Pilihan Hati Kiara

Pilihan Hati Kiara
episode 22


__ADS_3

Dua tahun kemudian....


“Kiara Putri Sanjaya.......”


Senyum Kiara mengembang ketika mendengar namanya dipanggil. Hari ini Kiara di wisuda setelah dua tahun menyelesaikan studynya di NYU.  Kiara berhasil mendapat gelar Master of Bussiness dari New York University , universitas tempatnya melanjutkan kuliahnya di NY .


Hal yang lebih membanggakan lagi, Kiara berhasil meraih predikat sebagai mahasiswa lulusan terbaik tahun ini. Kiara berhasil mengalahkan ribuah mahasiswa lain dari berbagai negara yang juga mengambil study di NYU.


Kiara melangkahkan kakinya dan naik ke atas panggung dengan riang. Tepuk tangan dan sorak sorai mengiringi langkahnya. Kiara menerima piagam penghargaan di hadapan ribuan mahasiswa lainnya. Penghargaan itu diberikan oleh pihak NYU sebagai apresiasi atas prestasi yang di raih Kiara.


Kiara dipersilakan untuk memberikan speech . Ia berdiri di atas podium, menyampaikan speech singkatnya dengan rasa bangga dan mata berkaca-kaca. Tepuk tangan dan sorak-sorai kembali menggema ketika Kiara selesai menyampaikan speechnya. Kiara membungkukkan badannya, segera turun dan berlari menghampiri Dira.


Dira memang wajib hadir dalam upacara wisuda Kiara karena Dira adalah satu-satunya keluarga Kiara yang ada di NY. Sudah sejak seminggu yang lalu, Kiara mewanti-wanti Dira untuk hadir di upacara wisudanya. Kiara akan marah besar dan tidak mau menerima alasan apapun jika Dira tidak hadir.


Dira memeluk Kiara dengan erat. Gadis kecilnya ini masih sempat melompat-lompat dalam pelukannya. Dira sangat bangga menjadi salah satu saksi hidup keberhasilan adiknya. Andai Mama Widya juga hadir disini, pasti Mama Widya akan ikut merasakan atmosfer kemenangan ini.


“Congrats my girl ! Gue bangga sama lu"


Dira kembali memeluk Kiara. Sebagai kakak yang tahu bagaimana usaha Kiara menyelesaikan kuliahnya tepat waktu sesuai target yang Dira berikan, patutlah dirinya merasa sangat bahagia. Bahagia yang tidak dapat ia ungkapkan dengan kata-kata.


“Mana hadiah buat gue?” tagih Kiara, karena memang Dira menjajikannya hadiah jika Kiara berhasil meraih predikat cumlaude saat lulus.


“Hmmmmmm....... lu maunya apa??” tanya Dira.


Dira akan mengabulkan apapun permintaan Kiara entah permintaannya masuk akal atau tidak. Baginya apapun yang akan Kiara minta tak akan pernah sebanding dengan prestasi yang diberikan oleh Kiara padanya.


“Vacation” ucap Kiara mantap.


“Boleh. Lu mau kemana?” tanya Dira.


“Labuan Bajo??” tawar Kiara.


“Labuan Bajo??? Indonesia?? Lu mau kesana?” tanya Dira memastikan.


Kiara mengangguk cepat.


“Boleh” ucap Dira tersenyum menyetujui permintaan Kiara.

__ADS_1


“Tapi lu nggak boleh ikut” ucap Kiara.


“What?? Kenapa begitu?” tanya Dira.


“Karena ini hadiah gue. Jadi hanya gue yang pergi ke Labuan Bajo. Tidak ada lu dan para tukang pukul lu itu. Only me" ucap Kiara memberikan permintaan tambahan.


Dira manggut-manggut, menimbang untuk mengabulkan permintaan tambahan adiknya itu. Untuk saat ini sepertinya Dira akan membiarkan Kiara untuk bebas dulu. Anggap saja sebagai hadiah kerja kerasnya. Dira tidak ingin merusak suasana hari bahagia adiknya dengan menolak permintaan adiknya itu.


“Deal?” Kiara menjulurkan tangan kanannya.


“Deal, Kiarang sarang burung" ucap Dira menyambut uluran tangan kanan Kiara.


“Kapan gue berangkat?" tanya Kiara tak sabar. Matanya berbinar-binar menatap Dira.


“Besok" jawab Dira cepat.


“Besok???” tanya Kiara tak percaya.


Dira mengangguk membuat Kiara bersorak heboh.  Kiara menari-nari, menampakkan sikap konyolnya. Kiara tidak peduli jika dirinya saat ini berada di tempat umum dan menjadi pusat perhatian.


“Yess akhirnya gue bisa bebas sementara waktu" batin Kiara dalam hati.


Dira dan Kiara melangkah menuju luar area wisuda karena acara memang sudah selesai. Dira meminta Kiara menunggunya di gerbang utama karena Dira akan mengambil mobilnya terlebih dahulu yang terparkir agak jauh dari area wisuda. Kiara menurut. Kiara berjalan menuju gerbang utama dengan langkah ringan.


“Araa.....!!!” panggil seseorang.


Mendengar seseorang memanggilnya, Kiara menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang. Tampak seorang laki-laki memakai toga berlari menghampiri Kiara.


“Zi... an..???” ucap Kiara kaku.


Kiara tidak menduga laki-laki itu juga ada di sini, memakai toga sama seperti dirinya.


“Selamat ya, Ara. Selamat atas keberhasilanmu! Kau sangat hebat bisa meraih predikat sebagai lulusan terbaik” puji Zian sambil menjabat tangan Kiara.


“Terima kasih, Zian. Kau juga diwisuda hari ini?” tanya Kiara melepas jabatan tangan Zian dengan cepat. Kiara masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


“Tentu saja! Kau tidak lihat pakaianku sama denganmu. Kita kan masuk kuliah bersama meskipun berbeda jurusan. Jadi wisudanya harus bersama juga dong" ucap Zian penuh percaya diri.

__ADS_1


“Ha.. Ha..Ha..” Kiara tertawa nyicil.


“Bagaimana kalau malam ini kita merayakan kelulusan di Night Club 99? Aku yang traktir" Zian memberikan tawaran yang tentu saja tidak akan diiyakan oleh Kiara.


Kiara tidak tertarik datang ke Night Club 99, tempat dengan sejuta kegaduhan dan kemaksiatan. Lebih baik Kiara tidur semalaman atau makan bersama Dira dari pada harus ke Night Club 99 bersama Zian.


“Maaf Zian, aku sudah ada rencana dengan Dira" ucap Kiara menolak halus.


“Boleh aku bergabung?" Zian masih mencoba menawar.


“Tentu saja tidak" jawab Kiara cepat dan itu membuat Zian kaget.


Kiara meninggalkan Zian tanpa pamit ketika melihat mobil Dira mendekat. Kiara berlari dan segera melambaikan tangannya agar Dira menghentikan laju mobilnya. Kiara membuka pintu mobil dan segera masuk. Kiara tidak ingin berlama-lama dengan Zian.


Baginya Zian tak lebih dari seorang penguntit yang selalu mengikutinya. Kiara merasa ngeri dan tidak nyaman setiap bertemu dengan Zian. Ada aura negatif yang Kiara rasakan setiap bertemu Zian. Mobil Dira melaju dan meninggalkan Zian yang masih berdiri mematung.


 Zian tersenyum kecut melihat penolakan Kiara.Gadia itu selalu menolaknya. Tidak di Indonesia, tidak di New York. Tapi bukan Zian namanya jika ia menyerah untuk mendapatkan Kiara.


Zian menyeret langkahnya menuju parkiran. Ia mengambil mobilnya dan segera mengendarainya dengan kecepatan sedang.


“Berkali-kali aku ditolak. Berkali-kali aku akan berjuang. Kau itu hanya milikku. Sampai kapanpun kau akan ku kejar" gumam Zian tertawa licik.


Di tempat lain, di sudut taman yang masih dalam area tempat wisuda Kiara tadi. Seorang laki-laki duduk di kursi taman dengan lesu. Sebuah kamera tergeletak begitu saja di sampingnya. Laki-laki itu memegang buket bunga mawar merah yang masih segar dan berbau sangat wangi. 


Lelaki itu tentu saja Rio, yang diam-diam hadir melihat upacara wisuda Kiara dari jauh. Beberapa kali Rio mengabadikan momen-momen indah Kiara dengan kameranya.Rio benar-benar tidak memiliki keberanian untuk mendekati Kiara.


Selama dua tahun pula Rio dengan diam-diam mengikuti Kiara jika Kiara sedang kuliah di NYU. Rio tidak punya nyali untuk memunculkan batang hidungnya. Sejak kejadian pesta ulang tahun Evan, Rio mendapat peringatan keras dari Evan.


Rio bisa saja tidak menuruti peringatan Evan. Namun otak dan hatinya meminta Rio untuk bersabar, menjauh sementara dari Kiara agar Kiara dapat menyelesaikan kuliahnya dengan tenang. Rio akan sabar meskipun hanya bisa memandang Kiara dari jauh dan memotretnya dengan kamera yang selalu setia menemaninya.


“Aku memang pengecut, Kiara. Sebenarnya aku sangat ingin mengucapkan selamat kepadamu. Namun aku tidak memiliki keberanian untuk itu. Aku takut Adiraka akan membawamu jauh dariku. Setidaknya untuk saat ini aku masih bersyukur bisa melihatmu meskipun dari jauh. Tapi aku akan berjanji kepadamu. Suatu saat nanti  aku akan datang melamarmu pada Tuan Adiraka secara langsung. Aku berjanji, Kiara. Tunggu aku!" gumam Rio.


hai readersss....


sebelumnya author mengucapkan buannnyyyaaaakkkk terima kasih buat kalian yang selalu setia membaca PILIHAN HATI KIARA mulai episode 1 sampai sekarang.


sekali lagii salam kenal dan terima kasih

__ADS_1


" 1 love" jangan lupa tinggalkan jejak ya


__ADS_2