Pilihan Jemima

Pilihan Jemima
Manda Manja


__ADS_3

Selama menuju parkiran mobil Manda bergelayut manja dilengan Abram. Anak ini berubah cukup banyak dan mulai berani memperlihatkan rasa sukanya ke Abram. Mungkin Manda sudah merasa percaya diri dengan hubungannya bersama Abram karna Pak Atma sudah mengatakan kepadanya. Abram sebenarnya risih apalagi ada Pak Atma, tetapi dari wajah Pak Atma tidak tampak muka marah justru terlihat bahagia akan perilaku Manda ke dirinya.


"Capek ya Kak? nanti istirahat dulu di hotel" Abram hanya mengangguk. Sesampai dihot el Abram segera mengabari lewat pesan ke Jemima.


✉️ Abram : Sayang aku baru sampai di hotel, aku istirahat dulu. Miss u both. ❤️


Tidak ada balasan dari Jemima karna disana masih pukul 1 malam. Abram berisitrahat dan tidur hingga sore hari. Tubuhnya berasa lebih segar, setelah membuka mata ia langsung memeriksa ponselnya dan mencari balasan pesan dari wanitanya.


✉️Dira: Iya Mas. Aku baru baca pesan kamu, tadi Dira bangun jam 4 pagi dan gak mau tidur lagi. Miss u too Masku. Hati-hati disana. ❤️


Ia ingin menelepon Jemima tetapi terdengar suara ketukan pintu kamarnya.


"Kakkk sudah bangun" dengan langkah malas ia membuka pintu kamarnya yang terconnet dengan kamar Pak Atma.


Klik kunci pintu terbuka.


"Iya Man aku baru bangun" kemudian kembali merebahkan diri dikasurnya setelah membuka pintu, badannya masih berasa lelah.


"Kak mau makan apa?" tanya Manda yang duduk disebelah Abram.


"Terserah kamu Man , nasi telor ceplok ada?" tiba-tiba Abram rindu masakan Jemima. Ia ingin membalas pesan Jemima lagi tetapi ada Manda disini dia tidak berani.


"Itu aku buatin aja besok ,datang ke flat aku ya Kak" Manda terlihat senang dan mengusap kepala Abram, Abram yang kepalanya disentuh segera menghindar dengan bangun dari tidurnya dan menuju kekamar mandi.


Malam ini mereka bertiga makan bersama disalah satu restoran Chinese. Manda selalu menarik perhatian Abram sedangkan Abram masih mencoba menghindar.


"Kak ini enak loh coba deh" Manda berusaha menyuapkan sepotong daging ayam hainan ke mulut Abram tapi Abram mengelak.


"Aku makan sendiri saja" ia berusaha mengambil sumpit dari tangan Manda.


"Gak aku aja yang suapin Kak" Manda masih memaksa karna tidak enak akhirnya Abram membuka mulutnya dan menerima suapan dari Manda. Bunyi pesan di ponselnya menarik perhatiannya. Ia segera bangkit dari duduknya dan berpura-pura ke toilet.


✉️Dira : Mas sibuk ya, aku mau video call bisa kalau tidak mengganggu.

__ADS_1


✉️Abram: Maaf aku sedang tidak bisa, nanti aku hubungi kembali. Miss you


✉️Dira: Baik Mas. Miss you too.


Tak lama ada kiriman video masuk dari Jemima, video Dira yang sedang makan dengan wajah blepotan makanan yang disembur-semburkannya. Abram tertawa bahagia melihat video itu.


✉️Abram: gemes sama Dira..... dan Mamanya😚


✉️Dira : 😋


Abram kembali ke mejanya dengan muka berseri-seri.


"Lama banget sih Kak penuh ya kamar mandinya?" Manda kembali menggelayutkan tangannya ke tangan Abram.


"Man malu sama Papa" ucap Abram akhirnya.


"Gak apa-apa Papa biasa saja koq" Pak Atma hanya tersenyum melihat kelakuan anaknya.


"Tidak apa-apa Bram, Papa biasa saja. Namanya juga anak muda dinikmati asal tidak keluar batas."


"Sudah lega dia Bram, perasaan dipendam dari SMP, malah Papa yang ungkapin" Pak Abram tertawa, terlihat dia bahagia sekali dengan hubungan Abram dan Amanda.


"Papa bisa lega kalau suatu saat meninggal. Papa tidak khawatir dan takut akan menitipkan kamu kesiapa, sekarang sudah ada orang yang tepat yang bisa Papa percaya" ucap Pak Atma tampak serius dengan mata sedikit berkaca-kaca , Abram pusing dibuatnya dengan ucapan Pak Atma barusan.


"Papa jangan bicara seperti itu. Pokoknya Papa harus hidup lama untuk lihat anak Manda sama Kak Abram, nanti Papa pensiun saja biar Kak Abram yang terusin bisnisnya, Papa bisa main dengan cucu-cucu Papa, nanti aku kasih yang banyak biar Papa gak kesepian" Manda meneteskan air matanya.


"Sudah jangan nangis malu" Abram menguatkan Manda.


Mereka kembali ke Hotel, Manda ikut menginap disana dan mengambil satu kamar dengan Pak Atma. Setelah sampai dikamar Abram menghubungi Jemima tapi panggilannya tidak diangkat mungkin ia sedang sibuk, pikir Abram. Karna masih merasa lelah akhirnya Abram memutuskan untuk tidur. Dalam tidurnya ia merasa ada yang memeluknya, tapi setelah dirasakan ternyata itu bukan mimpi, tangan Manda ada diperutnya memeluk dirinya yang sedang tertidur.


"Manda ... ck " Abram kaget dengan keberanian gadis itu. Sedangkan gadis itu masih tertidur pulas. Akhirnya Abram memutuskan untuk pindah ke sofa untuk melanjutkan tidurnya dan sembari memeriksa ponselnya. Ada panggilan tidak terjawab dari Jemima, ia ingin menelponnya kembali tetapi ada Manda di kamar, ia harus tahan hingga bisa mengatakan langsung ke Manda atas hubungannya dengan Jemima.


Pagi-pagi sekali Abram bangun dan mengambil sepatu sportnya, ia sempatkan untuk berolahraga sejenak. Sekitar 30 menit ia berlari di treadmill dan mencoba menghubungi Jemima kembali melalui Video Call, dan Jemima mengangkatnya dengan Dira yang ada disebelahnya. Mereka melepas rindu yang selama satu bulan lebih tidak bertemu, Dira semakin pintar sekarang dia sudah bisa merangkak, Abram sangat senang dengan kemajuan anak bayi bermata coklat keabuan itu. Dirasa cukup melepas rindu kemudian ia bersiap menuju Wisuda Manda. Dengan batik lengan panjang berwarna coklat dan celana hitam dipadukan sepatu sneaker warna putih Abram tampak gagah dan tampan. Amanda pagi-pagi sudah merias wajahnya dan rambutnya ia blow dengan sedikit gelombang dibagian bawah, untuk acara wisuda ini ia mengenakan dress putih berbeda dengan wisuda di Indonesia dia yang selalu mengenakan kebaya, pagi ini ia terlihat cantik.

__ADS_1


Amanda sangat bahagia karna dihari spesialnya ia ditemani oleh dua laki-laki yang dia sayangi. Senyum mengembang selama perjalanan menuju kampusnya dan dengan bangganya ia mengenalkan Abram kepada teman-temannya.


"Hi Nata" sapa Amanda kepada temannya dari negara Thailand


"Who is that? Omg so cute" bisik Nata dan Amanda tersenyum bangga.


"My fiance" Manda memeluk lengan Abram dengan manjanya, dan Abram hanya tersenyum kecut.


"Wooww congrats Manda, I'll come to you're wedding day don't forget to send me the invitation" Nata menggoda Amanda


"Yes of course" dan kemudian mereka berpisah, Abram duduk bersama Pak Atma yang sudah membawakan bouquet bunga Mawar merah untuk anak kesayangannya.


Selesai acara wisuda, Abram dan Pak Atma menghampiri Amanda.


"Papa fotoin aku sama ka Abram" dengan membawa bouquet Manda berfoto berdua dengan Abram. Amanda sangat senang akhirnya cinta pertamanya bisa ia dapatkan. Tetapi tidak dengan Abram ia merasa seperti orang bodoh saat ini tidak bisa berkata apapun saat dikenalkan sebagai tunangan Manda. Bahkan mereka belum membicararakan mengenai hubungan mereka tetapi Manda sudah berani mengenalkannya ke teman-temannya.


Malam hari saat Abram sedang berisitirahat dikamarnya sambil membalas pesan-pesan dari Jemima , Manda menghampirinya.


"Kak mau makan keluar? Papa sedang ketemu rekan bisnisnya" Amanda duduk disebelah Abram.


"Manda ada yang ingin aku bicarakan dengan kamu" Amanda masih tersenyum bahagia didepan Abram.


"Iya Kak" jawabnya dengan senyum manja.


"Man saya sudah punya kekasih" muka Manda tiba-tiba pucat dan senyum diwajahnya menghilang.


"Saya sudah dengan dia selama 7 bulan ini" Abram melanjutkan kembali.


"Pasti Kakak bohong. Kata Bunda Kakak, Kakak gak punya pacar" Manda tidak percaya dengan ucapan Abram.


"Iya memang saya belum kenalkan ke Bunda karna dia ada diluar kota"


"Kenapa Kakak diam saja waktu Papa minta Kakak untuk nikahin aku dan tadi waktu aku kenalkan dengan teman-teman Kakak gak menolak" Manda menahan air matanya

__ADS_1


"Aku tidak enak menolak Papa kamu saat itu,Pak Atma sangat baik dengan keluargaku Man, selain pembicaraan itu sangat mendadak. Aku ingin bicarakan ke kamu terlebih dahulu, maaf Man, Kakak benar-benar tidak bisa dengan kamu" Abram mencoba menghapus air mata Manda yang menetes di pipinya dan Manda menolak tangan Abram.


"Manda gak mau tahu pokoknya Kak Abram milik aku, anggap aja Kakak gak pernah bicara seperti ini aku juga gak akan bilang ke Papa, pokoknya Kak Abram harus nikahin aku." kemudian Manda berlari pergi menuju kamarnya dengan Pak Atma dan mengunci connecting door. Abram merasa lega dengan ucapannya barusan tetapi dia tidak tahu apa yang akan terjadi kedepannya.


__ADS_2