Pilihan Hati Kiara

Pilihan Hati Kiara
episode 16


__ADS_3

“Pergilah, mulai hari ini Evan akan menjadi stylist pribadimu!” kalimat suruhan Dira masih terus saja terngiang di kepala Kiara.


Tadi pagi Dira masuk ke kamar Kiara dan membangunkannya. Dira menanyakan black card  yang pernah ia berikan pada Kiara dan menanyakan mengapa Kiara belum memakainya. Kiara yang saat itu masih mengantuk tentu saja hanya menguap saja dan kembali memejamkan matanya.


Dira menarik tubuh Kiara dan membawanya ke kamar mandi. Peristiwa mandi paksa kembali terjadi. Setelah Kiara selesai dengan ritual paginya dan sudah rapi, Dira kembali mengeluarkan kalimat ajaib yang membuat Kiara menajamkan pendengarannya.


“Pergilah! Pakai kartu itu untuk membeli semua barang yang kau suka,” perintah Dira lagi.


Kiara hanya diam dan setelah itu bodyguard langganannya tiba dan menggiring Kiara menuju tempat Evan. Meskipun dalam keheranan level 1, Kiara tetap saja menurut mengikuti bodyguard Dira yang selalu dia panggil dengan sebutan Mang Ujang.


“ Nona Kiara..!!!” pekik Evan ketika melihat Kiara datang.


Kiara memandang Evan dengan tatapan aneh. Ada apa dengan Evan? melihat kedatangannya saja bisa menjerit seperti itu? Evan segera menarik tangan Kiara dan membawanya ke ruangan khusus.


“Sepertinya ini ruangan baru” gumam Kiara ketika melihat dinding ruangan ini yang masih rapi dan berbau cat.


Evan menarik kursi dan mendudukkan Kiara layaknya seorang boss. Evan membungkukkan tubuhnya memberi hormat.


“Nona mau minum apa?” tanya Evan sopan.


Kiara mengernyitkan dahinya karena melihat Evan sekarang seperti pembantu yang melayaninya. Kiara beranjak dari kursi dan melangkah mendekati Evan.


“Tuan Evan, kau kenapa?”


Evan mundur beberapa langkah dan kembali membungkukkan badannya.


“Maaf Nona, Tolong jangan panggil saya Tuan. Bagaimanapun Nona adalah boss saya" pinta Evan yang membuat Kiara kembali mengernyitkan dahinya mendengar ucapan Evan.


Baru kemarin dirinya diangkat Evan menjadi model dadakan dan sekarang Evan mengangkatnya lagi menjadi boss dadakan. Apa memang di NY semua serba dadakan? begitu gumam Kiara.


“Bagaimana bisa?” tanya Kiara.


“Tentu saja bisa. Nona adalah adik Tuan Adiraka, pemilik tempat ini dengan segala isinya. Itu artinya Nona Kiara adalah bos kami juga"


“Dira? Pemilik tempat ini? Bukankah tempat ini milik Anda, Tuan Evan?" potong Kiara cepat.


“Aduh Nona...” Evan kembali berseru karena Kiara tetap memanggilnya Tuan.


“Saya hanyalah gembel yang ditolong Tuan Adiraka. Tuan Adiraka memungutku dan memberiku modal agar bisa merintis usaha ini. Atas bantuannya pula bisnisku ini bisa menjadi yang terbaik di NY dan namaku sebagai desainer menjadi terkenal seperti sekarang"


Kiara manggut-manggut.


“Hebat juga si Kadir” gumam Kiara.


Kiara tidak menyangka jika kakaknya yang konyol itu bisa memungut seseorang dan menjadikannya desainer terkenal.


“Nona...!” panggil Evan membuyarkan lamunan Kiara.


“Maaf, aku jadi tidak meresponmu” ucap Kiara malu-malu.


“Apakah Nona tidak tahu jika Kakak Anda pemilik tempat ini?” tanya Evan keheranan. Tidak mungkin jika seorang adik tidak tahu perihal kakaknya.


Kiara menggeleng membuat Evan bertambah heran. Evan meragukan jika Kiara adalah adik bossnya. Pasalnya Evan juga baru tahu kalau boss nya itu mempunyai adik dan wajah Kiara tidak mirip sedikitpun dengan Adiraka.


“Aku dan Kadir tidak tinggal bersama...”

__ADS_1


“Kadir? Siapa Kadir ?” tanya Evan kebingungan.


“Upss...maksudku Dira. Aku selalu memanggilnya Kadir. Aku tinggal di Indonesia dan Kadir tinggal di sini. Kami sudah bertahun-tahun tidak bertemu. Sejak aku berumur 10 tahun dan aku baru berjumpa dengannya beberapa minggu yang lalu,” kata Kiara menjelaskan dan sekarang Evan mengangguk memahami jawaban dari pertanyaannya.


“Kenapa? Anda meragukanku sebagai adiknya?" selidik Kiara membuat Evan kembali gugup.


“Tidak usah begitu. Banyak orang yang tidak percaya kalau kami kakak adik. Wajah kami memang tidak mirip sama sekali. Santai saja” jawab Kiara.


“Dan mengenai jabatan boss yang kau berikan kepadaku, aku menolaknya. Aku tetap ingin menjadi modelmu bukan boss mu” titah Kiara.


“Tapi Nona, aku bisa dihabisi Tuan Adiraka jika....”ucapa Evan terputus.


“Katakan saja jika dia memarahimu. Aku akan melemparkan sepatuku ini pada wajahnya. Tenang saja, aku dipihakmu" ucap Kiara kemudian melangkah keluar.


Evan meremas jari-jarinya. Dia tidak habis pikir dengan tingkah adik bossnya ini. Perempuan ini sangat sederhana, tidak gila hormat. Evan sangat menyesal memberikan kesan yang tidak baik saat pertama bertemu Kiara. Evan segera melangkah mengejar Kiara. bagaimanapun dia juga mendapat tugas sebagai stylist pribadi Kiara terhitung hari ini.


“ Nona...!” panggil Evan ketika menemukan Kiara tengah menatap deretan manekin yang berbaju pengantin. Evan menghampiri Kiara.


“Kau mau mengadakan acara lagi?” tanya Kiara.


“Ya, Nona” jawab Evan.


“Gaun pengantin ini yang akan kau tampilkan?,” tanya Kiara. Entah mengapa Kiara sangat ingin mengenakan baju pengantin itu.


“Benar, Nona"


“Kapan ?”


“Minggu depan, Nona. Sebenarnya saya diajak kerja sama oleh pihak stasiun televisi yang menayangkan pemilihan ratu sejagat. Karena bertepatan dengan hari valentine, sehingga pihak penyelenggara mengambil tema bridal night dan karya saya yang dipilih untuk ditampilkan” ucap Evan menjelaskan pada Kiara yang sepertinya tertarik dengan gaun di hadapannya.


Kiara diam, tangannya meraba tiap inci gaun pengantin yang menarik perhatiannya itu. Kiara membayangkan dirinya memakai gaun itu dan sosok laki-laki yang menjadi pendampingnya adalah Ale. Ale pasti akan terlihat sangat tampan dengan setelan tuxedo seperti tokoh mamoru dalam kartun sailormoon yang selalu dia tonton saat masih kecil.


“Tuan Evan, bolehkah aku mencobanya?"


Pertanyaan Kiara membuat Evan bertanya-tanya. Apakah mungkin boss barunya ini akan menikah dalam waktu dekat? Kalau iya, siapa laki-laki yang menjadi kekasihnya? Karena sejak pertama kali bertemu Kiara, Evan tidak tahu sedikitpun mengenai dirinya.


“Nona, apakah Anda mau menikah dalam waktu dekat?” tanya Evan hati-hati.


“Tidak, Tuan Evan. Aku hanya ingin mencobanya saja. Apakah kau menginjinkan?" senyum tipis Kiara muncul dan hal itu membuat Evan tak tega untuk melarangnya.


“Tentu saja, Nona. Kebetulan gaun ini akan aku pajang di lovagram pribadiku. Apakah Nona sekalian mau lanjut photoshoot ?" tawaran Evan langsung disambut anggukan Kiara.


“Baiklah Nona, aku akan meminta Olive untuk membantumu dan menyuruh Rio untuk menyiapkan studio. Aku tinggal dulu" Evan pamit dan Kiara tersenyum manis lagi ke arahnya.


Evan melangkahkan kakinya dengan rasa penasaran level dewa. Pasalnya hari ini boss nya itu sudah dua kali tersenyum kepadanya. Biasanya Kiara hanya diam dan berbicara irit sekali. Evan meyakini jika Kiara akan menggelar pernikahan yang ia rahasiakan.


Sebenarnya Evan ingin bertanya lebih dalam agar rasa penasarannya terjawab. Namun mengingat status Kiara sebagai atasannya membuat Evan mengurungkan niatnya.


\_\_\_\_\_\_\*\*\*\_\_\_\_\_\_


Rio terkejut dengan sosok yang akan menjadi objek lensa kameranya saat ini. Tadi Evan hanya menyuruhnya untuk menyiapkan studio karena akan ada photoshoot tanpa mengatakan siapa modelnya.


Kiara masuk dengan gaun pengantin berlengan sabrina yang memamerkan kedua bahu indahnya. Gaun pengantin itu bermodel rok A-line dilapisi motif berukuran besar sehingga terkesan mewah.


Olive menata rambut Kiara dengan mengepang dan membentuknya sebagai sanggul sederhana. Tak lupa riasan smoke eyes dipilih Olive untuk melengkapi penampilan Kiara saat ini.

__ADS_1


“Boy, tahan iman! Sepertinya dia akan segera menikah” bisik Evan tepat ditelinga Rio.


Rio yang sedari tadi menganga melihat Kiara tentu saja langsung tersadar dan kembali mengontrol emosinya. Ingin sekali dia berganti kostum dengan setelan tuxedo dan berdiri di samping Kiara. Prewedding Kiara dan Rio, begitulah khayalan di otak Rio.


“Boy, modelmu sudah siap! Jangan melamun!" tegur Evan membuat Rio kembali tersentak kaget.


Cekkrik...


cekrik...


cekrik...


Rio segera membidik Kiara dengan kameranya. Olive membantu Evan mengatur gaya Kiara dan menata gaunnya agar tampak sempurna. Jantung Rio kembali menabuh genderang cinta. Tangannya gemetar, untuk menekan tombol fokusnya saja tidak bisa. Baru kali ini Rio tidak tenang melakukan photoshoot. Dirinya benar-benar tidak bisa berkonsentrasi.


Rio menghela nafasnya. Hasratnya sudah tak tertahankan lagi. Rio turun dari tempat duduknya dan berlari meninggalkan studio. Semua orang terkejut dengan apa yang dilakukan Rio.


Evan yang semula ingin mengejarnya, namun ia urungkan. Evan menduga Rio pasti akan melakukan hal konyol lagi. Evan sudah hatam dengan tingkah sahabatnya itu. Benar saja, Rio kembali muncul dengan setelan tuxedo yang tentu saja merupakan salah satu baju rancangan Evan.


“Hei Boy, mau apa kau?" pekik Evan ketika melihat Rio yang sudah berdiri di samping Kiara.


“Photoshoot  ini tidak akan sempurna jika tidak ada model laki-lakinya. Berhubung ini mendadak,  jadi aku merelakan diriku menjadi model gratisan" ucap Rio dengan penuh percaya diri.


Evan menjambak rambut Rio dengan kesal. Baru kemarin dirinya memperingati Rio agar melupakan Kiara karena ancaman Adiraka. Sekarang Rio melakukan hal konyol lagi. Bagaimanapun Evan tidak mau menjadi gembel hanya gara-gara kisah cinta-cintaan Rio pada adik boss nya.


“Hei kau kenapa Evan? Olive belum menata rambutku agar tampil maksimal tetapi kau sudah merusaknya? Kau menambah tugas Olive saja" protes Rio dengan kesal.


Evan menarik Rio agar menjauh dari Kiara.


“Boy, kau lupa ancaman Kakaknya? Please jangan buat aku jadi gembel dengan cepat!”


“Dimana letak kesalahaku, Evan? Aku hanya ingin melengkapi sesi photoshoot dadakan ini. Seharusnya Tuan Adiraka berterima kasih karena adiknya tampil sempurna" ucap Rio membela diri.


Kiara meminta Olive untuk membantunya berjalan. Ia ingin menghentikan perdebatan Evan dan Rio yang unfaedah itu. Jika terus dibiarkan bisa saja perdebatan mereka akan selesai tahun depan.


“Tuan Evan, apa ada masalah?" tanya Kiara dengan Olive di belakangnya.


“Mmmm...tidak Nona. Emm... sebentar Nona" Evan bingung mencari alasan.


“Kiara, bolehkah aku menjadi pasanganmu pada photoshoot kali ini?” Rio memohon sambil berlutut. Tak lupa ia mengambil tangan kanan Kiara dan mencium punggung tangannya.


Evan berteriak histeris dan segera memukul tangan Rio agar terlepas dari tangan Kiara.


“Hentikan, Rio! Jangan buat aku kena masalah dengan tingkah konyolmu ini!” teriak Evan membuat Kiara mengernyitkan dahi tak mengerti.


“Kenapa Tuan Evan? Mengapa kau melarang Rio? Apa karena Rio bukan modelmu sehingga kau melarangnya?"


Pertanyaan Kiara membuat Evan benar-benar frustasi. Apa yang akan dikatakan Evan pada Kiara? Evan tidak mungkin mengatakan jika Adiraka mengancamnya.


“Sudahlah Tuan Evan. Biarkan Rio mendampingiku. Rio benar photoshoot ini tidak akan sempurna jika hanya aku sendiri” ucap Kiara membuat Rio berteriak senang dan segera bangkit dari posisi berlututnya.


Tubuh Evan lemas. Dia benar-benar bingung harus berbuat apa. Disatu sisi dia harus menjalankan perintah Boss nya, disisi lain ia juga butuh foto yang sempurna. Evan hanya bisa pasrah. Kedua anak manusia di hadapannya ini benar-benar mengujinya.


“Jika kau menjadi model bersama Nona Kiara, lalu siapa yang menjadi photografernya?” tanya Evan.


“Kau !” ucap Rio dan Kiara bersamaan dengan tangan menunjuk wajah Evan.

__ADS_1


Rio dan Kiara saling memandang dan tertawa cekikikan melihat kekompakan mereka. Rio tidak mau membuang-buang waktu lagi. Ia mengulurkan tangannya pada Kiara dan dengan cepat Kiara menyambut uluran tangan Rio.


Kini Rio dan Kiara melangkah meninggalkan Evan yang masih berdiri mematung memegangi jantungnya agar tidak pingsan melihat tingkah konyol dua orang di hadapannya.


__ADS_2