Pilihan Jemima

Pilihan Jemima
Bab 52


__ADS_3

Jemima menuju mobilnya di parkiran menaruh dengan asal barang-barang yang dibawanya dan menuju sisi pengemudi kemudian menyenderkan kepalanya di stir mobil dan perlahan air matanya keluar. Jengkel, kesal, dan lelah yang ia rasakan saat ini rasanya ingin berbagi bersama orang lain tetapi tidak ada.


Masih dalam keadaan menangis Jemima menuliskan pesan ke bosnya Rudi.


✉️ : Maaf Pak Rudi, saya memutuskan resign hari ini.


Send.... Jemima mengirimkan pesan singkat ke bos ganjennya. Tak lama Rudi menelepon Jemima.


📞 Rudi : Mbak Mima ada apa ini koq tiba-tiba resign? Saya terkejut sekali.


📞 Jemima: Besok saya jelaskan Pak, saya akan datang lagi kekantor. Hari ini saya sangat lelah. Sudah ya Pak saya sedang menyetir.


Kemudian Jemima menutup panggilan itu dan melempar ponselnya ke sisi kursi kosong sebelahnya.


"Life must go on Jem, kamu bisa" Jemima menyemangati dirinya dan melajukan mobil ke salah satu tempat wisata pantai di Jakarta. Ia sedang tidak ingin segera pulang, sejenak ia ingin menenangkan diri sebentar dan memutuskan jalan hidup ke depannya.


Sampailah ia di pinggir pantai Jakarta memarkirkan mobilnya disalah satu tempat parkir yang tampak kosong karna saat ini masih jam kerja. Jemima turun dari mobilnya mengganti sepatu heel nya dengan sendal jepit yang selalu ia simpan di mobil. Berjalan menyusuri pinggir pantai sambil berfikir dan tanpa disadari air matanya terus turun.

__ADS_1


"Udah ah bisa gila gue kalau gini terus gue harus kuat buat Dira cuma gue yang peduli sama dia dan hanya gue yang bisa dia andalkan" ucapnya sambil menghapus air mata di pipi dan berjalan menuju mobilnya. Tanpa tahu arah Jemima berputar-putar di pantai tersebut, hingga ia berhenti pada salah satu area tempat bermain yang rame dikunjungi oleh semua masyarakat.


"Udah lama gak kesini coba ah main, siapa tahu bisa hilangin stress gue" dengan masih mengenakan kemeja dan rok sepannya Jemima menuju tempat penjualan tiket area bermain tersebut.


"Berapa orang Mbak?" tanya petugas tiket


"1 Mas" kemudian Jemima menyerahkan uangnya ke kasir tersebut dan ditukar dengan tiket terusan untuk menaiki wahana didalam.


"Ehmm lama banget gak kesini mungkin terakhir SMA" ucap Jemima pada dirinya sendiri. Ia menaiki satu persatu wahana permainan disana yang dulu pernah ia naiki bersama Ayah, Ibu dan kakaknya.


Rasanya ia sangat merindukan masa-masa dimana mereka masih berkumpul bersama dan hidup bahagia.


"Kali ini gue harus naik, biar hati gue bisa lega teriak-teriak diatas" Jemima dengan semangatnya berjalan menuju lorong antrian untuk menaiki wahana tersebut. Jantungnya berdetak sangat kencang dan kedua kaki Jemima sebenarnya sudah sangat lemas ketika pintu menuju permainan dibuka oleh petugas. Jemima menuju kebagian paling atas dan duduk dipaling pinggir, tak banyak orang yang menaiki wahana tersebut. Jemima sudah bersiap diri untuk menikmati permainan perahu raksasa ini, jantungnya berdekap kencang. Ia melihat wanita dan laki-laki sama-sama cantik dan tampan berjalan menuju baris tempatnya duduk dengan bergandengan tangan. Pasti mereka sepasang kekasih, tampak mesra dan cocok sekali dengan tampilan mereka.


"Arghhh malah lihat orang mesra-mesraan lagi" keluh Jemima dalam hati. Sepasang kekasih itu kemudian duduk disamping Jemima, dengan laki-lakinya duduk disebelah Jemima dan perempun duduk disebelah laki-laki itu. Permainan belum dimulai tetapi perempuan itu sudah bermanja kepada kekasihnya.


"Abanggg takut janji ya abis ini beliin aku tas" ucap perempuan itu manja

__ADS_1


"Iya Abang beliin" laki-laki itu menjawabnya dengan datar sambil memeriksa ponselnya.


'Duh enak banget sih punya pacar, gue minta sama siapa coba' Jemima meratapi dirinya sendiri.


Terdengar suara petugas wahana tersebut memberi aba-aba permainan akan dimulai. Perahu raksasa ini mulai bergerak perlahan-lahan dan semakin lama semakin kencang. Para pemain mulai berteriak termasuk Jemima. Ia berteriak sangat kencang,sempat ia menoleh ke sisi kirinya laki-laki yang ada disebelahnya hanya bermuka datar sedangkan wanita yang ada disamping laki-lkai itu sudah memeluk dengan kencang tangan laki-laki itu dengan erat. Ketika perahu itu terus bergoyang-goyang semakin tinggi air mata Jemima ikut keluar dari pelupuk matanya, rasanya baru kali ini ia dapat mengeluarkan semua beban di hati yang selama ini ditahan. Ada tangisan dalam teriakan Jemima saat menaiki wahana tersebut. Tanpa sadar apa yang terjadi dengan Jemima diperhatikan oleh laki-laki disebelahnya. Jemima tidak henti-hentinya menangis dan tertawa, hingga akhirnya permainan itu selesai. Ia cepat-cepat turun dari wahana itu dan duduk disalah satu bangku, menetralkan detak jantungnya yang tidak karuan dan menguatkan kembali kakinya yang masih lemas


"Main apa lagi nih" kemudian ia melihat roller coaster rasanya ia ingin kembali berteriak-teriak lagi melepaskan beban dengan cepat menuju lorong antrian dilihatnya hanya ada 2 orang didepannya sepasang kekasih yang dia ingat duduk disebelahnya.


"Ehmm mereka lagi, mesra-mesraan terus kyak gak ada tempat lain apa" Jemima berucap dalam hatinya.


Kemudian ia duduk didepan pasangan tadi karna tidak ingin melihat kemesraan mereka dari belakang, dan kejadian tadi terulang Jemima dengan penuh tenaga berteriak saat permainan itu berjalan kali ini tidak menangis lagi. Setelah menyelesaikan permainan tadi ia duduk sebentar kembali menyesuaikan jantungnya dan membeli sebotol air mineral karna lehernya terasa kering akibat berteriak-teriak.


Langkah kaki tidak menentu mengantarkan Jemima kedepan wahana Kincir Raksasa. Ia memasuki wahana tersebut dan duduk disalah satu kabin yang kosong. Duduk sendiri sambil menikmati pemandangan dari atas ditemani oleh angin yang berhembus. Jemima menutup mata benar-benar menikmati suasana. Dari sisi kabin yang lain ada laki-laki yang memperhatikan kesendirian Jemima dan tersenyum akan tinggah Jemima.


Sudah puas rasanya Jemima menikmati harinya di area bermain itu. "Waktunya pulang dan bertemu pangeranku dirumah" senyum merekah terpancar dari mukanya sambil berjalan menuju mobilnya terpakir.


"Okey Jemima lanjutkan hidupmu lagi. You never know what will happen tomorrow." ucapnya saat menyalakan mesin mobil dan melajukannya menuju rumah.

__ADS_1


Jemima membuka pintu rumah dilihatnya anak semata wayangnya sedang menonton acara anak-anak bersama bude Wati.


"Dira mama pulang" ucapnya dengan girang dna kemudian mengecup pipi anakanya itu yang semakin hari semakin besar.


__ADS_2