Pilihan Jemima

Pilihan Jemima
Bab 50


__ADS_3

"Pak sekarang ya saya sudah lapar" ucap Jemima mengingatkan Rudi untuk makan siang.


"Sabar Mima" ucap Rudi yang sedang melakukan video call dengan selingkuhannya Melia.


"Saya tunggu di luar Pak" kemudian Jemima menunggu di kursinya dan menelepon Darwin tetapi tidak diangkat. Semalam Dira demam dan diare, sempat ia mengigau memanggil Daddynya, hati Jemima sungguh tersiksa jika anak itu memanggil-manggil ayahnya. Jemima paham bahwa Dira terkadang ingin bersama Darwin, tetapi Darwin sulit untuk ditemui. Semenjak anak nya dengan Cindy lahir otomatis perhatiannya lebih teralihkan ke anak itu karna memang hasil buah cinta mereka berdua.


"Kalau Dira sembuh besok saat Mama libur kita kerumah Oma ya , mungkin Daddy ada disana" ucap Jemima semalam menenangkan Dira. Ia tidak mungkin datang kerumah Darwin karna tatapan dan respon Cindy sangat tidak senang dengan kehadiran mereka berdua.


Ia pun mengirimkan pesan ke Darwin jika akhir minggu nanti mereka berdua akan kerumah orangtua Darwin dan berharap diapun ada disana.


Lamunan Jemima terhenti saat pintu ruangan Rudi terbuka.


"Ayo Mima kita makan, nanti ketemu sama Melia juga disana" ucap Rudi dengan wajah berbinar-binar sedangkan wajah Jemima berubah menjadi sebal karena tidak suka dengan wanita-wanita di sekeliling Rudi.


'Duh ngapain sih makan sama cabe-cabean' keluhnya dalam hati.


"Nih kamu tulis pesan ke istri saya bilang ijin ke istri saya mau makan siang dengan kamu" ucap Rudi sambil menyerahkan ponselnya ke Jemima karna saat ini Rudi yang menyetir mobilnya sendiri.


Hati Jemima kesal sekali karna pasti istrinya yang akan menginterogasi kepergian mereka berdua.


"Yah koq saya lagi Pak" ucap Jemima kesal


"Sudah nanti kamu saya kasih transferan lagi" ucap Rudi.


Sampailah disalah satu restoran Jepang.


"Melia mau makan ini Ma" Ucap Rudi saat mereka baru sampai di sebuah restoran Jepang yang cukup terkenal .Jemima turun dari mobilnya dan disambut oleh pelayan wanita yang mengenakan pakaian tradisional Jepang. "Selamat Datang" sambut pelayan itu . "Reserved atas nama Rudi" ucap Rudi kepada wanita itu. Mereka kemudian diarahkan oleh pelayan kesalah satu private room yang ada disana dan ternyata Melia sudah tiba.


"Papiiiiii lama banget sih" ucap Melia manja saat Rudi baru sampai kemudian memeluk lelaki tua itu dan Jemima mengerlingkan matanya tanda tidak suka akan sikap kekanakan Melia.

__ADS_1


"Iya sayang tadi Jemima lama nih, Papi tunggu Jemima dulu" muka Jemima berubah menjadi bete.


"Ya udah kamu pesen apa Sayang" Melia memeluk lengan Rudi dan menyenderkan kepalanya ke bahu Rudi dan disambut dengan elusan manja di rambut Melia.


"Pak saya makan diluar saja ya" Jemima bangkit berdiri dan memilih makan diluar karna tidak tahan melihat sikap mereka berdua yang seharusnya lebih cocok menjadi ayah dan anak.


"Iya Mbak Mima pesan yang banyak ya"


"Ingat Pa jangan lama-lama saya mau ijin pulang cepat" ucap Jemima lagi.


Jemima segera memilih meja kosong dipojokkan yang mendapat pemandangan ke jalan raya. Terkadang hati nya sakit saat melihat pasangan yang tampak mesra didepannya. 'Lelaki tua aja jodohnya banyak banget, kenapa gue masih jomblo aja ya, apa segitunya laki-laki gak mau dapat yang ada ekornya' Jemima membatin karna teringat akan kisah cintanya yang tragis.


Jemima kemudian memilih makanan yang cukup malah didalam menu untuk mengobati hatinya yang kesal.


"Mumpung gratis" ucapnya sendiri dan kemudian memanggil pelayanan untuk menginfokan orderan makanannya.


Jemima sudah menghabiskan 1 Set Steak Bento tetapi pasangan kasmaran yang berada didalam ruangan belum juga selesai. Karna masih ada kegiatan selanjutnya ia harus mengingatkan Bos tuanya itu. Jemima lebih memilih menghubungi Rudi dibanding harus menghampiri mereka didalam ruangan itu.


"Mbak Mima sendiri saja ya, saya mau ada acara dengan Melia, ini kamu ambil debit card saya" ucap Rudi, Jemima menghela nafasnya dan segera bangkit berdiri menghampiri pasangan tersebut.


"Mana Pak?" Jemima memberikan tangannya untuk mengambil debit card Rudi.


"Ini Ma, sesuai yang saya bilang tadi pagi ya" ucap Rudi sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Iya Pak, saya pergi sekarang" kemudian Jemima keluar dari ruangan itu, perutnya agak mual bagaimana Melia memeluk manja Rudi.


"Mbak nanti tagihan saya digabung dengan Bapak yang didalam sana" ucap Jemima ke gadis muda yang bertugas sebagai kasir.


"Baik Bu" setelah keluar dari Restoran itu Jemima segera memanggil taxi dan menuju salah satu dealer langganannya.

__ADS_1


"Bu Jemima apa kabar" sapa salah satu sales disana, meskipun ia tidak pernah membeli untuk dirinya sendiri, tetapi sebagai sekretaris ia sering mendapat tugas dari Direkturnya untuk membeli kendaraan mereka.


"Baik Pak Ridwan, bantu dong saya lagi cari mobil, biasa buat kado" ucap Jemima kemudian diarahkan ke meja dan diserahkan beberapa brosur mobil.


"Yang biasa Pak Ridwan, buat Bapak-bapak" ucapnya pada sales tersebut.


"Oh buat bapak-bapak" kemudian Ridwan menjelaskan dengan sangat antusias mengenai produk mobil yang dibutuhkan sesuai keinginan Jemima.


'Yang mana aja lah lagian gue gak dapat apapun" ucapnya dalam hati. Setelah menjatuhkan pilihan ke salah satu mobil LGCC berwarna silver Jemima membayar mobil tersebut secara tunai.


"Terimakasih Bu Jemima, mobil akan saya kirimkan langsung ke alamat yang tertulis di surat pesanan, ini ada suvenir buat Ibu" Ridwan menyerahkan 1 paper bag berisikan payung dan tumbler. Kemudian jemima segara pulang ke rumahnya dan meninggalkan mobilnya dikantor.


Perjalanan kerumahnya masih lancar tidak sampai satu jam Jemima tiba dan segera mencari anaknya.


"Dira Mama pulang" ucap Jemima saat membuka pintu rumahnya dan dilihat Dira sedang di gendong Bude Wati.


"Masih lemas ya Bude, nanti kita kerumah sakit okey" Jemima ingat jika mobilnya ditinggal dikantor.


"Duh mobil Mama dikantor lagi" Jemima menyesal karna tidak membawa pulang mobilnya dan kali ini ia harus meminta Darwin untuk mengantarkannya.


Jemima memeriksa ponselnya tidak ada jawaban dari Darwin atas pesannya tadi. Ia menekan nomor telepon kantornya.


"Halo bisa bicara dengan Bapak Darwin" ucapnya saat telepon tersambung dengan Sekretaris Darwin yang baru.


"Bu Jemima ya? Bapak sedang meeting ada pesan yang perlu disampaikan?" tanyanya.


"Tolong bilang hubungi saya, ini tentang Dira" ucap Jemima


"Baik Bu nanti saya sampaikan" Mira sekretaris Darwin sudah mengetahui hubungan antara Jemima dengan Darwin.

__ADS_1


"Sabar ya Nak nanti kita tunggu Daddy untuk antar ke Dokter" Jemima sudah menelepon administrasi rumah sakit untuk pendaftaran ke poli spesialis anak. Kemudian Jemima menggendong anaknya dan memberikan kenyamanan agar Dira tidak rewel.


__ADS_2