Pilihan Jemima

Pilihan Jemima
Bab 77


__ADS_3

Gerry datang kekantor nya dengan rasa malas, dilihatnya Jemima masih merapikan makeupanya, diulaskannya lipstik di bibir yang dulu menjadi favoritnya.


"Pagi Pak" sapa Jemima kepada Gerry dan tersadar jika ada yang aneh diwajah Gerry. Akibat pukulan Abi muka Gerry pagi ini sedikit bengkak. Jemima cepat-cepat memasuki ruangan Gerry untuk menanyakan kondisi Gerry.


"Pak kenapa mukanya? Bapak habis berantem sama siapa?" tanya Jemima penasaran


"Sama cowo brengsek" ucap Gerry dengan kesal. Jemima segera mengambil peralatan P3K, untunglah ada salep untuk mengobati bengkak di wajah Gerry. Dengan jarak muka yang dekat, jantung Gerry berdetak cepat sekali rasanya ia ingin menempelkan bibirnya di bibir Jemima, namun ia tidak ingin menjadi pria brengsek bagi Jemima. Pelan-pelan Jemima memberikan salep itu keluka dan bengkak Gerry ,tanpa ada rasa apapun dan hanya fokus ke wajah Gerry, ia tidak sadar bahwa sedari tadi Gerry sudah tidak tahan akan bibir Jemima yang lembut berwarna in pink dan sedikit terbuka. Tiba-tiba ia mendorong Jemima perlahan. "Aku saja sendiri Je" Gerry tidak tahan berdekatan dengan Jemima daripada ia melakukan hal bodoh sebaiknya segera ia batasi sendiri.


"Maaf Pak, saya hanya khawatir" ucap Jemima tidak enak kepada Gerry.


"Saya keluar dulu kalau Bapak butuh apapun kasih tahu saya" ujar Jemima dam kembali ke meja kerjanya. Ia memeriksa ponselnya dan dilihatnya pesan dari Abi.


✉️ Abi : Je lu kenal laki-laki bernama Gerry?


✉️ Jemi: Kenal Bi, dia bos gue. Kenapa?


✉️ Abi: Gak apa-apa. Okey


Dan semenjak pesan tersebut Abi tidak pernah berkomunikasi lagi dengan Jemima, Jemimapun heran ia mencoba memberi pesan kepada Abi tetapi lelaki itu tidak menanggapinya.


Beberapa hari ini Gerry mulai mengajaknya lagi untuk ikut dalam beberapa meeting.


"Nanti sore ikut saya ketemu calon klien ya?" tanya Gerry.


"Iya Pak" Jemima menyiapkan semua berkas yang diperlukan, ia membawa tas tenteng, tampak Jemima kerepotan membawanya.


"Kamu bawa apaan Je, banyak banget" tanya Gerry heran karna Jemima sudah membawa tas laptop, tas selempang dan 2 kantong tas lagi.


"Oh ini berkas untuk diberikan ke klien Pak, yang satunya baju ganti saya, nanti sbeelum pulang saya mau naik krl, gak nyaman jika naik krl dengan baju ini" Jemima menunjukkan tas dan pakaiannya, saat ini ia memang memakai rok sepan sedikit diatas lutut dan blouese putih yang sedikit menerawang.


"Ngapain kamu naik krl?" tanya Gerry heran, bukannya akses kerumahnya tidak dilalui transportasi massal itu.


"Saya kan sudah tinggal di Bogor Pak, dirumah peninggalan orang tua saya dulu" ucap Jemima dengan santainya dan tidak ada maksud apapun ke Gerry.


"Bogor??" pantas saja akhir-akhir ini Gerry melihat Jemima tampak sedikit lelah dan selalu berganti pakaian serta memoles wajahnya dikantor, jadi selama ini dia sudah tidak tinggal dirumahnya, karna itu beberapa kali Gerry kerumah Jemima dan rumahnya tampak gelap.


"Iya Pak" Gerry mengambil tas laptop Jemima dan salah satu tas ditangan Jemima.


"Ehh Pak" ujar Jemima bingung.

__ADS_1


"Aku yang bawa" rasanya ia tidak sanggup melihat Jemima hidup sangat keras seperti ini.


Mereka menuju sebuah mall dikawasan Jakarta selatan, karna kepergian mereka bersamaan dengan jam pulang kantor maka jalanan sore itu sungguh macet.


Gerry yang tadinya fokus kejalanan, sejenak melirik ke Jemima dan ternyata wanita itu sudah tertidur pulas di bangku penumpang. Tak tahan melihat rambut Jemima yang menghalangi mukanya Gerry memberanikan diri untuk menyingkirkan dan menyelipkan disela-sela telinganya setelah itu ia usap dengan lembut pipi Jemima dengan pelan agar wanita itu tidak terbangun. Tekad dan pikirannya sudah bulat ia harus merebut hati Jemima kembali.


Jemima kaget dan terbangun dari tidurnya, ternyata ia sudah ada di parkiran basement dan seorang diri tanpa Gerry disampingnya. Mesin mobil masih menyala dengan jendela sedikit diturunkan. Badannya terasa capai sekali karna semenjak pindah rumah ia harus bangun lebih pagi lagi dan perjalanan menaiki krl sungguh melelahkan. Ia meregangkan tangannya dan tersadar ada yang aneh di jari manisnya.


"Cincin" ucapnya memperhatikan cincin berlian bermata satu itu. Cincin yang pernah di berikan Gerry kepada dirinya dan sudah ia kembalikan, kenapa sekarang berada di jarinya kembali. Cepat-cepat ia memeriksa ponselnya dan mencari nama Gerry dipesan ponselnya.


✉️ Gerry: Aku duluan ketemu Pak Steven, kalau kamu capai dan ngantuk gak usah ikut saja. Tunggu aku, nanti aku anter kamu pulang. ❤️.


Jemima merasa bingung akan perubahan sikap Gerry. Karna merasa tidak enak dengan Gerry ia menyusul Gerry ke tempat pertemuan.


"Maaf Pak saya terlambat" ucap Jemima kepada Gerry, Steven dan Manager Marketing calon klien Gerry.


"Sudah enakan badannya?" tanya Gerry yang perhatian kepada Jemima.


"Sudah Pak" Jemima duduk disebelah Gerry mencoba menyambungkan apa yang sudah dibicarakan sebelumnya. Manager Marketing Steven yang bernama Farah sedari tadi memperhatikan Gerry dan mencoba memancing perhatian Gerry. Steven pergi menerima telpon tinggalah mereka bertiga. Gerry tidak nyaman dengan wanita didepannya dari awal Farah dengan sengaja menyentuhkan kakinya ke kaki Gerry.


Jemima meletakkan tangan kanannya yang sudah dihiasi cincin dari Gerry diatas meja. Dengan sigap Gerry memegang sandaran kursi Jemima dengan tangan kirinya dan tangan kanannya memainkan jari Jemima yang dihiasi cincin indah itu.


"Jadi Pak Gerry boleh dong mampir ke coffeeshop saya kapan-kapan deket koq dari apartemen Bapak" ucap Farah dengan nada manjanya dan seketika diam ketika melihat perhatian dan mesranya Gerry terhadap Jemima. Jemimapun yang mendapat perhatian itu merasa risih, tetapi Gerry justru menangkup tangannya kedalam tangan Gerry.


Jemima tidak paham apa yang terjadi dan hanya mengikuti alur saja.


"I iya Pak" tak lama Steven kembali dan berakhir juga pertemuan mereka dengan hasil perusahaan steven akan memakai jasa design dan konstruksi perusahaan Gerry.


Tinggalah Jemima dan Gerry berdua.


"Saya pulang Pak" ujar Jemima kala masih didepan restoran


"Aku antar"


"Jauh Pak, antar sampai stasiun saja" tolak Jemima


"Justru jauh aku anterin" Gerry segera memegang tangan Jemima dengan erat dan menariknya perlahan berjalan bersama menuju parkiran.


Gerry membukan pintu sisi kiri agar Jemima masuk kesana dan segera ia berpindah ke kursi sisi pengemudi.

__ADS_1


"Pak, ini kenapa?" Jemima menunjukkan jarinya ke Gerry


"Jari kamu" dengan santainya Gerry menarik tangan itu dan dikecupnya.


"Ger maksudnya apa? Aku gak paham? Kamu cuma mau manas-manasin cewe tadi. Kalau gitu sekarang aku kembalikan" ucap Jemima tak paham jalan pikiran Gerry.


"Jangan, itu cincin kamu dan sepantasnya ada disana."


Gerry memegang kedua tangan Jemima.


"Sayang aku mau minta maaf, maaf bersifat egois dan berperilaku tidak adil sama kamu dan Dira. Aku ingin kita bersama lagi" ujar Gerry sungguh-sungguh dan Jemima hanya terdiam.


"Je aku mohon, terima aku kembali jadi kekasih kamu"


"Tapi aku gak pantas sama kamu Ger, kamu taukan aku punya anak dan kamu tidak suka akan hal itu" jelas Jemima


"Je aku bukan tidak suka, aku hanya terkejut dengan statusmu. Setelah kita berpisah dan merenunginya sekarang aku mengerti bahwa hanya kamu yang bisa mengisi hatiku."


"Kamu nanti menyesal Ger, tidak mudah menerima anak orang lain jadi anakmu. Bukan sekali saja aku mendapat tolakan karna hal ini. Bahkan ayah kandungnya saja menolak apalagi orang lain"


"Aku tidak akan bertindak bodoh seperti laki-laki itu. Ternyata kamu punya anak 5 pun aku terima Je. Nanti aku tambahin 6 dari aku, biar jadi kesebalasan" ujar Gerry masih memohon.


Jemima tertawa mendengar perkataan Gerry " Ih emang aku kucing apa"


"Yah Yang terima aku lagi ya. Aku janji akan jadi Suami dan Ayah yang baik untuk kamu dan Dira" Gerry mendekatkan mukanya ke Jemima


"Jadi pacar dulu yang baik, ngomongnya kejauhan" Jemima cepat-cepat mendorong Gerry agar sedikit menjauh.


"Masih gak percaya lagi, tunggu aku akan lamar kamu secepatnya" Jemima tersenyum bahagia mendengar dan melihat tingkah laku Gerry.


"Iya aku mau jadi pacar kamu lagi. " ucap Jemima malu-malu, muka Gerry berubah riang gembira. Secepat kilat ia menyesap bibir Jemima dan menciumnya dengan rakus. Mereka melakukannya hingga beberapa menit lamanya dan membuat Jemima merasa kekurangan oksigen karna tindakan tiba-tiba Gerry.


"Ya ampun, Yang sabar sih langsung nyosor aja" Jemima mengambil tissue dan mengelap sekitar bibirnya dan Gerry yang basah akibat ulah mereka sendiri"


"Sudah gak tahan nih Yang, buruan lah aku nikahin nih Ibu-ibu beranak satu" antara kesal dan malu akan ucapan Gerry, Jemima memukul paha kekasihnya itu dan ditangkap Gerry kemudian ia arahkan ke juniornya.


"Percayakan" Jemima terkejut dan matanya melotot karna ada sesuatu yang mengeras disana.


"Dasaaar mesum" teriak Jemima dan berdua mereka tertawa bahagia.

__ADS_1


 


Jangan lupa like komen dan votenya


__ADS_2