
Mengawali kehidupan yang baru lagi tanpa Abram dan Darwin, Jemima memutuskan resign dari kantor Darwin. Dengan uang bulanan yang dikirimkan Darwin , Jemima bertahan hidup sembari mencari pekerjaan baru. Kemarahan Abram ke Darwin membuat hubungan mereka bertiga menjadi menjauh, Jemima juga marah ke Abram karna merasa ia tidak mempunyai hak untuk mencampuri masalah pribadinya. Darwin hanya datang seminggu sekali atau saat ia sedang senggang membawa Dira kerumahnya untuk menginap dan Jemima tidak ikut karna merasa tidak enak dengan istri Darwin.
Tanpa terasa sudah 3 tahun berlalu, Jemima menjalani hari seperti biasa tanpa kehadiran 2 sosok laki-laki itu. Darwin yang hanya sesekali menemui Dira tapi tidak pernah melewatkan untuk memberi uang akan kebutuhan Dira. Saat ini Darwin tengah sibuk dengan anaknya dari Cindy dan mereka sudah kembali membina rumah tangga. Tidak ingin terlalu menggantungkan hidup dengan Darwin saat ini Jemima bekerja sebagai sekretaris seorang Direktur diperusahaan kecil.
Dira yang sudah masuk ke Taman Kanak-kanak ia titipkan ke Bude Wati untuk diantarkan kesekolah dengan ojek langganan. Seorang laki-laki muda seumuran dengan dirinya, yang awalnya sering mendapat orderan dari aplikasi dan akhirnya Jemima menawarinya untuk menjadi ojek langganan mengantarkan anaknya sekolah.
"Je, gue mau infokan kalau mulai minggu depan gue sudah berhenti menjadi ojek, gue melamar menjadi security di salah satu perusahaan" ucap laki-laki berhidung mancung dengan kulit agak kecoklatan tetapi tidak menghilangkan sosok ketampanannya.
"Iya Arka gak apa-apa, nanti gue cari ojek dekat sini saja untuk antarkan Dira. Semoga sukses ya dipekerjaan yang baru" ucap Jemima saat mengantarkan anaknya pergi sekolah didepan pintu rumah.
"Iya Je makasih, gue pergi dulu ya" ucap Arka dan membawa Dira beserta bude Wati kesekolah Dira. Kemudian ia bersiap diri menaiki motornya menuju tempat kerjanya,perusahaan distributor alat berat. Sebenarnya ia ingin segera berhenti bekerja karna Direktur tempatnya bekerja mata keranjang dan ia harus selalu mawas diri agar tidak digoda oleh Bosnya itu, sedangkan istri Bosnya selalu menuduh Jemima memanfaatkan suaminya. Selama belum mendapatkan tempat bekerja baru ia masih bertahan akan tempatnya bekerja saat ini.
Disela-sela bekerja ia harus mencari ojek baru yang bisa mengantarkan anaknta sekolah. Karna Bude Wati tidak paham akan penggunaan aplikasi ojek online sehingga mau tidak mau harus mencari ojek yang bersedia mengantarkan mereka tanpa aplikasi.
"Je, uang bulanan sekolah Dira sudah saya kirimkan, kamu ada yang ingin dibeli untuk Dira?" tanya Darwin melalui telepon saat Jemima sedang makan siang.
"Gak ada Pak semua masih tercukupi, Dira hanya kangen dengan Daddynya Pak, dia sudah tidak bertemu dengan Bapak sebulan lebih" ucap Jemima sambil mengingat beberapa kali Dira menanyakan Daddy nya yang sudah jarang berkunjung.
"Saya usahakan akhir minggu ini Je" ucap Darwin
"Saya tidak akan infokan ke Dira Pak, karna berapa kali Bapak janjikan tapi tidak datang, kasihan dia menuggu Bapak seharian" Jemima kesal karna beberapa kali Darwin selalu membatalkan janjinya. Apalagi saat terakhir kali Darwin menjanjikan Dira akan bermain di playground, anak tampan itu sudah siap mengenakan kaos favoritnya bergambar batman serta celana chinos dilengkapi dengan topi dan sepatu menunggu didepan rumah dari siang hingga sore hari, tetapi Darwin tidak bisa datang dan tidak memberi kabar. Jemima sudah membujuknya untuk menunggu didalam tetapi Dira tidak mau hingga ketiduran di teras rumah.
"Saya minta maaf Je" ucap Darwin penuh penyesalan
"Minta maaf dengan Dira saja Pak"
"Pak sudah ya saya mau kembali kerja" kemudian Jemima mengakhiri panggilannya dengan Darwin. Menjadi single parent ternyata tidak mudah semakin Dira besar dan mulai banyak bertanya yang Jemima sendiri sering bingung menjawabnya.
"Kenapa Daddy gak bobo sama kita Ma"
__ADS_1
"Teman-teman aku Daddynya selalu antar sekolah,koq aku sama Om Arka dan Bude"
"Kenapa Daddy lebih sayang sama adik Clara Ma"
"Kenapa Mama bekerja teman aku Mamanya tungguin sekolah"
Sederet pertanyaan yang sering diajukan Dira mengenai Daddynya terkadang ia bingung harus menjawab apa.
Akhir minggu ini Darwin datang menepati janjinya mengunjungi Dira.
"Dira ikut Daddy ya menginap dirumah Daddy"
"Engga mau Daddy, Dila mau diumah sama Mama dan Om Arka" tolak Dira
"Om Arka siapa itu?" tanya Darwin penasaran ke Jemima
"Ojek langganannya Dira, Pak" ucap Jemima
"Bukan" ucap Jemima
Sejak pembatalan rencana nikahnya dengan Darwin, Jemima sudah tidak ada minat mendekati pria lain yang dia pikirkan bagaimana menjalani hidup dengan anak laki-lakinya. Arka ojek langganan untuk mengantarkan Dira sekolah beberapa kali main ke rumah Jemima hanya sekedar mengobrol dan Jemima menanggapinya hanya sebagai teman.
"Kalau kamu mau nikah lagi kasih tahu saya Je, mungkin ada yang bisa saya bantu untuk kamu" ucap Darwin
"Nikah?? Gak ada rencana Pak, lagian saya masih senang sendiri" jawab Jemima tanpa melihat ke Darwin.
"Je bilang Dira untuk menginap dirumah saya"
"Diraaaa mau menginap ke rumah Daddy gak?" tanya Jemima ke Dira yang saat ini sedang asik memainkan ponselnya.
__ADS_1
"Ndak mau Mama" jawab Dira dan muka Darwin tampak lesu.
"Gak mau Pak anaknya, Bapak sih seringnya batalin janji jadi dia sekarang gak mau sama Bapak"
"Maaf Je" Ucap Darwin sambil tertunduk lesu.
"Sudah malam juga lebih baik Bapak pulang nanti istri dan anak bapak cari" Jemima tidak mau terulang lagi, omelan dan cacian dari Cindy karna Darwin pernah bermain hingga larut malam menemani Dira belajar.
"Iya Je saya pulang, Diraaa Daddy pulang ya" dan anak itu hanya menggangguk saja menghiraukan ayahnya pulang, tampak raut kecewa dari Darwin karna anak laki-lakinya tidak tertarik dengan kedatangannya. Ia tahu ini salah satu kesalahannya karna akhir-akhir ini tidak mempunyai cukup waktu dengan Dira.
Hari minggu selalu dihabiskan Jemima untuk menikmati hari dengan anaknya.
"Mama Om Arka kesini gak?" sudah 2 bulan ini Arka jarang juga main kerumahnya karna profesi barunya yang sering masuk di hari sabtu minggu. Biasanya di hari Minggu laki-laki itu menyempatkan waktu bermain dengan Dira.
"Hai Dira" sapa Arka yang baru saja datang
"Ommm" sapa Dira
"Tumben kesini, gimana kerjaan baru lu Ka?" tanya Jemima
"Ya gtulah, lebih teratur aja sekarang jadi bisa sambil lanjutikan kuliah" ucapnya sambil menyeruput es jeruk yang dibuatkan Jemima.
"Je, gue ada lowongan nih ditempat gw kerja, bosnya lagi butuh Sekertaris, tapi ada syaratnya"
"Apaan syaratnya" tanya Jemima dengan alis mengkerut
"Dia maunya yang single, gajinya gue denger sih gede banget, tapi gitu harus siap saat di butuhkan, lu mau coba?"
"Ehmm gimana ya, gue pikirin dulu deh Ka, tapi thanks infonya ya" hubungan mereka memang hanya sebetas teman saja, kedua orang ini memang sengaja menjaga hati mereka karna latar belakang masing-masing.
__ADS_1
Jemima merasakan bahagia dalam hidupnya sekarang ini, belajar menjadi pribadi yang lebih kuat hanya untuk anaknya. Tidak ada hal yang pernah disesali dalam hidupnya semua merupakan jalan hidup yang harus dijalani.
“Kamu lebih kuat dari yang kamu tahu. Lebih fasih dari yang pernah kamu impikan. Dan kamu dicintai lebih dari yang bisa kamu bayangkan." unknown