Pilihan Jemima

Pilihan Jemima
Bab 93


__ADS_3

"Mama mau kemana?" sontak Dira bertanya saat Gerry sudah menggandeng tangan Jemima.


"Sebentar ya Dira sama Kakak Lyo dulu, Om dan Mama ada pekerjaan" Gerry segera menarik tangan Jemima hingga ia tidak sempat berpamitan kepada anaknya.


"Anakmu Pi, bener-bener deh buat malu saja" Sela tergeleng heran akan sikap kekannakan Gerry.


"Dira ikut Bude jalan-jalan ke Dupan saja selama tunggu Mama dan Papa Gerry kerja" ajak Julia agar Dira tidak merasa kesepian menunggu Mama nya yang sedang menikmati masa-masa indah.


Dikamar....


"Ihh Mas apaan sih malu banget tadi" Jemima menepuk kesal bahu suaminya yang berjalan didepan.


"Mumpung sayang" Gerry segera membuka kopernya mencari sesuatu yang lama sudah dia nantikan. Mukanya terlihat puas karna barang yang dicarinya ketemu dan segera memberikannya ke Jemima.


Jemima segera melihat apa yang dikasih Gerry " Baju haram" ucapnya syok.


"Baju dinas itu Yang, pakai gih sana aku mau lihat" Gerry mendorong istrinya untuk masuk ke dalam kamar mandi, menyiapkan diri untuk ronde pergelutan selanjutnya.


Gerry menyiapkan dirinya juga, ia menyemprotkan parfum ditubuhnya kemudian merebahkan diri dikasur menanti istrinya yang sedang berganti pakaian.


Sekitar 10 menit Jemima keluar dari kamar mandi, berjalan pelan, ia masih belum terbiasa dengan pakaian yang ia kenakan. Tapi ia berjanji akan menuruti apa yang suaminya minta demi keharmonisan rumah tangganya.


"Yangg ini baju tembus pandang gini, sama aja gak pakai" ucap Jemima bingung


"Wahh bagus banget, seksehh. Coba balik badan" perintah Gerry dan diikuti oleh Jemima.


"Senangkan aku istriku, aku mau lihat kemampuan kamu"


"Ihh apaaan sih malu tau" tolak Jemima sambil menutup mukanya.


"Please sayang" ucap Gerry memohon, kemudian dengan gaya ragu-ragu Jemima mencoba menggoda Gerry dengan meliuk-liukan badannya dan memancing hasrat Gerry. Tak sabar akhrinya Gerry menarik tubuh Jemima dan menguncinya dibawah tubuhnya.


"Sudah cukup, masih kaku banget, nanti dilatih terus ya" Gerry kembali menggoda Jemima dan itu semakin membuatnya membuatnya tersipu malu. Akhirnya Gerry segera memulai pergumulan yang ia nantikan, lepas dan bebas tanpa takut terdengar oleh Dira. Ia mengajarkan Jemima berbagai macam gaya yang membuat Jemima kelabakan dan terkulai lemas tak berdaya akan permainan Gerry.


"Cukup yang, aku capek banget. Kamu ada-ada ajalah posisinya" Jemima mendorong Gerry saat Gerry kembali beraksi setelah menyelesaikan permainan mereka 1/2 jam lalu. Tanpa terasa hari semakin sore dan mereka masih sibuk didalam kamar.


Hingga deringan telepon memanggil dua insan pengantin baru ini yang sedang tidur karna kecapaian akibat ulahnya sendiri.

__ADS_1


"Je, udah belum. Dira sudah tanyain kamu terus nih" ucap Julia dari seberang telepon.


"Sudah Mbak. Aku kekamar kamu ya" ucap Jemima dan buru-buru merapikan dirinya yang masih polos.


"Yang sayang. Bangun Dira sudah mau kesini" Gerry yang terlelap membuka matanya dan dengan malas memakai pakaiannya.


"Ntar malam lanjut ya Yang" goda Gerry sambil memeluk istrinya dari belakang yang saat ini sedang sibuk merapikan kamar yang sempat berantakan.


"Capai Yang" tolak Jemima. Jujur ia sangat capai, rasanya ingin tidur karna lelah.


"Malam nanti aku jadi ke spa sama mba Julia ya. Kamu jaga Dira" ucap Jemima sambil keluar dari kamarnya dan meninggalkan Gerry dikamar yang masih akan membersihkan dirinya.


"Maaf sayang, tadi kerjaan Mama banyak banget" ucap Jemima sambil memeluk anaknya.


"Om koq gak libur sih Ma, masa kerja terus" ucap Dira sedikit kesal. Para manusia dewasa yang mendengar hanya dapat tersenyum mendengarkan keluh kesah Dira.


"Mbak nanti malam kita ke spa , biar anak-anak dipegang sama Papa nya"


"Wah mau banget, akhirnya bisa cobain spa di hotel." kata Julia senang.


"Akhirnya... capai banget aku" keluh Jemima


"Duh penganten baru udah capai saja, emang Gerry aktif banget ya?" goda Julia


"Ya ampun Mbak... " Jemima tidak melanjutkan ucapannya dan membayangkan kembali kejadian semalam dan seharian ini. Mukanya memerah karna malu.


"Aduhh jadi pengen jadi pengantin baru lagi" ucap Julia usil meledek adiknya.


"Ingat anak sudah 2" dan mereka tertawa berdua


Dilain ruangan para Papa sedang sibuk memegang ponselnya dengan tetap mengawasi anak-anak.


"Dira sudah terima kamu sepenuhnya?" tanya Yudo kepada Gerry.


"Sepertinya sudah Mas. Anak itu baik tapi kadang masih suka kebawa omongan dari luar"


"Iya dia hanya khawatir Mama nya meninggalkan dia, ya kamu tahu kan gimana ayah kandungnya yang tidak pernah memperdulikannya" ucap Yudo yang terus berbicara sambil memandang ponselnya.

__ADS_1


"Iya Mas, semoga aku bisa jadi pengganti sosok ayah untuk Dira" ucap Gerry sambil memandang Dira yang sedang bermain dengan Nuca.


"Om koq mama lama, tadi siang pergi, sekarang pergi lagi" keluh Dira


"Iya tadi mama capai kerja sekarang sedang dipijat" Gerry memberi pengertian untuk Dira. Memang benar ini karna ulahnya sehingga ia ingin memberikan reward kepada istrinya.


"Loh koq Dira masih panggil Om, sekarang kan sudah jadi Papa nya Dira" ucap Yuda


"Gak apa-apa senyamannya Dira mau panggil apa?" ucap Gerry tidak ingin memaksakan ke Dira.


Sekitar 1 jam kemudia Jemima dan Julia kembali kekamar dilihatnya para suami dan anak-anak mereka sudah tertidur pulas. Jemima membangunkan Gerry pelan untuk berpindah kamar.


"Sayang bangun, kita pindah kekamar yuk" ucap Jemima pelan di telingan Gerry. Gerry kaget dengan suara yang muncul ditelinganya.


"Ii ya sayang, gimana enak gak spa nya?" ucap Gerry sambil merentangkan tangannya keatas badannya sedikit kaku karna dia tertidur di sofa.


"Enak banget sering-sering dibayarin kya gini ya" ucap Jemima senang.


"Siap, asal kamu kerja keras sama aku, pasti aku bolehin untuk spa" Gerry menyeringai senang.


"Ihh apaan sih malu sama Mbak Jul" Jemima menepuk tangan Gerry.


"Sana-sana pengantin baru buruan pindah kamar, pengantin lama juga pengen ngerasaain kaya pengantin baru nih, mumpung sudah pada tidur" ucap Julia menyindir pasangan yang sedang bermesraan.


"Hahaha sorry sorry, sebentar aku angkat Dira dulu" Gerry mengangkat Dira dengan mudahnya, hal ini merupakan pemandangan yang sangat indah bagi Jemima, karna biasanya dia akan meminta Dira untuk bangun karna sudah tidak kuat dengan berat badan Dira yang semakin besar.


Sesampai dikamar mereka, Gerry meletakkan Dira dikasur dengan perlahan karna tidak ingin anaknya terbangun.


Buru-buru Gerry menyusul Jemima yang akan masuk kedalam kamar mandi.


"Sudah segar kan, lanjut buat adiknya Dira lagi ya Sayang" ucap Gerry, tanpa ragu-ragu langsung membekap bibir Jemima dengan bibirnya dan melanjutkan penjelajahan ke tubuh Jemima yang menurutnya belum ia nikmati seluruhnya.


----


Jangan lupa like dan komen.


Maaf lagi banyak bangat kesibukkan di dunia nyata jadi updatenya amat sangat jarang

__ADS_1


__ADS_2