Pilihan Jemima

Pilihan Jemima
Bab 83


__ADS_3

"Selamat malam, penumpang sekalian. Ini adalah pengumuman pre-boarding untuk penumpang Maskapai Garuda dengan nomor penerbangan GA XXX tujuan Sorong . Kami mengundang para penumpang dengan anak kecil dan penumpang yang membutuhkan bantuan khusus untuk melakukan boarding terlebih dahulu. Mohon persiapkan pas naik dan identifikasi Anda. Boarding regular akan mulai dalam waktu sekitar sepuluh menit. Terima kasih" suara petugas pengumuman untuk boarding sudah terdengar memanggil Ibu dan Anak yang sedari tadi tidak sabar untuk segera bertolak ke Sorong untuk bertemu dengan keluarga mereka yang sudah 4 tahun tidak berjumpa.


"Business class silahkan masuk terlebih dahulu" ucap seorang petugas mengatur antrian yang akan amsuk terlebih dahulu ke pesawat.


Dilihatnya tiket ditangannya dan menyerahkan kepada petugas tersebut. "SIlahkan Ibu" ucap petugas itu.


Jemima dan Dira memasuki pesawat disambut dengan senyum hanyat dari para pramugari yang tampak cantik dan siap melayani meraka.


"Boleh saya bantu Bu" ucap pramugari itu dan mengantarkan mereka ketempat duduknya.


"Wah Mama kita duduk di business class, makasih Mama" ucap Dira senang karna ia bisa duduk di business class. Bukan kali pertama ia menaikinya, saat Darwin mengajaknya ke Bali ia pun duduk di Business Class tetapi rasanya amat beda karna bukan dengan orang tersayangnya. Andaikata Mama nya memberikannya economy class Dira tetap akan bahagia, tetapi ini karna paksaan Gerry yang menyuruhnya membeli penerbangan langsung dan menggunakan business class. Gerry tidak tega jika mereka harus berjam-jam di pesawat dan transit terlebih dahulu di Makassar. Jemima hanya tersenyum mendengar ucapan terimakasih Dira , ia tidak mau memberitahukan bahwa ini semua karna Gerry.


Sambil menunggu persiapan pesawat untuk lepas landas ia mengirimi pesan ke Gerry bahwa mereka sudah dipesawat.


"Aku sudah di pesawat bersama Dira, sedang persiapan. Terimakasih Om Boss untuk tiket pesawatnya ❤️." tulis Jemima dalam pesannya.


"Sama-sama Sayang. Have fun sama Dira ya. I'll miss you ❤️" balas laki-laki itu yang saat ini sedang berada di sebuah club menikmati malamnya yang sepi karna ditinggal kekasihnya liburan.


"Kamu tidur saja Dira, besok subuh kita akan sampai disana" Dira pun setuju dengan ucapan Mamanya karna ia pun merasakan kantuk yang amat sangat. Begitu pesawat lepas landas dan berada diudara 15 menit mata Dira sudah tertutup sempurna dan lanjut kedalam alam mimpi. Begitupun Jemima yang juga sudah tidak kuat menahan kantuk. Perjalanan yang memakan waktu hingga hampir 5 jam tanpa terasa mereka lalui, sempat terbangun sebentar karna guncangan kemudian melanjutkan tidurnya lagi.


Pramugari memberikan pengumuman bahwa mereka akan segera sampai di Bandara Domine Eduard Osok (DEO) di Sorong, pramugari meminta para penumpang untuk mempersiapkan diri, menegakkan sandaran dan tidak untuk pergi kekamar kecil. Jemima membangunkan Dira perlahan agar anak tersebut tidak kaget saat roda pesawat menyentuh landasan bandara.


"Dira bangun kita sudah sampai Nak" ucapanya pelan sambil menggoyangkan seidkit bahu Dira.

__ADS_1


Dira perlahan membuka matanya, masih terasa berat dan lengket.


"Iya Mama, Dira masih mengantuk" ucapnya pelan.


"Ya udah nanti saat pesawat berhenti bangun ya, karna kita harus keluar lebih dulu" dan dijawab dengan anggukan oleh Dira.


Tepat saat pilot menginjak rem saat roda sudah dilandasan, Dira pun segera bangun. Langit masih gelap tapi lampu dari bandara menyinari wilayah sekitar. Dira dan Jemima bersiap keluar dari pesawat berjalan melalui garbarata dilihatnya sekitar bandara tidak menyangka bahwa bandara yang berada di Timur Indonesia sudah modern dan sebagus ini. Matanya menerawang ke segala arah, kagum ia pikir bandaranya akan tampak tidak terurus namun ternyata tidak beda dengan yang ada di Jakarta.


Setelah menemukan bagasi mereka Jemima dan Dira berjalan menuju pintu keluar. Mencari seorang laki-laki yang sudah lama tidak di temuinya, kakak iparnya yang bernama Yuda.


"Kak Yuda" lambainya kepada laki-laki yang saat ini sudah mulai membuncit dari terakhir ia bertemu.


Yuda segera mendekati mereka dan menyalami Jemima kemudian Dira mencium punggung tangan Pakde nya.


"Apa kabar?" tanya Yuda


"Halahh rapopo" kemudian Yuda mengambil 2 koper Jemima mendorongnya menuju parkiran mobil.


"Mbak mu, seneng banget itu. Dari kemarin bicara terus mau jalan-jalan sama kalian" Yuda memulai percakapan saat mobil sudah keluar dari bandara.


"Iya Kak, aku juga sudah tidak sabar menikmati liburan bersama kalian" Jemima menikmati pemandangan sekitarnya, ia melihat pantai di sisi kirinya yang masih tampak gelap dan ramai akan rumah penduduk pada sisi kanannya. Perjalanan memakan waktu sekitar 30 menit. Sampai mereka dirumah sederhana lantai 1 bercat biru. Julia menyambut adiknya dari pintu rumah sambil menggendong anak kedunya yang berumur 5 bulan.


Ketika pintu mobil dibuka segera berhamburlah Jemima memeluk kakak satu-satunya.

__ADS_1


"Mbak aku kangen" peluknya dan tanpa terasa air mata menetes di kedua belah pipinya. Hanya Julia saja yang ia miliki sejak orang tuanya meninggal.


"Sama Mbak juga kangen, sehat kamu ya dek disana, ayo masuk dingin" ajak Julia sambil menggandeng tangan adiknya.


"Dira salim dulu sama Bude" ucap Jemima kepada Dira yang masih tampak mengantuk.


"Gantengnya keponakan Bude, kalau besar jadi artis apa model gitu ya. Muka bule gini laku di entertainment" ucap Julia


"Huss!! Mau jadi arsitek katanya Bude" ucap Jemima menerangkan cita-cita Dira yng hobi menggambar.


"Ya jadi apapun yang penting jadi laki-lkai bertanggung jawab. Bude doakan yang terbaik buat kamu. Sekarang dira cuci muka dan tangan setelah itu ganti baju dan tidur sebentar, ini masih terlalu pagi" ucap Julia sembari mengusap lembut kepala anak laki-lakit itu.


"Keponakan Tante koq sudah bangun" Jemima memperhatikan bayi lucu yang bernama Nuca digendongan Julia.


"Biasa habis *****, nanti juga tidur lagi. Kamu juga sana bersih-bersih dan istirahat sana" Julia kemudian menunjukkan kamar kosong yang bisa ditempati oleh Jemima dan Dira selama berada disana.


Jemima dan Dira sempat tidur kembali hingga matahari muncul. Jemima kemudian mencari kakaknya setelah selesai membersihkan dirinya dan Dira.


"Sudah bangun Je, ini sarapan dulu, cobain masakan khas sini. Papeda dan Ikan merah cenderawasih kuah kuning. Masakan khas sini, kamu pasti suka" Julia menjelaskan dengan antusias akan keahliannya sekarang memasakan makanan khas Sorong.


"Begini cara makannya" Julia mengambil 2 tongkat kayu kecil dan menggulung adonan papeda itu kemudian meletakkanya di piringnya.


"Menarik Mbak" ucap Jemima semeringah karna mencoba pengalaman baru dihidupnya.

__ADS_1


 


Maaf banget lagi banyak sekali kerjaan didunia nyata sampai belum bisa lanjut didunia halu 😁😁😁


__ADS_2