Pilihan Jemima

Pilihan Jemima
Bab 55


__ADS_3

Hari yang dijanjikan tiba, pagi ini Jemima bersiap diri untuk interview dengan CEO dimana Arka bekerja. Ia mengenakan rok sepan warna cream dengan atasan kemeja polos berwarna biru tua dengan heels yang tidak begitu tinggi. Penampilan Jemima tampak segar dan berbeda karna make up flawless yang di aplikasikan dimukanya. Terkesan profesional namun tetap bergaya.


"Semoga berhasil kali ini" ucapnya menyemangati diri sendiri. Diambilnya kunci mobil dan segera menuju alamat kantor yang diinfokan Arka sebelumnya. Tampak bangunan ruko 3 lantai yang cukup mewan dihadapannya, ia juga sudah melihat Arka berjaga didepan dan segera masuk menuju receptionis menuruti arahan Arka.


Jemima masuk kedalam ruangan CEO yang berada di lantai 3, nafasnya agak tidak beraturan dikarenan ia sedikit grogi ditambah pula dengan ia harus menaiki tangga menuju lantai 3. Setelah dipersilahkan masuk ia duduk dihadapan seorang laki-laki muda yang umurnya mungkin tidak jauh berbeda dengan dirinya. Laki-laki itu masih sibuk melihat ponselnya, mata Jemima melihat kesekeliling ruangan yang tidak begitu besar tapi nampak artistik. Setelah meletakkan ponselnya Laki-laki itu memperkenalkan dirinya "Maaf saya sedang membalas pesan penting, oh ya nama saya Gerry saya yang akan menjadi PIC kamu dalam bekerja, silahkan kamu memperkenalkan diri" ucap Gery santai.


"Pagi Pak Gerry perkenalkan nama saya Jemima. Umur saya 27 tahun dan saya memiliki beberapa pengelaman bekerja menjadi sekretaris pada perusahaan DAR Group dan PT Rudi Sejahtera serta saya pernah menjadi purchasing juga." jelas Jemima dengan singkat dan meyakinkan.


Gerry mendengarkan Jemima yang sedang menjelaskan pekerjaannya dahulu sambil membaca CV yang dikirimkan sebelumnya. "Ohh kamu sudah punya beberpa kali pengalaman, saya lihat kamu sempat tidak bekerja bisa jelaskan?"


"Saya pernah ikut orangtua saya pindah kota dan membantu usaha keluarga" Jelas Jemima menceritakan saat ia pindah ke Semarang untuk melahirkan dan mengurus Dira tetapi bagian Dira tidak ia ceritakan.


"Oh gitu, apa kamu sudah menikah dan memiliki anak?" tanya Gerry.


"Belum Pak saya masih single" jawab Jemima pasti dan tegas meskipun dalam hati ia amat merasa bersalah dengan Dira.


"Saya berharap nanti mempunyai asisten yang selalu available ketika saya butuhkan. Jadi tidak hanya mengurus pekerjaan kantor saja tetapi juga kebutuhan pribadi saya karna saya memang tinggal sendiri di Apartemen. Juga saya sering keluar kota dn saya harap asisten saya juga ikut. Asisten saya sebelumnya sudah berkeluarga dan memiliki anak, sering sekali meminta ijin dan mengabaikan tugasnya. Jadi saya harap kalau kamu diterima kamu bisa bekerja sesuai dengan ritme kerja saya " jelas Gerry lagi dan Jemima hanya mengangguk-anggukan kepalanya.


"Untuk pekerjaan ini saya akan memberikan kompensasi yang besar juga, asal kamu bisa bekerja dengan baik. Kamu juga akan dapat bonus tahunan dan juga cuti. Jangan khawatir kamu masih berhak cuti koq" tambah Gerry


"Baik Pak jika saya diterima saya akan bekerja dengan sepenuh hati dan sesuai dengan keinginan Bapak" ucap Jemima sambil tersenyum.


"Ya sudah nanti Gina akan hubungi kamu diterima atau tidak. Kamu sudah bisa pulang" ucap Gerry lagi karna alarm ponselnya berbunyi sepintas Jemima dapat melihat bahwa ini jadwal Gerry bertemu klien.


"Baik Pak saya tunggu kabar baiknya" Jemima berdiri dan bersalaman kepada Gerry kemudian meninggalkan ruangan itu.

__ADS_1


Setelah Jemima meninggalkan Gerry sendiri dalam ruangannya. Gerry tersenyum-senyum mengingat kejadian saat ia mangajak April ke taman bermain.


"Dia kan cewe sebelah gue yang nangis-nangis waktu itu, Jemima namanya, bisa-bisanya ketemu lagi" ucap Gerry sambil tersenyum


"Sepertinya dia lupa dengan gue" Gerry menyenderkan badannya dan mengingat kembali saat ia memperhatikan seorang wanita yang unik. Kemudian ia segera menghubungi Gina manajer HRD nya " Gin proses rekruitment karyawan yang tadi, saya sudah okey" tak lama ia segera mematikan teleponnya dan kembali melanjutkan pekerjaannya.


Disebuah perumahan 2 hari kemudian


"Om Arkaaa, asik ada Om Arka" ucap Dira senang dengan kehadiran Arka dipagi hari.


"Arka ngapain kesini gak kerja lu" tanya Jemima yang bingung akan kehadiran Arka dirumahnya.


"Hehe mau numpang ngopi Je" ujar Arka dengan santainya duduk diteras Jemima


"Kenapa lu cerita lah, bentar ya gue buatin kopinya" Jemima kembali masuk kerumahnya membuatkan kopi instan untuk Arka.


"Mantaaap" ujar Arka senang melihat yang dibawa Jemima.


"Mata kenapa itu" Jemima penasaran dengan mata Arka yang bengkak dan membiru.


Sambil menyuruput kopi dan roti bakar Arka menceritakan kejadian yang terjadi kemarin.


"Kaciaaan temen gue, kena gebog bos besar hahah" Jemima malah tertawa mendengar cerita Arka.


"Siall malah diketawain, calon bos lu tuh judes dan galak.. eh salah gue cerita ntar lu takut lagi kerja sama dia" Arka tertawa juga

__ADS_1


"Belum tentu keterima kali Ka"


"Single tuh lu gebet aja kalau jadi sekretarisnya" ledek Arka


"Gilee gak lah takut juga gue sama bos model gitu" Jemime bergidik ngeri membayangkan Gerry memukul wajah Arka yang tampan.


"Mama ini hapenya bunyi" Dira membawakan ponsel Jemima yang sedang berbunyi kemudian segera ia mengangkatnya.


"Halo" jawabnya


"Iya Bu Gina" Jemima melirik Arka yang ikut menoleh ke Jemima juga saat menyebutkan nama Gina


"Oh ya benarkah. Baik terimakasih infonya, baik saya akan datang besok. Terimakasih Bu" Jemima menutup telepon itu


"Arkaa gue keterima" ucap Jemima dengan girangnya.


"Yeayy selamat Je" Arka ikut senang dengan info yang disampaikan Jemima.


Setelah Arka pulang ia segera memberitahu anak laki-lakinya bahwa ia akan kembali bekerja " Dira , besok Mama sudah kembali bekerja, Dira sama Bude Wati ya dirumah yang baik". Dira yang sedang mewarnai di buku gambarnya terdiam dan menatap wajah Jemima "Kenapa Mama bekerja, Mama dirumah saja temani Dira itu lebih bagus"


Jemima kemudian mengelus kepala anaknya " Maaf ya Dira, Mama harus bekerja supaya Mama bisa belikan Dira buku mewarnai yang banyak" ucapnya


"Iya Mama yang banyak ya biar Dira gak sepi saat tunggu Mama pulang bekerja"


Pagi-pagi sekali Jemima sudah terbangun kembali menyiapkan diri untuk pekerjaan barunya, ia memilih pakaian yang tampak sesuai dengan tubuhnya. Setelah itu ia menyiapkan makanan untuk dibawa Dira pergi sekolah.

__ADS_1


"Oh iya harus diumpetin nih" Jemima menyimpan fotonya berdua dengan Dira yang ia pajang didalam dompet dan mengganti wallpaper ponselnya dengan siluet wajah Dira. "Maaf ya Dira" dalam hati ia merasa sendih karna harus menutupi kehadiran Dira kepada bosnya, tetapi hal ini mesti ia lakukan agar mendapat pekerjaan. Setelah merasa siap, ia segera pergi kekantornya dan sebelumnya taklupa mencium pipi anaknya yang masih tertidur " doakan Mama ya sayang"


__ADS_2