
Jemima selelai mengemas semua barang-barangnya kedalam kardus dan siap untuk dikirim kekantor mereka yang baru. Kemudian ia melanjutkan membereskan barang-barang Gerry yang belum selesai dirapikan oleh Gerry, ia membuka laci Gerry yang berisikan berbagai macam barang dari kardus ponsel, kartu-kartu nama hingga berbagai macam alat gambarnya yang berserakan, diantara selipan barang-barang yang tidak beraturan itu Jemima menemukan beberapa lembar foto Gerry dengan seorang wanita, dengan pose mesra. Wanita dengan potongan rambut bob asimetris tampak dipeluk mesra oleh Gerry, terlihat bagaimana Gerry sangat menyayangi wanita itu dari foto yang dipegang Jemima. Sedikit ada rasa cemburu dihatinya, tetapi bukankah itu masa lalu Gerry, dan semua orang mempunyai masa lalu, bahkan ia sendiri pun mempunya kenyataan yang belum di ungkapkan ke Gerry. Jemima berdiri di depan meja Gerry dan membelakangi pintu ruangan, ia melamum sejenak dengan memegang foto itu ditangannya hingga Gerry masuk melingkarkan tangannya di perut Jemima dan membuat Jemima tersadar.
Gerry menaruh kepalanya di pundak Jemima "Kenapa koq bengong" ujar Gerry dan ia memperhatikan foto ditangan Jemima kemudian langsung merebutnya, merobek dan membuangnya ke tempat sampah.
"Loh koq dibuang" Jemima bingung akan tindakan Gerry
"Ya ngapain disimpan sudah masa lalu" ucap Gerry kemudian kembali melingkarkan tangannya di perut Jemima.
"Kan sudah ada yang mengisi hati ku"
"Sudah masa lalu tapi koq masih disimpan dilaci" ucap Jemima sedikit cemburu
"Lupa buang, kenapa kamu cemburu?" ledek Gerry sambil menciumi leher Jemima.
"Gak koq, buat apa cemburu, semua orang kan punya masa lalu, asal masa sekarang kamu sama aku saja" ucap Jemima yang tidak fokus karna merasa geli dengan perlakukan Gerry saat ini.
"Nanti ke apartemen aku ya" ucap Gerry kemudian melepas pelukannya dan mencium pipi Jemima.
"Iya makanya bantu selesaikan barang-barang kamu ini banyak banget"
"Siaap Bu Bos" menjelang sore akhirnya semua barang-barang Gerry selesai di kemas dan juga semua barang-barang karyawan lain, ruko yang telah ditempati Gerry dari awal memulai usaha hingga saat ini akhirnya harus ditinggalkan dan berpindah ketempat yang baru demi memulai usaha yang lebih baik lagi.
"Je bilang anak-anak jangan pulang dulu, kita makan bareng, aku yang bayar, terserah mereka mau makan apa " ucap Gerry kepada Jemima dan segera menyampaikan ke karyawan yang lain melalui wa grup.
'Team, terimakasih untuk kerja keras hari ini. Pak Gerry mau traktir kita setelah ini, pilih dimana kalian mau makan , bebas katanya' tulis Jemima dalam wa grup kantor tanpa Gerry didalamnya, sambutan meriah oleh karyawan atas ajakan bos nya itu tertulis di wa grup para karyawan dan akhirnya diputuskan mereka akan makan disalah satu restoran didaerah Jakarta Utara. Restoran asia dengan tema taman-taman didalam bangunannya , tampak terlihat instagramable dan memancing karyawan-karyawan untuk mengabadikan semua moment.
Gerry dan Jemima seperti biasa duduk saling berdampingan dan kedekatan mereka memancing karyawan lain yang sudah menebak-nebak kedekatan mereka berdua. Tanpa sungkan Gerry meminum dari gelas Jemima dan membuat karyawan lain semakin penasaran. Dipojok meja juga terdapat pasangan lain yang memancing Gerry, April dan Arka yang duduk sangat dekat, tampak tidak ada kecanggungan diantara keduanya.
Gerry berbisik ditelinga Jemima "Ada hubungan apa Arka sama April?" Jemima terdiam dia bingung harus mengatakan apa kepada Gerry mengenai status hubungan Arka dan April.
"Tanya adek kamu saja"
__ADS_1
"Pacaran?" Jemima hanya mengangkat bahunya tidak ingin merusak makan malam bersama karyawan lain.
Berbagai macam hidangan tersaji didepan masing-masing karyawan sesuai dengan pilihannya masing-masing. Kali ini Jemima memesan Bebek Goreng dengan Kecombrang sedangkan Gerry memesan Short Rib Steak. Gerry juga memesan Whisky Chivas 12 untuk diminum bersama karyawan-karyawannya.
"Jangan banyak-banyak minum Pak kan kamu menyetir" ucap Jemima mengingatkan kekasihnya itu.
"Iya, nih cobain steak aku, kamu pasti suka" Gerry memotong steak dipiringnya dan mengarahkan potongan tersebut ke mulut Jemima. Sontak perlakuan Gerry ke Jemima membuat karyawan-karyawan terpaku dan terjawablah sudah bahwa Gerry dan Jemima menjalin sebuah hubungan.
"Yah kecewa hatiku" celetuk Gina, manager HRD yang sedari dulu sangat mengidolakan bosnya.
"Udah sold out si Bapak" tak kalah Sinta salah seorang karyawan mengungkapkan kekecewaanya.
Jemima yang mendengar celetukan dari beberapa orang tersebut, tersipu malu dan menepuk paha Gerry.
"Malu Pak" ucapnya dan Gerry hanya tersenyum menanggapi ucapan Jemima. Gerry pun cuek saja dengan tatapan dari para karyawannya.
"Ayo pada minum dong, nanti kalau kurang tambah saja lagi" ucap Gerry kepada para karyawan untuk meminum Whisky yang disediakan dimejanya. Kemudian Gerry menghampiri Arka yang sedang berbincang dengan April.
"Oh iya Pak makasih" Arka menerima gelas yang dibawakan Gerry.
"Minum!!" perintah Gerry
"Baik Pak" Arka segera menenggak minuman yang ada ditangannya dan Gerry tersenyum senang.
"Pril nanti kamu pulang ke rumah Mami, bayarin dulu nanti Abang ganti, Abang mau pulang duluan " ucap Gerry kepada April.
"Ih mau ngapain Abang buru-buru banget" goda April dan Gerry melengos pergi meninggalkan April.
"Ayok Yang kita pulang" ucap Gerry kepada Jemima yang sedang berbicara dengan Gina.
"Yang lain belum selesai" ucap Jemima merasa tidak enak melihat karyawan lain masih asik makan dan berbicang.
__ADS_1
"Guyss, kalau mau nambah makan dan minum pesan saja lagi, saya duluan dulu ya" ucap Gerry sambil menggandeng tangan Jemima. Malam ini Gerry sudah mempublikasikan kepada karyawannya mengenai hubungan nya dengan Jemima.
"Tau gitu gue jadi sekretarisnya dia aja deh biar jadian sama Pak Gerry" ucap Sinta yang merasa tidak senang melihat Jemima digandeng oleh Gerry.
Gerry melajukan mobilnya, ia tampak diam saja didalam mobil.
"Sayang kamu gak mabukkan?" tanya Jemima melihat Gerry yang diam saja.
"Kayaknya Arka sama April pacaran, tadi aku gak sengaja melihat tangan April di paha Arka" ucap Gerry mengabaikan pertanyaan Jemima.
"Memang kenapa kalau pacaran, kan meraka sama-sama single Yang" Jemima mencoba bersifat netral.
"Ya tapikan Arka....." ucap Gerry tidak melanjutkan ucapannya
"Arka kenapa? Cuma seorang security? Gak cocok gitu ya sama Adek kamu" Jemima kali ini membela Arka.
"Yah gimana Yang, aku kan juga pengen April dapat yang terbaik"
"Terbaik versi kamu memang seperti apa Yang?" tanya Jemima penasaran karna merasa tidak terima Gerry meragukan Arka
"Yah kamu tahukan kalau mereka pacaran terus serius nanti April mau dikasih makan apa?" ucap Gerry , sifat posesifnya sebagai kakak keluar.
"Arka itu sudah mau selesai kuliahnya , dia bisa cari pekerjaan baru . Iya sih, memang sulit untuk menyetarakan diri dengan keluarga kalian. Bibit, bebet, bobotnya susah untuk kami gapai" ucap Jemima sedikit kesal.
"Lah koq jadi kamu yang marah" Gerry menatap wajah Jemima dengan kedua tanganyannya memegang pipi Jemima, saat mereka sampai diparkiran basement apartemennya.
"Koq jadinya kesini Yang, bukannya kamu anterin aku pulang kan sudah malam aku pikir jadinya pulang" karna merasa kesal dengan Gerry Jemima tidak sadar jika perjalanan pulangnya bukan kerumah melainkan ke apartemen Gerry.
"Bentar Yang, kangen sama kamu, gara-gara ngomongin Arka dan April kita malah berantem gini" ucap Gerry mengajak Jemima keluar dari mobilnya.
---------------
__ADS_1
Jangan lupa like, comment, hadiah dan votenya ya