Pilihan Jemima

Pilihan Jemima
Bab 63


__ADS_3

"Kenapa koq diem saja?" ucap Gerry setelah menanyakan kepada Jemima minyak apa yang dipakai untuk membuat nasi goreng.


"Gak apa-apa Pak. Pakai virgin oil yang untuk menumis Pak biar Bapak sehat. Jangan dikasih minyak wijen nanti rasanya aneh. Kasih sedikit kecap asin, kecap inggris dan saus tiram Pak biar enak" jelas Jemima yang hatinya terasa panas dan kesal akibat ulah bosnya yang selalu mengganggu diwaktu liburnya. Teringat juga 2 minggu lalu Bosnya menyuruh pagi-pagi sekali untuk datang ke apartemen hanya ingin menanyakan sprei warna apa yang harus digantikan oleh bibi asisten rumah tangga di apartemen Gerry, bahkan Jemima pernah saat sedang sakit karna datang bulan harus datang untuk memilihkan baju bosnya yang akan datang ke pernikahan temannya. Tapi kali ini dia sangat kesal karna acara jalan-jalan dengan Dira harus berakhir dan anak itu sekarang marah akan dirinya.


"Kamu saja yang masak kayaknya lebih meyakinkan dibanding saya " ucap Gerry mundur dari depan kompor dan duduk dimeja makan memperhatikan Jemima.


"Lagian bapak tumben banget mau masak, biasanya juga beli. Adek bapak Mbak April suruh belajar masak biar gak jajan terus" ucap Jemima dengan ketusnya karna di ganggu dengan hal-hal sepele.


Dengan sigap Jemima meracik bumbu-bumbu yang akan dipakainya dalam membuat nasi goreng, tak butuh waktu lama nasi goreng buatan Jemima selesai, ia meletakkannya dalam sebuah piring dan menambahkan bawang goreng sebagai pelengkap nasi gorengnya.


"Ini Pak sudah jadi, saya pulang dulu kalau begitu" Jemima menyerahkan piring berisi nasi goreng kedepan Gerry.


"Buat kamu mana?" tanya Gerry sambil menahan tangan Jemima yang hendak pergi.


"Saya sudah makan tadi Pak waktu Bapak telpon tadi"


"Gak bisa kamu temani saya makan kamu suapi saya seperti biasa, saya ada kerjaan yang harus dikerjakan" ujar Gerry meninggalkan Jemima masuk kedalam kamarnya.


Jemima hanya bisa membuang nafas melepaskan kesal didadanya. Tak lama Gerry membawa laptopnya ke meja makan dan duduk disebelah Jemima.


"Kalau kamu gak suapi saya gak makan, saya sakit asam lambung lagi gimana" tatap Gerry kepada Jemima.


"Iya iya Pak , sini buka mulutnya" Jemima memulai menyendokkan nasi kedalam mulut Gerry hingga beberapa suap.


"Kamu makan juga ,saya gak mau dibilang bos semena-mena yang memaksakan anak buahnya tanpa memberi makan" ujar Gerry

__ADS_1


"Baik Pak" malas berdebat Jemima melaksanakan semua perintah Gerry agar urusannya cepat selesai dan kembali pulang. Tidak butuh waktu lama nasi goreng buatan Jemima habis dimakan Gerry, sedang Jemima hanya memakan beberapa suap saja.


"Pak sudah kan, saya sudah bisa pulang? Mau istirahat capai kan besok kerja lagi" minta Jemima dengan memasang muka memelas.


"Iya boleh , saya antar kamu pulang, tapi tunggu saya mau mandi dulu"


"Gak perlu Pak saya naik taxi saja" tolak Jemima karna sudah malas berurusan lama-lama dengan bos nya ini.


"Udah sekalian saja saya mau kerumah orang tua saya" Gerry segera masuk kedalam kamarnya untuk membersihkan diri.


Jemima menunggu diruang tamu Gerry sambil memainkan ponselnya, sudah lebih dari 15 menit Gerry belum selesai juga dan Jemima tambah kesal dibuatnya, ia pun menggerutu akan sikap Gerry


"Sebel ih sama si bos, bukannya cari istri keq yang bisa urusin dia hal kaya gini, capek kan bolak-balik buat urusan gak terlalu urgent" gerutu Jemima


"Eh Bapak, maaf" muka Jemima terihat ketakutan.


Gerry sudah berada didepan pintu unitnya


"Jadi pulang gak? Atau mau menginap disini, besok kan ketemu dikantor lagi" ujar Gerry yang sedang membuka pintu unitnya menunggu Jemima yang masih diam di sofa.


Buru-buru Jemima menuju pintu keluar "Jangan Pak saya mau pulang" Jemima melintas didepan Gerry yang sedang menahan pintu, wangi tubuh Gerry yang sehabis mandi menghipnotis hidung Jemima membuatnya tidak bisa berfikir sepersekian detik ditambah tampilan Gerry dengan menggunakan polo shirt dan celana jeans serta sneaker berwarna putih tidak ada yang bisa menolak akan pesona Gerry saat ini, tapi ia kembali tersadar dan kembali ke kehidupan nyata.


"Saya kira kamu mau, malah enak saya kalau kamu tinggal disini, ada perlu apapun tinggal pangggil kamu" Gerry segera menutup unitnya dan berjalan menuju lift dan menekan tombol turun.


"Kalau menginap gitu, Bapak gak akan kuat gaji saya" celetuk Jemima

__ADS_1


"Memang kamu minta gaji berapa? Saya pasti sanggup koq" jawab Gerry menantang Jemima.


"Ehm berapa ya, tapi gak mau lah, saya buat privasi juga Pak, makanya Bapak cepat cari istri biar bisa nemani Bapaksaat dirumah jadi gak sedikit-dikit panggil saya kesini" Jemima teringat pesan bu Sela , Mama dari bosnya untuk memberi tahu jika Gerry sedang dekat dengan wanita yang mana saja, karna menurut Mama nya Gerry jarang sekali dekat dengan wanita dan khawatir anaknya itu berbelok arah tidak menyukai wanita.


Gerry hanya melirik kearah Jemima tanpa menjawab apapun ucapan Jemima, dan tepat dengan pintu lift terbuka, Gerry memegang pundak Jemima untuk memintanya masuk ke lift terlebih dahulu baru ia seger masuk dan semua hening saat berada dilift. Jemima merasa tidak enak dengan ucapannya barusan, ia takut bahwa ucapannya menyinggung Gerry.


Hingga mereka sampai di basement Gerry berjalan terlebih dahulu menuju tempat mobilnya terparkir.


"Kamu dirumah sama siapa?" tanya Gerry penasaran.


"Dirumah? Saya sama asisten rumah tangga saja Pak" ucap Jemima


"Orang tua kamu?"


"Sudah meninggal dan kakak saya satu-satunya tinggal di Papua bersama suami dan anaknya" jelas Jemima, baru kali ini Gerry menanyakan hal pribadi kepada dirinya. Gerry hanya menganggukkan kepala mendengar jawaban Jemima.


"Kalau Tante Om kamu ada dimana?" tanya Gerry lagi


"Ibu saya kebetulan anak tunggal, Om dari pihak Ayah sekarang ada diluar negeri" Jemima memang tidak pernah bertemu dengan keluarga besarnya dari pihak ayahnya maupun dari ibunya, terkahir saat pemakaman Ibunya dimana hanya didatangi oleh saudara jauh yang Jemima tidak begitu mengenalnya.


Jalanan sore ini lumayan lenggang sehingga perjalanan menuju rumahnya tidak membutuhkan waktu lama. Jemima membuka pintu mobil dan tangannya di tahan oleh Gerry, "Besok masakkan nasi goreng kaya tadi lagi, dan buat kamu juga saya gak mau makan sendirian" ucap Gerry memberi perintah.


"Baik Pak besok saya bawakan" Jemima menyanggupi permintaan Gerry dan keluar dari mobil Gerry. Ia kembali berjalan memutar menuju rumahnya dan sudah siap menerima kemaharan dari anaknya karna meninggalkannya sebentar untuk bekerja.


----Jangan lupa like dan komennya-----

__ADS_1


__ADS_2