
Semenjak kejadian di rumah orang tua Darwin, Dira menjadi lebih pendiam dan enggan membicarakan ayahnya. Esoknya Darwin sengaja menghampiri rumah Jemima tetapi Dira tidak ingin bertemu dengan Darwin dan berada didalam kamarnya. Tidak ada yang bisa dilakukan oleh Jemima , ia tidak ingin memaksakan Dira untuk bertemu dengan ayahnya, biarlah waktu yang akan menyelesaikan semuanya. 3 hari tanpa kehadian Gerry dikantor membuat Jemima bisa lebih fokus mengatasi emosi Dira yang sedang tidak baik. Hari ini bosnya berkata akan kembali kekantor dan ia sudah menyiapkan keperluan Gerry untuk bekerja setelah cuti. Jemima masih memikirkan Dira saat bosnya datang dan meletakkan sebuah paper bag , mengejutkannya yang sedang melamun.
"Oleh-oleh" ucapnya ketus dan masuk ke ruangan. Dilihatnya isi paperbag itu yang berisikan sebuah tas selempang berwarna biru tua dengan logo Dior. 'Oleh-oleh dari Bali koq kaya gini, padahal pengen banget makan Pia Legong" ucap Jemima dalam hati dan segera masuk kedalam ruangan bosnya.
"Pagi Pak, oleh-olehnya antimainstream sekali, saya kira pia legong ata pia susu, saya sudah bayangkan bisa makan itu loh" ucap Jemima membayangkan pia legong salah satu makanan favoritnya.
"Terimakasih ya Pak, itu gak berlebihan buat saya, pasti Bapak sedang senang sampai membelikan saya tas mahal seperti itu, berhasil ya Pak perjodohan dengan Bu Mira, jadi kapan saya bisa bantu persiapan pernikahan Bapak" Jemima mengoceh tanpa henti karna tidak menyangka dengan pemberian Gerry. Sampai ia tidak sadar muka Gerry berubah tidak enak.
"Nanti malam ikut saya, sekarang kamu kerja lagi sana, ada hal apa saja yang terlewat selama saya cuti" ucap Gerry sambil melihat tumpukan dokumen yang meninggi di meja kerjanya dan tidak menanggapi ucapan Jemima tadi.
"Siyap Pak Bos" Jemima dengan detail menjelaskan dokumen-dokumen yang menumpuk di meja Gerry, ia sudah berhasil memahami semua dokumen yang akan ditandatangani oleh Gerry sehingga ia tidak kena marah Gerry akhir-akhir ini.
Saat jam istirahat Gerry pergi keluar sendiri tanpa ditemani Jemima, dan Jemima makan sendiri di meja kerjanya ia masih tidak percaya jika Gerry membelikannya tas mahal. Bahkan Darwin saja tidak pernah membelikannya barang mewah, 'ah kenapa kepikiran Darwin lagi sih, dia kan bukan siapa' ucapnya kesal.
Sore hari.....
Mereka keluar dari kantor tepat pukul 6 sore, karyawan sudah mulai pulang hanya tinggal Arka yang menunggu untuk mengunci kantor tersebut. Jemima dan Gerry sudah berada didalam mobil menuju kesebuah restoran didaerah SCBD. Jemima merasa Gerry sore ini sangat tampan ia mengganti bajunya menjadi kemeja putih dengan celana jeans dan harum tubuh Gerry benar-benar menggoda penciumannya.
"Je, aku rasa sudah saatnya kita pindah kantor ke daerah perkantoran yang lebih elit, bagaimana menurut kamu?" ucap Gerry tiba-tiba ditengah keheningan didalam mobil.
Jemima terkejut tidak hanya rencana pindah kantor yang barusan diucapkan bosnya tetapi kata "aku" yang terasa janggal ditelinga Jemima.
"Bagus Pak, lebih prestige untuk nama perusahaan Bapak, tapi memang cost nya kan lebih besar yang akan dikeluarkan" ucap Jemima menanggapi pertanyaan bosnya.
"Iya aku sudah pikirkan soal biaya sewa dan renovasi, karna kita sudah banyak project dengan perusahaan besar rasanya lebih pantas kita pindah ke daerah sini. Kamu carikan rent office yang sesuai dengan budget, nanti aku kasih kamu rinciannya dan aku akan suruh anak-anak untuk handle renovnya" terang Gerry.
"Iya Pak" duh kenapa ini bosnya tiba-tiba berucap lembut dan memanggil dirinya 'aku'
Mereka sampai disebuah Hotel Bintang 5 dan menuju restoran didalamnya setelah memarkirkan mobil Gerry. "Kita mau ketemu siapa Pak" tanya Jemima penasaran karna menurut catatannya tidak ada janji dengan siapapun.
"Gak ketemu siapa pun, mau makan malam sama kamu saja" ucap Gerry dan menghampiri pelayan didepan restoran tersebut "atas nama Gerry" ucapnya kepada pelayan itu dan segera pelayan tersebut menunjukkan meja dengan 2 kursi yang berada di pinggir jendela, dengan pemandangan langsung ke kota Jakarta yang mulai menunjukkan kerlipan lampu yang terasa indah dari atas sana.
__ADS_1
'Tumben, lagi seneng banget nih bos' ucap Jemima dalam hatinya.
Mereka berdua duduk dan tak lama pelayan membawakan buku menu, tanpa membuka buku menu itu Gery langsung berucap.
"2 wagyu tenderloin, lobster spring roll, dan Luciano Sandrone Barolo Le Vigne 2012" ucap Gerry tanpa menanyakan pendapat Jemima
"Ini semua kesukaan kamu kan" ucapnya dengan senyum mengembang.
"Iya Pak, Bapak tahu saja, tapi saya juga makannya kalau ditraktir sama Bapak sih" ucap Jemima malu karna tdiak mungkin ia akan sering-sering makanan mewah tersebut, bisa kempis dompetnya seketika.
"Ada apa sih Pak, koq hari ini baik banget sama saya, mau ucapin terimakasih ya karna berhasil sama Bu Mira, pajak jadian nih Pak" ledek Jemima kepada bos nya itu yang tampak gelisah sedari tadi.
Pelayan datang dengan membawa 2 gelas dan 1 botol Red Wine yang dipesan Gerry, dengan perlahan dan hati-hati pelayan tersebut menuang isi wine kedalam gelas mereka masing-masing, ditambah dengan cake berbentuk Love yang lucu disajikan hanya didepan Jemima.
Suasana di restoran tersebut sangat syahdu dan romantis ditambah dengan penampilan dari seorang pianis sambil menyanyikan lagu dari Bruno Mars yang berjudul Leave The Door Open.
Said baby, said baby, said baby
Where you at? (Where you at?)
Oh, you got plans? (You got plans)
Don't say that (Shut your trap)
I'm sippin' wine (Sip, sip) in a robe (Drip, drip)
I look too good (Look too good)
To be alone (Woo, woo)
My house clean (House clean), my pool warm (Pool warm)
__ADS_1
Just shaved, smooth like a newborn
We should be dancin', romancin'
In the east wing and the west wing
Of this mansion, what's happenin'?
Jemima tampak menikmati suasana saat itu sambil menyesap anggur yang tersaji digelasnya, hingga ia dikejutkan dengan tangannya yang ia letakkan diatas meja digenggam oleh Gerry, seketika Jemima menatap Gerry dan mencoba menarik tanggannya dari genggaman Gerry tetapi ditahan oleh Gerry.
"Pakkk" ucap Jemima bingung.
"Je, ada yang mau aku ungkapin ke kamu" ucap Gerry dengan suara terdengar grogi.
"Entah kamu sadar atau tidak selama ini aku selalu memperhatikan kamu, dan kamu membuat aku nyaman akhir-akhir ini" ucap Gerry dan tiba-tiba datang pelayan dengan membawakan hand bouquet bunga mawar warna merah dan menyerahkannya ke Gerry kemudian meninggalkan mereka berdua, Gerry menyerahkannya bunga mawar itu kepada Jemima.
"Je, maukah kamu jadi pacar aku dan mengisi hati dan hari-hari ku mulai saat ini?" ucap Gerry lagi dengan lantunan lagu romantis yang dimainkan piano tersebut menunggu jawaban dari Jemima. Jemima yang tiba-tiba ditembak oleh bosnya tidak tahu harus berkata apa.
"Bukannya bapak sudah dijodohkan dengan bu Mira, kenapa dengan saya?" tanya Jemima bingung.
"Gak Je, aku tolak perjodohan itu, aku sayangnya sama kamu selama ini"
"Kenapa Pak bukannya Bu Mira sangat cocok sama Bapak?" Jemima masih tidak percaya dengan penjelasan Gerry barusan.
"Itu kita bahas nanti saja Je, please aku mau dengar jawaban kamu saat ini, jawab Je, aku malu loh dilihatin waitress disini , aku dah minta mereka untuk siapin semua" ucap Gerry sedikit memaksa.
"Jawab Je, kalau sampai aku ditolak kamu aku malu kalau kesini lagi, mungkin aku gak akan kesini lagi selamanya" ucap Gerry lagi dan membuat Jemima tertawa mendengar hal itu.
-------------------
Kira-kira dijawab apa sama Jemima ya
__ADS_1
Jangan lupa like, komen dan votenya ya