
Flash back on
Ellea pertama kali melihat sosok Elang ketika akan menjemput Zian di kampusnya. Hari ini dia sudah berjanji akan menjemput Zian karena akan ada acara keluarga di rumah Ellea. Zian saat itu berada di taman samping gedung kuliahnya. Ia sedang nongkrong bersama teman-teman kelasnya termasuk Elang.
Ellea terpaku melihat Elang yang tengah sibuk dengan laptopnya. Ia langsung jatuh hati dengan Elang. Sejak pertemuan itu, Ellea sering bertanya tentang Elang pada Zian. Berapa nomor ponselnya, dimana rumahnya, apa makanan kesukaannya dan banyak hal lagi.
Zian menangkap sinyal ketertarikan Ellea pada Elang. Zian tahu jika Elang sangat cuek dengan perempuan. Sahabatnya itu lebih suka menghabiskan waktu dengan laptop daripada bercengkrama dengan wanita-wanita yang banyak mendekatinya.
Muncul ide di benak Zian untuk menjadi mak comblang antara Ellea dan Elang. Selama setahun Zian berusaha mendekatkan mereka hingga pada akhirnya Ellea mendengar kalimat yang sudah lama ia nantikan.
“El, aku suka kamu. Maukah kau jadi pacarku?” ucap Elang.
Elang duduk berlutut di hadapan Ellea dengan sebuket bunga mawar di tangannya. Ellea, yang mendengar kalimat pernyataan Elang tentu saja merasa berbunga-bunga. Jantungnya tak henti berdegub kencang. Andai saja detak jantungnya bisa di loudspeaker pasti akan setara dengan suara sirene ambulan.
Ellea mengambil bunga dari tangan Elang.
“ I love you, Elang” ucap Elea lalu mengecup pipi Elang.
“Wah... wah... so sweet banget...” teriak orang-orang di sekitar mereka.
Wajah Ellea memerah dengan apa yang dilakukannya. Ellea mencium Elang di depan umum. Elang yang mendapat ciuman mendadak dari Ellea tentu saja tidak dapat menyembunyikan teriakan bravonya. Hari ini Elang dan Ellea resmi berpacaran.
__ADS_1
Ellea menjadi pacar yang sangat perhatian. Meskipun dia berbeda kampus dengan Elang, Ellea selalu menyempatkan diri untuk bertemu Elang. Ellea selalu menunggu Elang ketika Elang sibuk dengan laptopnya. Ellea tidak segan akan membelikan makanan dan menyuapi Elang karena Elang akan lupa segalanya jika sudah berhadapan dengan laptop.
Ellea juga menjadi pacar yang penurut. Elang sangat membatasi gerak –gerik Ellea. Elang melarang Ellea menggunakan media sosialnya tanpa izin. Elang mengubah password semua media sosial milik Ellea. Jika Ellea akan online, Elang yang akan men log in kan dan Elang akan mengawasi Ellea sampai ia selesai menggunakan medsosnya.
Ellea tidak sedikitpun merasa terkekang dengan sikap Elang yang seperti itu. Ellea sangat menikmati perannya sebagai pacar Elang. Hingga akhirnya dia bertemu dengan Amran, kakak kelasnya dulu sewaktu SMA.
Dulu Ellea pernah menyatakan cintanya kepada Amran, anak basket yang paling populer di sekolahnya. Namun, Amran menolaknya. Ellea harus rela mengubur rasa cintanya dalam-dalam. Ketika sekarang ia berstatus pacar Elang, Ellea tidak sengaja bertemu lagi dengan Amran. Entah bagaimana rasa cinta itu muncul kembali di hati Ellea. Ellea kembali mendekati Amran tanpa sepengetahuan Elang yang saat itu sedang magang di Malaysia.
Ellea membeli ponsel baru yang dia gunakan khusus untuk menghubungi Amran. Dengan begitu Ellea bebas dari pelacakan Elang. Entah Ellea sepertinya sedang terkena syndrome cinta lama belum kelar di bangku SMA.
Disaat Elang sedang berada jauh darinya, Ellea dengan leluasa bermain api di belakang Elang. Ditambah lagi Elang sudah sangat jarang menghubungi Ellea. Nama Elang perlahan terkikis di hati Ellea dan berganti dengan Amran yang selalu membuainya dengan kata-kata mesra dan perlakuan romantis.
Amran membuat Elea kembali dimabuk asmara hingga akhirnya Amran berhasil mengambil mahkota Ellea. Saat itu Ellea tidak sedikitpun merasa sedih. Dia bahkan rela tinggal di apartemen Amran agar mereka dapat leluasa memadu kasih.
Ketika Elang kembali ke Indonesia, Ellea menjebaknya. Ellea mengajak Elang ke rumahnya dan membawa Elang masuk ke dalam kamarnya. Saat itu orang tua Ellea sedang bertugas di Manado. Situasi yang sangat mendukung rencana Ellea.
Ellea sengaja mencampurkan obat tidur pada minuman Elang dan dalam hitungan menit Elang tertidur. Ellea segera membuat skenario seolah-olah mereka sudah tidur bersama.
Ketika Elang terbangun, ia kaget mendapati dirinya dan Ellea sudah polos tanpa busana. Elang juga melihat noda merah buatan Ellea di selimut yang dipakai mereka. Elang menyangka bahwa dia sudah mengambil keperawanan Ellea. Elang merutuki dirinya dan berjanji akan bertanggung jawab.
Ellea tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Ia melanjutkan dramanya dengan meminta Elang agar melamarnya dan segera menikah karena Ellea takut jika dia benar-benar hamil. Elang menyetujuinya. Elang bergerak cepat. Ia meminta Om Ale sebagai perwakilan keluarganya untuk melamar Ellea.
__ADS_1
Disaat keluarga Elang datang untuk melamar Ellea, Amran muncul dan mengatakan jika Ellea saat ini tengah mengandung anaknya. Amran juga memperlihatkan banyak foto mesra dirinya dan Ellea ketika di apartemennya.
Plakk....
Elang geram. Ia menampar Ellea di hadapan kedua orang tua mereka. Elang dibuat malu, marah dan kecewa. Perasaannya benar-benar hancur. Tanpa basa-basi, Elang dan keluarganya pergi dari rumah Ellea. Acara lamaran batal. Sejak saat itu Elang memutuskan segala komunikasi dengan Ellea.
Orang tua Ellea benar-benar malu dengan perbuatan anaknya. Mereka memutuskan Ellea dan Amran harus menikah secepatnya. Bagaimanapun Anak yang dikandung Ellea adalah anak Amran dan Amran harus bertanggung jawab.
“Jangan mimpi, aku kesini bukan untuk bertanggung jawab atas kehamilan anak Anda. Saya tidak sudi menikahi dia” ucap Amran sambil tertawa sinis.
Ayah Ellea naik darah.
“Kalau kau tidak mau tanggung jawab, mengapa kau menghancurkan lamaran Elang? Kalau kau tidak datang, pastilah Ellea akan menikah dengan Elang” ucap Ayah Ellea.
“Kalian memang keluarga licik, menjadikan orang lain tumbal untuk menutupi aib anakmu itu. Aku tidak sudi mempunyai keluarga seperti kalian. Bagaimanapun aku ini keturunan konglomerat. Rasanya kalian tidak sepadan dengan keluargaku. Aku permisi” ucap Amran dengan enteng dan berlalu pergi.
Ellea mengejar Amran dengan wajah berurai air mata. Ellea melangkah tanpa melihat anak tangga. Seketika itu juga Ellea terjatuh dan terguling. Ellea pingsan tak sadarkan diri.
Melihat kejadian itu, orang tua Ellea segera membawanya ke rumah sakit dan dokter menyatakan bahwa Ellea keguguran dikarenakan perutnya mengalami benturan sangat keras saat Ellea terjatuh.
Dengan keguguran yang dialami Ellea, Amran merasa bebas dari tanggung jawab. Amran pergi melanjutkan pendidikannya ke Jerman sedangkan Ellea dipindahkan ke Sumbawa oleh orang tuanya.
__ADS_1
Flasback off