Pilihan Jemima

Pilihan Jemima
Bab 59


__ADS_3

"Pak saya saja yang bawakan tas belanja ini" Jemima memaksa mengambil 2 tas paperbag besar berisikan bajunya dan Gerry yang saat ini dibawa Gerry.


"Saya saja" ucap Gerry tetap memegang paper bag tersebut dan tidak menggubris rengekan Jemima.


"Pak saya gak enak sama Bapak, kan saya sudah dibelikan bajunya, masa Bapak yang bawakan juga, karyawan macam apa saya ini Pak" sambil berjalan Jemima masih meminta kepada Gerry. Tiba-tiba saja Gerry menghentikan langkahnya.


"Kamu udah lakuin yang saya suruh tadi?" tanya Gerry ke Jemima.


"Apa Pak?" tanya Jemima bingung. Mengingat pekerjaan apa yang harusnya ia lakukan tadi.


"Pesan hotel, kita menginap dimana malam ini?" tanya Gerry dengan muka tegasnya.


"Astaga, belum Pak, tadi saya lihat di hotel yang bapak maksud full booked, saya masih mencari-cari hotel yang lain" Ucap Jemima merasa bersalah gagal melaksanakan tugas dari Gerry, karna besok merupakan tanggal merah, maka hotel-hotel terisi penuh, kecuali Gerry ingin menginap di hotel tanpa bintang dan hal itu sepertinya tidak mungkin.


"Ya sudah kerumah saya saja kalau gitu" ucap Gerry sambil melanjutkan perjalanannya menuju parkiran mobil diluar mall.


"Bapak ada rumah disini?" tanya Jemima penasaran.


"Iya ada tapi jarang saya tempati" jawab Gerry singkat, setelah itu Jemima kembali diam dan mengikuti langkah Gerry menuju parkiran. Tidak banyak percakapan selama perjalanan menuju rumah Gerry. Hingga sampailah mereka disebuah cluster perumahan yang cukup terkenal di kota Bandung, rumah-rumah berdesain minimalis berjejer dari yang paling kecil hingga yang paling mewah. Tidak banyak orang yang berlalu lalang di perumahan tersebut, berbeda dengan perumahannya yang merupakan perumahan lama dimana banyak sekali orang yang bermain didepan rumah dan bercengkrama satu sama lain.


Gerry menghentikan mobilnya disalah satu rumah yang paling ujung, bangunannya tidak terlalu besar tetapi memiliki 2 lantai, garasi hanya cukup 1 mobil saja dimana ia memarkirkan mobilnya disana. Rumah tersebut berwarna cream dengan campuran warna putih dibeberapa temboknya, taman kecil yang ada didepan rumah juga tampak asri dan terawat. Rumah dikanan kirinya tampak kosong dan tidak berpenghuni.


"Ayo turun sudah sampai" ucap Gerry sambil mengambil sebuah kota kecil yang berisikan kunci rumah tersebut didalam dashboard.

__ADS_1


Jemima dengan sigap mengambil barang-barang didalam mobil. Gerry membuka pintu rumah, pandangan Jemima langsung tertuju pada sebuah sofa minimalis dan televisi 32 inch kemudian terdapat meja makan yang hanya cukup untuk 4 orang saja dan sebuah dapur beserta kamar mandi dibawah tangga.


"Kamar ada dilantai atas, taruh barangnya diatas saja" ucap Gerry sambil menaiki anak tangga yang diikuti oleh Jemima.


"Ini kamar saya dan sebelah kamar kamu" Gerry menunjuk sebuah ruangan yang merupakan kamar tidur utama yang kelihatan lebih besar serta kamar yang lebih kecil untuk ditempati Jemima.


"Kamu bisa istirahat dulu, nanti jam 7 kita pergi lagi, didalam kamar setahu saya ada handuk dan kamar mandi kamu bisa pakai yang dipojok" tunjuk Gerry kesebuah ruangan yang dikatakannya sebuah toilet dan masuk kedalam kamarnya. Jemima ikut masuk kekamar yang hanya terdapat kasur single , meja belajar dan sebuah lemari. Dibukanya lemari tersebut dan ia melihat beberapa sprei dan handuk, kemudian ia memasang sprei untuk kasurnya karna memang kasur tersebut tidak memiliki pelindung apapun.


"Rumahnya bagus, pasti mahal" pikir Jemima dan seketika ia ingat harus menghubungi seseorang.


Sambil mendudukan dirinya di pinggir kasur ia menekan nomor seseorang itu, cukup lama panggilannya tidak diangkat.


"Halo Pak" ucapnya dan entah kenapa hingga saat ini ia selalu memanggilnya dengan sebutan Pak.


"Oh ya sudah nanti saya hubungi lagi"


"Kenapa bicara saja" jawab Darwin


"Bisakah nanti malam temani Dira dirumah, aku hari ini ada kerjaan mendadak keluar kota. Tolong temani hingga ia tertidur saja" minta Jemima kepada ayah kandung dari anaknya.


"Ehm saya usahakan karna sepertinya saya juga tidak bisa pulang tepat waktu" balas Darwin


"Iya semoga kamu bisa datang kerumah, bacakan dia buku cerita supaya Dira bisa tidur lelap, aku mohon Pak" Jemima berharap banyak kepada Darwin agar lebih perhatian kepada Dira. Karna bagaimanapun Dira membutuhkan sosok ayah dalam tumbuh kembangnya.

__ADS_1


"Okey nanti aku usahakan, ya sudah aku lanjut lagi biar bisa segera kesana"


"Makasih ya Pak" kemudian panggilan sama-sama ditutup.


'Semoga Darwin bisa menepati janjinya' mohon Jemima dalam hati.


"Masih ada waktu 2 jam lagi, aku tiduran dulu deh" Jemima merebahkan dirinya di kasur empuk tersebut. Jemima sempat tertidur selama 1/2 jam, waktu yang cukup mengistirahatkan dirinya yang lelah. Kemudian ia menuju kamar mandi diluar kamarnya, dilihatnya kamar Gerry masih tertutup rapat, entahlah apa yang dilakukan Gerry didalam sana. Selesai mandi Jemima mengambil baju barunya yang masih berada dalam paper bag yang baru dibelinya tadi . Segera ia kenakan dan sangat pas ditubuhnya, rambutnya yang sebahu ia sisir lurus dan menggerainya tanpa hiasan apapun. Sebagai seorang sekretaris ia selalu membawa makeup yang tiba-tiba saja harus ia gunakan seperti saat ini. Biasanya make up look yang Jemima aplikasikan diwajahnya tampilan flawless namun berbeda kali ini karna ia akan keluar malam hari, ia ingin sedikit merubahnya apalagi dengan dress yang dia gunakan. Ia memoleskan blush on berwarna pink dan peach kemudian warna lipstik cherry red ia kenakan pada bibirnya serta terakhir highlighter pada tulang pipinya, sempurna make up peachy look sukses ia aplikasikan diwajahnya.


Jemima keluar dari kamarnya dan segera turun, ia akan menunggu Gerry dibawah saja sambil melihat-lihat ruangan lain. Hingga dianak tangga terakhir ia baru tersadar jika Gerry sudah ada dibawah duduk di sofa ruang tamu sambil memandangnya tanpa mengedip.


"Mau berangkat sekarang Pak" suara Jemima mengagetkan lamunan Gerry, yang terpesona dengan dirinya.


"Iya" jawab Gerry singkat menutupi gugupnya, dalam hati rasanya ia ingin merengkuh wanita yang ada didepannya dan mencium bibirnya yang menggoda itu. Tapi angannya segera ia hapuskan karna tidak ingin membuat kacau acaranya malam ini.


"Jeee" ucap Gerry tiba-tiba saat mereka sedang berjalan menuju mobil.


"Iya Pak" ucap Jemima karna Gerry tiba-tiba saja berhenti dan menatap wajahnya.


"Ehmm gak apa-apa" Gerry merutuki dirinya yang beberapa detik lalu ingin mengatakan kepada Jemima kamu cantik sekali malam ini, tetapi ia urungkan niatnya itu. Jemima bingung dengan sikap bosnya saat ini, apa ada yang salah dalam dirinya, Jemima malah berfikir apakah tampilannya saat ini buruk dan memalukan bagi bos nya, tetapi jika diperhatikan ia sangat serasi sekali dengan bosnya itu. Gerry yang memakai celana jeans berwarna cream dan dipadukan dengan kemeja navy berlengan panjang dimana lengannya ia gulung tampak gagah sekali dan sesuai dengan dirinya.


'Tidak ada yang salah koq' ucap Jemima dalam hati.


-------

__ADS_1


Jangan lupa like dan komen.


__ADS_2