Pilihan Jemima

Pilihan Jemima
Bab 56


__ADS_3

Kantor baru semangat baru, itulah yang dirasakan Jemima saat ini. Ia akan memulai segalanya dari awal. Setelah diantarkan oleh Gina manajer HRD ke tempat duduknua ia segera memakan bekal roti tawar yang dibawanya sambil mengamati ruangan yang ia tempati. Meja kerjanya tepat didepan ruangan Gerry, ia menengok kedalam ruangan bos barunya dan Gerry belum hadir diruangan, sehingga ia bebas memakan sarapannya.


Hampir pukul 10 bosnya itu belum juga datang, selama menunggu ia membuka-buka file dikomputer untuk melihat pekerjaan apa saja yang dilakukan bosnya.


"Siang Je" sapa Gerry saat ia baru datang. Jemima bangkit dari duduknya dan menyapa Gerry


"Pagi Pak" jawabnya


"Keruangan saya sebentar" Gerry membuka pintu dan diikuti Jemima masuk kedalam ruangan itu. Saat ini mereka duduk saling berhadapan.


"Ini kunci apartemen saya, kamu pegang, yang memegang kunci ini hanya, saya, adik saya, bibi pembersih dan kamu" Gerry mengeluarkan keycars berwarna hitam dengan Angka 22.


"Baik Pak" Jemima menerima kartu itu.


"Rutinitas saya setiap pagi, saya biasa minum kopi tanpa gula. Caffe latte atau vanilla late" Jemima mencatat apa yang diucapkan oleh Gerry dengan cekatan.


"Makan siang saya biasa diluar, kalau lagi sibuk baru saya dikantor, semua makanan saya terima. Jadi kamu bebas pesankan saya"


"Baik Pak" ucap Jemima singkat


"Segala urusan apartemen kamu yang urus dan setiap saya meeting saya akan ajak kamu kecuali acara khusus saya tidak akan ajak kamu. Atur semua jadwal meeting jangan sampai bertabrakan. Saya rasa itu dulu cukup. Kamu bisa kembali ke meja kamu dan buatkan saya kopi" Gery kemudian membuka laptopnya dan Jemima berjalan menuju keluar ruangan tersebut.


Jemima menuju sudut ruangan yang difungsikan menjadi pantry khusus CEO dan tamu yang datang. Terbiasa menyiapkan kopi untuk Darwin , Jemima tidak merasa kesusahan menuruti permintaan Gerry. Hari ini Jemima membawa lebih roti tawar berisikan selai coklat. Diletakannta roti tersebut kedalam sebuah piring kecil dan ia bawa bersamaan dengan kopi hangat kedalam ruangan Gerry.


"Permisi Pak ini kopinya dan saya tambahkan roti selai coklat yang saya buat" Gerry memandang Jemima sebentar dan menampilkan sedikit senyumnya. "Je panggilkan Ridho keruangan saya" ucap Gerry tegas.


"Baik Pak" kemudian Jemima keluar dan segera menghubungi receptionis dibawah dan memimnta nomor extension orang yang dimaksud bos nya. Tak perlu waktu lama orang yang dimaksud datang.

__ADS_1


"Pak Ridho?" tanya Jemima


"Iya? Mood Pak Gerry bagaimana?" tanya Ridho, Jemima tampak bingung dengan maksud Ridho.


"Baik koq" ucap Jemima polos yang belum mengetahui sifat bos barunya.


"Okey deh" segera Ridho masuk kedalam ruangan Gerry dan Jemima melanjutkan pekerjaannya. Samar terdengar suara Gerry yang meninggi , Jemima cukup terkejut dan ia hanya diam saja mendengarkan omelan Gerry ke Ridho. Sekitar 1/2 jam Ridho didalam ruangan, mukanya tampak pucat pasi setelah mendapat ceramah oleh Gerry. Ridho hanya memandang sinis keaeah Jemima.


Dalam hati Jemima bergidik ngeri "Duh baru beberapa jam si bos udah marah-marah saja", tak lama Gerry keluar ruangan.


"Jadwal apa saya hari ini?" tanyanya sambil berdiri persis dihadapan Jemima. Jemima tampak panik karna belum sempat mengecek jadwal Gerry hari ini, karna jujur saja dia sedang mempelajari perusahan Gerry dari file terdahulu.


"Ehm ehm kayaknya gak ada Pak" ucap Jemima ragu kemudian Gerry masuk kembali ke ruangannya.


Jemima menelepon Gina dan receptionist dibawah mencari tahu mengenai kebiasaan Gerry setiap hari dikantor, ia mencatat informasi yang didaptkan dari mereka. Sudah jam 5 sore tetapi Gerry belum keluar dari ruangannya. Jemima ingin berpamitan untuk pulang tapi merasa tidak enak dengan Gerry. Jemima mengabari Bude Wati bahwa dia akan terlambat pulang agar Dira tidak mencari nya.


"Permisi Pak Gerry, apa ada yang perlu saya kerjakan lagi?" Jemima berucap dari belakang pintu dan hanya memperlihatkan kepalanya saja.


"Gak ada, pulang aja kamu" ucap Gerry yang sedang fokus ke laptopnya.


"Baik Pak saya pulang ya, besok ada yang ingin Bapak makan untuk sarapan?" ucap Jemima menawarkan ke Gerry.


"Saya jarang sarapan, gak usah ajalah" ucap Gerry lagi


"Baik Pak. Saya pamit dulu Pak" kemudian Jemima pergi undur diri dari hadapan Gerry.


Hingga pukul 10 malam Gerry masih asik dengan pekerjaanya, membuat design untuk project perumahan yang dimenangkan oleh perusahaanya. Kebiasaan ketika konsentrasi Gerry akan melupakan waktu makan, dan hari ini dia baru makan saat siang saja. Perutnya tiba-tiba merasa perih. Ia tahu bahwa maag nya sudah kambuh ,dengan cepat ia mengambil obat kunyah untuk maag dilacinya. Tak lama nyeri di ulu hatinya pun reda dan ia bisa kembali melanjutkan pekerjaannya.

__ADS_1


Sebulan sudah Jemima bekerja bersama Gerry, sudah 5x ia dimarahi karna salah menjelaskan mengenai dokumen-dokumen yang meminta tanda tangannya.


"Besok lagi Je kamu baca dulu apa yang mereka kasih ke saya, saya gak mau tanda tangan dokumen yang kamu gak paham isinya, karna saya gak ada waktu untuk review dokumen ini, makanya saya minta kamu" ucap Gerry sambil mengangkat-angkat dokumen yang ia tolak untuk ditanda tangan.


"Kaya gini, kamu lihat saya gak akan setuju dana entertain mereka ke customer, gede banget, profit saya habis kalau buat menjamu mereka terus" tiba-tiba saja Gerry mengernyit dan memegang perutnya sambil menutup mata.


"Bapak kenapa?" tanya Jemima khawatir


"Gak apa-apa" ucap Gerry pelan


"Kamu balik aja ke meja kamu, saya gak mau diganggu siapapun"


"Iya Pak kalau butuh apapun bilang saya ya Pak" Gerry hanya mengangguk saja menanggapi ucapan jemima.


Sebenarnya Jemima sangat khawatir dengan keadaan bosnya, akhir-akhir ini ia sering melihat bekas pembungkus obat maag di meja Gerry dan sudah 2x Gerry meminta dibelikan obag maag lagi. Sebulan bekerja Jemima mulai paham kebiasaan Gerry yang jarang makan, setahu Jemima Gerry hanya makan disiang hari setiap Jemima membelikannya. Pagi hari Jemima selalu membuatkan sarapan untuk Gerry dan itupun jarang dimakan oleh bosnya, hanyak secangkir kopi saja yang dimasukkan kedalam perutnya.


Hari ini gajian pertama Jemima dan ia sudah berjanji kepada Arka untuk mentraktirnya, karna berkat Arka ia dapat bekerja disini. Ia mulai mebrowsing makanan-makanan mewah dekat kantor rumahnya, karna ia ingin mengajak Dira serta Bude Wati juga menikmati kerja kerasnya sebulan ini. Pekerjaanya juga sudah selesai hanya tinggal menunggu waktu pulang.


"Mana Gerry?" ucap seorang wanita paruh baya dengan penampilan elegant yang baru saja tiba kelantainya.


"Pak Gerry ada didalam Bu, tapi beliau minta tidak diganggu" ucap Jemima pelan dan ragu karna tidak tahu dengan siapa ia berbicara.


"Kamu sekretaris barunya ya? Saya Maminya Gerry, nama kamu siapa?" wanita itu memandang sinis ke Jemima


"Maaf Bu saya belum tahu. Iya saya sekretaris baru Pak Gerry perkenalkan nama saya Jemima" Jemima menunduk takut didepan wanita itu.


"Ya udah saya masuk, capek nih naik 3 lantai, bisa-bisanya Gerry punya kantor gak ada lift" sambil menggerutu Mami Gerry masuk kedalam ruangan Gerry.

__ADS_1


Jangan lupa like dan komennya 😊


__ADS_2