
Pagi ini Jemima bangun dengan malasnya.
"Mama mama bangun" Dira menepuk-nepuk wajah Jemima yang masih tertidur lelap.
"Ehmmm Mama ngantuk Dir" Jemima masih memejamkan matanya dan masih enggan beranjak dari kasurnya.
"Mama gak kerja hari ini" ucap Jemima lagi sambil menaikkan selimut ke kepalanya.
"Asikk mama dirumah" ucap Dira kesenangan dan menciumi pipi Mama nya.
Karna terbiasa menjalani kewajibannya mengurusi Dira, akhirnya Jemima terbangun dan menyiapkan makanan untuk bekal Dira kesekolah.
Bento dengan hiasan-hiasan lucu yang menyerupai Angry Bird disiapkan Jemima untuk dibawa Dira kesekolahnya, ia masukkan kedalam tas Dira dan memeriksa kembali peralatan sekolah Dira.
"Hati-hati ya Nak, yang pintar disekolah" kemudian ciuman yang panjang mendarat dipipi Dira yang sampai saat ini belum menolak akan ciuman Mama nya. Setelah mengantar Dira kesekolah Jemima segera pergi ke kantor Rudi menyelesaikan pengunduran dirinya.
Jemima memakai celana jeans dan kaos santai menuju gedung kantor yang kemarin ia masih menjadi karyawan disana.
"Permisi Pak" ucapnya sambil membuka pintu ruangan Rudi. Rudi sedang duduk dikursinya sambil memperhatikan ponselnya.
"Masuk Mbak Mima, aduhh Mbak Mima saya kaget loh sama pesan kamu kemarin. Duduk dulu sini" Pak Rudi bangkit dari kursinya dan menghampiri Jemima mencoba merangkul sambil mengajaknya duduk disalah satu sofa disana.
Dengan sigap Jemima mengelak rangkulan tangan Rudi. "Biasaan deh Bapak" ucap Jemima kesal. "Iya maaf maaf. Ayo duduk dulu" Rudi kemudian memilih duduk didepan Jemima.
"Jadi Mbak Mima gak jadi resign ya, cuti ajalah seminggu gak apa-apa" bujuk Rudi
"Maaf Pak saya tetap dengan keputusan saya, maaf nih Pak saya kesal dengan istri Bapak" Jemima mendekap kedua tangannya.
__ADS_1
"Iya saya tahu, saya minta maaf sama kamu, nanti kalau kamu gak ada , yang urusin saya sapa Je. Saya naikin deh gaji kamu. Okey setuju ya?" bujuk Rudi
"Sekali lagi maaf tidak bisa Pak." Jemima dengan teguh memegang pendiriannya
"Yah sudah kalau memang itu keputusan kamu. Nanti saya minta HRD untuk urus resign kamu. Saya juga kesal sama istri saya itu." Rudi menyenderkan diri ke sofa sambil memasang muka kesal.
"Bapak sih 1 aja gak keurus pakai cari yang lain. Lebih baik bapak perbaiki dulu istri pertama Bapak itu, baru cari yang baru" omel Jemima.
"Iya iya, tapi kan enak Je klo ada 2. Biar saya awet muda"
"Ya udah ah urusan Bapak, saya pulang dulu Pak terimakasih atas kerjasamanya saat ini. Jangan lupa sisa gaji dan pesangon di transfer ke saya Pak" Jemima bangkit dari kursinya dan memberikan tangannya ke Rudi untuk salaman perpisahan.
"Iya Mbak Mima tenang saja. Jika berubah pikiran saya siap menerima Mba Mima kembali jadi istri saya juga saya terima" Rudi menerima tangan Jemima dan mengusap-usap tangan itu sambil tersenyum jahil.
"Ihh Bapak" segera Jemima melepaskan tangannya dari Rudi dan pergi dari sana segera.
Menikmati hari-hari nya sebagai pengangguran ia manfaatkan dengan belajar memasak. Teringat kembali masa lalu ketika ia harus membuka rumah makan sederhana saat di Semarang. Ia berfikir lagi apa perlu melakukan hal yang sama. Tidak perlu tempat yang mewah yang penting uangnya berputar.
"Kalau sampai tidak menemukan pekerjaan lagi aku buka tempat makan sajalah lagi seperti dulu" pikir Jemima sembari mengirimkan beberapa cv nya ke beberapa email perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan sebagai sekretaris.
Tidak terasa sudah hampir satu bulan ia berdiam dirumahnya. Dihati kecilnya ia sangat senang karna bisa menikmati waktu bersama Dira setiap saat tetapi hal ini tidak mungkin ia lakukan terus menerus tabungannya bisa habis terkuras karna tidak ada pemasukkan, sedangkan ia tidak pernah menggunakan uang kiriman Darwin untuk Dira karna merasa bukan haknya. Hari ini selepas pulang sekolah Jemima mengajak Dira mengunjungi Oma dan Opa nya karna sudah beberapa lama tidak bertemu.
"Haii Dira cucu Oma kesayangan" sambut Mama Darwin ketika Dira memasuki ruangan keluarga dimana Magda dan Bagus, orangtua Darwin sedang asik menonton televisi dan ternyata Cindy dan anaknya juga sedang bermain disana.
"Omaaa"sambut balik Dira dan memeluk Omanya kemudian bergantian ke Opa nya.
"Dira baru pulang sekolah?" tanya Magda sambil memeluk cucu laki-laki satu-satunya.
__ADS_1
""Iya Oma, Dira senang karna sekarang Mama bisa antar dan jemput Dira setiap saat" jawab Dira senang dengan polosnya.
"Ohh memang kamu gak bekerja Je?" tanya Bagus
"Saya sudah berhenti bekerja Pa dan sedang mencari yang baru, tapi belum ada yang cocok" ucap Jemima tersenyum kecil dan ia melihat tatapan tidak senang dari Cindy.
"Kenapa gak kerja tempat Darwin saja lagi? Kamu bilang sama Darwin biar ditempatkan di posisi yang cocok sama kamu" ucap Bagus lagi yang saat ini sedang mengelus-elus rambut cucu laki-lakinya itu.
"Kayaknya perusahaan Darwin sudah penuh Pa" ucap Cindy menimpali.
"Masa sih, 1 saja tidak bisa" ucap Magda heran dan mengerutkan alis, rasa tidak percaya akan ucapan Cindy.
"Gak apa-apa Ma Pa, aku juga sudah interview di beberapa tempat dan tinggal menunggu hasil" ucap Jemima berbohong padahal sampai saat ini tidak ada satupun perusahaan yang memanggilnya untuk interview.
Jemima merasa tidak nyaman dengan kehadiran Cindy disana, ia merasa Cindy memandanginya dengan tidak senang. Untuk mengalihkan pandangan Cindy ia pergi ke dapur untuk membuat minuman dingin tapi tanpa dia sangka ternyata Cindy mengikutinya.
"Ehmm enak-enakan ya gak kerja, emang sanggup biayain anak kamu" ucap Cindy dari belakang tubuh Jemima. Jemima yang sedang membuka kulkas terkejut dengan suara Cindy yang muncul tiba-tiba, seketika Jemima membalikkan badannya menanyakan maksud ucapan Cindy.
"Ehm gimana ya Cin, jangan khawatir saya hanya sedang istirahat sebentar, saya juga sedang mencari pekerjaan baru" Jemima memandang Cindy dengan tidak suka.
"Halahhh pasti kamu sengaja kan manfaatin anak kamu itu supaya dapat uang dari Darwin kan, lumayan kan kamu gak usah kerja keras sudah punya rumah, mobil, tabungan ratusan juta, kamu pikir saya gak tahu bagaimana kamu manfaatin Dira ke Darwin" ucap Cindy sinis
"Jaga omongan kamu ya Cindy, saya gak pernah manfaatkan anak saya. Saya ikhlas apapun yang terjadi dengan saya dan saya gak akan mengorbankan Dira hanya untuk materi yang semu ini. Saya kerja koq, uang dari Darwin untuk Dira tidak pernah saya sentuh itu milik Dira buka saya " muka Jemima berubah menjadi merah karna kesal, rasanya ia ingin sekali menampar Cindy atas tuduhannya itu.
"Sudah lah saya tidak perlu bicara sama kamu" Jemima pergi meninggalkan Cindy dan ternyata diruang tamu sudah ada Darwin yang baru saja datang.
"Hai Je, tumben siang-siang kamu kerumah Mami" tanya Darwin
__ADS_1
"Iya hanya mengantarkan Dira ketemu sama Oma dan Opa nya" jawab Jemima ketus karna masih kesal dengan Cindy. Jemima harus menahan emosinya karna demi kebahagian Dira saat ini yang tampak sangat bahagia bisa bertemu dengan Daddynya.