Pilihan Jemima

Pilihan Jemima
Siapa Dira ?


__ADS_3

Jika saja Jemima tidak sedang menggendong Dira pasti saat ini dia sudah jatuh terduduk karna kakinya merasa lemas akibat perbuatan Abram. Jemima masih terdiam menatap kepergian Abram.


"Je kenapa bengong masuk rumah sudah mau gelap" ucap Ibu yang baru saja keluar dari rumah.


"Hahh iya Bu" hati Jemima masih berdegup kencang beberapa saat kemudian. Tidak menyangka Abram akan menciumnya. Hanya dicium pipi tapi bisa membuat hatinya berbunga-bunga.


Dilain tempat di ruang tunggu bandara,laki-laki bernama Abram yang baru saja menggetarkan hati seorang wanita masih terus tersenyum, bahkan dirinya sendiri tidak menyangka dengan tindakannya tadi. Ia harus gerak cepat pikirnya jangan sampai gagal dan disia-siakan seperti dulu. Waktu ia SMA dan kuliah ia sering mendekati seorang wanita tapi karna sifatnya yang santai seringnya ia ditikung oleh temannya. Makanya untuk saat ini dia tidak mau sampai terjadi hal yang sama. Karna ia merasa sosok Jemima wanita yang unik beda dengan yang lain ditambah sudah ada Dira, bonus pikirnya. Hanya saja pikiranya sedikit terganggu dengan Darwin, bagaimana bos nya jika tahu ia menjalani hubungan dengan Jemima apalagi ternyata ada anaknya yang masih hidup. Ia harus segera memutuskan sesuatu akan masa depannya.


Sesampai di Jakarta ia segera pulang dan membersihkan diri dirumahnya.


"Sudah selesai Mas urusan di Semarang?" tanya Bunda ke Abram yang baru duduk di sofa ruang tv nya bergabung dengan bundanya yang sedang menonton sinetron.


"Iya Bu sudah, tapi bulan depan harus kesana lagi" ia berbohong ke Bundanya dengan mengatakan kepergian ke Semarang merupakan tugas kantor.


"Project baru dari Pak Darwin?"


"Iya Bu" Abram segera membuka aplikasi pesan di ponselnya dan mengirimkan kabar ke wanita yang mulai mengisi hati nya.


✉️ Abram : Aku sudah sampai rumah, baru saja selesai mandi. Lagi apa? Dira sudah tidur?


Abram diajak bicara oleh Bundanya tetapi ia tidak fokus selalu melihat ke ponselnya menunggu balasan wanita di kota lain itu.


"Mas, Pak Atma mau ketemu kamu nanti kalau sudah kembali dari Amerika" ucap Ibu


"Iya Bun aku juga mau ketemu Pak Atma rencana aku mau mulai mengabdi di perusahan Pak Atma akhir tahun ini" Pak Atma adalah majikan Ibunya dulu saat bekerja menjadi baby sitter mengurusi anak semata wayangnya.


"Ya bagus Mas, kamu kan dulu janji jika selesai kuliah ingin kerja diperusahaannya tapi sampai saat ini malah keasyikan kerja sama Pak Darwin"


"Iya, Firda dan Firly kapan lulus Bun?" tanya Abram menanyai kedua adik kembarnya.


"Tahun ini juga Mas setelah itu mereka berdua nanti kerja di tempat Pak Atma juga"


"Ohh iya Bun, kalau Amanda bukannya lulus tahun ini juga ya?" tanya Abram menanyai Amanda yang merupakan putri tunggal Pak Atma.


"Iya setahu Ibu gitu, emang kamu gak pernah komunikasi sama Amanda?" tanya Ibu

__ADS_1


"Jarang Bu" jawabnya singkat


Ting, notifikasi pesan Abram berbunyi mukanya langsung berseri-seri.


"Siapa Mas, Bunda jadi penasaran, pacar kamu ya?"


"Ehmm. Kapan-kapan aku kenalin ke Bunda sekarang belum saat nya" buru-buru Abram kembali kekamarnya dan segera membalas pesan Jemima.


✉️Dira :Iya Mas. Ini aku sedang main dengan Dira daritadi aku ajak tidur tidak mau. Sudah makan malam?


✉️Abram: Aku videocall boleh? Mau lihat muka Dira 😊


Modus Abram padahal ia rindu dengan Mama Dira.


✉️Dira: Iya Mas boleh


Kemudian Abram segera menekan tombol video call.


"Malam" sapa Abram ke wanita diseberang sana, tapi yang muncul wajah Dira yang menggemaskan.


"Malam Om" sapa suara Jemima


"Jangan Om nanti kasihan Mama Dira ikutan begadang" Jemima tertawa hanya suaranya saja yang muncul dari balik ponsel.


"Oh iya kasihan Mama ya, jangan deh lebih baik Dira tidur kalau sudah besar baru temani Om"


"Mana muka Mama Dira koq gak kelihatan?" tanya Abram karna sedari tadi Jemima mengarahkan kemuka anaknya.


"Kan tadi katanya mau lihat Dira"


"Ya sekalian Mamanya lah" jawab Abram


"Gak mau Mas mukaku lagi jelek" elak Jemima


"Ya udah deh, sudah malam kalian tidur ya. Malam semuanya" Abram sedikit kecewa karna tidak bisa melihat muka Jemima.

__ADS_1


"Malam Om jangan begadang ya" kemudian Jemima mematikan panggilan itu, hatinya senang sekali mendengar suara Abram. Sedangkan Abram masih malu-malu untuk mengungkapkan rasa sayangnya ke Jemima.


Hari berganti hari, setiap malam Abram selalu menghubungi Jemima melalui panggilan video call. Dalam satu hari saja Abram bisa mengirimkan pesan hanya untuk menanyakan kabar dirinya dan anak lelakinya.


"Permisi Papa Dira" goda Alya yang semenjak pertemuan di rumah Jemima ia selalu menggoda Abram dengan panggilan Papa Dira.


"Maaf ganggu waktunya mau minta tanda tangan Pak Darwin untuk pengajuan renovasi kantor Pak" Alya menyerahkan 1 berkas dokumen didalam clear holder.


"Taruh aja disitu" Abram menunjuk rak dimejanya.


"Kapan ke rumah Dira lagi Pak?" tanya Alya


"Minggu depan sepertinya" Jawab Abram tanpa melihat ke arah Alya dia memang bukan sosok yang suka menebar pesona kesembarang perempuan.


"Titip ya Pak buat Dira, besok saya kasih"


"Okey" Abram memberikan jempolnya ke Alya.


"Titip apaan?" suara Darwin mengagetkan Alya dan Abram.


"Ini Pak dokumen untuk bapak approve" dalih Abram dan Alya segera kabur dari tempat Abram.


"Mau kemana lagi lu Bram? Sekarang sibuk banget tiap akhir minggu gak mau temani gue pergi" keluh Darwin.


"Kan udah saya bilang Pak, saya juga butuh privasi, gak kasihan sama gue yang jomblo ini, kapan punya pacar nya kalau pergi sama lu terus bos" Abram duduk dihadapan Darwin didalam ruangannya dan membuka pesan yang dikirim oleh Jemima. Sebuah video Dira yang sedang menyembur-nyemburkan ludahnya sungguh menggemaskan. Wajah Abram berubah bahagia, ia sungguh senang dengan video Dira yang selalu dikirimkan Jemima. Karna wajahnya yang senyum-senyum tidak jelas mengundang penasaran Darwin dan segera merebut ponsel Abram.


Abram berusaha mengambilnya tetapi gagal.


"Diraaa" ucap Darwin heran dan melihat video bayi itu sebentar karna merasa tidak tertarik ia mengembalikan ponsel tersebut kepemiliknya.


"Anak siapa tuh Bram? Anak lu jangan-jangan ya dari cewe yang mana, tapi kenapa ganteng banget tuh anak gak mirip lu" goda Darwin, untunglah divideo itu tidak tampak wajah Jemima dan ia menyimpan nama di contact tersebut dengan Dira.


"Ganteng ya Pak?" tanya Abram


"Iya gedenya pasti kaya gue, cewe-cewe pada ngejar" ucap Darwin dengan bangga. Sekilas ia merasa anak itu mirip dengan dirinya karna warna mata yang sama.

__ADS_1


"Anak sepupu kawin sama bule" Abram berbohong agar Darwin tidak penasaran , jantungnya masih berdegup kencang ia belum siap jika Darwin tahu bahwa itu anaknya, ia belum mempunyai rencana untuk mengatasinya.


"Gue balik dulu ya kedepan banyak kerjaan bos" kemudian Abram keluar dari ruangan Darwin. Darwin menyenderkan badannya di kursi kebanggaannya, masih memikirkan bayi tadi yang dilihat di ponsel Abram, sungguh lucu dan menggemaskan, ia juga ingin memiliki bayi dari Cindy tapi sayangnnya Cindy masih menolak dan ia hanya bisa menghela nafas menenangkan pikiriran.


__ADS_2