
Hari masih gelap, tapi Jemima sudah bersiap, memakai kaos warna hijau dengan celana jeans biru dongker dan cardigan putih dilengkapi dengan sling bag warna hitam yang melingkar ditubuhnya tak lupa dengan koper 20inch untuk menyimpan baju-baju yang dibawanya.
"Bu, Jeje pergi dulu ya" pamit Jemima kepada Ibunya dan mencium punggung tangan Ibunda tercintanya.
"Hati-hati ya Nak" kemudian taxi biru yang membawa Jemima kebandara melaju perlahan dari rumahnya. Butuh waktu 1 jam 1/2 untuk sampai kebandara, jalanan masih lancar karna hari masih gelap. Selama didalam taxi Jemima memanfaatkan waktu untik tidur sebentar karna hawa mengantuk masih menguasai dirinya.
Sesampainya di Bandara Jemima mencoba menghubungi Alya tetapi tidak ada jawaban ia tampak melihat keseliling dan mencari seseorang yang dikenalnya. Pandangannya teralih akan seorang pria yang baru turun dari mobil Toyota Alphard, mata Jemima tidak bisa berkedip akan sosok pria yang hanya memakai kaos polos hitam dan celana jeans warna biru tua dengan koper kecil di tangan kirinya.
"Hai Je" sapa pria itu yang tak lain adalah CEO perusahannya
"Pagi Pak" sapa Jemima, 'ya ampun si Bapak ganteng banget sih pagi-pagi' batin Jemima dalam hatinya
"Masuk yuk" ajak Darwin dan Jemima mengekorinya dari belakang. Setelah pemeriksaan diawal mereka segera menuju ke counter check in.
"Kamu yakin antri disini" ucap Darwin yang melihat Jemima ada diantrian belakangnya.
"Iya Pak kan kita satu pesawat" kata Jemima yakin
"Ehm... kamu yakin" tunjuk Darwin pada layar diatas counter check ini.
"Business class" ucap Jemima pelan
"Eh iya saya salah Pak hehe, gak mungkin saya naik Business, maaf Pak saya pindah kesana" dengan cepat Jemima menarik kopernya menjauh dari Darwin dan menuju counter check in kelas ekonomi. Ia melihat Agus juga sedang antri di barisan tersebut.
"Je sini" Agus memanggil Jemima untuk ikut antri bersamanya. Kemudian Jemima ikut maju kedepan menghampiri Agus.
"Kamu dari mana?" tanya Agus ke Jemima
"Tadi aku salah antri Bang ke Business class ikut Pak Darwin" ia tertawa terkikik
"Hah bisa-bisanya kamu ya, ntar duduk sebelah aku oke" kemudian Agus mengambil kertas berisikan booking number tiket Jemima dan menyerahkannya ke petugas check in.
"Mas sebelahan ya duduknya" setelah urusan tiket beres dan koper sudah diserahkan ke bagasi, mereka berjalan bersama ke ruang tunggu. Jemima berusaha menghubungi Alya yang sedari tadi tidak menjawab.
"Alya kemana ya" tanya Jemima ke Agus
__ADS_1
"Coba hubungi lagi, ini Reno juga belum ada, eh itu Pak Darwin kesana yuk" tunjuk Agus ke arah Darwin yang sedang duduk sendiri.
"Pagi Pak" sapa Jemima dan Agus ke Darwin yang sedang fokus melihat ke ponselnya.
"Hai Pagi semua, sudah siap kan acara hari ini" tanya Darwin ke Agus
"Sudah Pak setelah sampai kita akan makan dan istirahat sebentar dan malamnya kita makan bersama restoran di tepi pantai" jelas Agus
"Okey, nanti malam setelah makan saya mau ke club yang terkenal di Bali yang mau ikut boleh gabung" jelas Darwin dan tak lama pemberitahuan naik pesawat diumumkan oleh petugas dan bagi penumpang business boleh masuk terlebih dahulu.
"Saya masuk dulu ya" Darwin bangkit berdiri dan segera berjalan menuju gate yang sudah terbuka, kemudian Jemima dan Agus ikut antri masuk sesuai urutannya nomor bangkunya.
Penerbangan selama 2 jam tidak terasa mereka lalui. Selama diatas pesawat Agus tidak henti-hentinya melakukan pendekatan ke Jemima. Ia mulai risih dengan perlakukan Agus yang terlalu dekat dan perhatian ke dirinya. Setelah pesawat landing ia segera mencari Alya.
"Al....kemana aja sih lu, berduaan terus sama Reno" kata Jemima menghampiri Alya yang sedang menunggu kopernya dipengambilan bagasi.
"Eh ada lu tuh penjaga lu kga lepas-lepas" sindir Alya
"Iya makanya lu sama gue aja ya" Jemima merangkul tangan Alya
"Je itu si ganteng sendirian aja ya, asistennya kemana sih" Alya memperhatikan Darwin yang sedang duduk sendiri di salah satu meja di restoran.
"Masih di luar kota kasihan ya sendiri aja apa gue temenin hehe" ucap Jemima
"Lu temenin tuh bang agus daritadi ngelihatin lu aja" kami berdua melirik kearah kanan dimana Agus dan Reno sedang makan.
"Gak ah,.serem gue bang Agus udah punya cewe bisa-bisanya dia deketin gue" keluh Jemima sambil menyeruput es teh nya
"Haha dijadiin selingkuhan lu"
"Enak aja,eh hati-hati sama Reno kayaknya dia gencar deketin lu ya, sampai pagi-pagi aja rela jemput lu"
"Yah namanya juga bidadari dijemput lah hehe, Reno lumayan juga koq, warisan sawah Bapaknya dikampung banyak"
"Yee matre" sindir Jemima
__ADS_1
"Bukan Matre tapi realistis" bela Alya
Setelah makan siang mereka menuju hotel yang sudah dipesan, Jemima dan Alya mereka menginap dikamar yang sama.
"Je bagus banget ya kamarnya foto dulu sini" Alya menarik Jemima yang sudah tiduran di salah satu kasur single dikamar tersebut. Kemudian mereka berdua pose dengan berbagai gaya dan setelah puas mereka langsung menuju balkon yang mengarah ke pantai Seminyak.
"Al disini lebih bagus sini lah" Jemima berteriak memanggil Alya yang masih asuk selfi didalam kamar.
"Wah iya bagus fotoin gue Je" tanpa sadar diantara kehebohan mereka berdua, Darwin yang kamarnya ada disebelah mereka memperhatikan kelakuan 2 orang tersebut.
'Heboh banget mereka memang tidak pernah menginap dihotel seperti ini apa' gumam Darwin dalam hati, kemudian ia memasuki kamar dan menghubungi asistennya
" Kapan lu kesini" tanya Darwin ke Abram dalam sambungan teleponnya
"Besok pagi Bos" jawabnya
"Beres kan di sana" tanya Darwin lagi yang sedang duduk disalah satu sofa dikamarnya
"Beres lah Bos, gak beres saya gak bisa ikut liburan nih"
"Ya udah sampai ketemu besok"
Sambungan telepon dimatikan dan tak lama wa grup yang khusus dibuat dalam rangka acara hari ini berbunyi dan menginfokan bahwa acara selanjutnya akan berjalan-jalan disalah satu pantai. Darwin sebenarnya malas untuk ikut acara tersebut, tetapi demi menjaga kekompakkan dan memberi contoh yang baik terhadap anak buahnya ia bersedia mengikuti acara tersebut.
"Je jangan tidur kita mau jalan nih" Alya sudah berganti baju dengan celana pendek diatas lutut dan kaos berwarna pink berusaha membangunkan Jemima yang sudah tertidur.
"Iya Al gak usah teriak-teriak gue denger koq" kemudian Jemima bangun dan kekamar mandi untuk mencuci mukanya yang terlihat sangat mengantuk dan merapikan sedikit penampilannya.
"Gak ganti baju" tanya Alya
"Gak deh gini juga masih oke. Yuk ah nanti kita ditinggal Bang Agus lagi" mereka berdua keluar dari kamar dan bertemu dengan Bu Retno yang bersebelahan kamar dengan mereka.
"Ibu kita bareng yuk jalannya" ajak Jemima ke Bu Retno.
"Yuk sini anak-anak,Ibu gandeng" dan mereka berjalan bersama menuju lobby hotel.
__ADS_1