
"Please Je jawab sekarang dan jangan kecewakan aku" ucap Gerry sedikit berbisik terlihat mukanya sedikiti putus asa karna beberapa menit Jemima tidak menjawab pertanyaan Gerry.
"Pak saya takut Bapak akan kecewa dengan saya, saya tidak cocok dengan Bapak" Jemima merasa ragu dengan Gerry, ia takut Gerry akan kecewa jika mengetahui kebenaran akan Dira.
"Don't worry dear, aku terima semuanya atas kamu" ucap Gerry berusaha meyakinkan Jemima.
"Jadi bagaimana?" tanya Gerry sekali lagi
"Ba baaik Pak saya terima pernyataan cinta Bapak" ucap Jemima dengan sedikit keraguan, muka Gerry seketika berubah bahagia dengan senyum yang merekah dan mengecup kedua tangan Jemima.
"Terimakasih sayang, sudah terima aku, aku janji gak akan kecewakan kamu" ucap Gerry dengan mata tertuju langsung ke mata Jemima.
Jemima mengangguk dan masih tidak percaya dengan ungkapan cinta dari bosnya, padahal selama ini ia tidak ada rasa yang terlalu dalam dengan Gerry karna merasa Gerry tidak menyukai dengan dirinya. Acara makan malam itu semakin romantis Gerry memperlakukannya dengan manis dan selalu menatap Jemima dengan mata berbinar.
Jam hampir pukul 9 malam Jemima sudah ingin segera pulang, dalam hatinya ia senang karna tidak menyangka bahwa selama ini bosnya menaruh hati pada dirinya.
"Pak pulang yuk" ajak Jemima yang sudah menghabiskan makanan yang disajikan di mejanya.
"Koq masih panggil Pak, ganti dong" keluh Gerry karna tidak suka dengan panggilan Jemima.
"Terus aku panggil apa dong, kan Bapak emang bos saya" Jemima bingung harus memanggil Gerry dengan sebutan apa saat ini.
"Ya terserah kamu lah, kalau masih anggap aku bos kamu" tiba-tiba Gerry menjadi jengkel dengan ucapan Jemima karna Jemima masih merasa klo mereka ini masih sepasang atasan dan bawahan. Segera Gerry bangkit dari duduknya berjalan menuju kasir membayar semua sajian yang sudah ludes dimakan.
"Selamat Pak" ucap kasir dan seorang pelayan mengucapkan selamat atas jadian mereka, Gerry membalas dengan memberikan senyuman kepada kedua orang itu.
Gerry berjalan terlebih dahulu meninggalkan Jemima yang kerepotan membawa hand bouquet dan tas nya.
"Yangg, tunggu aku" ucap Jemima kepada Gerry, dan Gerry seketika menghentikan langkahnya membalikkan badannya tersenyum kepada Jemima.
"Baru jadian udah ngambek" sindir Jemima dan disambut dengan ulurna tangan Gerry untuk menggandeng tangan Jemima.
"Habis pacarnya nyebelin, masa aku dipanggil Pak, emang anak sama Bapak" Gerry membawakan hand bouquet di tangan Jemima dan menggandeng tangan Jemima dengan erta.
"Gitu dong panggilnya biar mesra, kemarin saja aku lihat bocil anak SMP panggilnya sudah Papa Mama, masa kamu kalah" ledek Gerry mencubit pipi Jemima dengan mesra.
__ADS_1
"Iya-iya, tapi kalau dikantor pas banyak orang panggilnya Pak saja , aku gak enak sama teman-teman yang lain"
"Iya Yang, terserah kamu"
"Aku antar sampai rumah kamu ya" ucap Gerry
"Jangan sampai dengan gang saja, daerah rumahku rese kalau ada tamu datang malam-malam, apalagi aku tinggal sendiri terus diantar sama laki-laki" tolak Jemima karna takut Gerry akan mengetahu keberadaan Dira.
"Iya sayang, besok pagi aku jemput kamu juga ya?"
"Iya" ucap Jemima
Sampailah mereka didepan gang rumah Jemima suasana sudah sepi, untuk sementara mereka harus berpisah.
"Hati-hati Yang, gak usah ngebut bawa mobilnya" ucap Jemima saat hendak turun mobil dan Gerry menahan tangan Jemima.
"Aku gak dibekalin apapun?"
"Bekal??" tanya Jemima bingung seketika Gerry mendekatkan wajahnya kedepan wajah Jemima dan mengecup bibir Jemima.
"Iiiya, aku turun ya, kamu juga " Jemima keluar dari mobil Gerry dan melambaikan tangan saat mobil itu berjalan meninggalkannya. Ia tidak menyangka jika Gerry bisa bersikap romantis akan dirinya, hatinya benar-benar sedang berada di atas awan.
Tak henti-hentinya ia tersenyum mengingat bagaimana perlakukan Gerry akan dirinya tadi.
"Ih mama senyum-senyum sendiri saja" ucap Dira yang saat ini sedang tiduran disamping Jemima dan memperhatikan Mamanya yang sedari tadi tersenyum sambil memandang ke ponselnya yang berisikan pesan romantis dari Gerry malam ini.
"Iya sayang, Mama lagi senang" ucapnya kemudian meletakkan ponselnya dan menyelimuti Dira.
"Met bobo sayang" mengecup kening Dira dan bersama tidur menikmati mimpi indah yang entah sampai kapan.
Pagi-pagi Jemima sudah berangkat kekantornya karna Gerry sudah menunggunya didepan gang.
"Pagi Yang" ucap Gerry sambil mengecup bibir Jemima, Jemima masih kaget dan belum terbiasa akan perlakukan mesra Gerry apalagi saat ini mereka sedang berada di tempat umum.
"Pagi Yang, jadi gak enak kamu harus pagi-pagi jemput kesini, aku gak masalah koq berangkat sendiri kekantor, toh nanti kan kita ketemu lagi dikantor" ucap Jemima karna takut jika Gerry mengetahui mengenai Dira.
__ADS_1
"Gak apa-apa kalau pas aku bisa aku akan jemput kamu" Gerry melajukan kendaraannya menuju kantor.
Sesampai dikantor Arka sudah menyambut mereka didepan pintu, ada tatapan penasaran dari Arka karna pagi-pagi mereka sudah datang berdua.
"Pagi Pak Gerry" sapa Arka dan tersenyum meledek kearah Jemima. Jemima melotot kearah Arka karna digoda seperti itu, kemudian bersama mereka berdua menuju ke tempatnya masing-masing.
"Pak mau sarapan apa? Nanti aku suruh Ob belikan" ucap Jemima yang saat ini sudah berubah mode menjadi Sekretaris Gerry.
"Samakan sama kamu saja, jangan lupa kopi buat aku" ucapnya dan masuk kedalam ruangannya. Gerry merasa mengantuk sekali karna semalam dia tidak dapat tertidur nyenyak karna kejadian sebelumnya. Ia merasa lega akhirnya bisa menyatakan perasaan cinta kepada Jemima, meskipun umurnya sudah menjelang 30 tahun tetapi perasaanny saat ini tak lepas dari ABG yang sedang merasakan kasmaran, tak sabarnya ia menunggu hari esok untuk bertemu dengan pujaan hatinya. Ia menyandarkan tubuhnya pada kursi kerjanya sejenak menutup mata dan melanjutkan mimpi.
"Permisi Pak" ucap Jemima membuka pintu sambil membawakan 2 kotak bubur ayam dan 1 gelas kopi pesanan Gerry.
"Tidur ternyata, ya sudah aku keluar dulu" Jemima diam-diam keluar dari ruangan Gerry dan membiarkan kekasihnya tertidur.
"Abang udang sampe Je" tanya April kepada Jemima yang sedang merapikan dokumen di mejanya.
"Sudah Mbak, masuk saja, tapi Bapak lagi tidur" ujar Jemima
"Tumben banget Abang udah pergi pagi-pagi, biasanya jam segini baru bangun" ujar April kemudian masuk keruangan Gerry, dilihatnya Gerry masih tertidur , dan tiba-tiba keusilan April muncul untuk mengerjai kakaknya.
April meniup-niup ditelinga Gerry, awalnya Gerry tidak merspon apapun, lama kelamaan Gerry tersadar dengan masih mata terpejam ia menarik kepala April dan mengecup pipinya.
"Sayang usil banget, bilang saja kalau minta di cium" April berteriak dan memukul tangan Gerry
"Ih Abang, jijik ngapain sih cium-cium gue" sontak Gerry membuka matanya karna terkejut dengan suara wanita disebelahnya.
"Siapa itu sayang-sayang" tanya April penasaran.
Gerry tertawa akan pertanyaan April dan tak lama muncul Jemima dari balik pintu
"Tuh orangnya muncul" ucap Gerry sambil mengedipkan sebelah matanya kearah Jemima yang terpaku bingung akan tatapan April.
------------
Jangan lupa like ,komen dan votenya
__ADS_1