
Jemima membersihkan bagian sensitifnya dengan sabun dan mengulanginya berkali-kali, ia merasa jijik dengan bekas cairan yang menempel dipahanya. Setelah membersihkan diri dan berpakaian ia keluar dari kamar mandi untuk kembali kekamarnya. Ketika pintu kamar mandi terbuka ia melihat Darwin sudah berpakaian dan mengucapkan sesuatu tapi ia tidak mau mendengarkan. Ia segera menuju pintu keluar dengan rambut berantakan dan air mata menetes dipipinya. Ia terkaget karena didepan pintu sudah berdiri Abram asisten Darwin yang sepertinya hendak mengentuk pintu kamar Darwin, ia semakin terkejut dan lemas ketika di belakang Abram ada Agus dan Bu Retno. Ia terdiam sejenak didepan pintu dan Darwin masih memanggilnya dibelakang.
"Je bisa kita bi..." Darwin juga terkejut dengan orang-orang yang ada didepan pintu. Jemima kemudian berlari menuju kamarnya dan mengetuk-ketuk pintu untungnya saja Alya segera membukakan dan ia langsung mendorong pintu kamar itu. Kemudian menjatuhkan dirinya keatas kasur melanjutkan tangisnya.
"Je lu kemana aja, kenapa lu nangis" Alya mengelus kepala Jemima dan Jemima bangkit dari posisinya kemudian memeluk Alya.
"All lu jangan benci gue ya, gue merasa kotor sekarang, gue bodoh banget semalam gue melakukan kesalahan fatal" dalam isak tangisnya Jemima mencoba menjelaskan kejadian tadi malam dan Alya secara sabar mendengarkan apa yang dikatakan Jemima tanpa penghakiman dan memeluk erat Jemima.
"Sabar ya Je, semoga lu gak apa-apa, sekarang istirahat ya ,nanti gue bawain makanan kesini" Alya dengan lembut mengusap punggung Jemima. Jemima hanya bisa mengangguk ,setelah Alya pergi dari kamar ,ia kembali menuju kamar mandi dan membersihkan dirinya lagi dan menggosok-gosok seluruh badannya dengan kencang. Ia memang mengidolakan sosok bos nya itu tapi tidak ada rasa cinta apalagi untuk melakukan hubungan ini ia hanya ingin melakukannya bersama orang yang spesial yang akan menjadi suaminua kelak. Ia mandi sambil menangis dan merutuki kebodohannya kenapa ia sampai bisa kebablasan, efek minuman itu membuatnya menjadi tidak bisa berfikir jernih.
Disisi lain Darwin yang melihat karyawan berdidi depan pintu, menatap bingung dan menghela napas.
"Keep it secret. Ini urusan saya dengan Jemima" ucapnya dan kembali masuk kekamar diikuti oleh Abram, sedangkan Bu Retno dan Agus yang masih diam didepan kamar Darwin saling menatap bingung.
"Gus ingat rahasiakan ini, kasian Jemima ya" ucap Bu Retno kepada Agus yang tampak marah.
Agus merasa marah dan kesal, apa yang dilakukan Jemima dikamar Darwin. Ia merasa saat ini kalau Jemima wanita gampangan dan munafik, mengingat jika ia dekati selalu saja menolak sedangkan dengan Darwin yang kaya dan tampan malah mau diapa-apakan. Mereka berdua menuju restoran dan Agus mendadak tidak berminat untuk makan dan melanjutkan acara yang baru saja akan dimulai, pikirannya sedang melayang jauh ke Jemima.
Alya mengambil makanan dan ikut bergabung dengan Bu Retno.
"Bu, Je...." ucap Alya ragu
"Ssstt saya tahu, kamu diam saja, rahasiakan ini, kamu pesanin makanan untuk Jemima ya minta room boy antarkan ke kamar" ucap Bu Retno dan Alya melaksanakan perintah Bu Retno.
Dikamar Darwin.
"Shitt Bram" Darwin duduk disalah satu sofa dan menunduk kesal.
__ADS_1
"Gue mabuk semalam, biasanya gue masih bisa nahan diri tapi semalam gue dah gak tau apalah sebutannya" Abram yang menyender disalah satu dinding kamar masih memandang Darwin dan terdiam.
"Lu urusin masalah ini gua gak mau ini tersebar luas apalagi gua dah mau nikah, lu tahu kan apa yang harus dilakukan" ucap Darwin sambil menatap Abram
"Siap Bos" dan ketegangan ini terganggu dengan suara bel pintu.
Abram membuka pintu kamar dan membiarkan pacar Bos nya Cindy masuk kedalam kamar.
"Mana Bos kamu?" tanya Cindy ke Abram sebenarnya ia tidak pernah terkejut jika ada Abram dikamar Darwin karna Abram asisten kepercayaan Darwin.
"Didalam Bu" jawab Abram dan menutup pintu kamar.
"Bebbbb" suara Cindy mengagetkan Darwin yang masih termenung akan peristiwa tadi.
"Hai beb kamu disini" Darwin kaget akan kedatangan Cindy yang tiba-tiba.
"Beb makan yuk aku lapar" ucap Darwin dan bangkit berdiri dari sofa kemudian menarik tangan Cindy menuju keluar kamar.
"Beb aku mau istirahat dulu belum lapar" elak Cindy yang tangannya di tarik paksa Darwin.
"Makan sekarang temani aku" Darwin berusaha mengalihkan Cindy dari kasur.
"Tunggu dulu ada yang ketinggalan" Darwin kembali lagi kekamar dan mendorong Abram yang akan keluar dari kamar untuk ikut masuk kekamar lagi.
"Bram lu beresin yang ada di sprei, gue mau ganti kamar cari yang beda lantai" perintah Darwin ke Abram.
"Okey" jawab Abram, asistennya ini memang irit bicara tetapi selalu melaksanakan perintahnya dengan baik.
__ADS_1
Acara outing ini berlanjut dengan acara Team Building di salah satu tempat di Bali.
Acara dimulai dengan sambutan dari Darwin yang memberikan kata sambutan kepada karyawan.
"Semangat Pagi" sapanya kepada seluruh karyawan yang berjumlah 50 orang
"Terimasih untuk semua kerja kerasnya selama ini, saya tidak bisa berkata banyak, semoga kita semakin kompak dan tetap semangat selalu, and have fun" Ucap Darwin menyemangati para karyawannya.
Agus yang seharusnya menemani Darwin selama acara malah menjauh karna kesal akan kejadian tadi pagi yang dilihatnya. Darwin juga merasa tidak bersemangat mengikuti acara hari ini. Cindy yang datang tiba-tiba saja ia tidak hiraukan dan masih kepikiran dengan kejadian tadi malam. Ia tidak pernah melakukannya dengan karyawan,ia tidak ingin ada affair dan akhirnya mempengaruhi kinerja karyawan selama di perusahaan. Selain itu juga ia tidak pernah melakukannya dengan pemaksaan atau tidak sadar , ia selalu melakukan hubungan intim dengan dasar suka sama suka apalagi Jemima masih perawan, itu membuatnya menambah beban pikirannya.
"Beb kamu diam saja, gak suka ya aku kesini" Cindy memeluk tangan Darwin ketika mereka sedang menyaksikan para karyawan yang sedang berlomba dalam team building.
"Hah.. suka lah Beb masa enggak, makasih ya sudah datang kesini" ucapnya sambil tersenyum ke Cindy.
"Selanjutnya team Pak Darwin yang akan bermain" ucap Agus dari seberang lapangan. Game selanjutnya yang dimainkan yaitu Paint Ball. Permainan ini diakhiri dengan perlawanaan anatara Tim Agus dan Tim Darwin. Darwin sudah lengkap memakai seragam ala-ala tentara, helm dan memegang senjata berisi cat peluru. Penampilannya saat ini sangat gagah para karyawan wanita terpesona akan Darwin, diam-diam banyak yang memfotonya. Selama permainan Darwin sudah menembak beberapa tim lawannya , ia sangat ahli akan permainan ini dan ternyata antara kedua tim tersisa 2 orang Darwin dan Agus. Setelah persaingan yang sengit, akhirnya Agus berhasil menembak Darwin hingga menghabiskan sisa pelirunya, tampak kekesalan di muka Agus dengan Darwin. Darwin yang paham akan itu segera menjauh dari Agus dan memutuskan kembali ke hotel bersama Cindy.
"Kenapa itu anak buah kamu koq kaya marah-marah" tanya Cindy yang heran dengan Agus karna tampak kesal dengan Darwin.
"Gak tau Beb, capek kali dia, yuk kekamar" Darwin menggandeng tangan Cindy menuju kamarnya yang sudah berpindah ke lantai lain.
"Beb nanti honeymoonnya jadi kemana?" tanya Cindy
"Terserah kamu maunya kemana aku ikut"
Darwin duduk disalah satu sofa kemudian dihampiri Cindy yang sengaja duduk dipangkuannya dan ia mulai menciumi Darwin. Darwin jelas menyambut ciuman pacarnya itu, mereka sudah berpacaran selama 1 1/2 tahun, awalnya mereka dikenalkan oleh orang tua masing-masing dan akhirnya berlanjut hingga saat ini. Hubungan mereka sudah berjalan sangat jauh, mereka sudah sering melakukan hubungan intim dan pergi ke club layaknya anak-anak orang kaya di Jakarta.
Saat Darwin sudah berhasil membuka semua pakaian Cindy dan memasukkan miliknya ke Cindy, ia menjadi teringat akan Jemima dan membuatnya menjadi tidak bergairah, karna merasakan sensai yang berbeda saat dengan Jemima. Tidak lama akhirnya mereka menyelesaikan pergumulan mereka berdua.
__ADS_1