Pilihan Jemima

Pilihan Jemima
Bab 76


__ADS_3

Dalam hati Gerry terjadi pergumulan akan cintanya kepada Jemima, haruskah ia memaafkan dan menurunkan egonya ataukah tetap dengan pendiriannya. Melihat Jemima setiap hari rasanya ia tidak sanggup, tidak mungkin juga ia memecat Jemima, sungguh kejam sekali dirinya.


Sebulan berlalu.....


"Pak saya pulang ya" pamit Jemima kepada Gerry yang masih sibuk dalam ruangannya.


"Iya Yang hati-hati" ucap Gerry tanpa sadar.


"Hah" balas Jemima karna terkejut dengan ucapan Gerry.


"Eh iya Je hati-hati" Gerry merasa bodoh sekali dengan perkataan yang barusan keluar, bahkan nama Jemima di ponselnya saja belum ia ganti.


Malam ini Jemima sudah ada janji akan bertemu dengan seorang laki-laki bernama Abi disalah satu Mall. Abi merupakan kenalan Bagus yang sedang dijodohkannya. Tidak ingin mengecewakan Bagus Jemima menerima permintaan Bagus untuk bertemu dengan laki-laki itu, meskipun diam-diam perasaannya masih milik Gerry.


Seorang laki-laki keturunan salah satu suku di Sumatera, kulit coklat , badannya tampak gagah dan rambut potongan brush on top, tampak mempesona di pertemuan pertama mereka. Malam ini Jemima sengaja mengganti pakaian kerjanya dengan casual dress berwarna cream dan sepatu heels yang memang ia kenakan saat bekerja. Tidak terlalu mencolok namun tampak sopan dan cantik untuk Jemima.


"Hai Je gue Abi nice to meet you" sapanya saat mereka berdua bertemu di sudut restoran yang sudah dipesan oleh Abi.


"Hai Abi, gue Jemima, maaf ya kamu nunggu lama?" tanya Jemima


"Gak koq gak lama baru saja datang, pesan gih tadi gue dah pesan minum." ucap Abi menyerahkan buku menu ke Jemima.


Pertemuan pertama mereka berjalan lancar, Abi sosok orang yang supel dan lucu, Jemima tertawa berkali-kali mendengar celotehan Abi, sungguh berbeda dengan Gerry yang lebih pendiam dan awal-awal bertemu Gerry tampak seperti pemarah. Abi juga sudah mengetahui mengenai anaknya Dira bahkan ia berjanji akan menemaninya bermain ke taman bermain.


"Pulang yuk Bi, gue gak bisa lama-lama" ucap Jemima saat melihat jam di ponselnya sudah menunjukkan pukul 9 malam.


"Okey gue antar" ucap Abi


"Gak usah bisa sendiri koq" Abi tidak membantah tolakan Jemima dan ia  menuju kasir  membayar semua apa yang dipesan dan dimakan oleh mereka.

__ADS_1


"Thanks ya Bi. Hati-hati dijalan" ucap Jemima saat dia berpisah dengan Abi di lobby.


"Kamu juga" ucap Abi melambaikan tangan kearah Jemima.


Seminggu kemudian...


Gerry merasakan suntuk akhir-akhir ini, hatinya merasa sepi. Jemima meminta cuti beberapa hari, meskipun sekarang ia tidak mempunyai hubungan apapun tetapi ia merasa sepi jika tidak melihat Jemima dikantor. Malam ini Gerry bermaksud untuk bertemu teman kuliahnya di sebuah club malam.


"Hai bro" sapa salah satu laki-laki bertubuh gempal, disebelahnya ada 2 laki-laki lain yang Gerry tidak kenal.


"Kenalin Ger teman gue, Abi dan Alan" ucap Deno teman Gerry.


"Hai" sapa Gerry kepada 2 orang laki-laki tersebut.


"Hai, minum Bro" sapa Abi sambil mengangkat gelas ditangannya.


Mereka berempat memulai obrolan dengan serunya karna sama-sama memiliki hobi yang sama akan otomotif..


"Biasalah abis putus sama cewe gue" ucap Gerry dan meneguk whisky ditangannya.


"Lah kapan pacaran tahu-tahu udah putus aja lu" ucap Deno kaget


"Gitu lah" Gerry malas menceritakan kisahnya ke Deno.


"Kalau masih sayang balikan lah daripada kaya orang begok gini, hidup kaga mati gak mau" ledek Deno


"Oi Den lu kenal Darwin gak yang punya DAR Group?" tanya Abi


"Kenal lah, napa?" tanya Deno, Gerry mengerutkan alisnya mendengar nama Darwin.

__ADS_1


"Gue kan ada proyek sama bapaknya, terus gue dikenalin sama cewe." ucap Abi sambil bergantian menghembuskan rokoknya.


"Enak dong lo" ledek Alan


"Enak apaan, gue dijodohin sama bekasan Darwin, jadi lu tahu gak Darwin ternyata pernah main sama cewe terus punya anak, nah Darwin kan udah kawin sama bininya kaga bisa nih kawinin nih cewe. Orangtuanya deh yang urusin dia, terus Bapaknya mau jodohin gue sama tuh cewe, kemarin gue dah ketemu, lucu juga sih buat ibu-ibu anak satu, polos banget kayaknya tuh cewe, bodynya oke juga buat orang yang udah pernah ngelahirin. Lumayan lah nanti gue icip secelup dua celup asal jangan kebablasan kaya Darwin, begok tuh orang main nya kurang pinter" ujar Abi sambil tertawa dan menghembuskan rokoknya.


Gerry mendengar ocehan Abi dan hatinya bergemuruh rasanya panas ingin sekali ia memukul laki-laki itu. Ia tahu siapa wanita yang dimaksud oleh Abi.


"Gile lu parah bener" Deno menoyor kepala Abi dan Abi hanya tertawa.


"Gratisan bro, klo proyek gue udah gol , tinggalin aja tuh cewe, enak banget gue suruh urusin anak orang lain, orang gue masih mau main sama yang sexoy, tapi gue mau cobain lah sekali-kali sama Mamah muda" ucap Abi santai dan tak lama Gerry bangkit berdiri ,  memukul wajah Abi karna tidak tahan dengan perkatannya.


Bukkkkk, pukulan Gerry tepat mengenai muka Abi dan Abi segera bangkit membalas pukulan Gerry.


"Taaaaa**** ada masalah apa lu nonjok gue" ucap Abi kesal dan menyeka darah di hidungnya.


Deno dan Alan segera memisahkan mereka berdua yang sudah menjadi tontonan para pengunjung disana.


"Anjeeexxxx, Jemima cewe baik-baik, gue gak terima lu perlakukan dia kaya gitu" teriak Gerry dan mencoba menarik kerah Abi


"Ohh lu kenal sama tuh cewe, ambil sono, gue juga gak butuh, gue masih bisa dapat cewe lebih hot dibanding cewe cupu kaya dia" Gerry kembali panas dan hendak memukul Abi tetapi ditahan oleh Deno.


"Sabar Bro, udah lu pulang saja" ujar Deno yang menahan Gerry dibantu oleh seorang security.


Gerry melepaskan pegangan Deno dan meninggalkan tempat itu. Rasanya ia ingin sekali menghajar Abi hingga babak belur, ia tidak terima wanita yang masih dia cintai sampai saat ini diperlakukan tidak baik oleh laki-laki lain.


Muka Gerry sedikit terluka pada bagian bibirnya tetapi ia tidak memperdulikannya,hatinya lebih sakit mendengar omongan Abi. Ia mengendarai mobilnya menuju rumah Jemima, dari ujung gang rumah Jemima ia memperhatikan rumah Jemima dari jauh yang tampak gelap. Ia tidak berani mendekat dan hanya bisa menatapnya dari jauh. Malam ini rasanya ia ingin mendengarkan suara Jemima. Dalam hati nya ia berfikir apakah ia sama brengseknya dengan laki-laki tadi yang memandang rendah Jemima hanya karna ia memiliki anak, apakah wanita seperti Jemima tidak layak mendapatkan cinta tulus dari seorang laki-laki. Ia benar-benar merasa bersalah akan hal itu. Andaikan ia masih mendapat kesempatan lagi dari Jemima ,ia berjanji akan menerima apapun yang ada di Jemima dan mencintai Jemima dan Dira dengan setulus hatinya.


--------------

__ADS_1


Haiii jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya ya,,met malam


__ADS_2