Pilihan Jemima

Pilihan Jemima
Malam Itu


__ADS_3

Para karyawan DAR World sedang menikmati indahnya pantai di Bali. Hari menjelang sore, teriknya matahari sudah mulai memudar. Alya dan Jemima sedang asik main dipinggir pantai, Reno tidak mau membuang kesempatan untuk mendekati Alya.


"Reno ganggu aja deh" keluh Jemima karna sedari tadi Reno mencoba mendekati Alta sehingga Alya tidak fokus bermain dengan dirinya.


"Ya elah Je, jangan cemburu napa sini gue godain juga ya" ledek Reno dan melemparkan segenggam pasir basah ke arah Jemima.


"Reno gua balas lu ya" Jemima tampak marah dengan kelakuan dari Reno, kemudian datanglah Agus menghampiri mereka.


"Gengs, nanti malam si Bapak mau ajak ke club, join ya?" Agus menyampaikan pesan yang diucapkan Darwin dan tangannya membersihkan pasir yang ada dirambut Jemima.


"Ehem ehemmm, perhatian banget sih" ledek Alya dan membuat Jemima menyingkirkan tangan Agus dari rambutnya.


"Ih abang apaan sih" ucap Jemima itapi Agus hanya tidak mempedulikannya.


"Ya udah yuk kita balik hotel terus siap-siap buat dinner sama acara nanti malam" mereka berempat serta karyawan lain kembali lagi ke hotel untuk istirahat sejenak dan bersiap diri.


Malam ini Jemima dan Alya sudah siap untuk pergi, mereka sedikit memberi make up di wajahnya agar tidak tampak terlalu pucat.


"Cakep kan" kata Alya sembari memulaskan lipstik di bibirnya.


"Mayan" ucap Jemima. Jemima memakai mini dress putih dengan jaket jeans tampilannya membuat dirinya tampak imut. Sedangkan Alya tidak mau kalah malam ini menggunakan floral mini jumpsuit.


Mereka jalan berdua menuju lobby untuk pergi bersama karyawan lain menuju restoran seafood di daerah Jimbaran.


"Imut banget" ucap Agus ditelinga Jemima dan itu membuat Jemima bergidik.


"Ih apaan sih Bang" ia mendorong Agus agar menjauh dan Agus hanya tersenyum.

__ADS_1


Disalah satu sudut Darwin melihat keakraban Agus dan Jemima ,ia berfikir kalau mereka pasti ada hubungan yang special. Disamping itu perasaan Darwin sedang kesal karna kekasihnya sedari siang tidak bisa dihubungi.


"Kemana sih nih cewe susah banget dihubungi" keluhnya


Acara makan malam berjalan lancar semua karyawan merasa puas dengan hidangan yang disajikan, suasana di restoran itu juga sangat romantis dna syahdu.


"Duh yang lagi pedekate, berasa kaya obat nyamuk" Jemima menyindir Reno yang sejak awal di restoran sudah gencar mendekati Alya dan sengaja duduk sebelahan.


"Iri ya, makanya sana dekati Agus" ejek Reno


"Ihh ogah emang gue cewe apaan deketein laki-laki sudah berstatus"


"Kan status pacaran ini, gak apa-apa lah selama janur kuning belum melengkung"


"Nooop kaya gak ada cowo lain aja" Jemima membuang pandangannya dari Reno


"Siapa cowo lain juga gak ada" sindir Reno yang kata-katanya mengena sekali ke Jemima karna sampai saat ini tidak ada cowo lain yang mendekatinya. Padahal dia tidak jelek, mukanya yang tanpa make up tebal terlihat cantik bibirnya mungil dan hidungnya mancung, dengan warna kulit kuning langsat, tidak terlalu tinggi sekitar 160cm dengan berat badan ideal. Memang nasipnya saja yang belum bertemu laki-laki yang cocok. Ia melihat Agus sedang berbincang dengan Darwin. Kalau saja Agus single mungkin ia tidak akan menolak perhatian yang diberikan, tapi ini Agus sudah mempunya pacar. Sedangkan ia ingin memiliki pacar dan jika berjodoh hingga menjadi suami seperti ayahnya, yang lembut,perhatian dan humoris. Lihat saja Ibu nya yang ditinggal oleh Ayah menjadi kesepian dan sering sakit-sakitan. Ayah dan ibunya merupakan soulmate sejati dan semoga saja Jemima menemukan soulmatenya.


"Yang mau ikut ke Club sama babe kumpul di loby ya,yang ga ikut boleh langsung ke hotel" perintah Agus ke para karyawan yang masih duduk di bangkunya masing-masing.


"Al ikut yuk, gue belum pernah ke club apalagi ini di Bali gratis lagi" Jemima mengajak Alya


"Ikut aja , nanti Abang Reno jagain" timpal Reno yang ada disisi sebelah kanan Alya.


Sekitar 10 karyawan yang akhirnya ikut bergabung dengan bos mereka ke sembua club bar didaerah Seminyak. Mendekati pintu masuk suara dentuman musik sudah mulai terdengar. Orang-orang hilir mudik masuk kedalam tempat tersebut dengan penampilan yang berbeda-beda dan banyak wisatawan mancanegara.


Saat masuk para keamanan memeriksa isi tas mereka dan memastikan tidak membawa apapun yang berbahaya. Darwin sudah berjalan didepan bersama Agus. Jemima dan Alya berjalan dibelakangnya dan memandangi sekitar dengan kagum akan arsitekur disekitar. Akses masuk yang unik berupa jalur panjang dan sempit menuju pintu masuk di ujung. Sisi kanan kiri jalan terdapat rerumputan hijau dan hiasan yang terbuat dari sandal bekas yang disusun sedemikian rupa selain itu sebuah bangunan dengan dinding penuh dengan jendela kayu yang membuatnya tampak unik yang tidak pernah dilihat oleh Alya dan Jemima. Kemudian mereka masuk ke dalam dan terlihat lapangan rumput luas yang dipenuh dengan kursi-kursi dan sofa yang sudah mulai dipenuhi olah pengunjung.

__ADS_1


"Al jam segini masih ada yang berenang ya apa kga dingin tuh" ucap Jemima yang melihat beberapa turis asing masing berendam di kolam renang.


"Iya heran gue. Air hangat kali kolamnya" jawab Alya yang juga kebingungan dan mereka duduk disalah satu sofa.


Darwin dan Agus duduk tepat dihadapan Alya dan Jemima sedangkan Reno selalu menempel ke Alya. Pelayan tak lama datang membawakan minuman beralkohol dan cemilan ke meja kami.


"Ayo di minum" ajak Darwin, Jemima dan Alya mengambil minuman tersebut, ini pertama kali untuk Jemima meminum minuman beralkohol. Pahit yang ia rasakan tapi rasanya kenapa ia ingin lagi. Musik dari DJ sudah mengalun mendukung suasana disana untuk terus bergoyang. Darwin dan Agus bangkit dari duduknya sambil membawa minuman.


"Kesana yuk" Ajak Darwin dan menunjuk depan panggung dimana DJ sedang beraksi dan banyan turis yang menari menikmati musik EDM yang dibawakan oleh Dj.


"Makasih Pak kami disini aja" ucap Jemima


Tanpa terasa Jemima sudah habis 1 botol dan rasanya ia ingin minum lagi. Ia melihat Alya yang sudah meminum botol kedua dan mulai tampak mabuk sedang bersender ke Reno.


"Al lu dah mabuk?" tanya Jemima


"Iya nih Je, gua balik deh anterin Alya ya" ucap Reno


"Gue aja Ren" Jemima takut jika Alya dipermainkan oleh Reno


"Gak usah lu dah mabuk juga yang ada gua repot bawa lu berdua nanti lu bareng Agus aja ya" kemudian Reno berdiri dan merangkul Alya berjalan dan menjauh dari pandangan.


Sekitar 1 jam kemudian. Agus menghampiri dirinya


"Je pulang yuk ke hotel kamu udah mabuk bareng sama tim marketing ya" ia menunjuk 5 orang karyawan yang sedang duduk dan terbahak-bahak dibelakangku sepertinya mereka sudah mabuk juga.


Agus menggandengku ke lobby dan membantuku masuk ke dalam mobil bersama karyawan lain.

__ADS_1


"Aku masih urusin Pak Darwin dulu ya, dia mabuk, kamu bisa kan nanti jalan langsung ke kamar" Tanya Agus ke Jemima


"Bisa bang" mata Jemima sudah tidak sanggup untuk dibuka, otaknya juga sudah tidak bisa diajak berfikir dan rasanya lebih nyaman jika bersender di jendela kemudian tidur. Begini ya rasanya mabuk, gumamnya dalam hati.


__ADS_2