
"Kenapa?" tanya Jemima bingung karna April dan Gerry memperhatikannya.
"Hai Kakak Ipar" ucap April menggoda Jemima sambil memeluk Jemima dan seketika Jemima tersipu malu dan duduk didepan kursi Gerry.
"Kamu kasih tahu Pak?" tanya Jemima sembari membuka bungkusan makanan yang akan dimakan Gerry.
"Sudah dia kan adikku" ucap Gerry menerima bubur dari Jemima dan memulai sarapannya.
"Oh ternyata ini toh yang bikin abang gue berangkat pagi-pagi terus sering senyum-senyum sendiri" goda April dan mendapat balasan mata jutek dari Gerry
"Berisik sana kerja" usir Gerry karna malu mendengar ucapan April.
"Ya udah deh gue gak mau gangguin pasangan baru, aku balik kerja dulu ya Bang dah Je urusin Abang gue yang manja ini ya" April meninggalkan pasangan baru tersebut yang terlihat romantis. Gerry tak lepas-lepasnya menatap Jemima, ia merasa bahagia sekali dengan perasaannya sedang Jemima yang diperhatikan Gerry merasa malu, belum pernah ia merasakan tatapan cinta sedalam ini dari seorang laki-laki.
"Yang nanti ikut aku cari gedung baru , aku udah ada beberapa rekomendasi" ujar Gerry
"Okey bilang saja pergi jam berapa, aku balik ke meja ku dulu ya" Jemima meninggalkan Gerry sendiri diruangannya.
Jam istirahat bagi karyawan sudah dimulai begitu pun untuk Gerry dan Jemima.
"Yang makan siang diluar saja sekalian kita lihat gedung" ucap Gerry keluar dari ruangannya dan mengajak Jemima untuk makan siang bersama.
Mereka turun berdua memasuki mobil bertepatan dengan karyawan lain yang juga akan makan siang, tidak ada kelakuan yang aneh antara Jemima dan Gerry, mereka berperilaku seperti biasa saja, bukannya ingin merahasiakan hubungan mereka tetapi biar orang lain yang melihat mengetahui dengan sendirinya. Kepergian mereka berdua saat makan siang juga bukan merupakan hal yang aneh, karena karyawan lain paham bahwa Jemima merupakan sekretaris Gerry dan selalu berdua untuk urusan pekerjaan, tetapi tidak dengan Arka yang sepertinya sudah mengetahui hubungan mereka dan memberikan jempolnya kepada Jemima. Jemima tertawa melihat tingkah Arka.
__ADS_1
"Kenapa?" tanya Gerry penasaran
"Hah gak apa-apa" ucap Jemima
Gerry dan Jemima memilih makan siang disalah satu mall. Gerry menggandeng tangan Jemima dengan eratnya seakan tidak ingin berpisah sedetikpun dari kekasihnya itu. Dipilihnya restoran chinesse food di salah satu restoran di mall tersebut, Gerry duduk berdampingan dengan Jemima dan dengan mesranya selalu memegang tangan Jemima.
"Makan apa Pak Bos?" tanya Jemima kepada kekasihnya itu yang sedari tadi hanya memandangnya tanpa membuka buku menu.
"Bebas terserah bu Bos saja" soal makanan Gerry memang tidak pernah ribet, jadi Jemima bebas memilihkan makananan apapun ke Gerry.
Sambil menunggu makanan datang, mereka berdua asik mengobrol.
"Yang kamu beneran suka sama aku, gak salah kan pilihan kamu?" pertanyaan menyebalkan bagi Gerry karna Jemima masih meragukan perasaannya.
"Yakin lah ,kalau gak buat apa aku repot-repot nembak kamu kemarin, kenapa sih gak percaya banget" ucap Gerry sedikit kesal.
"Aku gak ada hubungan apapun koq, soal perasaan kan tidak bisa dipaksa, beberapa kali ketemu dengan dia aku gak merasa ada koneksi diantara kita, buat aku dia terlalu manja, beda sama kamu" ujarnya sambil mencolek pipi Jemima.
"Oh gitu" jawab Jemima singkat
"Nanti ketemu Mami sama Papi ya, biar aku kenalin kamu sebagai pacarnya Gerry Mahardika"
"Kamu yakin Papi Mami kamu mau terima aku yang seperti ini" Jemima masih ragu untuk berbicara jujur dengan Gerry, ada rasa egois didalam hatinya ia ingin sekali merasakan cinta kasih dari seorang laki-laki.
__ADS_1
"Yakin lah, kalau gak biarin saja, kan aku yang menjalani bukan mereka, kapan kamu siap ketemu mereka?" ucap Gerry dengan penuh keyakinan.
"Nanti ya Yang baru juga mulai pacaran, kalau aku sudah siap aku pasti mau koq ketemu Mami dan Papi kamu" ucap Jemima terkaget dengan ucapan Gerry, cepat sekali pikirnya untuk ketemu orang tua Gerry. Jemima belum siap apalagi iya belum mengungkapan mengenai Dira, ia masih memikirkan cara bagaimana untuk menjelaskan ke Gerry.
Tidak terasa hubungan manis mereka berjalan hingga 2 bulan lamanya, selama berpacaran Gerry tidak pernah menaruh rasa curiga ke Jemima, ia tidak pernah memeriksa ponsel Jemima karena merasa percaya dengan kekasihnya ataupun mengunjungi rumah Jemima. Jemima selalu beralasan tidak baik jika laki-laki berkunjung kerumahnya karna ia tinggal seorang diri. Seperti pagi ini Gerry menjemput Jemima didepan gang rumahnya, hari ini hari libur tetapi karna mereka akan pindah lokasi kerja mereka bekerja untuk mempacking barang-barang mereka untuk dikirimkan ke kantor yang baru. Gerry mencoba menghubungi Jemima tetapi tidak bisa entah kenapa ponselnya sulit dihubungi. Gerry turun dari mobilnya mencoba menghampiri ke rumahnya, tetapi Gerry tidak tahu tepatnya rumah Jemima yang mana, hingga ia bertanya pada 2 orang Ibu-ibu didepan gang itu.
"Permisi Bu, mau bertanya rumah Jemima yang mana ya?" tanya Gerry ramah kepada salah seorang Ibu-ibu berdaster yang membawa kantong plastik berisikan sayur mayur.
"Jemima mah rumahnya bukan gang sini, gang sebelah, yang warna putih rumahnya nomor 20" ucap Ibu-ibu itu
Gerry mengerutkan keningnya setahu dia Jemima selalu turun di gang sebelah sini saat ia antar atau jemput.
"Oh iya Bu terimakasih ya" Gerry meninggalkan kedua Ibu itu untuk berjalan menuju rumah yang diinfokan tadi, samar terdengar dikupingnya percakapan dua wanita tadi . "Si janda yang nyamperin ganteng-ganteng bener yak lakinya, duh hati-hati ntar laki kita diambil lagi" Gerry berusaha mengabaikan ucapan kedua Ibu tadi, karna tidak mau berasumsi yang tidak jelas. Ia berjalan menuju gang yang dimaksud , mencari nomor rumah yang diinfokan tadi. Hingga ia sampai beberapa rumah lagi, Jemima keluar dari rumahnya kemudian menghampiri Gerry dengan tergesa.
"Yang koq disini" ucap Jemima panik dan menarik tangan Gerry menjauhi rumahnya.
"Aku hubungi kamu gak bisa, ponsel kamu kenapa?" tanya Gerry
"Aku lupa semalam aku matikan, tadi aku nyalakan dan sudah ada pesan masuk dari kamu. Makanya aku buru-buru keluar, takut kamu tunggu lama" ucap Jemima beralasan.
Mereka sudah melanjutkan perjalanan kekantor, "Yang tadi aku tanya Ibu-ibu digang sebelah , ternyata beda dengan yang biasa kamu turun" tanya Gerry penasaran
"Oh iya aku biasanya lewat gang sebelahnya karna lebih dekat sampai rumah" Jemima beralasan.
__ADS_1
"Boleh dong kapan-kapan aku main kerumah kamu, masa depan gang terus"
"Iya kapan-kapan, tapi kan enakan ditempat kamu Yang" ucap Jemima. Seringkali sehabis pulang bekerja Jemima mampir ke apartemen Gerry untuk memadu kasih, karna Jemima selalu beralasan jika Sabtu Minggu sebisa mungkin tidak bertemu, menurutnya setiap hari mereka bertemu dikantor hal itu sudah cukup, ia takut akan ada rasa bosan jika harus bertemu dan untungnya Gerry menerima alasan yang diberikan Jemima.