
"Dira , Mama minta maaf, iya tahu Mama salah" ucap Jemima yang sedang menenangkan Dira yang merajuk karna ditinggal bekerja.
"Mama ini kan libur kenapa bos Mama suruh kerja terus, Bos Mama jahat" ucap Dira dengan nada tinggi.
"Ssst gak boleh bicara seperti itu Dira, iya nanti Mama bilang sama Bos Mama untuk gak ganggu Mama di hari minggu, biar Mama bisa main terus sama Dira " Jemima memeluk anaknya ada rasa bersalah karna sering meninggalkannya bekerja.
Pagi ini Jemima sempat mengantarkan Dira ke sekolah sedikit mengurangi rasa bersalahnya karna sibuk bekerja, ia sudah meminta ijin ke Gerry untuk datang terlambat pagi ini. Sesampainya dikantor terdengar suara Gerry sedang memarahi seseorang didalam ruangan. Jemima segera membuka laptopnya dan melanjutkan pekerjaannya, ia takut akan terkena imbas nya juga. Cukup lama suasana panas didalam terasa hingga keluar, pintu ruangan Gerry dibuka dengan kasar. Gerry keluar dari ruangannya dengan muka menyeramkan dan menatap Jemima sebentar kemudian pergi ke toilet. Disusul oleh 2 orang dari bagian project yang mukanya tampak lesu. Jemima hanya bisa memberikan senyum manisnya kepada kedua orang laki-laki didepannya untuk lebih semangat.
Tak lama Gerry kembali lagi keruangannya, " Je masuk keruangan saya" ucap Gerry dengan suara tegasnya.
"Iya Pak" Jemima segera masuk ke ruangan Gerry tidak mau berlama-lama karna takut Gerry akan ikut memarahinya.
"Duduk" ucap Gerry menyuruh Jemima duduk didepannya.
"Besok lagi kalau ada yang mau minta tanda tangan kamu periksa dulu, jangan langsung kasih saya. Kamu tanya dulu itu pekerjaan apa minta mereka kasih summary kekamu, terus kamu jelasin ke saya" ucap Gerry dengan alis mengkerut dan suara meninggi.
"Progress gak jalan semua, kerja apa mereka itu, selalu minta uang, komplainan dari klien masuk ke saya, kalau pekerjaan mereka molor" Gerry kembali marah kepada karyawannya.
"Mana nasi goreng saya? Pagi-pagi kelaparan harus marah-marah lagi habis tenaga saya" ucap Gerry lagi dan Jemima segera keluar mengambil nasi goreng buatannya.
"Ini Pak" Jemima meletakkan kotak makan dimeja Gerry
"Cepetan suapin" ucap Gerry, dan Jemima terheran dengan sikap Gerry yang akhir-akhir ini selalu memintanya untuk menyuapi saat dia makan. Tiba-tiba pintu ruangan Gerry terbuka dan ternyata April datang membawa sekotak makanan juga.
"Waah manja sekali abangku ini" ejek April, Jemima hanya tersenyum saja mendengar ucapan April.
"Makan sendiri ya Pak saya keluar dulu" Jemima meletakkan sendoknya di kotak makan.
"Gak usah cuekin aja dia, kenapa Pril?" tolak Gerry
"Mami titip bawakan makan siang buat abang" April membuka sekotak makanan berisikan nasi dengan daging sapi masak lada hitam
"Kesukaan abang kan" ucap April lagi
"Ya udah nanti siang Abang makan lagi, ini udah dibuatin nasi goreng sama Jemima" liriknya pada sekotak nasi goreng yang baru beberapa suap dimakannya.
__ADS_1
"Ehmm kayaknya enak nasi gorengnya nih, cobain dong"
"Eh jangan Abang lapar" Gerry segera menahan April dengan tangannya saat hendak mengmbil sendok
"Saya ambilkan punya saya saja Mbak April" Jemima bergegas keluar mengambil kotak makannya yang sama-sama berisikan nasi goreng.
"Mbak ini, nasi gorengnya. Pak saya ijin melanjutkan pekerjaan saya ya" ucap Jemima dengan cepat keluar dari ruangan Gerry lagi takut nanti Gerry akan menahannya lagi.
Setelah Jemima pergi dari ruangan Gerry, April ikut membuka kotak makan itu dan memakan nasi goreng buatan Jemima
"Enak Bang, pantesan Abang gak bolehin April makan, cocok nih jadi istri" goda April
"Iya lah enak, doain aja Dek" ucap Gerry bangga.
"Bang, Mami tanya terus sama April, mana pacar Abang yang mau dikenalin ke Mami"
"Gak ada pacar, Mami kenapa sih ribut masalah itu terus, kalau mau cucu kan sama Lili udah dikasih" Gerry kembali kesal akan Maminya yang setiap ia pulang selalu ditanyakan hal yang sama.
"Kalau dari aku boleh Bang" seketika Gerry melotot ke arah April
"Kamu entar aja masih kecil"
"Siapa kenalin ke Abang pacar kamu, Abang lihat dulu baik apa engga?" sifat protektif Gerry terhadap April muncul.
"Ehh..a a da kapan-kapan April kenalin" April gelagapan karna ditodong Kakaknya.
"Jemima cantik ya Bang, pinter masak pula, tipe-tipe ke Ibuan gitu" kembali April menggoda Abangnya, yang ia rasa pasti Abangnya ada ketertarikan dengan sekretarisnya.
"Iya, lembut lagi orangnya, mandiri gak manja kaya kamu" tambah Gerry
"Jadiin lah Bang" April senyum meledek abangnya
"Apaan gak lah masa sama karyawan sendiri" ucap Gerry jual mahal
"Ntar keburu diambil orang, Abang nyesel loh, gak tau aja dia cowo-cowo proyek omongannya cuma Jemima kalau lagi makan siang" pancing April
__ADS_1
"Masa? Siapa namanya?" Gerry menatap April dengan tegas
"Biasa saja mukanya, kaya mau makan orang. Udah ah kenyang balik kerja lagi" April segera menuju pintu keluar dalam hatinya ia terkekeh geli teringat sifat Abangnya yang manja kepada Jemima.
Didepan ruangan Gerry, April melihat Jemima sedang bekerja didepan laptopnya.
"Abang aku kamu apain Je? Bisa manja gitu sama kamu"
"Gak tau tuh aku juga heran dia sekarang maunya di suapin terus" tampak muka Jemima pun berasa kesal.
"Ehm modusnya bisa saja sih Abang" ujar April dan berjalan meninggalkan Jemima.
Jemima hanya bisa tersenyum menanggapi ucapan April, dalam hatinya berkata 'Modus apaan orang abangnya enggak suka sama gue, emang malas aja makan sendiri mumpung ada orang yang dibayar"
Ponsel Jemima berbunyi, panggilan dari Ibu Sela berdering meminta untuk segera diangkat.
"Selamat siang Bu Sela" sapa Jemima saat mengangkat panggilan tersebut.
"Siang Je. Saya mau tanya jadwal Gerry hari ini apa?" tanya Bu Sela
"Gak ada Bu, dikantor saja hari ini" jelas Jemima
"Bagus, saya mau ajak makan malam, nanti kamu pastikan dia datang, saya sudah wa dia tapi tidak dijawab, kamu ingatkan lagi pokoknya dia harus datang, kamu bilang April kalau sampai dia tidak datang" ucap Sela
"Baik Bu, nanti jam 5 saya akan pastikan Pak Gerry datang ke tempat yang Ibu bilang" Jemima mematikan sambungan telepon itu. Ia kembali melanjutkan pekerjaannya.
Jam kantor menunjukkan pukul 5 sore, karyawan mulai bersiap, merapikan pekerjannya untuk segera pulang kerumahnya, termasuk juga Jemima yang sudah bersiap pulang.
"Sore Pak Gerry" Jemima masuk kedalam ruangan Gerry yang masih asik dengan laptopnya mendesign sebuah gambar denah taman.
"Pak, tadi Bu Sela bilang Bapak ada makan malam dengan keluarga Bapak, lebih baik bapak berangkat sekarang, perjalanan ke restoran lumayan macet, jangan sampai telat tidak enak sama Bapak dan Ibu Pak Gerry" ujar Jemima mengingatkan kembali bosnya.
Kemudiam Gerry terdiam menatap Jemima mematikan laptopnya dan bangkit dari duduknya sambil menghela nafas.
"Ayo kita berangkat" ucap Gerry.
__ADS_1
"Kita??? Bapak saja ini kan acara makan malam keluarga Pak, bukan urusan pekerjaan" tolak Jemima yang tadinya dia sudah senang karna akan segera pulang.
"Kamu kan keluarga saya juga" ucap Gerry dan menarik lengan Jemima untuk segera ikut bersamanya.