuk kami. Terserah model apa saja. Kami tidak punya banyak waktu untuk memilih. Setidaknya besok atau lusa kami melakukan foto prewed lagi" lanjut Elang.
"No, Elang....!!!" teriak Kiara mengurai pelukan Elang.
"Kenapa? Kau tidak mau foto prewed lagi? Lihatlah hasil karya Mr. Rio sangat bagus. Elang yakin Abang Dira akan setuju dengan ini" ucap Elang tidak mau mengalah.
"Mmm... pernikahan kita sudah dekat. Kalau kita ribet di foto prewed nanti urusan yang lain bisa terbengkalai" ucap Kiara mencari alasan.
"Tenang saja, sayang. Abang Dira memilih WO yang profesional. Mereka pasti bisa mewujudkan keinginan kita. Iyakan, Miss Ivana?," tanya Elang yang tentu saja dijawab anggukan oleh Ivana.
"Anda tenang saja, Nona Kiara. Kami mempunyai banyak stok gaun untuk Anda. Nanti saya akan mengirim fotonya kepada Anda sehingga Anda bisa memilih gaun mana yang sesuai dengan selera Anda" ucap Ivana yang disambut senyum kemenangan Elang.
"Anda tidak perlu khawatir. Sebagian dari koleksi saya adalah gaun rancangan saudara kembar saya yang juga desaigner di New York......"
"Wait! Saudara kembar? Anda kembar?" tanya Kiara memotong perkataan Ivana.
"Ya, kembar. Kembaran saya seorang desaigner di New York"
"Siapa namanya?" tanya Kiara penasaran.
"Evan Scandz dan saya Ivana Scandz..."
Kiara kembali terkejut dengan apa yang didengarnya. Setelah kehadiran Rio, sekarang fakta bahwa Ivana adalah saudara Evan juga membuatnya terkejut. Pantas saja Rio bisa berada di Jakarta, Ivana dan Evan adalah saudara kembar yang sama-sama berprofesi sebagai desaigner. Bisa jadi Ivana berkolaborasi dengan Rio yang tak lain adalah fotografer Evan. Kiara mendengus kesal. Mengapa dunia sesempit ini?
"Kenapa? Kau kenal dengan saudara kembar Ivana?" tanya Elang membuyarkan lamunan Kiara.
"Em...eh... kenapa?" tanya Kiara gelagapan.
"Sepertinya kau kelelahan, sayang. Bagaimana kalau sesi foto prewed kita sudahi saja ? Lagipula akan ada sesi foto prewed selanjutnya kan? Jadi kita harus istirahat" ucap Elang yang dijawab anggukan lemah oleh Kiara.
"Baiklah Miss Ivana sepertinya cukup untuk hari ini. Kami pulang dulu," pamit Elang sembari berjabat tangan dengan Ivana.
Elang menarik tangan Kiara, mereka melangkah meninggalkan Ivana dan lainnya yang masih berada di tempat itu. Kiara menoleh ke belakang, melihat bagaimana reaksi Rio. Namun rupanya Rio sudah tidak ada di tempat itu. Raut wajah Kiara berubah menjadi kecewa.
"Heiii... Kau sedang liat apa?" tanya Elang membuyarkan lamunan Kiara. Kali ini Elang melingkarkan tangan kanannya di pinggang Kiara.
"Tidak. Aku tidak lihat apa-apa" jawab Kiara cepat.
Cup...
__ADS_1
Elang kembali mencium pipi Kiara dan segera berlari menuju mobilnya yang terparkir tak jauh dari tempat mereka. Kiara yang kaget seketika mengejar Elang. Sekilas bayangan Rio hilang dari pandangan Kiara. Kiara asyik mencubit pinggang Elang, mengelitiknya hingga Elang tak berhenti tertawa.
Yuk di Vote mumpung hari Senin