Pilihan Jemima

Pilihan Jemima
Maaf


__ADS_3

Acara berlanjut dengan makan malam bersama di suatu restoran. Seperti biasa sebelum pergi Agus mengkordinir semua karyawan untuk berkumpul di Lobby. Saat ini karna Cindy datang maka Darwin menggunakan mobil terpisah dari para karyawan, karna Cindy tidak nyaman jika bergabung dengan karyawan lain.


"Je kamu gak apa-apa?" tanya Agus kepada Jemima yang sedang berdiri disamping Alya.


"Gak apa-apa Bang" padahal didalam ia merasakan sakit yang luar biasa ditambah dengan sakit dibagian sensitifnya yang belum hilang. Pandangannya teralihkan akan pasangan romantis yang berdiri tidak jauh dari dirinya. Sang laki-laki tadi menatapnya sekilas kemudian mengalihkan wajahnya kembali ke pasangan yang bergelayut manja disebelahnya.


"Ihh apaan sih norak" ucap Alya yang kesal akan perilaku mereka berdua.


"Tutup mata Je, nanti mata lu sakit" Alya menutup mata Jemima


"Sakit kenapa?" tanya Reno yang penasaran


"Mau tau aja" jawab Alya ketus


"Ihh baby gituh sama Aa" Reno bermanja-manja ke Alya dan Alya membalasnya dengan tatapan mata yang melotot, ternyata semalam saat mengantar kan Alya kekamar, Reno menembak Alya, entah sadar atau tidak Alya menjawab iya ajakan pacaran dari Reno dan sekarang mereka resmi sudah berpacaran.


"Bu Retno aku sama Ibu aja ya, ini ada pasangan masih panas-panas nya gak sanggup aku deket-deket" Jemima kemudian duduk sebelah Bu Retno dan kembali berdiam selama perjalanan menuju restoran. Selama perjalanan juga Bu Retno berkali-kali menggenggam tanganku dan memberikannya senyuman menenangkan.


Sesampainya direstoran mereka memasuki sebuah ruangan yang sudah dipesan untuk acara kantor mereka.


Jemima duduk diantara Bu Retno dan Alya sedangkan didepannya ada Abram. Darwin dan Cindy duduk berdua disalah satu sudut terpisah dari para karyawan lain. Terlihat sekali jika Pacar sang bos tidak suka bergabung dengan para karyawan.


Saat ini Jemima berusaha menjalani dengan biasa saja, ia harus bisa melalui hari kedepan. Karna ia tahu kejadian tadi malam ia ikut andil karna tidak segera menolak ajakan Darwin.


Jemima merasa sedari tadi Abram melihatinya. Asisten Darwin ini tidak kalah tampan dengan bos nya. Tampan versi kearifan lokal. Jemima merasa risih dengan tatapan Abram, ia melanjutkan makanannya dan terkadang ikut mengbrol dengan Alya dan Reno. Tapi Abram sedari tadi hanya diam saja benar-benar tanpa suara.

__ADS_1


Jemima baru saja keluar dari kamar mandi dan terkejut dengan sosok Abram yang berdiri disamping pintu kamar mandi wanita.


"Je bisa kita bicara sebentar" ucap Abram ke Jemima


"Bicara apa ya?" tanya Jemima


"Ke sana saja" Abram menunjuk kursi kosong di salah satu taman di luar restoran. Jemima mengikuti langkah Abram ke tempat yang dituju dan duduk berhadap-hadapan.


"Bagaimana keadaan kamu?" tanya Abram ke Jemima


"Baik Pak"


"Ehm saya bukannya mau membahas masalah pribadi kamu, tapi Pak Darwin berpesan dan ingin saya menyampaikan jika ia meminta maaf atas kesalahannya tadi malam dan ia mohon agar masalah ini tidak diketahui oleh orang banyak" jelas Abram yang menatap Jemima tajam, Jemima yang dilihati seperti itu menjadi tidak nyaman.


"Ya jelas Pak saya tidak akan cerita itu kan bukan hal yang bisa dibanggakan" jawab Jemima ketus.


"Ehm Pak Darwin ya? sama saja kan saya asistennya, ini merupakan ketidak sengajaan Pak Darwin karna dalam kondisi mabuk saya sekali lagi atas nama Pak Darwin meminta maaf sama kamu, ehmmm maaf kalau saya lancang, kamu perlu kompensasi berapa?" terang Abram lagi dengan ragu-ragu.


"Eh enak aja Pak, dikira saya cewe apaan, ya sudah saya anggap sedang sial, lagian saya juga salah atas kejadian malam tadi, sudah saya pergi dulu Pak" Jemima bangkit dari kursinya dan meninggalkan Abram sendiri.


'Fiuhh lega selesai juga tugas gue semoga gak ada masalah kedepannya, bos yang enak-enak gua yang minta maaf" batin Abram kesal dalam hatinya.


"Je dari mana koq lama banget, tadi gue susulin gak ada di kamar mandi" ucap Alya yang tampak khawatir.


"Cuma muter-muter sini aja koq" kemudian Jemima kembali duduk dan berdiam dalam lamunannya.

__ADS_1


Setelah selesai maka semua karyawan kembali ke hotel, tadi di lobby Jemima dan Darwin berpapasan tapi mereka saling diam tidak berkata apapun. Jemima dan Alya sudah membereskan pakaiannya bersiap karna besok akan kembali ke Jakarta.


"Besok beli oleh-oleh apa ya Je" tanya Alya yang sedang menonton televisi diatas kasurnya.


"Gak tahu" minat Jemima sudah hilang dan hanya ingin segera pulang. Ia tidur membelakangi Alya dan diam-diam kembali mengeluarkan air matanya, hanya sesal yang ia rasakan. Bagaimana nasibnya kedepan apa ada laki-laki yang mau dengan dirinya. Sial pikirnya ,pacaran saja tidak pernah sekarang malah seperti ini. Lama menangis akhirnya ia ketiduran. Hari mulai terang ia sudah terbangun sedangkan Alya masih tertidur lelap, karna bosan ia memutuskan keluar kamar untuk berkeliling di lorong kamar hotel hingga lama kelamaan ia berjalan keluar hotel yang mengarah kepantai. Pikirannya tidak fokus ia berjalan menunduk memikirkan nasip nya. Tanpa sadar ia menabrak seseorang.


"Mamaaf saya gak lihat" Jemima menaikkan kepalanya dan ternyata laki-laki yang bertabrakan dengan dirinya adalah Darwin yang sedang joging dengan celana pendek nya tanpa kaos.


"Its oke Je, seharusnya saya yang minta maaf sama kamu" ucapnya sambil memandang Jemima lekat dan Jemima hanya diam , berfikir akan maksud perkataan maaf nya atas apa. Tak lama seorang wanita sexy menyusul.


"Beib koq aku ditinggal sih" Wanitu yang tak lain pacarnya segera memeluk lengan kekar Darwin


"Iii ya Pak, saya jalan dulu" kemudian Jemima kembali menyusuri jalan setapak di tepi pantai.


"Jeee lu kabur-kaburan terus sih, tadi kemana gue cariin, hape gak dibawa lagi" omel Alya yang merasa khawtir dengan Jemima , ia kebingungan karna tidak melihat Jemima saat terbangun dari tidurnya.


"Cuma keliling hotel aja, sama jalan-jalan disekitar sini, bagus pemandangannya pagi-pagi" Jemima berbohong padahal ia tidak menikmati apapun hanya diam duduk disalah satu trotoar dan menangis sebentar.


"Ya udah mandi sana terus kita sarapan" kemudian Jemima mengikuti perintah Alya dan segera membersihkan diri.


"Pagi Je" sapa Agus yang ikut duduk disalah satu bangku kosong saat Alya, Reno dan Jemima sedang sarapan.


"Yang disapa Jemima doang bang?" tanya Alya


"Kalau gua sapa lu, ntar laki bucin sebelah lu ngambek lagi" ucap Agus sambil menunjuk Reno yang sedang memotongkan sosis untuk Alya.

__ADS_1


"Sudah siap semua kan, sebelum ke bandara kita beli oleh-oleh dulu" ucap Agus dan di angguki oleh yang lain.


__ADS_2