Pilihan Jemima

Pilihan Jemima
Bab 85


__ADS_3

"Je bagaimana?" tanya Julia yang ikutan bingung. Jemima segera menarik tangan Julia agar tidak terdengar oleh Dira.


"Bener Mbak kita menginap disini, barusan Gerry call aku, katanya ia ada disini dan dia yang pindahin hotelnya . Tapi jangan bilang Dira ya Mbak" ada rasa senang dan khawatir akan kehadiran Gerry disini, bisa-bisa Dira akan marah kalau tahu ada Gerry.


"Lohh disini" Julia menggangguk mendengar ucapan Jemima.


Setelah menyelesaikan administrasi mereka masuk kedalam kamar masing-masing. Jemima sekamar berdua dengan Dira dan Julia bersama dengan keluarganya.


"Mama hotel kita dekat pantai ya? aku nanti boleh berenang kan?" ucap Dira girang.


"Boleh dong" ucap Jemima sembari merapikan koper dan peralatan yang dibawanya.


Ting... bunyi pesan di ponsel Jemima


✉️ Gerry : Sayang kekamarku no 16


✉️ Jemima : Iya tunggu


Jemima segera kekamar Julia untuk mengajaknya berkenalan dengan kekasih hatinya.


"Mbak ikut yuk mau aku kenalin sama Gerry, Kak Yuda ikut juga ya" ajak Jemima ia merasa senang untuk mengenalkan Gerry ke kakak kandungnya serta kakak iparnya.


"Boleh, Kak Lyo temani Dira di kamarnya. Mama ada perlu sebentar sama Tante Jemi" Kemudin mereka keluar bersama setelah memastikan Lyo masuk kedalam kamar Jemima, Jemima berjalan menuju kamar Gerry, dan mengetuk pintu no 16.


Dibuka pintu perlahan, wajah tampan Gerry menyambut Jemima. Gerry mengenakan baju santai dengan kaos polos berwarna coklat dan celana pendek berwarna orange. Gerry seketika mengecup bibir Jemima.


"Mas ih malu ada Mbak ku" Jemima mendorong Gerry karna malu akan perlakuannya barusan.


"Ehemm" ledek Yuda dan dicubit oleh Julia.


"Eh sorry, masuk-masuk" Gerry mengusap rambutnya karna malu dan membukakan pintu untuk keluarga Jemima.


"Silahkan duduk" ucap Gerry mempersilahkan Julia dan Yuda duduk di sofa yang terdapat dikamar itu.


"Mbak , Kak, kenalin ini Gerry, ehmm apa ya pacar atau bukan sih" ledek Jemima seraya mengenalkan kekasihnya.


"Gerry" mengajukan tangannya ke Julia dan Yuda


"Bosnya Jemima" ucap Gerry meledek Jemima.


"Eh iya bener kamu kan bos ku" Jemima kemudian duduk disebelah Gerry.


"Maaf harusnya saya yang menghampiri kalian tapi malah kalian kesini" ucap Gerry sungkan.


"Gak apa-apa Ger" ucap Yuda kemudian suasana hening.

__ADS_1


"Kalian sudah makan, kalau mau makan ke restoran saja langsung" ucap Gerry sambil memeluk pinggang Jemima.


"Iya Mas, kamu gak makan?" tanya Jemima sambil tersenyum manja ke Gerry


"Aku makan dikamar saja" ucap Gerry


"Ehem jadi gimana hubungan kalian?" tanya Julia kepada Gerry


"Saya serius Mbak sama Jemima" Gerry menggenggam tangan Jemima.


"Tapi kami masih ada ganjalan, tiba-tina saja Dira tidak setuju dengan saya" mata Gerry sedikit lesu saat mengucapkannya.


"Iya Mbak karna ada temannya Dira yang mempunyai Papa tiri yang galak, jadi Dira takut" jelas Jemima lagi.


"Aku janji sayang gak akan seperti itu, aku akan anggap Dira sebagai anak ku sendiri meskipun nanti kita punya anak" Gerry menatap mata Jemima seakan memohon.


"Iya aku yakin koq kamu akan jadi Papa yang baik, sabar ya" Jemima mengusap punggung tangan Gerry dan Gerry tersenyum sambil menganggukan kepalanya.


"Pelan-pelan pendekatannya, sebagai orang dewasa kita tidak bisa memaksakannya kepada Dira. Kasihan nanti dia trauma" ucap Yuda mencoba memberi nasihat.


"Iya Kak saya tahu, makanya ya saya cuma seperti ini hanya bisa memantau dari jauh." ucap Gerry.


Julia memperhatikan sikap Gerry dan Jemima yang seakan-akan tidak bisa berpisah. Julia melihat bahwa Gerry sungguh tulus menyayangi adik perempuan satu-satunya. Ia hanya bisa berharap semoga mereka segera menikah dan masalahnya segera berakhir.


Bayi Nuca yang di gendong oleh Julia merengek meminta untuk menyusu .


"Makan dulu saja Mbak, sudah siang kasihan anak-anak pasti lapar" ucap Gerry sembari mengantarkan mereka ke pintu keluar.


"Iya yuk Pah makan dulu" ajak Julia kepada suaminya.


"Mas aku makan ya" ucap Jemima dan ketika hendak keluar kamar tanganya ditahan oleh Gerry


"Mbak titip Dira sebentar ya. Saya makan siang dulu sama Jemima" ucap Gerry sambil menaik turunkan alisnya.


"ehemmm, makan siang enak nih" ledek Yuda


"Ihh apaan sih Mas" tolak Jemima


"Aku sudah pesan makan Yang, temani dong" Gerry memohon kepada Jemima.


"Iya iya sana sudah makan dulu, ingat jangan sampai ada Dira kedua" ancam Julia sambil menunjukkan kepalannya ke Gerry. Laki-laki itu malah tertawa melihat sikap protektif Julia.


"Malah bagus Mbak, langsung nikah saja kan Yang" cubitan Jemima seketika mendarat di pipi Gerry. Kemudian Gerry dan Jemima masuk kembali ke kamar Gerry.


"Ihh apaan sih kamu, malu tahu" keluh Jemima tapi laki-laki itu justru memeluk Jemima dari belakang dan membenamkan kepalanya ke leher Jemima.

__ADS_1


"Kangen Mama Dira nih" Gerry menyesap harum tubuh Jemima, ah rasanya kelegaan menghampiri hati nya.


Jemima membiarkan sikap Gerry, karna ia pun rindu dengan laki-laki itu. Hingga ketukan dipintu mengganggu kemesraan mereka.


"Room service" ucap suara laki-laki dari balik pintu. Gerry membuka pintu dan membiarkan room boy menaruh makanan yang ia pesan di meja, kemudian ia merogoh kantung celananya memberikan tip kepada petugas itu.


"Makan yuk yang lapar" ajak Gerry dengan sigap Jemima membuka plastik yang membungkus piring berisikan 2 piring nasi goreng kemudian duduk disebelah Gerry dan melaksanakan tugasnya menyuapi Gerry yang sudah terbiasa dilayani oleh Jemima.


"Kamu koq tiba-tiba disini" tanya Jemima


"Mau ikut liburan" ucap Gerry sambil melihat email masuk di ponselnya.


"Tapi kan boros kalau mendadak gini, pasti mahal tiketnya"


"Gak apa-apa, demi kamu dan Dira" kemudian Gerry mengecup pipi Jemima dengan mulut penuh nasi goreng.


"Ih makan dulu sana baru cium-cium" Jemima mendorong Gerry dan Gerry segera menelan makannya kemudian meneguk air putih yang ada dimeja. Saat mulutnya sudah kosong langsung saja Gerry menyambar bibir Jemima yang sedari tadi ia ingin lummat.


Jemima yang belum siap kaget dengan serangan tiba-tiba dari Gerry. Tangannya masih memegang piring berisikan nasi goreng sehingga ia tidak menolak Gerry.


Laki-laki itu memang sengaja membuat Jemima tidak bisa berkutik. Dengan senyum menggoda Gerry menarik bibir bawah Jemima kemudian memaksa membuka mulut Jemima dengan lidahnya agar lidahnya bisa bermain-main dalam sana. Jemima pelan-pelan meletakkan piring yang dipegangnya dan akhirnya tangannya terbebas kemudian ia pindahkan ke tengkuk Gerry untuk semakin dalam menncium dirinya. Secara perlahan Jemima duduk dipangkuan Gerry untuk melampiaskan rasa rindu mereka yang baru beberapa hari tidak bertemu. Sikap mereka saat ini layaknya ABG yang masih merasakan gelora yang tidak ada redupnya.


Dikamar lain....


"Mama mana Bude?" tanya Dira karna tidak melihat Mamanya ketika Julia dan Yuda masuk.


"Ehmm Mama lagi cari sesuatu" ucapnya bohong.


"Ohh"


"Kakak kenapa mengantuk?" tanya Julia kepada anak pertamanya.


"Iya mau dikeloni Mama. Mau tidur siang bareng" ucap Lyodra manja.


"Ihh kakak manja malu sama Dira yang gak pernah dikeloni tuh"


"Ihh kan Mama gak kerja jadi gak apa-apa dong aku sama Mama terus" ucap Lyodra manja.


"Kalau Mama kerja boleh?" ucap Julia meledek


"Gak boleh, yang kerja hanya Papa saja. Kan dimana-mana laki-laki yang bekerja bukan perempuan" ucap Lyodra sedikit marah.


Dira hanya bisa terdiam melihat dan mendengar Julia serta Lyodra. Dalam hatinya ia berfikir 'Hanya Papa yang boleh kerja, tapi Dira gak punya Papa biar Mama gak kerja. Dira juga mau sama Mama terus dirumah'. Seketika Dira menunjukkan wajah murung karna nasibnya.


_&&&

__ADS_1


Jangan lupa like dan komen.


__ADS_2