Pilihan Jemima

Pilihan Jemima
Bab 66


__ADS_3

Esok paginya....


"Wa saya gak dibalas" ucap Gerry saat baru datang kekantor dan berjalan didepan Jemima kemudian masuk kedalam ruangannya.


Jemima menyusul bos nya yang pagi ini terlihat sangat tampan dengan kemeja warna putih dan celana jeans.


"Maaf Pak semalam saya ketiduran" ucap Jemima yang semalam memang sengaja tidak melihat ponselnya dan lebih fokus menemani Dira belajar.


"Bapak hari ini santai sekali tampilannya mau kencan ya?" ledek Jemima karna merasa bos nya ini sukses mendapatkan jodoh dari orang tuanya.


"Kencan apaan??" jawab Gerry ketus.


"Cewe semalam cantik Pak, calonnya Bapak kan? Gaskeun lah Pak" goda Jemima lagi.


"Kerja sana jangan gosip" Gerry sebal akan ucapan Jemima.


"Iya Pak ,kan saya mau bantuin Bapak biar cepet dapat istri, kalau bapak butuh cara meluluhkan wanita, bilang saya Pak" ucap Jemima lagi dan segera keluar dari ruangan Gerry menghindari omelan bosnya.


Jemima fokus bekerja menyelesaikan rincian keuangan pribadi bos nya, hingga iya mendapat telepon dari sekolah anaknya.


"Siang Ibu Jemima, saya Maiska bagian administrasi dari sekolah Dira" ucap wanita diseberang telepon sana


"Oh iya Miss ada yang bisa dibantu"


"Iya Bu, saya mau infokan sudah 4 bulan biaya SPP belum kami terima, karna minggu depan akan ujian saya mohon untuk segera dilunasi agar Dira bisa ikut ujian" Jemima mendadak lemas dan kesal dibuat seketika mendengar kabar itu.


"Baik Miss akan segera saya lunasi, mohon maaf atas keterlambatannya" selesai pembicaraan Jemima menutup telepon itu, ia hanya bisa menahan sesak didada, memang sudah hampir 6 bulan ini Darwin tidak pernah mengirimkan uang untuk keperluan Dira yang pernah ia janjikan dan mengenai biaya sekolah memang Darwin yang mengambil alih untuk biaya yang harus dibayarkan. Karena urusan sekolah diserahkan ke Darwin , Darwin memasukkan Dira ke sekolah international ternama dengan uang sekolah 1/4 dari gaji Jemima perbulan. Jemima bingung akan persoalannya saat ini, dia sudah lama tidak bertemu Darwin dan merasa jika uang keperluan sehari-hari ia masih bisa membiayai dari gajinya kecuali biaya sekolah Dira yang sangat mahal.


Jemima dengan terpaksa membayarkan uang sekolah yang masih terhutang ke pihak sekolah. Tabungannya seketika berkurang banyak untuk biaya sekolah Dira.


Dengan pikiran yang berkecamuk ia terkejut dengan suara Gerry "Je nanti temani saya ketemu klien ya setelah pulang kerja" ucap Gerry saat keluar dari ruangannya.

__ADS_1


"Baik Pak,klien mana biar saya siapkan data-datanya" ucap Jemima


"DAR Group, mereka mau minta portofolio dan company profile, siapkan data itu ya. Mantan bos kamu tuh" ujar Gerry tersenyum


"Oh ketemu Pak Darwin ya Pak?" ucap Jemima dia harus menghubungi Darwin agar tidak bercerita mengenai hubungannya dan biarlah Gerry tahu kalau hubungan mereka sebatas atasan dan bawahan dan ingin membahas akan sekolah Dira kedepannya. Tetapi laki-laki itu tidak menjawab panggilannya dan Jemima hanya berharap Darwin tidak mengatakan apapun ketika mereka bertemu.


Telepon di meja Jemima berdering dari receptionis dilantai bawah.


"Mba Je ada yang mau ketemu Bapak ,namanya Bu Mira" ucap receptionist itu.


"Bu Mira" Jemima mengingat-ingat siapa itu Mira sepertinya tidak ada dalam daftar kliennya.


"Sebentar aku tanya Bapak dulu" Jemima segera masuk keruangan Gerry untuk menanyakan apakah dia ada janji yang tidak diketahui oleh Jemima.


"Maaf Pak ada yang ingin bertemu namanya Bu Mira, apa Bapak ada janji" tanya Jemima dengan sopan


"Mira?" Gerry mencoba mengingat siapa wanita itu, dan ia baru teringat akan wanita yang semalam baru berkenalan dengannya.


"Baik Pak" kemudian Jemima meminta receptionis untuk mengantarkan tamunya ke atas.


Muncul wanita cantik dengan tampilan casual, mengenakan simple white dress diatas lutut dengan heals berwarna biru, tak lupa rambutnya digerai lurus.


'Oh ini cewe semalam' ucap Jemima mengingat wanita didepannya, 'pasti cewenya bos nih' batin Jemima dalam hati.


"Siang Bu sebentar ya" Jemima mengetuk pintu ruangan Gerry dan membukakan pintu untuk wanita tersebut.


"Pak tamunya sudah datang, saya sekalian ijin makan siang diluar ya" ucap Jemima dan bersamaan dengan Mira yang masuk keruangan Gerry.


"Kemana? Jangan lama-lama habis ini ada meeting" ucap Gerry ketus sambil memandang Jemima tak hentinya.


"Ke Bebek Goreng langganan anak-anak Pak sama tim project ada yang ulang tahun saya ikut ditraktir" jelas Jemima dengan muka senang.

__ADS_1


"Project?" Gerry gelisah mendengar nama project yang kata April mereka sangat mengidolakan Jemima, tapi ia tidak bisa apa-apa karna ada Mira didepannya yang sudah membawakan makan siang untuk dirinya.


"Iya jangan kelamaan, ingat kamu harus siapkan data buat nanti sore" ucap Gerry lagi.


"Iya Pak, sukses ya" Jemima mengangkat tangannya sambil mengepalkannya memberikan tanda semangat akan kencan bosnya disiang hari ini.


"Kak gak sibuk kan? Maaf aku langsung datang gak janjian dulu sama kakak" ucap Mira dan langsung duduk dikursi depan meja Gerry.


"Ehm iya gak apa-apa saya gak terlalu sibuk siang ini." ucap Gerry mencoba menghormati gadis didepannya.


"Kak cobain deh tadi aku buat sapi lada hitam, kata Mami Kakak ini makanan favorit kakak" Mira mengeluarkan kotak makannya yang berisi sapi lada hitam dan kotak satunya lagi berisikan nasi putih. Aroma masakan yang dibawa Mira menggugah selera Gerry saat ini, ia langsung menerima kotak makan yang disodorkan oleh Mira tanpa ragu.


"Enak" ucap Gerry jujur saat memasukkannya kedalam mulut, dan Mira menanggapinya dengan senyuman.


"Kamu gak makan aku jadi makan sendiri nih"


"Aku makan bareng dengan Kakak saja" Mira mengambil sendok dari tangan Gerry dan menyendokkan sapi lada hitam kemulutnya.


"Nasinya gak dimakan?" tanya Gerry


"Hihi enggak kak, aku gak makan nasi, diet" ucapnya Mira dengan malu-malu.


"Diet, badan kamu udah kecil gitu apa yang didietin" ucap Gerry heran, ia langsung teringat dengan Jemima yang akan memakan apapun didepannya.


"Iya kak, aku gak suka kalau gemuk, jadi aku jaga-jaga saja" Gerry hanya mengangguk mendengar alasannya.


Mira berada dikantor Gerry selama sekitar 1 jam selama jam istirahat Gerry,ia banyak menceritakan kehidupannya yang berkutat hanya rumah dan kuliah saja. Selepas kuliah S2 ini dia baru diperbolehkan hidup mandiri oleh orangtuanya. Meskipun ia berkuliah diluar negeri ia tinggal dengan kakaknya yang memang berada disana.


Ketika Gerry mengantarkan Mira kemobilnya bertepatan dengan Jemima yang juga kembali kekantor. Ia berjalan belakangan berdua dengan Dani salah seorang tim project. Jemima tersenyum kepada Gerry yang menatapnya tidak senang. Jemima tidak merasa terganggu dengan hal itu dan cuek lanjut ke meja kerjanya. Gerry segera menyusul Jemima yang sudah duduk dikursinya.


"Dekat kamu sama Dani?" tanya Gerry penasaran.

__ADS_1


"Tidak Pak hanya teman koq" ucap Jemima tidak menghiraukan muka Gerry yang tampak tidak suka dengan kedekatan Jemima dengan Dani.


__ADS_2